Waktu Posting : 10-06-2014 19:39 | Dibaca : 2708x
26-07-2014 19:18
Saat ini obesitas/kegemukan menjadi masalah yang cukup serius di kalangan masyarakat. Obesitas/ kegemukan bisa menyerang kaum laki-laki dan kaum perempuan. Penyebab obesitas ini bisa beragam, misalnya seperti faktor genetik, faktor lingkungan dan faktor psikis. Orang yang memiliki obesitas beresiko mudah terkena penyakit, misalnya saja penyakit diabetes dan masih banyak penyakit lainnya. Oleh sebab itu, banyak orang berlomba-lomba untuk menjaga keseimbangan berat badan mereka dengan alasan penampilan dan tentunya untuk menjaga kesehatan. Ada cara cepat dan ada cara aman dan sehat yaitu dengan obat kurus alami. Baca juga : Cara Mencegah Serangan Stroke Sekarang ini ada banyak sekali obat alami untuk membuat tubuh menjadi lebih kurus / menurunkan berat badan secara efektif. Adapun beberapa ramuan obat kurus alami yang bisa dicoba adalah jamu kunyit asam, kunyit asam ini sudah terbukti dapat menurunkan berat badan karena sudah sejak dulu dipercaya. Selain itu bisa juga dengan menkonsumsi teh hijau secara rutin karena kandungan yang ada di dalamnya terdapat antioksidan yang dapat mengurangi berat badan. Kemudian bisa juga dengan membuat ramuan kayu manis yang dicampur dengan madu. Menkonsumsi teh tanpa gula juga bisa Anda manfaatkan karena tidak ada gula maka kadar gula juga bisa terjaga dengan baik, hal tersebut dilakukan karena gula dapat menambah berat badan. Dengan demikian nantinya tubuh akan lebih kurus dan berat badan akan terjaga dengan baik.
28-12-2025 19:07
Isu sertifikat halal kembali mengemuka di tengah masyarakat Indonesia dan menjadi bahan perbincangan luas di berbagai ruang publik. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, persoalan kehalalan produk bukan sekadar isu administratif, melainkan menyangkut keyakinan, kenyamanan, dan kepercayaan umat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dinamika perdebatan tersebut, nama Babe Haikal turut menjadi sorotan karena pandangan dan pernyataannya yang dianggap relevan dengan kegelisahan sebagian masyarakat.Sertifikasi halal di Indonesia telah diatur secara resmi melalui regulasi negara. Kebijakan ini bertujuan memberikan jaminan kehalalan produk, melindungi konsumen, serta menciptakan standar yang jelas bagi pelaku usaha. Dalam kerangka ini, sertifikat halal tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga nilai ekonomi dan hukum. Produk bersertifikat halal dinilai lebih kompetitif, baik di pasar domestik maupun internasional. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.Salah satu tantangan utama adalah kesiapan pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil. Banyak dari mereka mengeluhkan prosedur yang dianggap rumit, biaya yang dirasa membebani, serta minimnya pendampingan dan sosialisasi. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan beragam kritik dan aspirasi dari masyarakat. Dalam konteks tersebut, Babe Haikal sebagai tokoh agama dan figur publik kerap menyuarakan pandangan yang menyoroti sisi kemanusiaan dan kepentingan umat.Nama Babe Haikal menjadi sorotan karena pernyataannya dianggap mencerminkan suara masyarakat bawah yang terdampak langsung oleh kebijakan sertifikasi halal. Bagi pendukungnya, sikap tersebut dilihat sebagai bentuk kepedulian terhadap umat agar regulasi yang diterapkan tidak justru menyulitkan mereka yang seharusnya dilindungi. Pandangan ini mendapat perhatian luas karena disampaikan oleh tokoh yang memiliki basis pengikut dan pengaruh di ruang publik.Namun, sorotan terhadap Babe Haikal juga diiringi dengan beragam respons. Sebagian pihak menilai bahwa kritik terhadap sertifikasi halal perlu disampaikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Sertifikat halal dipandang sebagai instrumen penting untuk menjaga kepercayaan umat. Jika publik keliru memahami kritik tersebut, dikhawatirkan akan muncul anggapan bahwa sertifikasi halal tidak penting atau sekadar formalitas, padahal esensinya sangat krusial.Perdebatan ini menunjukkan adanya kebutuhan akan komunikasi yang lebih baik antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Isu sertifikat halal seharusnya tidak dipahami sebagai pertentangan antara regulasi dan kepentingan umat, melainkan sebagai upaya bersama untuk mencapai kemaslahatan. Penyederhanaan prosedur, bantuan bagi usaha kecil, serta edukasi yang berkelanjutan dapat menjadi langkah konkret untuk menjawab berbagai keluhan yang ada.Pada akhirnya, mengemukanya isu sertifikat halal dan sorotan terhadap Babe Haikal mencerminkan dinamika sosial yang sehat dalam masyarakat demokratis. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, selama diarahkan pada dialog yang konstruktif. Dengan keterbukaan dan niat baik dari semua pihak, sertifikasi halal dapat terus diperbaiki agar benar-benar menjadi sistem yang adil, kredibel, dan berpihak pada kepentingan umat secara luas.
15-10-2014 01:03
Obesitas oleh orang awam diidentikan sebagai kelebihan berat badan atau kegemukan. Namun secara medis, Obesitas didefinisikan memiliki kelebihan lemak di dalam tubuh. Obesitas meningkatkan risiko penyakit lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Dokter menggunakan BMI (body mass index) yang di dasarkan pada berat badan dan tinggi badan untuk menentukan apakah anda mengidap obesitas. Obesitas ekstrim atau obesitas parah dikeal dengan istilah obesitas morbid. Merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki BMI di atas 40 atau lebih. Bila Anda masuk dalam kategori obesitas morbid, Anda terancam mengalami gangguan jantung yang serius. Baca juga : 3 Langkah untuk Mencegah Kanker Payudara Rumus untuk menghitung BMI (Body Mass Index) BMI = Berat Badan / (Tinggi Badan * Tinggi Badan) Keterangan : -Satuan Berat Badan adalah Kilogram (kg) -Satuan Tinggi Badan adalah Meter (m) Contoh cara untuk menghitung BMI (Body Mass Index) Berat badan anda adalah 51 kg dan Tinggi Badan anda adalah 1,59 (159 cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI anda ? Baca juga : Kenali 4 Gejala Limfoma Berikut ini BMI = 51 kg / (1,59 x 1,59) BMI = 20 → Normal Untuk menentukan berapa nilai BMI (Body Mass Index) anda, silahkan menggunakan kalkulator BMI. Kemudian bandingkan hasilnya dengan data pada tabel di bawah ini: BMI Status berat badan Dibawah 18,5 Kurang 18,5 – 24,9 Normal 25,5 – 29,5 Kelebihan 30,0 dan lebih tinggi Obesitas