Waktu Posting : 17-06-2014 08:40 | Dibaca : 2747x
Lensa kontak adalah alat medis yang dipergunakan sebagai alat bantu penglihatan, penggunaan terapeutik, dan kosmetikal. Penggunaan lensa kontak kebanyakan untuk menggantikan fungsi kacamata, mengatasi beberapa kekurangan dari kacamata itu sendiri, seperti meningkatkan kemampuan penglihatan perifer dan menghindari buramnya kacamata akibat hujan atau keringat. Namun, tak jarang lensa kotak dipakai hanya untuk mengubah penampilan mata seseorang.
Lensa kontak dapat diklasifikasikan menurut beberapa aspek, termasuk kegunaan primer, material bahan, durasi penggunaan, dan penggantian lensa kontaknya. Menurut kegunaannya, lensa kontak terbagi atas lensa kontak untuk memperbaiki penglihatan, kosmetik, dan terapeutik. Dari material bahannya, bisa berupa lensa kontak rigid (berbahan PMMA/polymethyl methacrylate) yang tidak dapat mengantarkan oksigen dan RGP (rigid gas permeable) yang sekarang lebih populer karena dapat menghantarkan oksigen dengan baik) dan lensa kontak lunak, lebih dikenal dengan softlens yang menyediakan kemampuan penghantaran oksigen yang lebih baik, wetability dan nyaman.Ada juga berbahan campuran lensa kontak rigid dan lunak.
Baca juga : Rahasia Kulit Sehat
Lensa kontak dapat dikenal dari penggunaannya, beberapa istilah yang sering terdengar, seperti daily wear, yaitu lensa kontak yang hanya dapat digunakan untuk kegiatan sehari-sehari dan harus dilepas pada saat tidur dan extended wear atau continues wear yaitu lensa kontak yang dapat dipakai overnight, sampai enam hari bahkan dengan bahan yang terbaru dapat dipakai sampai 30 hari karena tingginya kemampuan penghantaran oksigen, tentunya dengan syarat-syarat yang sangat ketat, seperti tidak dipakai dalam lingkungan yang berdebu dan kotor sebelumnya.
Dikenaljuga lensa kontak dari berapa lama ia dapat dipakai. Lensa kontakl unak single use atau sekali pakai yang dapat dipakai oleh orang-orang dengan riwayat alergi atau mudah terkena infeksi. Lensa kontak lunak lainnya, lensa kontak 2 mingguan atau 4 mingguan, bahkan ada yang setengah atau satu tahun. Lensa kontak rigid, biasanya dapat dipakai sampai beberapa tahun.
Jika seseorang ingin menggunakan lensa kontak, sebelumnya harus memikirkannya secara matang. Selain itu, dalam keputusan itu memerlukan kerja sama yang baik antara fitter (biasanya seorang dokter mata atau di luar negeri dapat dilakukan oleh optometris) dan pengguna lensa kontak. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan yaitu seorang fitter harus dapat menentukan apakah mata pengguna dalam keadaan sehat dan mampu menggunakan lensa kontak, bahkan harus bisa mengajarkan cara menggunakan dan memelihara lensa kontak yang akan dipakai.
Baca juga : Waspadai, Dampak Komputer Bagi Kesehatan Anda
Nah, sebagai pengguna lensa kontak, yang paling penting adalah mengetahui secara baik dan disiplin dalam hal penggunaan lensa kontak. Misalnya saja, selalu mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun sebelum memegang lensa kontak. Lensa kontak sebaiknya secara rutin dibersihkan, dicuci dengan pencuci lensa kontak (harus selalu terjaga kebersihan cairannya), dan selalu mengecek apakah lensa kontak rusak atau tidak. Cairan pencuci lensa memegang peranan penting dalam pemeliharaan lensa kontak.
Mengapa dapat terjadi komplikasi akibat lensa kontak? Tentunya hal ini terjadi akibat ketidaktahuan, kelalaian, dan ketidakmampuan dalam penggunaan lensa kontak secara baik dan disiplin. Hal yang dapat dilakukan adalah mengkonsultasikan kepada seseorang yang kompeten mengenai lensa kontak, jangan memaksakan memakai lensa kontak apabila sudah terjadi mata merah dan iritasi. Pakailah kacamata untuk sementara dan segerakan melakukan konsultasi ke dokter spesialis mata untuk mengatasi keluhannya. Jangan berusaha mengobati keluhannya tersebut dengan membeli obat tanpa resep dari dokter.
Ternyata menggunakan lensa kontak itu tidak mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk memutuskan apakah kita sudah mampu memulai hidup dengan lensa kontak. Jagalah kesehatan mata Anda karena mata adalah jendela untuk melihat dunia ini.
15-10-2018 04:02
Kanker adalah penyakit yang sangat mematikan karena sulit disembuhkan. Terlebih saat kanker tersebut sudah pada stadium akhir atau stadium 4 yang membuat penderitanya kehilangan semangat hidup. Ada banyak faktor penyebab kanker seperti pola makan tidak sehat, berat badan berlebih (obesitas), kurang nutrisi, terlalu sering merokok, konsumsi minuman beralkohol hingga kurangnya aktivitas fisik. Banyak sekali jenis kanker yang dapat menyerang tubuh. Namun ada beberapa jenis kanker yang rentan diderita oleh kaum wanita. Berikut jenis kanker yang rentan diderita wanita : 1. Kanker serviks Knaker serviks atau kanker leher rahim rentan menyerang negara berkembang seperti Indonesia. Namun kanker ini juga mengancam para wanita di dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), kanker serviks merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak menyerang wnaita di Indonesia dan menjadi peringkat keempat di dunia. Menurut data, sebanyak 10,3% wnaita di Indonesia meninggal akibat terserang kanker serviks. 2. Kanker paru-paru Di tahun 2014, kasus kanker paru-paru terjadisebanyak 9,3% dan sebanyak 9,1% penderitanya meninggal dunia. Kanker paru-paru ini terjadi akibat sel-sel jaringan paru-paru tumbuh di luar dan membentuk tumor yang menyebabkan tubuh tidak berfungsi dengan baik sehingga kualitas hidup menurun drastis. 3. Kanker payudara Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Kanker payudara ini akibat munculnya sel-sel kanker di jaringan payudara yang meliputi kelenjar susu, lemak, saluran payudara dan jaringan ikat. Penyebab kanker payudara yaitu kelainan genetik, hormon dan gaya hidup yang buruk. Dari 49,9% kasus kanker payudara di tahun 2014, angka kematiannya mencapai 21,4%. 4. Kanker usus besar Di tahun 2014, sebanyak 11,7% kasus baru kanker usus besar muncul. Penyebab kanker ini diantaranya riwayat kesehatan keluarga memiliki polip di rektum atau usus besar dan memiliki radang usus. Risiko kanker usus besar akan semakin meningkat saat wanita memiliki berat badan berlebih akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung lemak yang tinggi terutama lemak hewani. 5. Kanker ovarium Di tahun 2014 kasus kanker ovarium meningkat sebanyak 10,23%. Biasanya jenis kanker ini menyerang wanita berusia diatas 55 tahun. Namunkanker ini juga tak menutup kemungkinan dapat menyerang remaja dan anak-anak. Gejala kanker ovarium antara lain perut kembung, berat badan turun drastis, siklus haid tidak teratur dan panggul terasa tidak nyaman.
13-11-2018 17:05
Melakukan pernikahan sekali seumur hidup adalah keinginan semua orang. Pernikahan akan membuat kita terhindar dari hal-hal buruk yang dapat berdampak negative dalam kehidupan sehari-hari. Saat memutuskan untuk menikah, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan agar pernikahan dapat berjalan dengan lancer sesuai keinginan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan dan salah satunya adalah masalah kesehatan. Usia pernikahan telah diatur oleh undang-undang Nomor 1 tahun 1974. Undang-undang tersebut menyebutkan jika batas minimal usia pernikahan untuk laki-laki 19 tahun sedangkan untuk perempuan 16 tahun. Namun walaupun sudah diatur oleh undang-undang tetap saja masih sering terjadi pernikahan di bawah umur. Mereka yang melakukan pernikahan di bawah umur memiliki banyak alas an seperti pendidikan rendah, kemiskinan, hokum adat, norma sosial maupun hokum yang kurang tegas. Padahal banyak sekali risiko kesehatan yang dapat mengancam bagi mereka yang melakukan pernikahan dini. Berikut ini beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi saat melakukan pernikahan dini : 1. Saat hamil di usia muda maka berisiko terserang tekanan darah tinggi. Perlu dilakukan pengobatan agar tidak terjadi komplikasi dan tekanan darah tinggi sangat berbahaya bagi pertumbuhan calon bayi. 2. Bayi berisiko lahir premature. Hal ini karena berat badan bayi rendah dan belum siap untuk dilahirkan. Kelahiran premature dapat mengalami gangguan pencernaan, pernapasan, penglihatan dan lainnya. 3. Berisiko besar ibu meninggal saat melahirkan. Hal ini terjadi karena perempuan di bawah 18 tahun belum siap fisiknya untuk hamil dan melahirkan seperti panggul yang masih kecil sehingga bayi akan mengalami kesulitan untuk keluar. 4. Berisiko besar mengalami keguguran. Hal ini terjadi karena menikah di usia belia belum siap secara fisik dan mental. Organ tubuh yang belum matang akan berakibat pada pertumbuhan bayi yang juga tidak akan bisa berkembang dengan maksimal. 5. Sering mengalami bentrok dan kekerasan rumah tangga. Secara psikologis mental pasangan belum dewasa sehingga lebih rentan terjadi kekerasan rumah tangga.
14-01-2015 03:57
Jerawat adalah salah satu masalah pada kulit wajah yang paling sering diderita banyak orang. Penyebab dari jerawat itu sendiri sebenarnya ada banyak. Namun penyebab paling besar timbulnya jerawat adalah kurangnya menjaga kebersihan kulit wajah dan dari segi makanan yang dikonsumsi. Sayangnya masalah jerawat pada kulit wajah tidak hanya muncul saat jerawat itu datang. Bahkan saat jerawat itu pergi masalah baru akan muncul kembali. Masalah tersebut adalah luka yang ditimbulkan akibat jerawat yang pernah muncul. Luka yang ditimbulkan ini biasanya membekas berwarna hitam. Diindikasi luka menghitam ini akibat dari tangan usil yang suka memencet jerawat saat masih belum atau sudah muncul. Namun penjelasana medis tentang luka menghitam ini adalah karena terganggunya kolagen akibat radang yang disebabkan oleh jerawat. Karena membekas dan juga berwarna hitam, luka bekas jerawat ini akan mengurangi kemulusan kulit wajah. Akibatnya wajah terlihat suram dan tidak menyenangkan. Baca juga : Obat Tradisional Kolesterol Jenis-jenis Luka Bekas Jerawat Rasanya banyak orang pernah mengalami munculnya jerawat pada wajah. Banyak orang pula mengalami luka bekas jerawat yang sangat mengganggu kemulusan kulit wajah. Namun tidak banyak orang yang memiliki wawasan luka yang ditimbulkan akibat munculnya jerawat. Padahal wawasan ini perlu untuk dapat mengobati bekas luka jerawat kita dengan tepat sehingga wajah bisa kembali mulus. Ada tiga jenis luka bekas jerawat yang telah teridentifikasi. Luka bekas jerawat pertama adalah atrophic, yakni luka jerawat yang tidak dalam melainkan sedikit dangkal. Luka kedua adalah boxcar. Luka kedua ini adalah jenis luka bekas jerawat yang lebih dalam dari luka pertama dan memiliki ciri-ciri luka yang menggulung. Luka ketiga adalah ice pick yakni luka bekas jerawat yang sangat dalam yang tampilannya menyerupai lubang kecil dibagian atasnya. Ketiga luka ini biasanya memiliki tingkat keparahan yang dapat dilihat dari warna kulit tempat timbulnya jerawat. Biasanya orang dengan kulit warna hitam akan cenderung mengalami bekas luka yang menghitam pula. Sedangkan pada orang yang memiliki kulit cerah, bekas luka akan kemerahan. Luka-luka bekas jerawat ini jika dibiarkan akan membawa dampak buruk pada kulit wajah. Bahkan luka-luka ini semakin bertambah parah karena beberapa hal dibawah ini: 1. Terpapar sinar matahari atau uv. 2. Dipencet/ disentuh dengan tangan. 3. Diolesi dengan vitamin E. Baca juga : Bersih dari Komedo dengan Bahan Alami Mengatasi Bekas Luka Jerawat Untuk mengatasi bekas luka jerawat sangat efektif dilakukan jika kita mengetahui bekas luka-luka yang ditimbulkan oleh jerawat. Namun yang paling sering digunakan untuk mengatasi bekas luka jerawat adalah dengan menggunakan cream jerawat yang berjenis kortikosteroid. Gunakan cream jerawat ini selama jerawat muncul dan meradang. Oleskan cream pada jerawat yang meradang supaya kortikosteroid diserap kulit sehingga radang akan berkurang. Namun cream ini adalah cream yang dalam penggunaannya harus berada dalam pengawasan dokter karena jika dipakai dengan serabutan akan membawa dampak berbahaya bagi kulit wajah. Penggunaan cream jenis kortikosteroid ini akan berefek langsung pada jerawat yang timbul. Setelah dioleskan, cream ini akan memberikan efek kering pada jerawat dan tidak lagi berwarna merah meradang. Saat luka jerawat mengering sebaiknya gunakan pigmen kulit yang akan membantu kecerahan wajah kembali normal. Pigmen kulit seperti kojid acid sangat bagus digunakan karena bahan-bahan alami seperti jamur, bearbarry dan vitamin C. Untuk luka jerawat yang sangat dalam biasanya diatasi dengan melakukan prosedur laser yang lebih mahal dari prosedur lainnya.