Kiat Berpuasa Untuk Penderita Hipertensi

Additional Image

Waktu Posting : 28-06-2014 05:38 | Dibaca : 2890x

Pada prinsipnya, tiada persoalan untuk pasien hipertensi guna berpuasa, sepanjang tensi darahnya teratasi serta pasien meminum obat dengan cara teratur. Waktu ini telah banyak obat yang dapat diminum cukup satu kali dalam satu hari, yang dapat diminum waktu sahur atau berbuka. Terkecuali untuk pasien yang memperoleh dosis tiga kali /hari serta tensi darah tetap dalam step penyesuaian dengan dosis.

Di samping itu, pasien hipertensi pun mesti tetap mencermati gaya hidup yang sehat sepanjang berpuasa. Kunci utama untuk pasien hipertensi dalam melaksanakan ibadah puasa ialah mengatur tensi darah supaya tetap stabil.
 
Baca juga : Kenali Penyebab Hipertensi Sekunder 

Berikut tips yang bisa Anda lakukan agar tensi atau tekanan darah Anda tetap stabil :
  • Jauhi makanan yang memiliki kandungan banyak garam atau asin, makanan yang diawetkan, makanan kaleng, serta makanan cepat saji.
  • Kurangi makanan yang memiliki kandungan lemak.
  • Mengatur berat tubuh dengan konsumsi protein seperlunya.
  • Banyak makan makanan yang memiliki kandungan kalsium lantaran kalsium dapat turunkan desakan darah. Kalsium terdapat banyak di sayuran serta buah-buahan.
  • Olahraga teratur paling sedikit 30 menit. Olahraga ringan sepanjang bln  puasa seperti jalan kaki atau melaksanakan pekerjaan rumah.
Jadi, untuk Anda pasien hipertensi Anda dapat tetap menjalani beribadah puasa sepanjang bln ramadhan. Lantaran kecuali menunaikan perintah agama, beragam riset medis menunjukkan puasa pun baik untuk kesehatan.

Apa sih Hipertensi itu?

Hipertensi ialah satu situasi dimana seorang alami penambahan tekanan darah diatas normal di mana tekanan darah sistolik semakin besar atau sama juga dengan 140 mmHg serta atau desakan diastolic sama atau semakin besar 90 mmHg.
 
Baca juga : Kiat Membatasi Makanan Tinggi Lemak Bagi Anak Anda

Hipertensi tak mempunyai tanda-tanda yang spesial hingga kerapkali susah disadari oleh penderitanya. Karenanya tiap-tiap orang, terlebih yang mempunyai resiko hipertensi serta berumur di atas 30 thn dianjurkan untuk memerikasakan darah dengan cara teratur. Tetapi ada berbagai hal yang bisa menjadi indikator hipertensi, yakni pusing atau sakit kepala, kerap gelisah, muka merah, tengkuk jadi pegal, gampang tersinggung, telinga berdenggung, sulit tidur, sesak napas, gampang capek, mata berkunang-kunang, mimisan, serta pandangan kabur

Beragam unsur yang menyebabkan terjadinya hipertensi, dimulai dari pola hidup, umur, kegemukan atau obesitas, kurang kegiatan fisik, kurang berolaraga, terlampau banyak mengkonsumsi garam, merokok, minum alkohol terlalu berlebih, serta stres.

Yakinkan Anda mempunyai alat pengukur tensi darah, baik yang berbentuk cuff air raksa (sphygmomanometer) maupun alat digital yang lain. Alat ini penting untuk mengukur penambahan tensi darah diatas normal yang diperlihatkan oleh angka systolic (sisi atas) serta angka bawah (diastolic) pada kontrol tensi darah memakai alat pengukur tensi darah yang baik.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Efek Negatif Dari Penggunaan Kawat Gigi Atau Behel

15-08-2014 22:44

Kawat gigi atau mungkin lebih umum di kenal dengan behel sudah di kenal mulai sejak lama semacam alat therapy gigi, yakni membereskan gigi. Bersamaan dengan perubahan masa, kawat gigi juga selalu berevolusi, melakukan perbaikan kekurangannya serta menyempurnakan systemnya, hingga therapy perbaikan susunan gigi jadi lebih cepat serta efisien. Kawat gigi banyak dipakai orang-orang untuk melakukan perbaikan susunan gigi, estetis muka, pojok bibir, rahang, serta senyum. Pemasangan kawat gigi ini diinginkan bisa merubah susunan gigi serta bentuk rahang dengan mendorong serta menahan gerakan gigi. Umur maksimal untuk awal perawatan ortodonti umumnya seputar 12 th. yakni saat nyaris seluruhnya gigi terus telah tumbuh. (jumlahnya 28 buah) lantaran 4 buah gigi bungsu umumnya baru tumbuh seputar umur 17 th. bahkan juga dapat lebih lama lagi. Pada umur seputar 12 ini gigi geraham besar ke-2 (gigi ke 7 dari garis tengah) telah tumbuh. Gigi ini berbarengan dengan gigi ke 6 diperlukan semacam gigi penahan dalam perawatan dengan kawat gigi. Terkadang perawatan ortodonti dikerjakan pada umur 8-9 th. daripada umur itu tadi, misalnya untuk masalah di mana berlangsung susunan gigi terbalik, yakni gigi atas ada di belakang jejeran gigi bawahnya. Pada situasi normal, gigi depan atas ada di depan gigi bawahnya. Saat ini kerap pula didapati orang dewasa seputar umur 20 hingga 30an yang menggunakan alat ortodonti. Perawatan pada umur saat ini umumnya memerlukan periode waktu perawatan lebih lama tetapi akhirnya terus baik.   Baca juga : Kiat Membasmi Bekas Jerawat dengan Tepat Persoalan kesehatan gigi yang paling umum menyebabkan perlunya perawatan kawat gigi diantaranya : 1. Mulut kecil. Mulut kecil bisa mengakibatkan terbatasnya ruangan untuk gigi untuk tumbuh. Hal semacam ini menyebabkan gigi tumbuh berjejalan dengan cara tak teratur. 2. Gigi tonggos. Berbagai anak sukai mendorong lidah mereka ke depan hingga menyebabkan benjolan gigi atau mungkin rahang atas serta bawah tak klop. Rutinitas jelek seperti mengisap jempol di saat bayi pula bisa menyebabkan persoalan ini. 3. Gigi terlampau rapat atau mungkin terlampau tidak sering. Terkadang, seorang bisa mempunyai gigi yang terlampau besar/menonjol atau mungkin gigi spesifik yang tak berkembang atau mungkin menonjol sekalipun. Hal semacam ini menyebabkan kesusahan dalam kunyah. Tanggalnya gigi susu sebelum saat waktunya atau mungkin cedera traumatis di muka, mulut atau mungkin rahang pula bisa memengaruhi kekuatan Anda kunyah. Kawat gigi atau mungkin umum dikatakan dengan behel awalannya mempunyai tujuan untuk melakukan perbaikan susunan gigi yang tak rata serta rapi, tetapi saat ini maksud pemakaian kawat gigi telah sedikit beralih. Bila dahulu orang bakal terasa sedikit malu memakai kawat gigi, sekarang justru orang-orang memakainya selain terkait masalah kesehatan juga untuk penampilan. Namun, pemasangan kawat gigi yang dikerjakan oleh tukang gigi menyebabkan bermacam dampak negatif. Terutama pada gigi yang punya masalah, baik untuk dampak negatif ringan sampai berat.   Baca juga : Cara Menjaga Fungsi dan Kesehatan Ginjal Beberapa efek negatif pemakaian kawat gigi diantaranya : Keadaan gigi kemungkinan goyah Seperti pagar yang selalu memperoleh desakan, lama kelamaan pasti bakal goyah serta longgar. Sekian pula dengan gigi, jika terus-terusan memperoleh desakan serta dipaksa untuk ikuti landasan kawat gigi, maka dia juga bakal goyah. Gigi rusak lantaran sulit dibersihkan Cobalah Anda pikirkan sendiri, waktu tak menggunakan behel juga terkadang kita kesusahan untuk bersihkan gigi sampai ke sela paling kecil. Nah, kesusahan ini bakal jadi tambah besar waktu memakai kawat gigi, lantaran jangankan sela paling kecil, sela yang cukup besar yang oleh sikat gigi dapat terjangkau juga, nyatanya tak dapat terjangkau ketika memakai behel. Jadi tempat bersarang kuman serta bakteri Sisi gigi yang sulit dibikin bersih itu bakal jadi tempat bersarangnya kuman serta bakteri. Jika pemakaian behel terlampau lama, maka efek negatifnya pemakaian kawat gigi ialah kesempatan kemungkinan gigi rusak jadi amat besar. Kemungkinan penularan penyakit Tak sedikit orang yang lakukan pemasangan kawat gigi ke klinik atau mungkin pakar gigi yang tak berijin resmi, argumennya ialah dapat memperoleh ongkos yang murah serta terjangkau. Bakal namun, rutinitas itu kemungkinan menyajikan efek negatif yang membahayakan yang dikarenakan oleh pemakaian alat kurang steril, serta lain sebagainya.

Featured Image
Lensa Kontak, Amankah?

17-06-2014 08:40

Lensa kontak adalah alat medis yang dipergunakan sebagai alat bantu penglihatan, penggunaan terapeutik, dan kosmetikal. Penggunaan lensa kontak kebanyakan untuk menggantikan fungsi kacamata, mengatasi beberapa kekurangan dari kacamata itu sendiri, seperti meningkatkan kemampuan penglihatan perifer dan menghindari buramnya kacamata akibat hujan atau keringat. Namun, tak jarang lensa kotak dipakai hanya untuk mengubah penampilan mata seseorang. Lensa kontak dapat diklasifikasikan menurut beberapa aspek, termasuk kegunaan primer, material bahan, durasi penggunaan, dan penggantian lensa kontaknya. Menurut kegunaannya, lensa kontak terbagi atas lensa kontak untuk memperbaiki penglihatan, kosmetik, dan terapeutik. Dari material bahannya, bisa berupa lensa kontak rigid (berbahan PMMA/polymethyl methacrylate) yang tidak dapat mengantarkan oksigen dan RGP (rigid gas permeable) yang sekarang lebih populer karena dapat menghantarkan oksigen dengan baik) dan lensa kontak lunak, lebih dikenal dengan softlens yang menyediakan kemampuan penghantaran oksigen yang lebih baik, wetability dan nyaman.Ada juga berbahan campuran lensa kontak rigid dan lunak. Baca juga : Rahasia Kulit Sehat  Lensa kontak dapat dikenal dari penggunaannya, beberapa istilah yang sering terdengar, seperti daily wear, yaitu lensa kontak yang hanya dapat digunakan untuk kegiatan sehari-sehari dan harus dilepas pada saat tidur dan extended wear atau continues wear yaitu lensa kontak yang dapat dipakai overnight, sampai enam hari bahkan dengan bahan yang terbaru dapat dipakai sampai 30 hari karena tingginya kemampuan penghantaran oksigen, tentunya dengan syarat-syarat yang sangat ketat, seperti tidak dipakai dalam lingkungan yang berdebu dan kotor sebelumnya. Dikenaljuga lensa kontak dari berapa lama ia dapat dipakai. Lensa kontakl unak single use atau sekali pakai yang dapat dipakai oleh orang-orang dengan riwayat alergi atau mudah terkena infeksi. Lensa kontak lunak lainnya, lensa kontak 2 mingguan atau 4 mingguan, bahkan ada yang setengah atau satu tahun. Lensa kontak rigid, biasanya dapat dipakai sampai beberapa tahun. Jika seseorang ingin menggunakan lensa kontak, sebelumnya harus memikirkannya secara matang. Selain itu, dalam keputusan itu memerlukan kerja sama yang baik antara fitter (biasanya seorang dokter mata atau di luar negeri dapat dilakukan oleh optometris) dan pengguna lensa kontak. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan yaitu seorang fitter harus dapat menentukan apakah mata pengguna dalam keadaan sehat dan mampu menggunakan lensa kontak, bahkan harus bisa mengajarkan cara menggunakan dan memelihara lensa kontak yang akan dipakai. Baca juga : Waspadai, Dampak Komputer Bagi Kesehatan Anda  Nah, sebagai pengguna lensa kontak, yang paling penting adalah mengetahui secara baik dan disiplin dalam hal penggunaan lensa kontak. Misalnya saja, selalu mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun sebelum memegang lensa kontak. Lensa kontak sebaiknya secara rutin dibersihkan, dicuci dengan pencuci lensa kontak (harus selalu terjaga kebersihan cairannya), dan selalu mengecek apakah lensa kontak rusak atau tidak. Cairan pencuci lensa memegang peranan penting dalam pemeliharaan lensa kontak. Mengapa dapat terjadi komplikasi akibat lensa kontak? Tentunya hal ini terjadi akibat ketidaktahuan, kelalaian, dan ketidakmampuan dalam penggunaan lensa kontak secara baik dan disiplin. Hal yang dapat dilakukan adalah mengkonsultasikan kepada seseorang yang kompeten mengenai lensa kontak, jangan memaksakan memakai lensa kontak apabila sudah terjadi mata merah dan iritasi. Pakailah kacamata untuk sementara dan segerakan melakukan konsultasi ke dokter spesialis mata untuk mengatasi keluhannya. Jangan berusaha mengobati keluhannya tersebut dengan membeli obat tanpa resep dari dokter. Ternyata menggunakan lensa kontak itu tidak mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk memutuskan apakah kita sudah mampu memulai hidup dengan lensa kontak. Jagalah kesehatan mata Anda karena mata adalah jendela untuk melihat dunia ini.

Featured Image
kesehatan

10-12-2014 13:56

assalamualaekum dok.. sya mw konsultasi ne dok ??!!! knp y dok punggung saya yg sebelah kiri serng skit dn sakit'a itu mpek kblkang btas dbwah pyudara lh kira2, dn skit'a itu srng saya rsakan skit skali itu ktk bngun tdur itu knp y dok ???? mhon mnta pnjlasn'a.

...