Waktu Posting : 30-06-2024 00:19 | Dibaca : 539x
Penyakit jantung menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Perlu diingat, penyakit ini tak hanya menyerang lanjut usia saja, namun anak muda juga berpotensi terserang penyakit jantung. Masih banyak anak muda yang menganggap remeh soal penyakit jantung. Terlebih, ada beberapa gejala dari penyakit ini yang disepelekan.
Padahal, ciri-ciri penyakit jantung dapat muncul bahkan dari usia muda, lho. Apabila tidak terdeteksi dan segera mendapat tindakan, gejala tersebut bisa bertambah parah. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Selain hidup lebih sehat, cara ini turut meminimalisir terserang penyakit jantung di usia muda.
Lantas, apa saja ciri-ciri penyakit jantung di usia muda? Simak pembahasannya dalam artikel ini. Meski baru menginjak usia muda, bukan berarti detikers tak dapat terserang penyakit jantung. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum-minuman alkohol, kurang tidur, dan ditambah jarang olahraga bisa membuatmu rentan terkena penyakit jantung.
https://pafitarempakota.org/
Untuk lebih jelasnya, berikut sejumlah ciri-ciri penyakit jantung di usia muda :
1. Mengalami Nyeri Dada
Ciri yang pertama adalah kerap mengalami nyeri dada. Hal ini bisa disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh arteri. Biasanya, rasa nyeri di dada akan berlangsung selama beberapa menit. Nyeri dada bisa terjadi kapan saja, baik saat beraktivitas maupun sedang istirahat.
2. Mudah Lelah
Apakah detikers gampang lelah setelah melakukan aktivitas ringan hingga sedang? Jika iya, hal ini harus diwaspadai karena bisa menjadi ciri-ciri penyakit jantung di usia muda. Rasa lelah dapat disebabkan oleh berkurangnya pasokan oksigen dan darah ke otak serta otot. Jantung tidak bisa memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh.
Alhasil, darah yang seharusnya dialirkan ke organ seperti otot-otot pada tangan atau kaki malah dialirkan ke jantung dan otak. Selain itu, rasa lelah yang muncul ketika bangun di pagi hari juga bisa menjadi indikasi masalah pada jantung. Apabila hal itu terjadi selama beberapa hari, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.
3. Tidur Mendengkur
Banyak orang yang tidur sampai mendengkur atau ngorok. Namun, jika suara mendengkur begitu keras dan terdengar seperti terengah-engah, itu bisa menjadi pertanda Obstructive Sleep Apnea (OSA). OSA merupakan kondisi ketika dengkuran mengakibatkan terputusnya napas saat tidur. Kondisi itu dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah dan menimbulkan tumpukan karbon dioksida. Nah, OSA juga membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang nantinya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
4. Muncul Rasa Sakit di Tubuh Bagian Kiri
Dalam beberapa kasus, seseorang mengalami rasa sakit atau nyeri pada anggota tubuh bagian kiri. Rasa sakit itu umumnya muncul pertama kali di dada, lalu menyebar ke bagian luar dada seperti pundak atau lengan. Rasa nyeri tersebut dapat menjadi indikasi adanya penyumbatan pembuluh darah atau otot jantung yang melemah. Gejala yang satu ini perlu diwaspadai sebab dapat menjadi pertanda seseorang mengalami gagal jantung, penyakit jantung koroner, hingga perikarditis.
5. Sesak Napas
Ciri-ciri berikutnya adalah mengalami sesak napas. Banyak orang yang mengira sesak napas adalah indikasi gangguan di sistem pernapasan. Padahal, dalam kondisi tertentu sesak napas bisa menandakan seseorang mengalami masalah pada jantungnya.
Soalnya, penyakit jantung dapat membuat aliran darah dari jantung ke organ tubuh menjadi tidak lancar. Hal tersebut yang kemudian dapat menimbulkan sesak napas. Sesak napas umumnya muncul ketika sedang menjalani aktivitas. Namun, dalam beberapa kasus sesak napas bisa muncul saat tengah beristirahat atau berbaring. Kondisi tersebut umumnya merupakan indikasi gagal jantung.
6. Batuk Kronis
Batuk yang terjadi secara terus menerus perlu jadi perhatian lebih. Soalnya, kondisi itu bisa menjadi salah satu gejala gagal jantung. Ketika terjadi gagal jantung, kontraksi jantung menjadi lebih lemah. Kondisi tersebut menyebabkan cairan masuk ke dalam paru-paru sehingga memicu tubuh untuk menghilangkan kelebihan cairan itu dengan cara batuk. Umumnya, batuk pada penyakit gagal jantung akan mengeluarkan dahak kental berwarna putih. Dalam sejumlah kasus, batuk juga disertai bercak darah.
Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang di usia muda bisa terserang penyakit jantung. Mengutip laman Cardio Metabolic Institute, berikut sejumlah penyebabnya :
1. Kelebihan Berat Badan
Kelebihan berat badan punya pengaruh besar terhadap risiko terkena serangan jantung. Meski begitu, seseorang yang mengalami berat badan berlebih juga memiliki masalah kesehatan lain, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kolesterol tinggi.
2. Tekanan Darah Tinggi
Ada banyak kasus seseorang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi di usia muda hingga dewasa. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, yakni suatu penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Hipertensi dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya merokok dan stres berat. Selain itu, jarang berolahraga juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
3. Merokok dan Vape
Penyebab utama anak muda mengalami penyakit jantung karena kebiasaan merokok dan vaping. Menurut berbagai penelitian, seseorang yang merokok satu bungkus dalam sehari berisiko meningkatkan serangan jantung dua kali lipat dibandingkan dengan bukan perokok.
Meskipun rokok memiliki kemungkinan lebih besar yang menyebabkan serangan jantung daripada vape, namun bukan berarti vape aman untuk dipakai. Rokok elektrik tersebut mengandung nikotin dan senyawa beracun yang mempercepat detak jantung serta meningkatkan tekanan darah.
Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan, vape membuat seseorang 34% lebih mungkin terkena serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak vape. Itu dia enam ciri-ciri penyakit jantung yang menyerang usia muda. So, jaga kesehatan dari sekarang.
02-06-2014 23:45
Tahukah anda apa yang di sebut dengan senam hamil? Senam hamil itu sendiri merupakan salah satu bentuk latihan tubuh yang di lakukan oleh ibu hamil dan mempunyai tujuan untuk melenturkan otot-otot tubuh guna melancarkan persalinan. Namun melakukan senam hamil juga tidak boleh sembarangan. Yang di maksud tidak boleh sembarangan yaitu anda perlu melakukan senam hamil namun harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan anda. Selain itu salah satu hal yang anda ingat yaitu senam hamil di lakukan apabila kandungan memasuki usia enam bulan atau lebih. Adapun empat manfaat yang anda harus tahu jika anda rajin melakukan senam hamil yaitu 1. Mengetahui teknik pernafasan Dengan anda mengetahui tekhnik pernafasan akan memudahkan saat anda mengalami persalinan secara tiba-tiba. Saat persalinan berlangsung maka anda langsung dapat mempraktekan bagaimana anda mengatur nafas agar tidak terengah-engah atau pun khawatir bahwa bayi di dalam kandungan bisa kekurangan oksigen. Baca juga : Tips Mendapatkan Tubuh Proporsional dengan Diet Golongan Darah 2. Mengurangi rasa pegal Dengan makin bertambah usia janin dalam rahim ibu biasanya akan membuat perut makin besar. Namun jika anda melakukansenam hamil maka anda akan bisa mengurangi rasa sakit atau pegal di sekitar pinggang dan punggung. Hal itu karena senam akan membantu melenturkan otot-otot yang menyebabkan rasa sakit atau pegal tadi. 3. Memperbaiki pola tidur Tahukah anda dengan melakukan senam hamil maka akan bisa memperbaiki pola tidur ibu hamil? Hal ini benar adanya. Dengan melakukan senam hamil selain melenturkan otot-otot juga akan membantu tubuh menjadi rileks dan tidak tegang. Keadaan yang baik ini akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pola tidur ibu hamil tersebut. Baca juga : Cara Melakukan Perawatan Kulit Berjerawat 4. Mengejan dengan baik Dengan mengetahui tekhnik pernafasan dan ilmu yang bermanfaat yang telah di berikan sewaktu ibu sedang hamil akan sangat berguna ketika mengejan. Jika ibu yang melakukan senam hamil biasanya akan mengetahui cara mengejan dengan baik. Setelah anda mengetahui banyak manfaat yang dapat di peroleh dengan melakukan enam hamil. Maka akan lebih baik jika anda yang sedang hamil mulai mengikuti senam hamil. Anda bisa meminta kepada suami untuk menemani bunda di waktu suami tidak sibuk misalnya hari sabtu dan minggu. Karena di hari itu biasanya suami tidak bekerja sehingga tidak sibuk. Dengan mengantarkan senam hamil maka suami atau calon ayah akan dapat berinteraksi langsung sehingga dapat meningkatkan kualitas hubungan bersama istri dan buah hati yang sedang di kandungnya. Pada senam hamil juga akan banyak manfaat dan ilmu mengenai persalinan yang sangat berguna ketika terjadi persalinan. Dengan begitu calon ayah ini juga akan semakin tanggap bagaimana mereka membantu sang istri ketika bersalin. Anda perlu mencobanya sekali waktu menemani istri anda melakukan senam hamil karena itu penting adanya.
15-07-2016 04:25
Ciuman adalah ritual manusia untuk menujukan kasih sayang dan perhatiannya terhadap pasangannya. tapi dibalik rutinitas itu kenali beberapa penyakit menular yang disebarkan melalui ciuman. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ciuman yang sehat dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh. Namun bila dilakukan dalam kondisi tertentu, ciuman antar pasangan justru dapat menjadi media penularan penyakit. Baca juga : Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo Meski banyak menawarkan manfaat kesehatan, namun ciuman juga dapat menjadi media penularan sejumlah virus dan bakteri penyebab penyakit. Virus dan bakteri dalam air liur atau darah dari satu orang dapat menyebar ke orang lain dengan berciuman. Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman 1. Herpes Virus yang dianggap bagian dari keluarga herpes termasuk Epstein-Barr, varicella-zoster (penyebab cacar air) dan herpes simplex (menyebabkan cold sores). Herpes simplex virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus saat Ciuman. Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lesi terbentuk atau telah meletus. Virus ini bisa 'menumpahkan' (menyebar ke orang lain) dari lokasi leci bahkan ketika herpes itu telah sembuh. Sedangkan cacar air mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung, tetesan liur atau penyebaran udara. 2. Mono Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut Epstein-Barr virus, seperti dikutip dari Wikipedia, virus ini adalah salah satu tipe virus herpes. Namanya cukup unik, Infectious mononucleosis atau EBV infectious mononucleosis, Pfeiffer's disease, Filatov's disease atau bekennya disebut mono. Penyakit ini pertama kali dijabarkan oleh Sprunt dan Evans di sebuah bulletin yang disebarkan di Johns Hopkins Hospitals tahun 1920. Gejala yang muncul akibat penyebaran virus ini adalah sakit tenggorokan, demam, gelisah, rasa tidak nyaman di badan, peradangan, mual-mual hingga kehilangan nafsu makan. Penyakit ini juga mempengaruhi beberapa bagian tubuh dan memicu terbentuknya penyakit lain, seperti radang tenggorokan hingga hepatitis. Infeksi menyebar melalui pertukaran air liur, dan melewati masa inkubasi selama kurang lebih 4-7 minggu. Umumnya, gejala akan dirasakan selama 2-3 minggu dan bertahan selama beberapa bulan lamanya.penyakit ini bisa diobati dan sembuh, hanya saja umumnya menyerang seseorang dalam waktu yang cukup lama. Cenderung saat terserang virus orang akan berburu antibiotik sebagai pengobatan dini. Dalam kasus ini, antibiotik tidak dapat membantu meredakan serangan virus. 3. Glandular fever atau kissing disease Glandular fever adalah istilah umum untuk infeksi virus yang disebut infeksi mononukleosis, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini menyebar melalui air liur dan infeksi terjadi melalui kontak. 4. Flu dan pilek Pilek ditularkan melalui kontak langsung dengan virus. Anda bisa terinfeksi flu dari tetesan liur atau dari kontak langsung dengan sekresi (cairan dan lendir) dari hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi. 5. Hepatitis B Ciuman juga dapat menularkan virus ini, meskipun darah memiliki tingkat virus lebih tinggi ketimbang air liur. Infeksi dapat terjadi ketika darah dan air liur yang terinfeksi bersentuhan langsung dengan aliran darah orang lain atau selaput lendir. Seseorang lebih mungkin terinfeksi saat berciuman jika mereka berdua memiliki luka terbuka di atau di sekitar mulut. 6. Kutil Kutil di dalam mulut dapat menyebar melalui ciuman, terutama jika sebelumnya ada daerah yang mengalami trauma atau luka. 7. Penyakit Meningokokus Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang meliputi meningitis, radang selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, dan septikemia. Bakteri ini dapat ditularkan baik melalui kontak langsung atau melalui tetesan liur. Baca juga : 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman Nah, itulah Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman dan Jadi pastikan anda terhindar dari penyakit akibat ciuman tersebut serta yang perlu dilakukan sebelum ciuman adalah periksa kesehatan mulut pasangan anda, jangan gonta ganti pasangan, tetap mengkonsumsi makanan sehat dan yang terpenting adalah gunakan hati anda untuk melakukan ciuman jangan asal serobot.
22-07-2016 09:33
Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari. 2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah. Baca juga : Akhlaq Suami Terhadap Istri 3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar. 4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Baca Juga: 5 Obat Efektif Untuk Osteoarthritis Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini) 9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. 10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula