Waktu Posting : 26-01-2016 20:21 | Dibaca : 4877x
Menjaga kesehatan jantung adalah hal yang sangat penting. Jantung adalah organ tubuh yang dimiliki manusia dan memiliki peran fital dalam kehidupan sehingga kita perlu tahu cara menjaga kesehatan jantung. Jantung dalam kata Yunani adalah cardia, dan istilah kardiak adalah segala hal yang berkaitan dan berhubungan dengan jantung.
Jantung adalah rongga organ yang berotot dengan fungsi sebagai pemompa darah ke pembuluh darah diseluruh tubuh dengan irama yang berulang-ulang. Seperti halnya anggota tubuh kita yang lain, jantung pun dapat sakit bila tidak dijaga kesehatannya.
Baca juga : Pentingnya Memahami Pengetahuan Tentang ASI (Air Susu Ibu)
Banyak penelitian yang menyatakan bahwa penyakit jantung adalah pembunuh nomor 1 di dunia, maka sudah jelas bila kita harus menjagakesehatan jantung demi kesehatan tubuh kita. Dalam keseharian, sering kita mendengar dan menyebutkan sakit jantung atau serangan jantung sebagai suatu gangguan kesehatan jantung.
Secara medis serangan jantung disebut infark miokard yaitu kondisi dimana pasokan darah yang menuju ke jantung terhambat yang mana biasanya hambatan tersebut dipengaruhi atau disebabkan diantaranya oleh penggumpalan darah atau terjadi penumpukan lemak, kolesterol dan unsur-unsur yang lainnya.
Adanya hambatan pasokan darah atau gangguan aliran darah ke jantung ini dapat mengakibatkan kerusakan atau menghancurkan otot jantung dan dapat berakibat fatal pula.
Tentunya kita sangat menginginkan badan dan anggota tubuh kita tetap dalam kondisi bugar dan sehat. Berkaitan dengan kesehatan jantungdan sakit yang dapat diderita oleh jantung, perlu pula kita ketahui apa saja yang menjadi gejala-gejala seseorang mengalami gangguankesehatan jantung atau serangan jantung.
Gejala Serangan Jantung
1. Sesak nafas
2. Pusing dan badan lemas
3. Rasa sakit pada bagian tubuh lainnya terutama bagian kiri seperti tangan, rahang, leher , perut dan punggung
4. Perasaan cemas dan gelisah
5. Sakit atau nyeri yang datang berangsur-angsur pada bagian dada
Berdasarkan penelitian, gejala-gejala di atas adalah gejala yang paling sering muncul pada orang yang mengalami gangguan kesehatan jantung. Meskipun belum tentu semua gejala tersebut akan dialami oleh semua penderita serangan jantung.
Bahkan ada sebagian orang yang tidak mengalami gejala sama sekali dan sebagian orang yang lain langsung mengalami henti jantung.
Dalam menentukan apakah seseorang menderita atau mengalami serangan jantung, biasanya akan muncul kombinasi dari beberapa gejala-gejala yang telah disebut di atas. Langkah yang tepat apabila timbul kombinasi beberapa gejala-gejala tersebut adalah dengan berkonsultasi ke dokter atau periksakan ke tempat layanan kesehatan terdekat.
Penyebab terjadinya serangan jantung
Terjadinya serangan jantung disebabkan karena tidak dijaganya kesehatan jantung itu sendiri dan beberapa faktor internal dari seseorang. Faktor internal penyebab terjadinya serangan jantung tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Jantung koroner
Penyakit jantung koroner adalah kondisi dimana jantung mengalami kerusakan pada dinding-dinding pembuluh darah karena banyak lemak dan kolesterol yang menempel pada dinding dan mengendap sehingga aliran darah terhambat. Penyakit ini yang cukup banyak menjadi penyebab serangan jantung pada seseorang.
2. Merokok
Sudah dipastikan sebagai akibat dari konsumsi rokok, kesehatan jantung seseorang dapat terganggu. Hal ini diakibatkan oleh zat nikotin dan zat lainnya yang terkandung di dalam rokok yang dihisap kemudian zat tersebut terbawa oleh darah dan sampai di jantung untuk kemudian mengendap. Terlalu sering merokok maka kemungkinan endapan nikotin dan zat lain yang ada pada rokok mengendap di dalam pembuluh darah yang ada dijantung pun akan meningkat. Kondisi tersebut mengakibatkan aliran darah dijantung menjadi terhambat.
3. Stress atau depresi
Kondisi pikiran dan perasaan yang sedang terganggu karena banyaknya hal yang dipikirkan dan penuh emosi dengan tidak pernah ada solusi dari setiap masalah yang dihadapi seseorang dapat menjadi suatu penyebab serangan jantung, karena biasanya dalam kondisi seperti demikian jantung akan bekerja tidak menentu dan sering terjadi debaran-debaran yang sangat kuat.
4. Hipertensi
Dalam bahasa inggris sering disebut hypertension atau tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana tubuh terdapat ganggan yang terjadi dalam sistem peredaran darah sehingga tekanan darah menjadi berada diatas normal. Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan jantung dan pembuluh-pembuluh darah menjadi terbebani sehingga dapat menyebabkan serangan jantung yang berakibat fatal. Karena akibat dari tekanan darah yang tinggi mampu merusak kerja fungsi jantung.
5. Diabetes
Menurut beberapa penelitian, terpapar bahwa lebih dari 50 persen penderita diabetes akan memiliki peluang dua kali lebih besar menderita penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes. Hal ini dikarenakan terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah yang sangat tinggi sehingga pada tingkat tertentu glukosa yang dibawa darah ke jantung akan merusak arteri yaitu dengan menjadikannya kaku dan mengeras, sehingga kerja fungsi jantung menjadi terganggu.
Langkah-langkah menjaga kesehatan jantung
Betapa penting dan berharganya organ jantung dalam kehidupan kita sehingga kita perlu untuk menjaga kesehatan jantung kita dimulai dari sekarang. Gangguan kesehatan jantung dapat diderita oleh siapa saja mulai dari anak-anak , remaja dan dewasa, maka perlu diketahui pula apa yang menjadi langkah untuk menjaga kesehatan jantung kita. Berikut beberapa hal yang patut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar kita dapat meminimalisir gangguan atau penyakit pada jantung kita:
1. Pola makan sehat
Hampir setiap penyakit yang datang pada kita awalnya adalah dari faktor cara makan dan asupan makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Disiplin dalam mengatur waktu makan dan mengurangi makan makanan yang mengandung kolesterol.
Karena makanan yang banyak mengandung kolesterol biasanya dapat memperparah dan dapat meningkatkan resiko serangan jantung. Kolesterol yang ada pada makanan akan membentuk endapan pada pembuluh darah pada jantung dan berakibat terhambatnya aliran darah. Sampai sekarang belum ada penelitian yang menyatakan endapan atau plak yang ada pada pembuluh darah dijantung bisa dihilangkan dengan obat atau makanan tertentu.
Konsumsi buah segar yang cukup, juga dapat membantu meringankan kerja jantung terutama bila setelah kita makan makanan yang banyak mengandung lemak. Buah – buahan yang banyak mengandung air sangat dianjurkan dikonsumsi seperti jeruk, semangka, pepaya dan melon.
Baca juga : Waspadai Penyakit Kanker Kulit
2. Tidak merokok
Kandungan zat berbahaya pada rokok sangat banyak dan harus dihindari baik bagi orang yang merokok maupun orang yang tidak merokok akan tetapi menghirup asap rokok.
Nikotin adalah zat yang juga berbahaya bagi kesehatan jantung karena nikotin dapat membentuk endapan di pembuluh darah pada jantung sehingga endapan akan mengurangi luas penampang pembuluh darah dan akibatnya adalah terhambatnya aliran darah.
Selain berbahaya bagi jantung, zat yang terkandung dalam rokok dapat juga mempengaruhi dan mnurunkan fungsi kerja alat tubuh.
3. Olahraga teratur
Sering kita mendengar bila saran untuk hidup sehat adalah dengan berolahraga. Akan ada baiknya bila olahraga yang akan kita lakukan disesuaikan dengan kemampuan tubuh kita.
Salah satu olahraga yang mampu menjadi andalan bagi kita untuk menjaga kesehatan jantung adalah dengan jalan santai dan jogging pada pagi hari.
19-06-2014 21:27
Hingga saat ini belum ada obatnya untuk penyakit Alzheimer. Mengurangi gejala merupakan langkah penanganan yang bisa diambil yang ditujukan untuk memperlambat perjalanan penyakit. Dokter umumnya menyediakan obat-obatan yang bisa menambah manfaat kimiawi otak yang lebih efisien apabila diberikan pada pasien yang belum kronis. Dengan melakukan pencegahan Anda dapat memperlambat rusaknya beberapa sel otak itu. Otak kita didesain oleh Sang Pencipta untuk digunakan sebagaimana halnya otot. Inilah kuncinya. Pepatah, Use it or lose it, masih berlaku dalam hal ini. Otak pun bisa aus apabila tidak sering digunakan. Ialah salah apabila berkhayal bakal memanjakan diri dengan duduk tenang saja apabila telah tua. Begitupun salah kaprah apabila Anda punya maksud memanjakan orang tua dengan memberikan layanan keseluruhan serta bikin mereka tinggal duduk serta berbaring saja. Memanglah kegiatan telah semestinya dikurangi apabila umur tak lagi muda. Tetapi, kesehatan fisik serta otak malah tergantung pada apakah Anda selalu beraktivitas fisik serta mental. Beragam kesibukan, baik yang melibatkan otot ataupun otak butuh selalu dikerjakan malah untuk melindungi kesehatan otot serta otak itu sendiri. Melindungi kesehatan otak Kunci kesehatan otak ialah menjadikan neuron selalu aktif serta menguatkan sambungan-sambungannya. Langkahnya, seringlah melatih otak dengan berusaha mengingat sesuatu, berkonsentrasi pada sesuatu, fokus perhatian pada sesuatu, serta menciptakan kaitan (asosiasi). Kegiatan-kegiatan tersebut misalnya : 1. Selalu menjalin komunikasi diantara beberapa orang yang bersifat positif serta berdiskusi. 2. Selalu melibatkan diri dalam kegiatan yang mengasyikkan, apakah itu usaha (mengelola perpustakaan, warung, atau toko kecil), sosial (bakti sosial), atau hoby pribadi (berkebun, dlsb) 3. Bermain dengan hewan peliharaan atau cucu-cucu. Membacakan narasi untuk mereka atau bermain (catur, puzzle, scrable, monopoli, halma, serta tebak-tebakan). 4. Berkebun serta jalan kaki di sekitar taman yang rindang. Olahraga ringan bisa menolong kelancaran aliran darah yang membawa oksigen serta nutrisi ke otak. Juga menolong pembuangan bekas metabolisme yang dapat mengendap diantara neuron. 5. Membaca buku yang menghibur serta menghidupkan imajinasi yang bisa merangsang kerja otak serta menyehatkan sambungan antar selnya. 6. Piknik, jalan-jalan ke tempat yang indah juga merupakan aktivitas yang menciptakan kesenangan yang bisa merangsang stabilitas produksi senyawa kimiawi otak serta menguatkan beberapa sel otak. 7. Mengobrol mengenai zaman dulu yang mengasyikkan (bernostalgia) juga menyebabkan neurotransmitter otak.
06-10-2014 00:04
assalamualaikum dok, bagaimana seandainya pengobatan bronchitis tidak sampai selesai? apa efek sampingnya dok. terimakasih
31-05-2014 10:23
Kelebihan berat badan tak cuma mengganggu penampilan tapi juga membuat badan tak terjamin kesehatannya. Aneka penyakit akan dengan mudah datang dan bersarang. Tapi bukan berarti semua itu tak dapat diatasi. Dengan bantuan olahraga, diet, dan motivasi serta disiplin yang kuat, niscaya berat badan yang berlebih bisa diatasi. Secara mudah, kegemukan dapat diartikan sebagai adanya kelebihan lemak di bagian tubuh tertentu sehingga antara lain menyebabkan berat badan melebihi normal. Kelebihan lemak bisa dijumpai di lipatan perut, paha, pantat, lengan bagian atas, leher, dan sebagainya. Selain itu, jantung dan pembuluh darah juga sering diselimuti lemak. Dan kegemukan bukan saja menurunkan nilai penampilan serta daya tarik, tapi juga mendekatkan kita pada beragam penyakit yang menurunkan nilai kesehatan. Ini berbeda dengan penampilan tubuh atlet body building (binaraga). Walau mereka kelebihan berat badan, tapi tidak dapat dikatakan gemuk sebab yang berkembang adalah otot, bukan lemak tubuh. Baca juga : Membincang Perawatan Kesehatan Wanita Untuk menilai berat badan tersebut antara lain dapat diketahui dengan menghitung indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Yaitu perbandingan berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (meter). Anda dengan berat 64 kg dan tinggi 1,5 m misalnya, nilai BMI-nya adalah 28,4. Nah, berdasar perhitungan tadi, Anda bisa dikategorikan bertubuh gemuk sebab BMI tubuh yang ideal adalah berkisar antara 20-25. Bila nilainya di atas 27, sudah dikategorikan gemuk. Angka BMI ini hampir sama pada pria maupun wanita. Begitulah, kegemukan mau tidak mau pasti akan menambah berat badan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Antara lain gangguan pada sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab sebagian kandungan lemak itu terdapat di sepanjang pembuluh darah. Akibatnya, kerja jantung untuk memompa darah semakin berat. Di sisi lain, sebagian lainnya juga akan melapisi bagian luar jantung. Ini pun akan mempersulit kerja jantung. Adanya lemak di sepanjang pembuluh darah dapat pula menurunkan elastisitas pembuluh darah balik yang pada gilirannya akan mempermudah timbulnya varises, khususnya di betis. Kaki jadi mudah mengalami kelelahan karena beban kaki sebagai penyangga tubuh tambah berat akibat berat badan bertambah. Akibat lain, tulang dan sendi bisa mengalami gangguan. Ya, ibarat mobil sajalah. Bila terlalu sering kelebihan muatan akan mempercepat kerusakan. Orang yang menderita kegemukan juga cenderung rentan terhadap gangguan penyakit. Misalnya saja penyakit gula (diabetes). Orang yang mengalami kegemukan biasanya suka makan sehingga hormon insulin tidak mampu lagi mengolah gula. Akibatnya gula menumpuk. Ginjalnya pun akan cepat rusak. Baca juga : Jangan Sepelekan Influenza Dari beragam risiko tersebut, jelas sulit untuk mengatakan, orang gemuk dapat sehat dalam jangka waktu panjang. Mungkin untuk sementara waktu mereka dapat sehat. Tapi 4-5 tahun kemudian berbagai gangguan kesehatan tadi akan muncul, meskipun yang bersangkutan berusaha agar tetap sehat. Karena kegemukan tidak sehat, maka sedini mungkin ia harus dihindari. Yaitu pada usia 18-20 tahun. Berat badan harus senantiasa terkontrol agar mencapai sekitar berat badan ideal. Setelah usia 20 tahun sudah mendapat berat badan ideal. Ini yang harus dipertahankan. Naik, boleh-boleh saja, tapi tak lebih dari 10 persen. Berat badan ideal (BBI) dapat dihitung dengan rumus: tinggi badan dikurangi 100. Kalau tingginya 160 cm, berat idealnya sekitar 60 kg. Kalaupun mau naik, ya, cukup 2-3 kg saja. Untuk mempertahankan berat ideal, olahraga adalah jawaban utamanya. Bagaimana upaya agar tetap sehat kendati menderita kegemukan? Ada dua hal yang harus diperhatikan. Antara lain melakukan aktivitas tubuh secara teratur. Sedapat mungkin harus selalu melakukan olahraga. Misalnya jalan kaki, naik tangga, lari, renang, senam, atau melakukan gerakan tubuh secara teratur dan seimbang.