Waktu Posting : 26-01-2016 21:21 | Dibaca : 2712x
Cara memperbanyak ASI adalah kata kunci yang sering ditanyakan dalam website pencarian secara online. Hal ini dikarenakan banyak wanita baik yang akan menunggu saat-saat melahirkan dan menjadi ibu serta para ibu yang akan memiliki anak kembali.
Mungkin jika pertanyaan, “bagaimana cara memperbanyak asi” ditanyakan kepada orang-orang tua jaman dulu, hal itu tentu tak susah menjawab. Jawaban mereka pasti adalah memperbanyak makan makanan bergizi seperti perbanyak sayuran dan protein serta susu. Namun ada kondisi yang berbeda dengan para wanita jaman sekarang, apa saja itu?
Baca juga : Tips Menjadi Ibu Hamil Cerdas
Beberapa kondisi wanita saat ini yang mempengaruhi faktor cara memperbanyak asi:
- Sebagian wanita saat ini, bisa dikatakan hampir semuanya, sebelum menikah sudah bekerja. Dan tuntutan pekerjaan saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Banyak jobdesc yang menuntut fisik dan psikis yang kuat. Hal ini berhubungan erat tentunya dengan konsumsi makanan yang diasup.
- Hampir semua karyawan wanita selalu mencari tempat makan terdekat dari kantor atau tempat mereka bertugas. Jarang sekali ada yang membawa bekal dari rumah. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap gizi dan kesehatan dari makanan yang mereka beli di luar
- Jika asupan makanan sejak muda sudah tidak diperhatikan, seperti misalnya kebanyakan orang jaman sekarang lebih suka junk or fast food, kurang vitamin dari sayuran ataupun buah-buahan, maka tubuh mereka pun akan kekurangan bekal untuk menyusui nantinya.
- Dengan kondisi untuk tetap berkomitmen bekerja walaupun sudah melahirkan (karena tuntutan kebutuhan kehidupan), banyak wanita memilih untuk memberikan asi formula atau asi perah. Nah, untuk hal yang satu ini ternyata tidak semua wanita mengerti tentang informasi apa saja yang dibutuhkan demi persiapan proses pemberian asi setelah para ibu menyusui masuk kerja kembali. Dibutuhkan pengetahuan yang lebih dari cukup, agar pemberian asi perah atau asi formula dapat dipilih secara bijak.
Informasi penting tentang ASI. Solusi cara memperbanyak asi:
- ASI adalah kepanjangan dari air susu ibu dimana arti harafiahnya memang air susu yang dikeluarkan dari payudara sang ibu kandung. ASI adalah konsumsi dan sumber gizi utama bagi seorang bayi dari sejak ia dilahirkan sampai idealnya 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun jika mampu.
- Bagaimana proses produksi asi?
Pada dasarnya, asi diproduksi karena adanya pengaruh dari 2 hormon. Hormon tersebut yakni hormon oksitosin dan hormon prolaktin.
- Apa itu hormon oksitosin?
Hormon ini ada pada manusia dengan fungsinya sebagai perangsang kontraksi kuat di dalam dinding rahim atau uterus yang tentunya bermanfaat untuk mempermudah proses kelahiran.
Selain itu, hormon oksitosin juga berfungsi untuk mensekresi atau mengeluarkan air susu dengan cara proses perangsangan kontraksi kalenjar payudara pada ibu menyusui. Tentu saja hormon oksitosin ini penting untuk menjawab bagaimana cara memperbanyak asi.
Tapi ada 1 hal yang terkadang salah ditangkap oleh para ibu. Hormon oksitosin ini tidak mengatur produksi air susu ibu. Yang mengaturnya adalah hormon prolaktin.
- Apa itu hormon prolaktin?
Laktogen dan prolaktin berarti sama yakni hormon yang berhubungan dengan menyusui atau laktasi. Fungsinya adalah untuk merangsang kelenjar susu yang memproduksi asi pada ibu sesudah melahirkan.
- Jadi apa bedanya?
Oksitosin itu untuk merangsang mengeluarkannya. Sedangkan prolaktin yang bertugas mengatur produksinya.
- Info penting pertama yang perlu diketahui:
Ø Kolustrum adalah kandungan yang dikeluarkan oleh kelenjar asi pada tahap akhir masa hamilnya sampai hari ketujuh setelah persalinan bayinya.
Ø Kolustrum mengandung banyak immunoglobulin yang sangat baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit.
Ø Ada 2 jenis asi:
~ Foremilk : ASI yang diproduksi pada tahapan awal proses menyusui.
· Mengandung banyak protein penting seperti laktosa dan lainnya serta mengandung kadar air yang tinggi namun kadar lemaknya rendah.
· Warna : lebih bening dan kebiruan
~ Hindmilk : ASI yang diproduksi pada akhir proses menyusui.
· Jumlahnya sedikit namun kadar lemaknya lebih banyak / lebih tinggi dibandingkan foremilk.
· Warna : lebih putih
· Banyak memberikan energy pada bayi dan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama
- Hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI:
Ø Makanan yang dikonsumsi
Ø Ketenangan jiwa dan pikiran sang ibu
Ø Perawatan payudara
Ø Anatomis payudara
Ø Pola istirahat
Ø Faktor isapan anak/frekuensi penyusuan
Ø Berat lahir bayi
Ø Umur kehamilan saat melahirkan
Ø Konsumsi rokok dan alkohol
Ø dll
Kenapa ada orang yang mengatakan bahwa dengan memeras asi, maka hal ini menjadi salah satu cara memperbanyak asi? Karena seringnya asi dikosongkan dari payudara, maka kelenjar susu akan memproses bahwa asi harus segera diproduksi segera. Dan semakin rutin maka produksi asi juga semakin banyak.
Maka dari itu perlu adanya pengetahuan yang jelas tentang cara menyimpan asi perah pula agar hal ini menjadi jalan efektif cara memperbanyak asi.
- Cara menyimpan ASI yang benar
Ø Jika disimpan di suhu ruangan, ASI dapat digunakan sampai 6 jam kemudian.
Ø Jika disimpan dalam kotak pendingin atau sering kita sebut cool box dengan batu es, ASI dapat digunakan sampai 24 jam kemudian.
Ø Jika disimpan di dalam kulkas dengan suhu 4 derajat atau lebih dingin lagi, ASI dapat digunakan sampai 5 hari kemudian. (simpan ASI di bagian paling dalam kulkas, jauhkan dari telur, daging dan makanan mentah)
Ø Jika disimpan di dalam freezer di kulkas 1 pintu, ASI dapat digunakan sampai 2 minggu kemudian.
Ø Jika disimpan dalam freezer kulkas 2 pintu, ASI bisa digunakan sampai 3 bulan kemudian.
Ø Jika disimpan dalam freezer khusus dengan suhu di bawah -18 derajat atau lebih dingin, bisa digunakan sampai 6 bulan kemudian.
Cara memperbanyak asi juga dapat dipengaruhi oleh pijatan payudara yang berguna untuk memperlancar produksi asi. Selain itu kebersihan puting juga penting. Anda dapat memulai pijatan payudara pada usia trimester ketiga.
Baca juga : Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung
Caranya adalah dengan memulai dengan membersihkan puting susu agar jalan keluar asi dapat lancar. Cara membersihkannya sangat sederhana dengan baby oil sebelum mandi. Lakukan sambil memilin-milin puting terutama di bagian lipatan-lipatan pada ujung puting. Lakukan cara ini beberapa hari sekali ya Bunda.
Setelah itu lakukan pijatan rileksasi pada payudara yang tentu saja sebagai cara memperbanyak asi anda. Berikut tahapannya:
Selain gerakan memutar, ada juga gerakan kupu-kupu dan memerah payudara. Anda dapat melatihnya kapanpun anda mau di rumah sambil bersantai.
18-06-2014 14:29
Obesitas kerapkali dikira sebuah situasi sesaat yang dapat diatasi selama beberapa bulan dengan melakukan diet yang ketat. Ini ialah asumsi yang salah. Tiap-tiap orang memanglah membutuhkan beberapa lemak tubuh untuk menyimpan tenaga, penyekat panas, penyerap guncangan serta yang lain. Tetapi dalam jumlah berlebihan, timbunan lemak malah bakal merugikan metabolisme tubuh. Ada tiga langkah penghitungan untuk memastikan klasifikasi berat tubuh Anda. Pertama ialah penghitungan simpel untuk tahu berat tubuh ideal yakni tinggi tubuh dikurangi 100, jumlahnya dikali satu kilogram. Yang ke-2 ialah mengkalkulasi lingkar pinggang. Batas lingkar pinggang normal untuk wanita ialah lebih kecil dari 80 cm serta lebih kecil dari 90 cm untuk pria. Lemak yang ada di daerah perut lebih beresiko lantaran bakal masuk ke dalam metabolisme badan. Misalnya, bila lemak menutupi hati, tugas hati bakal terganggu serta lama-lama bakal rusak. Baca juga : Inilah 3 Pilar Agar Tubuh Ideal Yang ketiga ialah penghitungan Indeks Massa Badan (IMT), yakni pengukuran yang memperbandingkan berat tubuh serta tinggi tubuh. Rumus matematika IMT ialah berat tubuh (kilogram) dibagi dengan tinggi tubuh (mtr.) pangkat dua. Menurut ukuran yang diputuskan Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) untuk daerah Asia Pasifik, idealnya orang mempunyai IMT pada 18,5 – 22,9. Bahaya laten yang mengancam Penumpukan lemak pada penderita obesitas bisa menambah kemungkinan terjadinya Beberapa penyakit menahun seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, radang tulang dan sendi, tekanan darah tinggi, masalah hormonal, stroke, penyakit kantung empedu, jantung, kanker, masalah pernapasan dan masalah kardiovaskular. Diabetes jenis 2, misalnya, berlangsung lantaran glukosa yang ada didalam darah tak bisa masuk ke dalam sel yang tertutup lemak. Mengakibatkan, kandungan gula dalam darah tinggi. Tetapi lantaran sel tak memperoleh konsumsi yang harusnya, maka bakal timbul rasa lapar. Waktu kita kembali makan, siklus yang sama bakal terulang. Hal semacam ini selalu menambah kandungan gula dalam darah yang selanjutnya mengakibatkan diabetes jenis 2. Sesaat itu, komplikasi obesitas yang paling kerap dikeluhkan ialah radang tulang serta sendi. Obesitas bisa mengakibatkan beragam persoalan ortopedik seperti nyeri punggung bawah serta memperburuk osteoartritis, terlebih di sendi lutut serta pergelangan kaki. Hal semacam ini disebabkan trauma mekanis pada persendian disebabkan kelebihan berat tubuh. Baca juga : Efek Gila Kerja dan Cara Mengatasinya Obesitas dapat juga menyebabkan masalah pernafasan lantaran penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma serta didalam dinding dada menghimpit paru-paru. Hal semacam ini bisa menyebabkan kesusahan bernapas walau penderita cuma beraktivitas mudah. Masalah pernapasan ini dapat juga berlangsung waktu tidur hingga mengakibatkan terhentinya pernafasan untuk tempo sesaat (apnea). Menanggung derita obesitas dapat juga menambah kemungkinan rusaknya otak Anda. Bersamaan dengan pertambahan umur, otak Anda bakal alami penyusutan (atrofi). Tetapi menanggung derita obesitas nyatanya bisa mempercepat prosesnya. Hal semacam ini sudah pasti kabar buruk lantaran atrofi otak disebut-sebut seperti satu diantara pemicu demensia. Sebuah riset atas 6.500 orang yang dikerjakan di California Utara, Amerika Serikat menunjukkan bahwasanya orang yang kelebihan berat tubuh di daerah perut di umur 40-an lebih memiliki resiko penyakit sukasia di umur 70-an. Apa yang mengakibatkan sistem penyusutan otak lebih cepat pada penderita obesitas belum di ketahui dengan cara pasti. Tetapi, obesitas di ketahui mengakibatkan beragam penyakit satu diantaranya tidur apnea yang mengakibatkan pasokan oksigen ke otak berhenti sepanjang sebagian detik. Hal semacam ini bisa mengakibatkan rusaknya otak. Jaringan lemak juga menyebabkan persoalan. Sel lemak keluarkan hormon leptin yang diprediksikan bertindak dalam perubahan Alzheimer.
22-07-2016 21:48
Penumpukan asam urat di dalam sendi adalah penyebab penyakit asam urat. Asam urat sejatinya merupakan limbah yang terbentuk dari penguraian zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh. Sebagian besar asam urat dibuang melalui ginjal dalam bentuk urine dan sebagian kecil lainnya dibuang melalui saluran pencernaan dalam bentuk tinja. Jika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah yang diproduksi, maka asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal-kristal tajam natrium urat berukuran mikro yang bermuara di dalam sendi atau di sekeliling jaringan sendi. Ketika kristal-kristal tajam tersebut masuk ke ruang persendian dan mengganggu lapisan lunak sendi, maka terjadilah peradangan yang terasa sangat sakit. Baca juga : Tips Memilih Aksesoris untuk Kebaya agar Kamu Makin Cantik Ada beberapa faktor yang bisa memicu naiknya kadar asam urat di dalam darah, salah satunya adalah makanan berzat purin tinggi yang kita konsumsi. Contoh-contoh makanan tersebut adalah jeroan hewan (ginjal, hati, jantung), hidangan laut (kerang-kerangan, kepiting, ikan teri, ikan makarel), dan daging merah (sapi, kambing, kerbau). Selain makanan, kita juga bisa berisiko mengalami penumpukan sama urat di dalam darah jika mengonsumsi minuman manis (baik gula buatan maupun alami) dan minuman beralkohol secara berlebihan. Risiko terkena penyakit asam urat juga tinggi bagi orang-orang yang sedang menjalani pengobatan menggunakan obat-obatan jenis tertentu, misalnya niacin, aspirin, obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), obat penghambat beta (beta blocker), sislosporin, diuretik, dan obat-obatan kemoterapi. Sedangkan jika dipandang sebagai bentuk komplikasi, penyakit asam urat berisiko tinggi dialami oleh orang-orang yang sedang menderita penyakit ginjal kronik, penyakit diabetes, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, osteoarthritis, psoriasis, dan sindrom metabolisme. Terlepas dari keempat faktor pemicu di atas, penyakit asam urat juga diduga masuk ke kelompok penyakit turunan alias penyakit genetik. Ini artinya mereka yang memiliki anggota keluarga berpenyakit asam urat berisiko mengalami kondisi yang sama. Menurut penelitian, proporsi dari risiko ini adalah 20 persen. Baca juga : Pilihan Makanan untuk Pengidap Rematik Asam Urat Lebih sedikitnya jumlah perempuan yang terkena penyakit asam urat dibandingkan laki-laki kemungkinan terkait dengan kondisi menopause. Setelah perempuan mengalami menopause, kadar asam urat dapat meningkat dan mulai merasakan gejala-gejala penyakit asam urat. Terlepas dari faktor-faktor di atas, ada juga sebagian orang yang memiliki kadar asam urat tinggi dalam darah mereka, namun tidak ditemukan pembentukan kristal-kristal natrium urat pada sendi-sendinya. Selain itu, di antara sebagian orang yang memiliki kadar asam urat yang sama pun, tingkat kerentanan mereka akan berbeda-beda. Mengenai hal tersebut, hingga kini belum ada penjelasan yang pasti.
31-07-2025 12:58
Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua proses penting dalam kehidupan manusia, terutama pada masa anak-anak. Pertumbuhan merujuk pada perubahan fisik seperti bertambahnya tinggi dan berat badan, sementara perkembangan mencakup aspek mental, emosional, sosial, dan motorik. Kedua proses ini berjalan bersamaan dan saling memengaruhi. Namun, keduanya sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.Artikel ini akan membahas secara menyeluruh faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, serta bagaimana setiap aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk individu yang sehat dan seimbang.1. Faktor InternalFaktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak dan tidak dapat sepenuhnya dikendalikan oleh lingkungan. Faktor ini biasanya bersifat biologis dan menentukan potensi dasar anak dalam tumbuh dan berkembang.a. Genetik (Keturunan)Gen yang diwarisi dari orang tua menentukan potensi tinggi badan, warna kulit, bentuk tubuh, bahkan kecenderungan terhadap kondisi kesehatan tertentu.Genetik juga berpengaruh terhadap kemampuan intelektual dan temperamen dasar anak.b. HormonHormon pertumbuhan (Growth Hormone), hormon tiroid, dan hormon seks memainkan peran penting dalam mengatur proses pertumbuhan fisik.Ketidakseimbangan hormon, seperti hipotiroidisme atau defisiensi hormon pertumbuhan, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan.c. Kondisi KesehatanAnak-anak yang menderita penyakit kronis, gangguan metabolisme, atau infeksi berulang dapat mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan.Kesehatan sistem saraf juga sangat menentukan perkembangan motorik halus, bicara, dan kemampuan kognitif.2. Faktor EksternalFaktor eksternal adalah faktor lingkungan yang memengaruhi bagaimana potensi anak dikembangkan. Faktor ini sangat bisa diintervensi oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.a. NutrisiNutrisi yang cukup dan seimbang merupakan faktor paling dasar dalam menunjang pertumbuhan fisik.Kekurangan zat gizi seperti protein, zat besi, yodium, dan vitamin A dapat menyebabkan stunting, penurunan daya tahan tubuh, serta gangguan konsentrasi.b. Lingkungan FisikLingkungan yang bersih, aman, dan sehat mendukung anak tumbuh optimal tanpa terganggu oleh polusi atau penyakit.Paparan bahan berbahaya (seperti logam berat atau pestisida) dapat mengganggu perkembangan otak anak.c. Pola AsuhPola asuh yang penuh kasih sayang dan konsisten membentuk keamanan emosional dan kepercayaan diri anak.Sebaliknya, pola asuh otoriter, permisif tanpa batas, atau pola asuh penuh kekerasan bisa menghambat perkembangan sosial dan emosional.d. StimulasiAnak membutuhkan rangsangan yang sesuai usia, seperti bermain, membaca, mendengar musik, dan interaksi verbal.Stimulasi yang tepat akan mempercepat kemampuan bahasa, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.e. Sosialisasi dan InteraksiAnak-anak belajar nilai, norma, dan keterampilan sosial dari interaksi dengan keluarga, teman sebaya, dan masyarakat.Kurangnya sosialisasi bisa menyebabkan kesulitan adaptasi sosial dan keterlambatan dalam perkembangan emosional.3. Interaksi Faktor Internal dan EksternalPenting untuk dipahami bahwa pertumbuhan dan perkembangan adalah hasil interaksi kompleks antara faktor bawaan dan lingkungan. Misalnya, anak yang secara genetik memiliki potensi tinggi badan tetap membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk mencapainya. Begitu pula, anak dengan bakat kecerdasan tinggi membutuhkan pola asuh dan stimulasi yang mendukung agar potensi itu berkembang optimal.Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi maupun anak adalah langkah awal yang penting dalam mendukung anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Para orang tua, guru, dan masyarakat perlu berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung baik secara fisik, emosional, maupun sosial untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan terbaik dalam kehidupannya.Ingatlah: potensi anak adalah anugerah, tetapi bagaimana potensi itu berkembang adalah tanggung jawab bersama.