Waktu Posting : 27-08-2014 20:17 | Dibaca : 2707x
22-07-2016 17:05
Rematik asam urat atau penyakit gout adalah jenis radang sendi yang secara medis telah terbukti dapat diringankan dengan mengonsumsi dan membatasi makanan-makanan tertentu. Pada dasarnya, pengidap rematik asam urat sebaiknya menjalani pola makan kaya karbohidrat kompleks, protein dalam kadar sedang, dan rendah lemak. Pengaturan pola makan ini bukanlah sarana pengobatan, tapi dapat membantu mengurangi gejala. Baca juga : Penyebab Penyakit Asam Urat Purin dan Rematik Asam Urat Rematik asam urat menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada sendi, terutama pada jempol kaki. Peradangan sendi ini disebabkan oleh penumpukan kristal natrium urat, yaitu limbah alami tubuh. Asam urat adalah salah satu hasil pemecahan zat purin di dalam tubuh. Purin adalah zat alami yang ada di dalam tubuh dan dapat ditemukan di berbagai jenis makanan. Makanan mengandung purin berkadar tinggi membuat tubuh menghasilkan lebih banyak asam urat. Oleh karena itu, pengidap asam urat perlu menghindari konsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi. Panduan Konsumsi Makanan Rematik asam urat dapat ditangani dengan lebih banyak mengonsumsi makanan tertentu yang memperlancar sekresi purin dan membatasi konsumsi makanan serta minuman kaya purin. Berikut ini adalah contohnya. Batasi konsumsi: Daging merah: daging sapi, daging kambing dan daging bebek. Jeroan seperti hati, otak, ginjal, jantung. Beberapa jenis ikan seperti sarden, tuna, makarel. Boga bahari seperti kepiting dan udang. Makanan-makanan manis dan minuman ringan yang tinggi kadar gula buah atau fruktosanya. Makanan mengandung ragi seperti roti. Minuman keras, terutama bir. Beberapa sayuran seperti bayam, jamur, kembang kol, kacang polong, kacang panjang, kacang merah. Baca juga : Tips Agar Hubungan dengan Suami/Istri Semakin Harmonis Perbanyak konsumsi: Buah-buahan, seperti jeruk, melon, apel. Sayuran hijau, wortel, tomat. Air mineral: konsumsi setidaknya 2 liter perhari untuk meluruhkan kadar asam urat. Sumber karbohidrat yang lebih kompleks seperti kentang dan beras merah Makanan mengandung biji-bijian utuh. Susu dan yoghurt rendah lemak atau tanpa lemak mengandung kadar purin yang rendah dan protein yang tinggi. Selain memperbarui pilihan makanan, penting bagi pengidap rematik asam urat untuk menjaga berat tubuhnya dengan berolahraga secara teratur. Hal ini dikarenakan obesitas juga bisa menjadi faktor risiko utama penyakit rematik asam urat.
13-06-2014 22:53
Berusaha tetap berolah raga meskipun banyak kesibukan memang baik supaya tubuh memiliki keseimbangan dan bisa tetap bugar. Akan tetapi, bagaimana kalau hanya memiliki waktu luang pada malam hari? Mau tak mau, pilihan orang sibuk adalah berolah raga di malam hari. Olah raga tentu memilki banyak manfaat dalam tubuh. Namun, saat dilakukan di malam hari, ternyata ada risiko-risiko yang harus ditanggung oleh tubuh. Bila tak kuat, alih-alih sehat, tetapi kita justru akan sakit. Seperti kita yang memiliki jadwal dan jam kerja, organ-organ di dalam tubuh kita pun memiliki jadwal kerjanya masing-masing. Bila aktivitas kita tidak mengikuti jadwal kerja organ-organ tubuh, terjadi pemaksaan kerja yang akhirnya membuat tubuh sakit. Baca juga : Membakar Kalori dengan TRX Secara fisiologis manusia memiliki siklus hidup yang normal, yaitu mulai beraktivitas pagi hingga sore hari dan pada malam harinya beristirahat. Siklus yang tidak normal biasanya hanya dimiliki orang yang berprofesi sebagai anggota satuan pengamanan karena ia harus beraktivitas di malam hari sedangkan siang harinya beristirahat. Siklus tubuh yang normal itu dimulai pada pagi hari saat bangun tidur. Saat itu jadwal kerja organ tubuh ternyata masih dalam tahap rendah. Fungsi jantung, volume paru-paru, kemampuan otak, tekanan darah, kemampuan otot, kelenturan sendi, dan kapasitas hormon norepinephrine serta adrenergik dalam batas yang rendah. Semakin jam berlalu ke siang hari, kemampuan organ-organ tubuh meningkat. Pada sore hari, seluruhnya mencapai kemampuan maksimal. Kekuatan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh maksimal, volume paru-paru terbesar, kekuatan otot yang terkuat, kelenturan sendi, tekanan darah terbaik, dan peningkatan hormon yang terbaik. Baca juga : Penyebab Kencing Berdarah Pada sore hari seluruh organ tubuh bisa bekerja maksimal karena oksigen terkonsentrasi ke sana. Itu berkaitan juga dengan kondisi lambung yang paling kosong adalah saat sore hari sehingga oksigen di jantung lebih banyak. Memasuki malam hari, kemampuan semua organ tubuh itu akan terus berkurang dan mencapai titik terendah pada tengah malam saat kita memang seharusnya sudah tidur. Pada pagi hari, siklusnya akan terulang lagi. Waktu olah raga terbaik adalah sore hari karena di situlah titik puncaknya. Kalau terlalu malam sudah tidak baik karena kemampuan semua organ tubuh mulai menurun. Kalau tetap dipaksakan, organ-organ mengalami pemaksaan untuk bekerja. Bila tindakan seperti ini dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, dipastikan mengganggu kerja fisiologis organ-organ tubuh. Apalagi olah raga malam lebih banyak dilakukan orang yang bekerja penuh sepanjang harinya. Daya tahan tubuh yang semakin lemah karena keletihan akan membuat kita lebih berisiko mengalami gangguan fisiologis. Tujuan olah raga tentu saja untuk sehat, jangan memaksakan diri sampai akhirnya jatuh sakit.
23-05-2014 16:32
Puasa merupakan salah satu kewajiban yang dimiliki oleh umat islam saat bulan ramadhan datang. Selain itu bagi umat islam juga mengenal adanya puasa sunnah seperti puasa senin kamis dan sebagainya. Jika ditinjau dari segi agama maka puasa ini dapat diartikan sebagai sebuah cara untuk meningkatkan keimanan seseorang kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Namun jika kita meninjau lebih jauh, terutama dari segi kesehatan maka kita akan menemukan banyak hal menarik. Termasuk di antaranya adalah manfaat melakukan puasa bagi kesehatan tubuh kita. Dan karena itulah maka di sini saya merangkum berbagai macam manfaat yang dapat anda peroleh ketika menjalankan ibadah puasa, sebagai berikut : 1. Manfaat kesehatan pertama yang diperoleh oleh orang yang sedang berpuasa adalah tidak terjadinya pengasaman darah. Hal ini terjadi karena asam amino teroksidasi dengan pelan serta zat keton tidak meningkat pada orang yang sedang berpuasa. 2. Puasa ini sangat jelas berbeda dengan kelaparan. Seseorang yang kelaparan dapat berpengaruh buruk pada kesehatannya. Sedangkan puasa justru memiliki manfaat yang baik bagi tubuh karena meski menahan lapar dan haus, kebutuhan akan energi tetap dapat tercukupi saat sahur da berbuka puasa. Selain itu orang yang berpuasa juga dapat membantu proses peremajaan sel yang terdapat dalam tubuhnya. [Baca juga : Kenali Insomnia ] 3. Puasa dapat menjadi sebuah alternatif diet yang sehat pada seseorang yang mengalami kelebihan berat badan. Ya dengan berpuasa maka kadar glukosa yang terdapat di dalam tubuh akan berkurang dan salah satunya juga berdampak pada penurunan berat badan pada diri seseorang yang berpuasa dalam waktu tertentu, semisal dalam puasa ramadhan. 4. Puasa ternyata juga dapat menyebabkan jantung seseorang menjadi lebih sehat. Penurunan kadar LDL pada seseorang akan membuah jantung terasa lebih sehat. Selain itu juga pembuluh darah yang akan semakin baik. 5. Bermanfaat bagi ginjal. Orang yang berpuasa akan menahan lapar dan haus pada kurun waktu tertentu. Nah karena tidak minum dari sahur hingga buka inilah yang mengakibatkan konsentrasi urin pada diri seseorang akan semakin baik. Sehingga jika hal ini dibiasakan maka kesehatan organ ginjal seseorang pun akan semakin terjaga. 6. Penurunan pengeluaran hormon pada diri seseorang. Orang yang berpuasa akan mengalami penurunan pengeluaran hormon seperti insulin. Dan berdasarkan penelitian hal ini menyebabkan seseorang dapat hidup lebih lama karena resiko penyakit yang cenderung menurun. [Baca juga : Gejala dan Pengobatan Secara Herbal untuk Penyakit Rematik ] 7. Puasa juga berpengaruh pada pembentukan sel sperma pada seorang laki-laki. Dalam kata lain orang laki-laki yang berpuasa, memiliki produksi sperma yang relatif baik. 8. Seorang yang berpuasa akan berusaha sekuat tenaganya untuk selalu sabar. Dan hal ini secara tidak langsung telah amat berpengaruh pada kondisi psikososial diri seseorang terhadap Sang Maha Pencipta, maupun dalam hubungannya dengan manusia yang lainnya. 9. Seorang yang tengah berpuasa relatif dalam kondisi yang tenang. Sehingga hal ini mengakibatkan mereka pada keadaan Diana adrenalin relatif menurun. Hal ini sangat baik, karena secara tidak langsung telah menurunkan resiko bagi seseorang untuk terkena berbagai macam penyakit yang cukup berbahaya semisal hipertensi, stroke hingga penyakit jantung. 10. Bagi anda yang sering kali mengalami encok atau peradangan sendi maka puasa adalah salah satu hal yang baik untuk anda lakukan. Hal ini karena dalam penelitian yang dilakukan oleh para ahli telah disebutkan bahwa ada hubungan yang baik antara puasa dengan perbaikan peradangan sendi yang dialami oleh seseorang. Demikianlah apa yang dapat saya sajikan pada ulasan ini. Semoga beberapa ulasan di atas dapat memberikan banyak manfaatnya bagi anda sekalian.