Waktu Posting : 17-06-2014 07:19 | Dibaca : 2626x
Berbagai pekerjaan mengharuskan kita berlama-lama di depan komputer. Kalau Anda salah satu yang mengalaminya, saatnya mulai memperhatikan bagaimana kondisi mata, kepala, leher, dan punggung Anda?Â
Mata menjadi bagian tubuh yang paling terdampak akibat pemakaian komputer yang terlalu lama. Mata akan berakomodasi secara berlebihan sehingga cepat lelah. Kalau itu terjadi terus-menerus akan ada gangguan visus, gangguan penglihatan. Pada orang muda, biasanya menjadi minus atau bertambah minusnya. Itu karena mata seakan dipaksa bekerja terus-menerus.Â
Sebuah penelitian dari American Optometric Association tentang dampak komputer terhadap kesehatan mata menunjukkan hasil bahwa kondisi yang paling umum terjadi adalah mata lelah dan ketegangan otot mata. Selain itu, ada nyeri kepala, gangguan penglihatan seperti buram serta sakit pada leher dan bahu.Â
Baca juga :Â Tips Menghindari Kerontokan RambutÂ
Penelitian itu pun menyatakan, menurunnya kesehatan mata akibat penggunaan komputer akan berdampak lagi berupa penurunan produktivitas kerja dan meningkatnya tingkat kesalahan kerja. Selain mata, kepala tempat mata bernaung juga bisa terdampak kesehatannya. Terlalu lama bekerja, otak akan menjadi tidak rileks. Lama-kelamaan bisa muncul kondisi nyeri kepala seperti nyut-nyutan ataupun pusing seperti limbung.
Bukan hanya di bagian atas, dampak kesehatan itu juga terjadi di keseluruhan otot badan mulai dari leher, punggung atau tulang belakang, dan sampai ke kaki. Dampak yang muncul mulai dari pegal linu sampai nyeri otot.
Coba Anda ingat-ingat bagaimana kondisi tubuh saat bekerja di depan komputer. Adakah yang tahan berjam-jam dengan posisi tegak? Atau membungkuk mendekatkan kepala ke layar? Atau malah selonjoran saking lelahnya?
Otot tubuh jelas terganggu karena biasanya duduk dengan posisi yang sama dalam waktu yang sama. Otot berkontraksi terus tanpa relaksasi sehingga menimbulkan gangguan kesehatan otot. Bahkan, ada pula yang tulang punggungnyamenjadi berubah bentuk bila dibiarkan dalm jangka panjang.
Beban pekerjaan dalam berbagai profesi ini memang menuntut seseorang bekerja di depan komputer tanpa bisa bergerak. Apalagi saat deadline mendekat, tubuh ini seakan tertancap dikursi dan kita pun harus terus berhadapan dengan komputer. Kondisi itu membuat tubuh terlalu banyak diam. Akhirnya, muncullah berbagai efek sekunder yang sebenarnya tak berkaitan langsung dengan komputer dan baru akan dirasakan dalam jangka panjang. Salah satunya adalah jantung. Karena kurang aktivitas fisik, otot jantung pun menjadi tidak terlatih. Jantung pun akan mudah kena gangguan. Sirkulasi darah pun menjadi kurang lancar sehingga tubuh mudah nyeri.
Saat serius bekerja pun orang-orang cenderung tak teratur pola makannya hingga muncul gangguan lambung. Biasanya mereka pun kurang minum air putih dan apalagi suka malas buang air kecil karena sedang kagok bekerja. Akhirnya fungsi ginjal dapat terganggu. Apalagi beberapa orang terbiasa bekerja depan komputer sambil merokok dan minum kopi. Alasannya untuk memudahkan otak bekerja. Padahal, itu malah akan berdampak nyata pada kesehatan paru-paru dan organ lain di dalam tubuh.
Baca juga :Â Lensa Kontak, Amankah?Â
Berikut ini beberapa tips agar Anda bisa tetap sehat walau sering duduk berlama-lama di depan komputer :
Sebagai individu, kita harus mengantisipasi dampak kesehatan itu sebelum ada keluhan yang nyata, atau kalau pun ada maka kondisinya tak bertambah parah. Selain itu, setiap perusahaan pun sebaiknya menerapkan kebijakan mengenai durasi maksimal di depan komputer sehingga bisa diselingi dengan relaksasi atau kegiatan lain.
Kalau dipaksa terus-menerus dalam jangka panjang dan akhirnya sakit, sudah pasti pekerjaan pun tidak bisa ditangani sesuai target. Jadi, mari mencegah daripada mengobati!
ÂÂ
03-05-2014 14:19
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar. Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes. Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.
25-07-2014 07:41
Memperindah rumah dengan tanaman bunga adalah ide yang bagus. Namun menanam tanaman obat yang memiliki manfaat bagi tubuh adalah ide yang lebih baik lagi. Ada berbagai tanaman berkhasiat yang dapat anda tanam di halaman rumah anda. Salah satunya adalah sirih. Daun sirih memiliki khasiat antiseptic sehingga dapat membunuh kuman maupun jamur. Daun ini dapat digunakan untuk menghilangkan bau badan. Meminum rebusan daun ini juga dapat menjaga kesehatan organ kewanitaan. Baca juga : Obat Kanker Bekerja Secara Perlahan di Dalam Tubuh Tanaman berkhasiat lain yang dapat anda tanam di halaman anda adalah pohon salam. Daun salam berguna untuk bumbu masakan selain itu rebusan daun ini dapat digunakan untuk menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah tinggi, dan menurunkan kadar gula dalam darah. Anda juga dapat menanam jahe. Jahe memiliki berbagai khasiat. Salah satunya adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Rimpang jahe juga dapat digunakan untuk mengobati masuk angin dan meredakan sakit tenggorokan. Baca juga : Gejala dan Penyebab Penyakit Diabetes Menanam tanaman mahkota dewa di rumah anda akan memberikan berbagai manfaat untuk anda. Buah mahkota dewa dapat menurunkan asam urat. Selain itu, buah ini dapat mencegah sel kanker menyebar dan bertambah besar. Tanaman lidah buaya dapat memperindah halamn rumah anda sekaligus memberikan manfaat kesehatan. Gel lidah buaya dapat anda gunakan untuk merawat kesehatan rambut. Lidah buaya juga berfungsi untuk melembabkan kulit wajah dan menghilangkan jerawat. Selain itu, lidah buaya dapat membantu memperlancar pencernaan anda.
11-05-2014 19:35
Pria yang memulai olahraga daya tahan setelah usia 40 bisa mendapatkan manfaat jantung jangka panjang yang sama seperti orang-orang yang memulai olahraga sebelum usia 30 tahun, penelitian baru yang menemukan. Penelitian ini melibatkan 40 pria sehat, berusia antara 55 dan 70 , yang tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung. 10 dari orang-orang itu tidak pernah melakukan olahraga rutin selama lebih dari 2 jam seminggu . Sisanya 30 telah melaksanakan olahraga rutin setidaknya 7 jam seminggu selama lebih dari 5 tahun , baik awal sebelum usia 30 atau setelah usia 40. Olahraga rutin mereka terlibat baik bersepeda atau berjalan. Baca juga : Bawang Merah, Herbal Sehat dari Dapur Pria yang mulai rutin olahraga berat, mereka sebelum usia 30 telah melakukannya selama rata-rata 39 tahun ( sejak usia 22 ), sementara mereka yang dimulai setelah usia 40 telah melakukannya selama rata-rata 18 tahun ( sejak umur 48 ). Istirahat denyut jantung adalah serupa antara laki-laki pada kedua kelompok olahraga (sekitar 57-58 denyut per menit ) , tetapi jauh lebih tinggi di antara pria yang tidak berolahraga ( hampir 70 denyut per menit ). Orang-orang dalam dua kelompok olahraga juga memiliki pengambilan oksigen maksimal yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang tidak berolahraga. Pria pada kedua kelompok olahraga rutin menunjukkan bukti yang sama dalam perbaikan olahraga terkait dalam struktur dan fungsi jantung. Baca juga : Sering Bertengkar dan Khawatir Bisa Meningkatkan Risiko Kematian Jadi, meskipun ada perbedaan usia biologis, tapi dengan modifikasi olahraga pada mulai umur 40 tampaknya tidak mengganggu manfaat jantung. Namun, olahraga daya tahan juga bermanfaat untuk kepadatan tulang , untuk massa otot, stres oksidatif. Dan manfaat ini diketahui lebih besar jika olahraga dimulai pada awal kehidupan. Dengan olahraga yang teratur dapat memperlambat struktur dan fungsi jantung yang makin menua. Tidak pernah terlalu terlambat untuk mengubah cara hidup Anda dan mendapatkan lebih aktif secara fisik. Ini akan selalu bermanfaat bagi jantung dan kesejahteraan. Dan tidak perlu untuk olahraga tingkat tinggi selama berjam-jam seminggu. Menggunakan tangga daripada lift, atau berkebun secara teratur, dapat bermanfaat juga. (TTR)