Waktu Posting : 23-06-2014 13:34 | Dibaca : 3624x
21-06-2018 01:36
Pada abad 21 ini orang lebih suka makan di luar karena lebih praktis da nada banyak pilihan menu yang menarik. Indonesia sendiri sedang trend dengan bisnis kuliner yang kekinian. Misalnya saja martabak aneka topping, atau kue cubit yang memiliki banyak rasa.Semakin banyak makanan yang baru juga tidak menutup kemungkinan banyaknya racun atau kolesterol dan gula yang tinggi. Untuk itu banyak muncul penyakit dikarenakan makanan yang disantap. Apalagi terkadang penjual memakai bahan yang dilarang untuk kesehatan, sehingga membahayakan kesehatan dari pembeli. Untuk mengobati penyakit yang sudah terlanjur ada, maka penderita bisa memakai obat herbal yang memiliki efek samping lebih sedikit jika dibandingkan dengan obat biasa. Obat herbal sendiri adalah obat yang dibuat dari 100% tumbuh-tumbuhan dari alam. Obat herbal tidak memakai bahan tambahan lain seperti hewan atau zat kimia. Ada dua jenis obat herbal, yaitu tradisional dan non-tradisional. Tradisional adalah jenis obat yang sudah sering dipakai sebagai obat herbal dan sudah terkenal seperti jamu. Sementara non-tradisional adalah jenis obat yang sebelumnya belum pernah diketahui manfaatnya, akan tetapi memiliki khasiat yang cukup bagus bagi tubuh. Nah, ada beberapa tumbuhan yang sering dijadikan sebagai obat herbal. Berikut ini daftarnya: · Belimbing Siapa yang tidak tahu buah yang sangat segar dimakan ini. Ternyata buah yang memiliki nama latin Averhhoa Carambola ini memiliki cukup banyak khasiat. Misalnya saja untuk mengatasi kolesterol yang tinggi. Hal ini karena belimbing tinggi akan gizi yang bisa menjaga ketahanan tubuh. · Lidah buaya Lidah buaya atau yang biasa disebut sebagai aloe vera kini cukup populer semenjak produk kosmetik yang berasal dari Korea Selatan memakainya sebagai bahan utama untuk mencerahkan dan menjaga kelembapan kulit. Akan tetapi tidak hanya itu, lidah buaya juga bisa digunakan sebagai obat kanker. Caranya tinggal dijadikan minuman, namun harus berhati-hati karena lidah buaya mengandung getah yang cukup gatal. Itu tadi artikel mengenai beberapa tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai obat herbal.
03-10-2014 23:21
Masturbasi memanglah bukan satu kajian favorit untuk diperbincangkan dengan cara umum. Umumnya kajian sekitar kegiatan sex yang dikerjakan sendiri ini kerap dibicarakan cuma dengan lingkungan spesifik. Dapat dibuktikan bahwa 99% remaja lelaki didunia ini biasanya pasti telah pernah lakukan onani atau masturbasi, umumnya dikerjakan pada usia 17 hingga 20 thn. Banyak lingkungan yang mengungkap rutinitas ini normal saja dikerjakan, serta tidak tidak sering yang menyampaikan hal itu tak baik. Baca juga : Mengenal Diet Sehat Ala Wanita Kantoran Onani atau masturbasi adalah ciri reproduksi yang sehat. Namun masturbasi masih tetap jadi pro-kontra, lepas dari itu seluruhnya masturbasi bakal mulai menyajikan dampak negatif bila dikerjakan terlalu berlebih, dalam satu hari 5 kali masturbasi umpamanya. Menurut survey, umumnya kaum pria lah yang melaksanakan masturbasi, bahkan juga ada yang sampai kecanduan hingga jadi gelisah bila satu hari saja tak mengerjakannya. masturbasi pun mempunyai dampak buruk bila terus-terusan dikerjakan. Tetapi tahukah Anda bahwa ada efek yang mungkin Anda dapat bila Anda mengerjakannya terus-terusan? Efek jelek onani atau masturbasi ini dapat dipandang dari sisi fisik ataupun non fisik. Baca juga : Cara Menjalankan Pola Hidup Sehat Sesungguhnya masturbasi yang terus-terusan dapat menyebabkan kegiatan berlebihan pada saraf parasimpatik. Efeknya ialah produksi hormon-hormon serta senyawa kimia sex bertambah termasuk juga serotonin, asetilkolin serta dopamin. Masturbasi kritis memengaruhi otak serta tubuh disebabkan produksi hormon sex yang berlebih serta neurotransmiter. Walau efeknya pada tiap-tiap orang tidak sama, terus-terusan masturbasi bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok. Kontraksi otot waktu merasakan orgasme dapat menyebabkan nyeri otot, terlebih di daerah punggung serta selangkangan.
07-08-2017 14:24
Gairah Seks Istri Menurun, Warning buat Para Suami - Salah satu faktor yang menyebabkan keharmonisan dalam rumah tangga adalah kepuasan diantara suami dan istri dalam melakukan hubungan seks. Secara psikologis, hubungan seks yang dilakukan dengan perasaan kasih dan sayang akan menimbulkan ketenangan jiwa baik bagi suami maupun istri. Kepuasan seks terkadang tidak bisa diperoleh saat gairah suami maupun istri mengalami penurunan. Beberapa kasus yang terjadi, gairah seks yang menurun lebih banyak dialami istri setelah sekian lama melakukan hubungan dengan pasangannya. Gairah seks yang menurun yang dialami seorang istri bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain : Saat kondisi istri sedang mengandung atau melahirkan anak. Dalam kondisi tersebut, penurunan gairah seks pada istri bisa menurun drastis. Secara psikologis, istri lebih fokus memikirkan kondisi anak dalam kandungannya daripada melayani gairah seks suami dan memaksakan diri melakukan hubungan intim. Istri jarang mengalami kepuasan saat berhubungan seks. Daya tahan wanita dalam mendapatkan orgasme, biasanya lebih tahan lama dibandingkan pria. Tak heran jika banyak pria mengkonsumsi obat kuat agar memliki daya tahan yang lebih lama saat berhubungan seks. Dalam kondisi yang sering tidak mendapatkan kepuasan, seorang istri biasanya mengalami penurunan gairah seksnya. Istri mengalami kelelahan setelah pulang kerja atau melakukan aktifitas sehari-hari dirumah. Pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, mengurus anak dan segudang aktifitas lainnya, membuat kondisi fisik istri terkadang menurun saat suami mengajak melakukan hubungan seks. Seorang suami yang baik akan sangat mengerti dan tidak memaksakan diri untuk mengajak istrinya berhubungan seks karena kepuasan tidak akan diperoleh dalam melakukan hubungan seks. Wanita yang mengalami gejala menapouse, pada kondisi seperti ini, seorang istri dipastikan mengalami penurunan gairah seks. Pada kondisi ini, saat berhubungan seks, kepuasan dan kenikmatan tidak bisa didapatkan istri bahkan bisa menimbulkan rasa sakit pada bagian intimnya. Merasa bosan dengan permainan seks suami karena tidak ada variasi dalam berhubungan seks. Ini yang harus diwaspadai seorang suami di saat istri mulai ogah-ogahan dan malas melayani suami dalam urusan ranjang. Bisa karena bosan dengan gaya permainan dalam berhubungan seks atau karena suami tidak dapat memberikan kepuasan yang berlebih pada istri. Penurunan gairah seks pada istri, harus menjadi perhatian seorang suami, karena tidak bisa dipandang sepele. Perselingkuhan bisa menjadi akibat yang menyakitkan ketika suami tidak bisa memberikan kepuasan atau kenikmatan pada istri. Suami harus memberikan pengertian kepada istrinya agar lebih terbuka saat mengalami penurunan gairah seksnya. Untuk bisa memberikan kepuasan yang berlebih pada istri, seorang suami hendaknya berusaha menjaga kesehatan tubuhnya dengan banyak berolah raga atau mengkonsumsi obat kuat yang bisa membantu daya tahan suami saat berhubungan seks. Jadi saat istri mengalami gejala penurunan gairah seks, warning buat para suami jangan sampai terlambat untuk mengetahui penyebab penurunan gairah seks yang terjadi pada istri. Tindakan yang cepat dan tepat dari suami, salah satunya dengan lebih memperhatikan kepuasan istri dan tidak hanya mementingkan kepuasan diri sendiri bisa membuat hubungan seks kedua pasangan menjadi lebih bergairah kembali. Konsumsi obat kuat dari bahan herbal disarankan agar daya tahan suami bisa berlebih dan dapat memberikan kepuasan istri. Keharmonisan rumah tangga pun bisa dijaga dengan hubungan seks yang sehat dan saling pengertian diantara kedua pasangan