Waktu Posting : 23-06-2014 04:53 | Dibaca : 3047x
06-07-2024 17:04
Rahim merupakan bagian dari organ reproduksi dari wanita. Fungsi utamanya sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin sebelum dilahirkan. Sayangnya, sel-sel kanker yang muncul pada organ ini bisa membuat seorang wanita kehilangan rahimnya. Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Rahim Meski penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang mungkin bisa meningkatkan risiko wanita terkena penyakit ini, yaitu: Berat badan berlebih atau obesitas Berusia 50 tahun ke atas Menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun Menderita diabetes Riwayat kanker rahim di keluarga Pernah menjalani terapi radiasi pada panggul Menderita tumor ovarium atau sindromovarium polikistik Konsumsi obat hormone estrogen tanpa progesteron atau obat tertentu, seperti tamoxifen untuk mengobati kanker payudara Faktor-faktor risiko di atas tidaklah mutlak karena ada juga wanita yang masuk dalam daftar tersebut tetapi tidak menderita kanker rahim. Ada pula wanita yang terjangkit kanker rahim, tetapi tidak memiliki faktor risiko di atas. Tanda-Tanda Kanker Rahim Penting bagimu untuk mengenali tanda-tanda awal kanker rahim agar penyakit ini dapat terdeteksi sedini mungkin. Berikut ini adalah beberapa gejala yang merupakan tanda awal kanker rahim, yaitu: 1. Perdarahan abnormal Tanda awal ciri-ciri kanker rahim yang paling sering dialami oleh wanita adalah pendarahan vagina yang tidak normal atau berkepanjangan. Contohnya, pendarahan setelah menopause. di antara siklus menstruasi, dan perdarahan setelah berhubungan seks. 2. Keputihan berbau Keputihan yang normal umumnya berwarna jernih, tidak berbau, dan jumlahnya tidak berlebihan. Munculnya keputihan yang berwarna merah muda atau cokelat, mengandung darah, atau disertai bau busuk bisa menjadi pertanda adanya masalah atau gangguan pada sistem reproduksi termasuk kanker rahim. 3. Nyeri saat berhubungan seksual Tanda kanker rahim berikutnya adalah munculnya rasa sakit saat berhubungan seksual. Biasanya nyeri ini akan diikuti dengan perdarahan setelah berhubungan seksual. 4. Nyeri panggul Nyeri panggul juga bisa menjadi gejala kanker rahim. Nyeri panggul yang termasuk tanda kanker rahim biasanya disertai dengan rasa sakit pada perut bagian bawah pusar. Nyeri yang dirasakan bisa muncul terus-menerus atau dan hilang-timbul. 5. Nyeri saat buang air kecil Meski ini jarang terjadi, nyeri saat buang air kecil juga bisa menjadi tanda kanker rahim. Rasa nyeri ini bisa muncul akibat pertumbuhan sel kanker yang menekan kandung kemih dan saluran kemih. Selain gejala-gejala di atas, hal lain yang bisa menjadi tanda kanker rahim adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara tiba-tiba, rasa lelah yang tidak diketahui penyebabnya, nyeri punggung, hingga nyeri kaki. Jika kamu mengalami tanda kanker rahim yang dipaparkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa tes, termasuk Pap smear untuk memastikannya. Apabila dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya pertumbuhan sel kanker pada rahim, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan stadium kanker rahim dan kondisimu secara umum. https://pafipccibinong.org/
07-12-2022 09:27
Saling mencintai menjadi hal dasar yang perlu dimiliki bagi pasangan yang ingin menjalin hubungan jangka panjang. Ketulusan dalam mencintai satu sama lain menjadi fondasi penting untuk memiliki hubungan yang langgeng. Kamu dan pasanganmu saat ini pun bisa jadi sudah memiliki fondasi dasar yang kuat tersebut. Pasangan yang saling mencitai dengan tulus biasanya akan memperlihatkan sejumlah tanda. Lima hal ini merupakan sebagian dari banyak sinyal lain yang bisa menjadi indikator ada cinta yang kuat di dalam hubungan. Selengkapnya, simak uraiannya di bawah ini. Bisa Menjaga Komitmen yang Disepakati Bersama Ketika di awal hubungan kamu dan pasanganmu membuat komitmen, maka hal terberat yang perlu dilakukan adalah menjaganya. Selama komitmen hubungan bisa dijaga dengan baik, cinta yang kuat dan tulus bisa senantiasa hadir dalam hubungan. Komitmen untuk saling setia dan selalu mengusahakan yang terbaik untuk menjaga keutuhan hubungan perlu dimiliki agar hubungan bisa bertahan. Ada Komunikasi yang Jujur dan Terbuka Bagaimana komunikasimu dengan pasanganmu? Apakah sudah bisa saling jujur dan terbuka satu sama lain? Kalau komunikasi masih lancar dan nyaman, cinta yang dimiliki bisa tetap utuh dan kuat. Namun, kalau dalam berkomunikasi masih sulit untuk terbuka dengan perasaan masing-masing, maka kenyamanan bisa berkurang dalam hubungan.  Saling Menghargai Perbedaan yang Hadir Kamu dan pasanganmu pada dasarnya adalah dua individu yang berbeda. Di samping kesamaan yang dimiliki, kalian pasti punya sejumlah perbedaan. Selama perbedaan yang ada bisa diterima dan dijembatani dengan mengutamakan sikap saling menghargai, maka cinta yang tulus akan terjaga di dalamnya. Selama perbedaan yang ada masih bisa ditoleransi dan bisa menjadi warna tersendiri dalam hubungan, maka masalah atau konflik besar bisa dihindari. Ada Ruang untuk Bertumbuh Selama ada ruang untuk tumbuh, hubungan yang dijalani bisa makin kuat seiring berjalannya waktu. Ketika kamu dan pasangan bisa tetap merangkai mimpi serta menggapai kesuksesan yang diinginkan, ada cinta yang kuat di dalamnya. Apalagi saat kamu dan pasangan bisa saling mendukung dan memberi semangat, maka hubungan yang dijalani justru bisa menjadi penguat untuk bertahan di masa-masa sulit. Saling Menjaga Rasa Percaya Rasa cemburu memang sesekali mewarnai hubungan. Tetapi tidak ada sikap posesif berlebihan. Kamu dan pasangan bisa saling menjaga rasa percaya yang ada, maka di dalamnya ada cinta kuat yang menyertai. Bisa senantiasa menjaga rasa percaya menjadi bukti ada cinta yang tulus di dalamnya. Sebab ada kenyamanan dan ketenangan yang dirasakan bersama. Semoga kamu dan pasanganmu bisa menjadi pasangan yang bahagia dalam hubungan yang dijalin, ya. Semoga cinta yang dibangun pun bisa makin kuat seiring waktu berjalan.
03-06-2014 07:32
Demam berdarah adalah penyakit yang banyak menyerang masyarakat Indonesia terutama mereka yang ada di pedalaman dan juga kaum kurang mampu yang kurang mengerti akan pengetahuan dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungannya. Demam berdarah itu sendiri disebabkan oleh gigitan nyamuk yang cirinya memiliki tubuh berwarna hitam putih seperti zebra. Ada juga masyarakat yang menyebut penyakit demam berdarah sebagai penyakit demam sendi karena persendian terasa sakit dan ngilu. Biasanya penyakit ini menyerang pada saat musim penghujan dimana telur nyamuk akan sangat banyak terutama di tempat-tempat lembab seperti tong sampah, genangan air, bak mandi yang jarang dibersihkan, penampungan air, dsb. Karena itulah salah satu pencegahan untuk menghindari perkembang biakan nyamuk demam berdarah dengan menimbun barang bekas, menutup tempat berair dan menguras bak mandi secara teratur. Jika didiamkan saja, fase demam berdarah bisa sampai menyebabkan kematian. Demam berdarah tidak hanya menyerang manusia dewasa tetapi bahkan anak-anak juga bisa terserang. Sampai saat ini belum ditemukan sebuah vaksin pencegahan yang bisa membuat manusia kebal terhadap demam berdarah. Karena itu sikap kewaspadaan dan peduli terhadap lingkungan adalah hal yang sangat diperlukan. Adapun, demam berdarah tidak akan langsung timbul begitu saja. Penyakit ini menunjukkan gejala yang terkadang sering disepelekan. Gejala nya adalah panas atau demam pada suhu tubuh yang signifikan dan biasanya tidak akan turun sampai 3-4 hari. Bagian persendian seperti siku,. Lutut, pergelangan akan terasa ngilu. Penderita akan sering merasa mual dan lalu muntah. Dan gejala yang Nampak jelas adalah adanya bintik-bintik kecil berwarna pink kemerahan di bawah kulit. Jika sudah melihat gejala sampai dengan batas tersebut maka segeralah ke rumah sakit dan test laboratorium. Trombosit para penderita demam berdarah biasanya drop hingga kurang dari 1000. Jika dibiarkan begitu saja maka bisa menyebabkan koma lalu kematian. Demam berdarah memang bukan penyakit yang bisa disepelekan begitu saja dan penyakit ini menular. Jika ada salah satu warga disekitar Anda yang sudah terserang demam berdarah maka segeralah minta kepada kepala lingkungan untuk mengadakan pengasapan sehingga jentik nyamuk di semua tempat akan mati dan memutus mata rantai penularan penyakit demam berdarah. Baca juga : Menangani Bintitan Pada Kelopak Mata Anda dengan Tepat Apakah penyakit ini bisa diobati dengan ramuan herbal? Oh, tentu saja bisa. Indonesia Negara yang sangat kaya akan tanaman herbal yang berkhasiat untuk semua macam penyakit termasuk demam berdarah. Dan berikut adalah beberapa jenis tanaman yang bisa Anda gunakan untuk pengobatan. Jambu biji Jambu biji ternyata ampuh dalam mengobati demam berdarah. Anda cukup minum jus jambu biji setiap hari 3x dalam sehari setelah makan untuk mengembalikan trombosit sampai dengan batas normal. Daun jambu biji Tidak hanya buahnya, daun nya pun sangat bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit demam berdarah. Bagaimana cara pengolahannya? Ambillah 9 lembar daun jambu biji yang baik lalu rebus dengan air mendidih sebanyak 5 gelas belimbing dan diamkan hingga menjadi 3 gelas saja, setelah itu saring dan ambil untuk diminum airnya saja. Minumlah setiap hari sebanyak 3x dalam sehari. Sekali minum cukup 1 gelas belimbing saja. Daun peganggan dan daun meniran Kedua jenis daun-daunan diatas juga sangat baik dalam menyembuhkan demam berdarah. Kuncinya adalah untuk menaikkan dan menstabilkan kembali nilai trombosit dalam tubuh penderita. Cara pengolahannya adalah dengan merebus daun tersebut dengan 5 gelas air lalu biarkan mendidih hingga tersisa 3 gelas saja dan minum sebanyak satu gelas sekali minum sebanyak 3x dalam sehari. Baca juga : Cara Mudah dan Aman Mengendalikan Diabetes Sambiloto Daun sambiloto terkenal dengan pahitnya yang mencekat namun tanaman ini seperti obat segala macam penyakit. Anda cukup merebus daunnya dengan air sebanyak 350 cc- 400 cc dan sisakan hingga 200 cc saja. Saring dan minum airnya setiap hari setelah makan. Temulawak Temulawak juga berkhasiat untuk membasmi virus demam berdarah dengan cara minum airnya tanpa dicampur apapun. Rasa sedikit getir justru yang menjadi obat paling manjur. Lakukan treatment di atas kurang lebih selama 3 hingga 5 hari dan biasanya tubuh sudah akan menunjukkan perubahan yang baik. Bisa juga Anda konsultasikan dengan dokter Anda ketika Anda harus opname di rumah sakit.