Waktu Posting : 28-06-2014 06:50 | Dibaca : 2383x
07-04-2016 17:11
3 Cara Mencegah Defisiensi Sel Darah Merah Sejak Usia Dini - Defisiensi sel darah merah yang sehat bisa mengakibatkan tubuh alami anemia. Keadaan ini bisa menghalangi konsumsi oksigen ke semua tubuh serta pembuangan karbondioksida dari dalam sel paru-paru. Didalam tubuh, sel darah merah di produksi dengan teratur, tepatnya didalam sumsum tulang. Sel darah merah mengandung protein yang kaya zat besi. Protein ini dikatakan hemoglobin. Protein berikut yang menyajikan warna merah pada darah. Produksi sel darah merah yang kurang, rusaknya beberapa sel darah merah dalam tingkat yang tinggi, serta kehilangan darah bisa mengakibatkan anemia. Saat tubuh Anda tak menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yang cukup, ada dua peluang pemicunya. Pertama, Anda sudah mewarisi keadaan tubuh yang produksi sel darah merahnya kurang dari gen orangtua hingga mulai sejak lahir tubuh Anda berkemungkinan menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yang kurang. Keadaan ini diberi nama anemia yang ‘diwariskan’ (inherited). Anemia bakal menimbulkan keadaan gampang capek, cepat capek, lemahnya system kekebalan tubuh, sakit kepala, pusing, sesak napas, serta wajah pucat. Supaya tubuh tak alami defisiensi sel darah merah, Anda dianjurkan mencukupi konsumsi beberapa zat di bawah ini. Zat besi Zat besi ialah sisi utama dari hemoglobin. Kecuali sel darah, kuku, rambut, serta kulit pula memerlukan zat besi untuk melindungi kualitas kesehatan sel-selnya. Tersebut keperluan zat besi yang perlu Anda cermati : Wanita berumur 19-50 th. : 18 mg /hari, terutama saat saat menstruasi. Pria dengan umur 19-50 th. : 8 mg /hari. Anak-anak umur 9-13 th. : 8 mg /hari. Anak-anak umur 4-8 th. : 10 mg /hari. Bayi serta anak umur 1-3 th. : 7 mg /hari. Sumber-sumber konsumsi zat besi dapat diperoleh dari mengkonsumsi kerang, tiram, hati ayam, daging sapi, daging ayam, tuna, salmon, bayam, serta kacang-kacangan. Vitamin B12 Defisiensi vitamin B12 bisa mengakibatkan tubuh alami kekurangan darah yang selanjutnya bakal mengakibatkan terjadinya anemia. Kecuali bertindak dalam pembentukan sel darah merah, vitamin B12 dibutuhkan untuk perubahan saraf serta otak. Keperluan bakal vitamin B12 ialah 1-25 mcg /hari, bergantung pada umur. Bayi 0-6 bln. perlu 0, 4 mcg zat besi. Bayi umur 7-12 bln. perlu 0, 5 mcg zat besi. Anak-anak umur 1-3 tahunbutuh 0, 9 mcg zat besi. Anak-anak umur 4-8 th. perlu 1, 2 mcg zat besi. Anak-anak umur 9-13 years perlu 1, 8 mcg zat besi. Anak-anak diatas umur itu serta orang dewasa perlu 2, 4 mcg zat besi. Wanita hamil perlu 2, 6 mcgzat besi. Ibu menyusui perlu 2, 8 mcg zat besi. Anda dapat mencukupi keperluan konsumsi vitamin B12 dari sumbernya, yakni ikan, daging, serta buatan olahan susu, seperti keju serta yoghurt. Folat/Asam folat Folat atau asam folat ialah vitamin B yang bertindak dalam perkembangan serta metabolisme sel. Folat ialah vitamin B dengan cara alami yang ada didalam makanan. Sedang asam folat semacam vitamin B sintetis (buatan) diperoleh dari menambahkan kedalam makanan atau semacam suplemen. Defisiensi folat bisa terkena oleh pasien masalah ginjal, masalah hati, atau masalah system pencernaan. Perlakuan defisiensi folat ialah diberikan asam folat berbarengan dengan vitamin B12. Keperluan konsumsi bakal folat/asam folat berdasar pada umur, yakni : Bayi umur 0-6 bln. 65 mcg/hari. Bayi umur 7-12 bln. 80 mcg/hari. Anak-anak umur 1-3 th. 150 mcg/hari. Anak-anak umur 4-8 th. 200 mcg/hari. Anak-anak umur 9-13 th. 300 mcg/hari. Umur 14 th. ke atas 400 mcg/hari. Wanita hamil 600 mcg/hari. Ibu menyusui 500 mcg/hari Kecuali dengan suplemen, folat bisa diperoleh dari konsumsi brokoli, bayam, roti, jus buah, sereal, kacang-kacangan, melon, pisang, serta lemon. Yakinkan tubuh Anda memperoleh konsumsi yang mendukung produksi sel darah merah yang cukup supaya Anda tetaplah sehat serta bisa lakukan kegiatan tiap hari dengan baik.
02-06-2014 04:24
Kendati susu memiliki berbagai manfaat untuk tubuh, sejumlah orang memandang meminum susu berefek samping tubuh jadi gemuk. Benarkah seperti itu? "Semua pada dasarnya tergantung dari jenis susu yang kita pilih untuk dikonsumsi sehari-hari. Ada beberapa jenis susu berdasarkan komposisi lemak, seperti susu full cream yang mengandung empat persen lemak. Umumnya, susu jenis ini dikonsumsi anak-anak karena membutuhkan kandungan lemak dan vitamin, serta gizi untuk tubuh berkembangnya. Atau bisa dibilang, anak-anak tidak akan gemuk kalau tidak ada faktor genetik dari kecil, karena mereka sedang membutuhkan (tubuh) tumbuh ke atas. Dan akan berbeda cerita lagi kalau orang dewasa yang sudah tidak membutuhkan tumbuh ke atas meminum susu jenis ini," kata Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. Sp. GK, spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara bertema “UHT Milk: A World of Benefit and Choicesâ€. Baca juga : Amankah Tren Diet Raw Food? Selain itu, kata dia, susu jenis low fat yang memiliki lemak yang rendah. Di mana kandungan lemaknya setengah dari susu full cream. Kemudian, ada juga susu skim yang memiliki kandungan lemak lebih sedikit lagi, yaitu hanya satu persen. Menurut dr. Fiastuti, susu jenis ini baik yang menginginkan nutrisi, tapi tak membuatnya gemuk. Baca juga : Fungsi Beberapa Organ yang Terlihat tidak Berguna "Singkatnya, kalau ingin meminum susu tapi tak gemuk, pilihlah jenis susu yang rendah (kandungan) lemaknya. Namun, kita juga tidak memungkiri setiap orang memiliki kebutuhannya masing-masing dalam kebiasan meminum susu," tutupnya.
30-06-2024 00:19
Penyakit jantung menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Perlu diingat, penyakit ini tak hanya menyerang lanjut usia saja, namun anak muda juga berpotensi terserang penyakit jantung. Masih banyak anak muda yang menganggap remeh soal penyakit jantung. Terlebih, ada beberapa gejala dari penyakit ini yang disepelekan. Padahal, ciri-ciri penyakit jantung dapat muncul bahkan dari usia muda, lho. Apabila tidak terdeteksi dan segera mendapat tindakan, gejala tersebut bisa bertambah parah. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Selain hidup lebih sehat, cara ini turut meminimalisir terserang penyakit jantung di usia muda. Lantas, apa saja ciri-ciri penyakit jantung di usia muda? Simak pembahasannya dalam artikel ini. Meski baru menginjak usia muda, bukan berarti detikers tak dapat terserang penyakit jantung. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum-minuman alkohol, kurang tidur, dan ditambah jarang olahraga bisa membuatmu rentan terkena penyakit jantung. https://pafitarempakota.org/ Untuk lebih jelasnya, berikut sejumlah ciri-ciri penyakit jantung di usia muda : 1. Mengalami Nyeri Dada Ciri yang pertama adalah kerap mengalami nyeri dada. Hal ini bisa disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh arteri. Biasanya, rasa nyeri di dada akan berlangsung selama beberapa menit. Nyeri dada bisa terjadi kapan saja, baik saat beraktivitas maupun sedang istirahat. 2. Mudah Lelah Apakah detikers gampang lelah setelah melakukan aktivitas ringan hingga sedang? Jika iya, hal ini harus diwaspadai karena bisa menjadi ciri-ciri penyakit jantung di usia muda. Rasa lelah dapat disebabkan oleh berkurangnya pasokan oksigen dan darah ke otak serta otot. Jantung tidak bisa memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh. Alhasil, darah yang seharusnya dialirkan ke organ seperti otot-otot pada tangan atau kaki malah dialirkan ke jantung dan otak. Selain itu, rasa lelah yang muncul ketika bangun di pagi hari juga bisa menjadi indikasi masalah pada jantung. Apabila hal itu terjadi selama beberapa hari, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. 3. Tidur Mendengkur Banyak orang yang tidur sampai mendengkur atau ngorok. Namun, jika suara mendengkur begitu keras dan terdengar seperti terengah-engah, itu bisa menjadi pertanda Obstructive Sleep Apnea (OSA). OSA merupakan kondisi ketika dengkuran mengakibatkan terputusnya napas saat tidur. Kondisi itu dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah dan menimbulkan tumpukan karbon dioksida. Nah, OSA juga membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang nantinya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. 4. Muncul Rasa Sakit di Tubuh Bagian Kiri Dalam beberapa kasus, seseorang mengalami rasa sakit atau nyeri pada anggota tubuh bagian kiri. Rasa sakit itu umumnya muncul pertama kali di dada, lalu menyebar ke bagian luar dada seperti pundak atau lengan. Rasa nyeri tersebut dapat menjadi indikasi adanya penyumbatan pembuluh darah atau otot jantung yang melemah. Gejala yang satu ini perlu diwaspadai sebab dapat menjadi pertanda seseorang mengalami gagal jantung, penyakit jantung koroner, hingga perikarditis. 5. Sesak Napas Ciri-ciri berikutnya adalah mengalami sesak napas. Banyak orang yang mengira sesak napas adalah indikasi gangguan di sistem pernapasan. Padahal, dalam kondisi tertentu sesak napas bisa menandakan seseorang mengalami masalah pada jantungnya. Soalnya, penyakit jantung dapat membuat aliran darah dari jantung ke organ tubuh menjadi tidak lancar. Hal tersebut yang kemudian dapat menimbulkan sesak napas. Sesak napas umumnya muncul ketika sedang menjalani aktivitas. Namun, dalam beberapa kasus sesak napas bisa muncul saat tengah beristirahat atau berbaring. Kondisi tersebut umumnya merupakan indikasi gagal jantung. 6. Batuk Kronis Batuk yang terjadi secara terus menerus perlu jadi perhatian lebih. Soalnya, kondisi itu bisa menjadi salah satu gejala gagal jantung. Ketika terjadi gagal jantung, kontraksi jantung menjadi lebih lemah. Kondisi tersebut menyebabkan cairan masuk ke dalam paru-paru sehingga memicu tubuh untuk menghilangkan kelebihan cairan itu dengan cara batuk. Umumnya, batuk pada penyakit gagal jantung akan mengeluarkan dahak kental berwarna putih. Dalam sejumlah kasus, batuk juga disertai bercak darah. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang di usia muda bisa terserang penyakit jantung. Mengutip laman Cardio Metabolic Institute, berikut sejumlah penyebabnya : 1. Kelebihan Berat Badan Kelebihan berat badan punya pengaruh besar terhadap risiko terkena serangan jantung. Meski begitu, seseorang yang mengalami berat badan berlebih juga memiliki masalah kesehatan lain, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kolesterol tinggi. 2. Tekanan Darah Tinggi Ada banyak kasus seseorang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi di usia muda hingga dewasa. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, yakni suatu penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Hipertensi dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya merokok dan stres berat. Selain itu, jarang berolahraga juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. 3. Merokok dan Vape Penyebab utama anak muda mengalami penyakit jantung karena kebiasaan merokok dan vaping. Menurut berbagai penelitian, seseorang yang merokok satu bungkus dalam sehari berisiko meningkatkan serangan jantung dua kali lipat dibandingkan dengan bukan perokok. Meskipun rokok memiliki kemungkinan lebih besar yang menyebabkan serangan jantung daripada vape, namun bukan berarti vape aman untuk dipakai. Rokok elektrik tersebut mengandung nikotin dan senyawa beracun yang mempercepat detak jantung serta meningkatkan tekanan darah. Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan, vape membuat seseorang 34% lebih mungkin terkena serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak vape. Itu dia enam ciri-ciri penyakit jantung yang menyerang usia muda. So, jaga kesehatan dari sekarang.