Waktu Posting : 01-09-2014 00:39 | Dibaca : 646x
04-07-2024 10:58
Anemia aplastik sebenarnya kelainan darah yang langka. Penyebabnya karena sumsum tulang gagal menghasilakan sel darah. Sehingga tubuh mengalami kurang darah. Namun, kini bisa atasi dengan beberapa cara berikut ini : Transfusi Darah Menjadi langkah paling mudah dan banyak orang melakukannya. Memang tidak berfungsi untuk mengobati, namun bisa meringankan gejala yang dialami. Tetapi transfusi tidak boleh dilakukan secara terus menerus karena bisa muncul komplikasi di kemudian hari. Karena jika zat besi dan sel darah merah sudah menumpuk memicu kerusakan organ penting di tubuh. Imunosupresan Adalah obat yang berguna untuk menekan sistem imun yang merusak sumsum tulang ( https://pafikotasalak.org/) .Pengobatan ini memungkinkan sumsum tulang dapat menghasilkan sel darah yang baru. Umumnya cara ini dilakukan pada penderita kelainan autoimun, dimana seseorang tidak bisa menjalani proses transplantasi sumsum tulang. Transplantasi Sumsum Tulang Bertujuan untuk menyusun kembali sumsum tulang penderita anemia aplastik menggunakan sel induk dari pendonor. Sumsum tulang yang sudah tidak mampu bekerja optimal akan dihancurkan. Kemudian, sel induk pendonor dimasukkan melalui darah. Ini bisa dilakukan antar saudara kandung yang memiliki kecocokan donor. Stimulan Sumsum Tulang Cara ini berbeda dengan metode di atas. Sebab, stimulan sumsum tulang dilakukan dengan memberikan obat kepada penderita untuk dikonsumsi. Kegunaannya agar sumsum tulang bisa kembali memproduksi sel darah yang baru. Jadi, harus dirangsang terlebih dulu dengan obat stimulan sumsum tulang. Pemberian Antibiotik dan Antivirus Jika seseorang terinfeksi virus atau bakteri dalam kondisi ini bisa saja memperparah kondisi penyakitnya. Karena tubuh yang mengalami anemia sedang lemah sehingga penyakit lain bisa saja hinggap. Sehingga tujuan konsumsi antibiotik dan antivirus ini agar tidak terjadi infeksi yang semakin parah. Kekebalan tubuh yang lemah harus segara di atasi agar tubuh tetap bisa mempertahankan kondisinya meskipun sedang mengalami anemia. Nah, inilah beberapa cara yang bisa dilakukan jika ingin menangani anemia aplastik ini. Sangat penting diperhatikan agar tidak merusak kekebalan tubuh, sehingga silakan konsultasi dengan dokter makanan apa saja untuk atasi anemia ini.
19-03-2015 17:24
Obat diabetes melitus kian mengalami kemajuan untuk mengatasi penyakit ini yang kian menjadi ganas. Diabetes melitus atau kencing manis adalah suatu kondisi kronis yang mempengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk menggunakan energi yang terdapat di dalam makanan. Ada tiga jenis utama diabetes melitus, yakni diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional. Baca juga : Obat Tradisional Kolesterol Semua jenis diabetes mellitus memiliki sesuatu yang sama. Biasanya, tubuh Anda akan memecah gula dan karbohidrat yang Anda makan menjadi gula khusus yang disebut glukosa. Glukosa akan menjadi sumber energi untuk sel di dalam tubuh Anda. Tetapi sel-sel membutuhkan insulin, hormon, dalam aliran darah Anda untuk mengambil glukosa dan menggunakannya untuk dijadikan sumber energi. Dengan mengidap penyakit diabetes melitus ini, tubuh Anda tidak akan mampu membuat cukup insulin, menggunakan insulin yang telah dihasilkan, atau kombinasi dari keduanya. Karena sel-sel tidak dapat mengambil glukosa, maka glukosa ini akan menumpuk dalam darah Anda. Tingginya kadar glukosa darah dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, atau sistem saraf Anda. Itu sebabnya diabetes akhirnya dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf saraf di kaki ketika tidak ditangani dengan mengonsumsi obat diabetes melitus. Untuk tipe diabetes melitus 1, disarankan untuk Anda mengonsumsi obat herbal yang mengandung daun sirsak sebagai bahan dasarnya. Karena daun sirsak sendiri mengandung senyawa acetogenins yang mampu meregenerasi setiap sel tubuh yang rusak, tak terkecuali sel-sel beta pankreas. Dengan bantuan senyawa ini, sel beta di dalam pankreas Anda dapat kembali bekerja seperti semula untuk memproduksi insulin. Baca juga : Obat Diabetes Melitus yang Disesuaikan dengan Jenisnya Sedangkan untuk diabetes melitus tipe 2 Anda disarankan untuk mengonsumsi obat herbal yang mengandung kandungan buah Acai Berry, di mana semua kandungan nutrisi yang terkandung di dalam buah ini akan memperbaiki metabolisme sel. Acai berry mengandung vitamin A, B1, B2, B3 C dan E, juga kaya akan antioksidan dan antosianin, dimana semua ini memainkan peran penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jadi sebelum Anda mendapatkan obat untuk penyakit diabetes Anda, perhatikan terlebih dahulu bahan-bahan yang dibawanya agar Anda dapat merasakan khasiat dari obat diabetes melitus.
02-07-2024 04:16
Selain dengan bahan alami, obat demam bayi di bawah 1 tahun dapat Anda dapatkan di apotek terdekat. Memilih obat sesuai dengan usianya memang suatu keharusan, termasuk memilih obat demam bayi di bawah 1 tahun yang tepat. Dengan memberikan obat demam bayi di bawah 1 tahun dengan dosis yang benar kondisi Si Kecil akan segera membaik. Ketika bayi yang masih sangat kecil demam hal ini membuat semua orangtua panik. Pasalnya khawatir untuk memberikan pengobatan yang macam-macam lantaran tubuhnya masih sangat rentan. Demam biasanya terjadi ketika mereka setelah imunisasi maupun indikasi suatu penyakit tertentu. Pada dasarnya demam merupakan bentuk pertahanan dengan cara melawan penyakit lain yang ada di dalam tubuh. Selain mengatasinya dengan obat-obatan yang tersedia, perawatan saat anak demam juga turut diperhatikan. Misalnya, pakaian anak harus lah longgar, berikan lebih banyak cairan untuk dan makanan yang bergizi. Tetapi, bila Anda ingin mempercepat proses penyembuhan, maka bisa memberinya obat-obatan sesuatu dengan dosis usianya. Anda bisa mendapatkan obat demam untuk bayi di bawah satu tahun di apotek. https://pafikotameulaboh.org/ Berikut ini adalah beberapa rekomendasi obat demam bayi di bawah 1 tahun yang bisa diberikan. 1. Panadol Sirup Drops Panadol sirup drops mengandung kandungan paracetamol yang mampu membantu menurunkan panas pada bayi. Obat ini dapat diberikan untuk bayi usia 0-1 tahun untuk meredakan sakit kepala, nyeri otot dan demam pasca imunisasi. Adapun dosis penggunaan untuk bayi berusia 3-9 bulan adalah 0,8 ml. Obat bisa diberikan sebanyak 3-4 kali sehari. Sementara untuk bayi berusia kurang dari tiga bulan harus sesuai dengan petunjuk dokter. 2. Sanmol Paracetamol Sama seperti obat lainnya, Sanmol aman dikonsumsi untuk anak usia 0-5 tahun. Untuk bayi yang berusia di bawah satu tahun, maka Moms bisa memberikan dosis sebanyak 0,6 mL sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Sanmol Sirup 60 ml mengandung Paracetamol yang dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit kepala, sakit gigi, dan menurunkan demam. Sanmol bekerja pada pusat pengatur suhu hipotalamus untuk menurunkan suhu serta menghambat sintesis prostaglandin sehingga dapat mengurangi nyeri ringan sampai sedang. 3. Mirasic Sirup Paracetamol Untuk mendapatkan obat ini, Moms bisa mendapatkannya hanya di apotek. Mirasic juga bisa diberikan untuk anak yang usianya kurang dari 1 tahun dengan dosis 3-4 kali sehari sebanyak 2,5 ml. Anda bisa memberikan Mirasic supaya demam anak setelah imunisasi, maupun perawatan sakit kepala, sakit gigi, maupun kondisi lainnya. 4. Pamol Syrup Obat ini aman juga dikonsumsi untuk anak mulai dari 0-1 tahun dan usia di atasnya, dan diminum sesudah makan. Dosis untuk bayi di bawah 1 tahun adalah 2,5 – 5 ml untuk pemberian tiga kali sehari atau saat benar-benar dibutuhkan. Pamol mengandung bahan aktif Paracetamol yang mengatasi demam dan gejala lainnya seperti nyeri ringan, sakit kepala, hingga nyeri persendian. Sebaiknya hindari penggunaan obat ini secara berlebihan lantaran dapat menyebabkan efek samping seperti muntah, mual, diare, hingga nyeri perut. 5. Tempra Drops Obat penurun demam berikutnya yang bisa diberikan untuk bayi di bawah satu tahun adalah Tempra Drops. Untuk bayi yang berusia di bawah tiga bulan harus mengikuti petunjuk dokter. Obat ini bisa diberikan sehanyak 3-4 kali dalam sehari maupun ketika beanr-benar dibutuhkan.