Waktu Posting : 11-06-2014 10:42 | Dibaca : 2515x
03-07-2014 08:14
Maag atau kerap dikatakan semacam gastritis adalah satu sistem peradangan atau inflamasi pada dinding yang melapisi lambung. Komplikasi dari maag dapat mengakibatkan satu penyakit luka pada lambung yang dikatakan semacam Ulkus Gaster. Ulkus gaster ini dikarenakan oleh tidak seimbangnya pada produksi asam lambung dengan mekanisme pertahanan dinding lambung. Jika berlangsung maag, maka dapat timbul berbagai tanda-tanda seperti perasaan tak enak di bagian perut samping kiri, mual, kembung, muntah, perasaan penuh serta sesak dan kadang-kadang nyeri perut. Berbagai perilaku dapat mengakibatkan penambahan asam lambung yang berbuntut pada maag saat berpuasa, salah satunya seperti segera tidur pas sesudah sahur, merokok sebentar sesudah berbuka puasa atau mengonsumsi makanan dengan jumlah yang banyak waktu buka puasa. Kaum individu yang menanggung derita maag diinginkan untuk berbuka puasa dengan jumlah yang sedikit tetapi kerap, seperti konsumsi makanan yang mudah terdahulu waktu berbuka puasa.  Baca juga : Tips Agar Anak Tetap Fit Saat Puasa Waktu berbuka atau sahur puasa cobalah jauhi minuman yang memiliki kandungan kopi serta soda, dan jauhi minuman yang terlampau manis karena bakal menyebabkan rasa haus. Apabila maag telah berat, dapat pula mengonsumsi obat-obatan kelompok antasida, proton pump inhibitor serta H2 antagonis waktu sahur serta waktu berbuka puasa. Di bawah ini 4 tip yang bisa dilaksanakan waktu puasa : 1. Bila Anda Mempunyai Maag & Akan Berpuasa, Hindarilah Beberapa makanan di bawah ini : Bila Anda mempunyai sejarah maag, coba untuk menjauhi makanan serta minuman di bawah ini : - Makanan gorengan, dan makanan yang terlampau asam - Jauhi makanan pedas terlebih yang memiliki kandungan tomat, karena tomat memiliki kandungan banyak asam - Makanan yang terlampau manis (banyak gula) - Jauhi makanan terlalu berlebih waktu berbuka serta sahur dan jangan sempat telat berbuka puasa - Jauhi kopi, teh serta rokok dan obat-obatan yang bisa melukai dinding lambung. 2. Bila Anda Mempunyai Maag & Akan Berpuasa, Coba untuk Mengonsumsi : Tersebut berbagai makanan yang bisa direferensikan untuk pasien maag, manfaat menolong hindari timbulnya tanda-tanda maag : - Makanan yang memiliki kandungan karbohidrat waktu sahur - Berbagai tipe buah-buahan seperti pisang - Konsumsi tipe kacang-kacangan seperti almond - Waktu berbuka puasa mulai dengan makanan porsi kecil - Janganlah lupa untuk konsumsi obat-obatan yang harus waktu sahur serta berbuka puasa  Baca juga : Kesemutan, Jangan Anda Anggap Sepele 3. Bila Anda Mempunyai Maag & Akan Berpuasa, Dianjurkan untuk Minum : Untuk Anda yang mempunyai kisah maag serta punya niat untuk puasa, maka cermati segi konsumsi cairan di bawah ini : - Banyak air putih, dan jus-jus yang tak asam waktu berbuka puasa - Cobalah konsumsi susu putih 1 gelas waktu sahur, karena dapat menolong pasien dengan penyakit maag. - Untuk meminum susu, dengan catatan hindarilah susu bila Anda mempunyai asam lambung. - Ingat, jauhi kopi, minuman bersoda serta minuman yang bisa jadi parah maag Anda. 4. Bila Anda Mempunyai Maag & Akan Berpuasa, Penting Dicermati : Banyak riset yang mengatakan bahwasanya puasa untuk pasien maag dapat menyebabkan komplikasi yang pantas diwaspadai, tanda-tanda yang bisa nampak terlebih bakal tampak pada saat siang hari. Paling akhir, apabila memanglah nampak keluhan-keluhan yang makin berat seperti muntah darah, diharapkan secepatnya kontrol ke dokter!
24-07-2017 06:38
Stres Oksidatif dapat timbul karena banyak hal, mulai dari pola makan tidak sehat, polusi hingga kebiasaan merokok. Jika terjadi stress oksidatif dalam tubuh, anda dapat terkena berbagai gangguan kesehatan. Salah satu yang paling mengancam adalah serangan jantung. Salah satu cara untuk mengurangi stress oksidatif ini adalah dengan menjaga asupan makana. Beberapa makanan diyakini dapat memperbaiki kondisi tersebut, seperti : 1. Buah-buahan segar Buah-buahan seperti kiwi, beri, anggur, dan apel banyak memiliki antioksidan. Artinya, mengonsumsi buah-buahan ini dapat menekan oksidasi dalam tubuh, dan dengan demikian menurunkan tingkat stres oksidatif. Ingat, buah-buahan segar ini lebih bermanfaat jika dikonsumsi utuh tanpa dijus atau proses lain. 2. Sayur-sayuran berwarna hijau Sayuran hijau memiliki kadar antioksidan yang tinggi, yang membuatnya dapat melindungi sel-sel tubuh Anda. Manfaat antioksidan akan lebih terasa bila diolah dengan benar. Jangan biarkan kadarnya menurun akibat cara memasak yang salah, misalnya digoreng atau dimasak terlalu lama. 3. Ikan laut Sarden dan tuna mengandung banyak asam lemak omega-3. Asam lemak ini memiliki efek antioksidan yang baik untuk menekan stres oksidatif. Selain itu, minyak ikan juga bagus untuk meningkatkan kadar kolesterol ‘baik' dalam tubuh. Sebaiknya konsumsi sebanyak dua atau tiga kali seminggu. 4. Gandum Gandum dan beras merah diketahui kaya akan asam folat, selenium, dan zink. Zat tersebut bermanfaat karena memiliki aktivitas antioksidan. Jika memungkinkan, pilihlah gandum atau beras merah ini sebagai sumber karbohidrat. 5. Kacang-kacangan Kacang-kacangan menyimpan segudang nutrisi, seperti selenium, folat, lemak, protein, kalsium, dan zink dalam kadar yang bervariasi. Bersama dengan buah-buahan segar, kacang-kacangan juga mengandung plant stanol esters yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol ‘jahat' dalam tubuh. Makanan sehat adalah obat terbaik bagi tubuh Anda. Oleh karena itu, lawanlah stres oksidatif ini dengan makanan-makanan yang bergizi. Perhatikan juga metode pengolahan makanan tersebut agar manfaat yang diperoleh dapat maksimal.
30-06-2024 00:19
Penyakit jantung menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Perlu diingat, penyakit ini tak hanya menyerang lanjut usia saja, namun anak muda juga berpotensi terserang penyakit jantung. Masih banyak anak muda yang menganggap remeh soal penyakit jantung. Terlebih, ada beberapa gejala dari penyakit ini yang disepelekan. Padahal, ciri-ciri penyakit jantung dapat muncul bahkan dari usia muda, lho. Apabila tidak terdeteksi dan segera mendapat tindakan, gejala tersebut bisa bertambah parah. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Selain hidup lebih sehat, cara ini turut meminimalisir terserang penyakit jantung di usia muda. Lantas, apa saja ciri-ciri penyakit jantung di usia muda? Simak pembahasannya dalam artikel ini. Meski baru menginjak usia muda, bukan berarti detikers tak dapat terserang penyakit jantung. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum-minuman alkohol, kurang tidur, dan ditambah jarang olahraga bisa membuatmu rentan terkena penyakit jantung. https://pafitarempakota.org/ Untuk lebih jelasnya, berikut sejumlah ciri-ciri penyakit jantung di usia muda : 1. Mengalami Nyeri Dada Ciri yang pertama adalah kerap mengalami nyeri dada. Hal ini bisa disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh arteri. Biasanya, rasa nyeri di dada akan berlangsung selama beberapa menit. Nyeri dada bisa terjadi kapan saja, baik saat beraktivitas maupun sedang istirahat. 2. Mudah Lelah Apakah detikers gampang lelah setelah melakukan aktivitas ringan hingga sedang? Jika iya, hal ini harus diwaspadai karena bisa menjadi ciri-ciri penyakit jantung di usia muda. Rasa lelah dapat disebabkan oleh berkurangnya pasokan oksigen dan darah ke otak serta otot. Jantung tidak bisa memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh. Alhasil, darah yang seharusnya dialirkan ke organ seperti otot-otot pada tangan atau kaki malah dialirkan ke jantung dan otak. Selain itu, rasa lelah yang muncul ketika bangun di pagi hari juga bisa menjadi indikasi masalah pada jantung. Apabila hal itu terjadi selama beberapa hari, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. 3. Tidur Mendengkur Banyak orang yang tidur sampai mendengkur atau ngorok. Namun, jika suara mendengkur begitu keras dan terdengar seperti terengah-engah, itu bisa menjadi pertanda Obstructive Sleep Apnea (OSA). OSA merupakan kondisi ketika dengkuran mengakibatkan terputusnya napas saat tidur. Kondisi itu dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah dan menimbulkan tumpukan karbon dioksida. Nah, OSA juga membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang nantinya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. 4. Muncul Rasa Sakit di Tubuh Bagian Kiri Dalam beberapa kasus, seseorang mengalami rasa sakit atau nyeri pada anggota tubuh bagian kiri. Rasa sakit itu umumnya muncul pertama kali di dada, lalu menyebar ke bagian luar dada seperti pundak atau lengan. Rasa nyeri tersebut dapat menjadi indikasi adanya penyumbatan pembuluh darah atau otot jantung yang melemah. Gejala yang satu ini perlu diwaspadai sebab dapat menjadi pertanda seseorang mengalami gagal jantung, penyakit jantung koroner, hingga perikarditis. 5. Sesak Napas Ciri-ciri berikutnya adalah mengalami sesak napas. Banyak orang yang mengira sesak napas adalah indikasi gangguan di sistem pernapasan. Padahal, dalam kondisi tertentu sesak napas bisa menandakan seseorang mengalami masalah pada jantungnya. Soalnya, penyakit jantung dapat membuat aliran darah dari jantung ke organ tubuh menjadi tidak lancar. Hal tersebut yang kemudian dapat menimbulkan sesak napas. Sesak napas umumnya muncul ketika sedang menjalani aktivitas. Namun, dalam beberapa kasus sesak napas bisa muncul saat tengah beristirahat atau berbaring. Kondisi tersebut umumnya merupakan indikasi gagal jantung. 6. Batuk Kronis Batuk yang terjadi secara terus menerus perlu jadi perhatian lebih. Soalnya, kondisi itu bisa menjadi salah satu gejala gagal jantung. Ketika terjadi gagal jantung, kontraksi jantung menjadi lebih lemah. Kondisi tersebut menyebabkan cairan masuk ke dalam paru-paru sehingga memicu tubuh untuk menghilangkan kelebihan cairan itu dengan cara batuk. Umumnya, batuk pada penyakit gagal jantung akan mengeluarkan dahak kental berwarna putih. Dalam sejumlah kasus, batuk juga disertai bercak darah. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang di usia muda bisa terserang penyakit jantung. Mengutip laman Cardio Metabolic Institute, berikut sejumlah penyebabnya : 1. Kelebihan Berat Badan Kelebihan berat badan punya pengaruh besar terhadap risiko terkena serangan jantung. Meski begitu, seseorang yang mengalami berat badan berlebih juga memiliki masalah kesehatan lain, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kolesterol tinggi. 2. Tekanan Darah Tinggi Ada banyak kasus seseorang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi di usia muda hingga dewasa. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, yakni suatu penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Hipertensi dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya merokok dan stres berat. Selain itu, jarang berolahraga juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. 3. Merokok dan Vape Penyebab utama anak muda mengalami penyakit jantung karena kebiasaan merokok dan vaping. Menurut berbagai penelitian, seseorang yang merokok satu bungkus dalam sehari berisiko meningkatkan serangan jantung dua kali lipat dibandingkan dengan bukan perokok. Meskipun rokok memiliki kemungkinan lebih besar yang menyebabkan serangan jantung daripada vape, namun bukan berarti vape aman untuk dipakai. Rokok elektrik tersebut mengandung nikotin dan senyawa beracun yang mempercepat detak jantung serta meningkatkan tekanan darah. Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan, vape membuat seseorang 34% lebih mungkin terkena serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak vape. Itu dia enam ciri-ciri penyakit jantung yang menyerang usia muda. So, jaga kesehatan dari sekarang.