Waktu Posting : 22-06-2014 10:17 | Dibaca : 3671x
16-06-2014 17:08
Seperti apakah posisi tidur Anda? Nyatanya nyaris 95% manusia mempunyai pola tidur yang sama tiap-tiap hari, sehingga menjadi suatu rutinitas. Namun, amankah untuk kesehatan tubuh Anda? Di bawah ini keterangannya : Posisi recovery Posisi memiringkan tubuh ini dimaksud posisi pemulihan, lantaran sering dipakai dalam keadaan darurat medis. Posisi ini baik untuk kurangi masalah pencernaan, terlebih refluks asam lambung serta melegakan saluran pernapasan. Untuk menangani masalah refluks, miringkan tubuh ke sisi kiri. Riset dari Graduate Hospital, Philadelphia, mengungkap bahwasanya posisi tidur miring ke kanan bikin asam lambung lebih lambat mengalir ke esophagus, sehingga perut menjadi tak nyaman. Resiko negatifnya ialah timbulnya kerutan di muka lantaran selalu tertekan di satu tepi. Posisi telentang Meletakkan sisi belakang tubuh semacam tumpuan ialah posisi ideal, terutama untuk pasien arthtritis serta sakit punggung. Pasalnya, beban tubuh terdiri dengan cara rata tiada berikan tekanan pada satu diantara daerah atau organ tubuh spesifik. Janganlah lupa menyelipkan bantal kecil dibawah lekukan lutut untuk bikin pinggang lebih relaks, terlebih untuk Anda yang mempunyai pinggang melenting atau sering punya masalah dengan sakit pinggang. Baca juga : Rahasia Kulit Sehat Tetapi, posisi ini bisa menyebabkan munculnya dengkuran, lantaran bikin otot rahang serta lidah menjadi relaks, dan tenggorokan menyempit sehingga menyebabkan turbulensi hawa. Bila posisi ini adalah kesayangan Anda, yakinkan untuk menyokong kepala serta leher Anda dengan bantal yang nyaman supaya leher serta ruas tulang belakang sisi atas tak alami kekakuan yang bisa menyebabkan sakit. Posisi bayi (meringkuk) Posisi menyamping dengan ke-2 lutut naik atau ditekuk mendekati dada ini bisa menolong menangani cedera serta sakit pada punggung. Posisi ini ideal, lantaran tubuh yang melengkung ke arah dalam bakal buka tulang belakang, turunkan tekanan pada diskus (lempeng tulang belakang), serta menambah pemulihan pada tulang belakang yang sampai kini melakukan aktivitas banyak di pengaruhi oleh gravitasi. Yakinkan posisi leher sejajar dengan semua tubuh, pakai bantal yang tak terlampau tinggi serta tak terlampau rendah, supaya tak menyebabkan sakit kepala serta sakit leher pada pagi hari. Posisi memeluk (bantal atau pasangan) Penelitian yang dikerjakan oleh Dr. James Coan, psikolog serta pakar saraf dari AS mengatakan, sentuhan fisik (dengan pasangan) waktu tidur bisa kurangi stres, baik pada pria ataupun wanita. Sayangnya, posisi ini rawan bikin tubuh pegal dan memperburuk sakit otot serta sendi, terlebih bila dikerjakan menahun. Baca juga : Cara Mudah Turunkan Gula Darah Posisi tengkurap Tidur dalam posisi tengkurap benar-benar tak disarankan, lantaran bisa menyebabkan persoalan tulang belakang, terlebih dibagian leher. Dapat juga menyebabkan tekanan penambahan di bagian leher disebabkan kepala miring ke satu segi. Tidur tengkurap juga bikin paru-paru tak bisa mengembang dengan baik, sehingga pasokan oksigen ke otak kurang optimal. Posisi ini dapat juga memengaruhi wujud payudara pada wanita, meskipun tak penting. Bila Anda memiliki rutinitas mengeretakkan gigi waktu tidur (bruxism), posisi ini mesti dihindari. Pada waktu Anda tengkurap, rahang bawah bakal semakin maju dari pada umumnya, sehingga menyebabkan tekanan semakin besar pada gigi bawah serta bisa berbuntut pada rusaknya. Posisi ini dapat juga menyebabkan masalah saraf pada tubuh sisi atas. Posisi bantal juga bikin posisi leher tak sejajar dengan tulang belakang, sehingga menambah tekanan di bagian leher. Panduan : Bila Anda terpaksa mesti tidur tengkurap, cobalah modifikasi ranjang Anda supaya mempunyai lubang dibagian kepala sehingga posisi leher tak terganggu. Hal semacam ini bisa meminimalkan tegangan pada leher, walau tekanan pada dada terus tak bisa dihindari.
26-01-2016 20:21
Menjaga kesehatan jantung adalah hal yang sangat penting. Jantung adalah organ tubuh yang dimiliki manusia dan memiliki peran fital dalam kehidupan sehingga kita perlu tahu cara menjaga kesehatan jantung. Jantung dalam kata Yunani adalah cardia, dan istilah kardiak adalah segala hal yang berkaitan dan berhubungan dengan jantung. Jantung adalah rongga organ yang berotot dengan fungsi sebagai pemompa darah ke pembuluh darah diseluruh tubuh dengan irama yang berulang-ulang. Seperti halnya anggota tubuh kita yang lain, jantung pun dapat sakit bila tidak dijaga kesehatannya. Baca juga : Pentingnya Memahami Pengetahuan Tentang ASI (Air Susu Ibu) Banyak penelitian yang menyatakan bahwa penyakit jantung adalah pembunuh nomor 1 di dunia, maka sudah jelas bila kita harus menjagakesehatan jantung demi kesehatan tubuh kita. Dalam keseharian, sering kita mendengar dan menyebutkan sakit jantung atau serangan jantung sebagai suatu gangguan kesehatan jantung. Secara medis serangan jantung disebut infark miokard yaitu kondisi dimana pasokan darah yang menuju ke jantung terhambat yang mana biasanya hambatan tersebut dipengaruhi atau disebabkan diantaranya oleh penggumpalan darah atau terjadi penumpukan lemak, kolesterol dan unsur-unsur yang lainnya. Adanya hambatan pasokan darah atau gangguan aliran darah ke jantung ini dapat mengakibatkan kerusakan atau menghancurkan otot jantung dan dapat berakibat fatal pula. Tentunya kita sangat menginginkan badan dan anggota tubuh kita tetap dalam kondisi bugar dan sehat. Berkaitan dengan kesehatan jantungdan sakit yang dapat diderita oleh jantung, perlu pula kita ketahui apa saja yang menjadi gejala-gejala seseorang mengalami gangguankesehatan jantung atau serangan jantung. Gejala Serangan Jantung 1. Sesak nafas 2. Pusing dan badan lemas 3. Rasa sakit pada bagian tubuh lainnya terutama bagian kiri seperti tangan, rahang, leher , perut dan punggung 4. Perasaan cemas dan gelisah 5. Sakit atau nyeri yang datang berangsur-angsur pada bagian dada Berdasarkan penelitian, gejala-gejala di atas adalah gejala yang paling sering muncul pada orang yang mengalami gangguan kesehatan jantung. Meskipun belum tentu semua gejala tersebut akan dialami oleh semua penderita serangan jantung. Bahkan ada sebagian orang yang tidak mengalami gejala sama sekali dan sebagian orang yang lain langsung mengalami henti jantung. Dalam menentukan apakah seseorang menderita atau mengalami serangan jantung, biasanya akan muncul kombinasi dari beberapa gejala-gejala yang telah disebut di atas. Langkah yang tepat apabila timbul kombinasi beberapa gejala-gejala tersebut adalah dengan berkonsultasi ke dokter atau periksakan ke tempat layanan kesehatan terdekat. Penyebab terjadinya serangan jantung Terjadinya serangan jantung disebabkan karena tidak dijaganya kesehatan jantung itu sendiri dan beberapa faktor internal dari seseorang. Faktor internal penyebab terjadinya serangan jantung tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Jantung koroner Penyakit jantung koroner adalah kondisi dimana jantung mengalami kerusakan pada dinding-dinding pembuluh darah karena banyak lemak dan kolesterol yang menempel pada dinding dan mengendap sehingga aliran darah terhambat. Penyakit ini yang cukup banyak menjadi penyebab serangan jantung pada seseorang. 2. Merokok Sudah dipastikan sebagai akibat dari konsumsi rokok, kesehatan jantung seseorang dapat terganggu. Hal ini diakibatkan oleh zat nikotin dan zat lainnya yang terkandung di dalam rokok yang dihisap kemudian zat tersebut terbawa oleh darah dan sampai di jantung untuk kemudian mengendap. Terlalu sering merokok maka kemungkinan endapan nikotin dan zat lain yang ada pada rokok mengendap di dalam pembuluh darah yang ada dijantung pun akan meningkat. Kondisi tersebut mengakibatkan aliran darah dijantung menjadi terhambat. 3. Stress atau depresi Kondisi pikiran dan perasaan yang sedang terganggu karena banyaknya hal yang dipikirkan dan penuh emosi dengan tidak pernah ada solusi dari setiap masalah yang dihadapi seseorang dapat menjadi suatu penyebab serangan jantung, karena biasanya dalam kondisi seperti demikian jantung akan bekerja tidak menentu dan sering terjadi debaran-debaran yang sangat kuat. 4. Hipertensi Dalam bahasa inggris sering disebut hypertension atau tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana tubuh terdapat ganggan yang terjadi dalam sistem peredaran darah sehingga tekanan darah menjadi berada diatas normal. Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan jantung dan pembuluh-pembuluh darah menjadi terbebani sehingga dapat menyebabkan serangan jantung yang berakibat fatal. Karena akibat dari tekanan darah yang tinggi mampu merusak kerja fungsi jantung. 5. Diabetes Menurut beberapa penelitian, terpapar bahwa lebih dari 50 persen penderita diabetes akan memiliki peluang dua kali lebih besar menderita penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes. Hal ini dikarenakan terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah yang sangat tinggi sehingga pada tingkat tertentu glukosa yang dibawa darah ke jantung akan merusak arteri yaitu dengan menjadikannya kaku dan mengeras, sehingga kerja fungsi jantung menjadi terganggu. Langkah-langkah menjaga kesehatan jantung Betapa penting dan berharganya organ jantung dalam kehidupan kita sehingga kita perlu untuk menjaga kesehatan jantung kita dimulai dari sekarang. Gangguan kesehatan jantung dapat diderita oleh siapa saja mulai dari anak-anak , remaja dan dewasa, maka perlu diketahui pula apa yang menjadi langkah untuk menjaga kesehatan jantung kita. Berikut beberapa hal yang patut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar kita dapat meminimalisir gangguan atau penyakit pada jantung kita: 1. Pola makan sehat Hampir setiap penyakit yang datang pada kita awalnya adalah dari faktor cara makan dan asupan makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Disiplin dalam mengatur waktu makan dan mengurangi makan makanan yang mengandung kolesterol. Karena makanan yang banyak mengandung kolesterol biasanya dapat memperparah dan dapat meningkatkan resiko serangan jantung. Kolesterol yang ada pada makanan akan membentuk endapan pada pembuluh darah pada jantung dan berakibat terhambatnya aliran darah. Sampai sekarang belum ada penelitian yang menyatakan endapan atau plak yang ada pada pembuluh darah dijantung bisa dihilangkan dengan obat atau makanan tertentu. Konsumsi buah segar yang cukup, juga dapat membantu meringankan kerja jantung terutama bila setelah kita makan makanan yang banyak mengandung lemak. Buah – buahan yang banyak mengandung air sangat dianjurkan dikonsumsi seperti jeruk, semangka, pepaya dan melon. Baca juga : Waspadai Penyakit Kanker Kulit 2. Tidak merokok Kandungan zat berbahaya pada rokok sangat banyak dan harus dihindari baik bagi orang yang merokok maupun orang yang tidak merokok akan tetapi menghirup asap rokok. Nikotin adalah zat yang juga berbahaya bagi kesehatan jantung karena nikotin dapat membentuk endapan di pembuluh darah pada jantung sehingga endapan akan mengurangi luas penampang pembuluh darah dan akibatnya adalah terhambatnya aliran darah. Selain berbahaya bagi jantung, zat yang terkandung dalam rokok dapat juga mempengaruhi dan mnurunkan fungsi kerja alat tubuh. 3. Olahraga teratur Sering kita mendengar bila saran untuk hidup sehat adalah dengan berolahraga. Akan ada baiknya bila olahraga yang akan kita lakukan disesuaikan dengan kemampuan tubuh kita. Salah satu olahraga yang mampu menjadi andalan bagi kita untuk menjaga kesehatan jantung adalah dengan jalan santai dan jogging pada pagi hari.
25-09-2017 00:17
Faktor-faktor Penyebab Penyakit Jantung - Penyakit jantung dapat diderita oleh siapa saja, tidak memandang usia maupum jenis kelamin, dari anak yang masih balita hingga yang sudah lanjut usia dapat terkena penyakit yang satu ini, baik itu laki-laki maupun perempuan semuanya memiliki peluang untuk terkena penyakit jantung. tidaklah heran jika penyakit jantung menduduki peringkat teratas penyakit yang mematikan di dunia. Oleh sebab itu anda perlu menjaga kesehatan jantung yang dimulai dari diri sendiri. Penyakit jantung secara teoritis disebabkan karena tidak lancarnya aliran darah ke jantung. Hal ini membuat kerja jantung jadi terhambat. Walaupun penyakit jantung merupakan jenis penyakit yang berbahaya, namun ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui ataupun menyadari berbagai faktor penyebab penyakit jantung itu sendiri. Secara umum, faktor penyebab penyakit jantung adalah faktor genetik dan juga gaya hidup yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok dan juga terjadinya kegemukan, namun ternyata selain faktor tersebut masih ada faktor penyebab penyakit jantung yang tersembunyi yang dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung . Dengan mengetahui faktor-faktor apa saja penyebab penyakit jantung, maka kita dapat melakukan pencegahan penyakit jantung secara dini, sehingga meminimalisir terjadinya serangan jantung. Faktor-faktor penyebab penyakit jantung adalah : 1. Faktor Keturunan Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, terdapat data yang menunjukkan bahwa jika terdapat riwayat gangguan jantung dalam keluarga baik dari keluarga wanita atau keluarga pria, keturunan mereka lebih cenderung mempunyai masalah yang serupa yaitu penyakit jantung. 2. Faktor Penyakit Diabetes Para penderita penyakit diabetes dapat mengalami penyakit jantung akibat adanya komplikasi. Para penderita diabetes harus memperhatikan kesehatan karena dapat berdampak sebagai faktor penyebab penyakit jantung. 3. Faktor Gaya Hidup dan Kurang Olah Raga Orang-orang yang kurang olah raga memiliki resiko serangan jantung yang lebih tinggi. Melakukan olah raga secara teratur dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa dan dapat menurunkan kadar kolesterol serta menurunkan tekanan darah. 4. Faktor Kegemukan atau obesitas Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidak normalan jumlah lemak dalam tubuh. Menghindari atau mengobati obesitas (kegemukan) adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes kemudian akan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Hati-hati dengan berat badan karena dengan berat badan yang berlebihan akan mudah terkena resiko penyakit jantung. 5. Faktor Stres Kondisi stres dapat menyebabkan penyempitan arteri, kondisi dimana adanya penyempitan pada arteri yang dapat menurunkan tingkat aliran darah. Stres berat dapat menyebabkan pecahnya dinding arteri yang memicu serangan jantung. Itulah beberapa faktor penyebab penyakit jantung yang bisa dijadikan bahan referensi dan juga informasi yang bisa digunakan untuk melakukan pencegahan serangan jantung secara dini. Untuk bisa mencegah penyakit jantung, maka kita harus benar-benar memperhatikan faktor penyebab penyakit jantung tersebut.