Inilah Manfaatnya Rutin Memeriksakan Kesehatan Gigi ke Kilinik Gigi

Additional Image

Waktu Posting : 02-01-2024 21:06 | Dibaca : 1251x

Betapa pentingnya periksa gigi ke klinik gigi. Periksa gigi rutin setiap 6 bulan sekali akan berdampak besar bagi kesehatan gigi kamu. Cara paling simpel untuk merawat kesehatan gigi adalah menggosok gigi rutin dua kali sehari, serta menggunakan cairan obat kumur.

Rutin menggosok gigi, dan berkumur menggunakan cairan obat kumur akan membunuh bakteri. Hal itu jika rutin dilakukan juga akan bisa mencegah gigi berlubang loh.

Lalu bagaimana mana kalau sudah terjadi? Jalan satu satunya jika gigi sudah berlubang atau mengalami masalah lain adalah pergi ke klinik gigi. Banyak manfaat yang akan didapat jika melakukan perawatan rutin gigi ke klinik gigi.

Mau tau manfaat apa saja yang akan didapat ketika rutin ke klinik gigi? Kenapa sih periksa gigi ke klinik gigi itu penting? Padahal kan sikat gigi aja sudah cukup? Eetsss nanti dulu kamu kan setiap hari makan dan minum kan?

Makanan yang kamu konsumsi pasti kamu kunyah dulu baru dicerna, disinilah masalahnya sisa makanan yang tidak dapat dibersihkan oleh sikat gigi lama kelamaan akan menumpuk, dan menimbulkan yang namanya plak.

Plak adalah awal mula kemunculan karang gigi, kamu gak mau dong gigi kamu ada karang giginya. Yang paling bahaya adalah gigi bisa membusuk akibat ketidak tauan kita tentang kondisi yang sedang dialami gigi kita. Rutin lah periksa gigi ke klinik gigi setiap 6 bulan sekali, kamu akan tau apakah ada masalah pada gigi kamu atau tidak.

Ketika kamu rutin periksa gigi kamu pastinya akan mendapatkan manfaat yang sangat banyak untuk kesehatan gigi dan mulut kamu. Berikut ini adalah manfaat kamu memeriksakan kesehatan gigi ke dokter gigi Semarang , yaitu :

Semakin Percaya Diri

Ini adalah manfaat yang langsung terasa jika kamu rutin periksa gigi, kamu akan merasa lebih percaya diri pastinya. Senyum semakin lebar, tawa semakin ceria, bicara semakin jelas, dal lain sebagainya.

Jika kamu rutin periksa gigi pasti tidak ada lagi plak plak yang menempel pada gigi kamu, ini akan menyebabkan kamu semakin percaya diri pastinya.

Mengetahui Kondisi Gigi

Kesehatan gigi akan terdeteksi sejak dini bila kamu rutin 6 bulan sekali periksa ke klinik gigi. Kesehatan gigi jika tidak terdeteksi sejak awal akan berdampak buruk kedepanya.

Jika semua itu terjadi bisa saja gigi kamu dicabut untuk mengatasi masalah tersebut. Ini juga akan menyebabkan bengkaknya biaya jika kondisi kesehatan gigi telah parah.

Terjaganya Kesehatan Tubuh

Kesehatan gigi dan mulut berdampak besar pada kesehatan tubuh kita, ini dikarenakan makanan yang kita konsumsi akan masuk melalui mulut dan dikunyah oleh gigi terlebih dahulu sebelum dicerna didalam tubuh.

Jika kondisi gigi sudah tidak sehat pasti akan berdampak pada makanan yang masuk kedalam tubuh. Makanan jika tidak dikunyah dengan baik oleh gigi akan sulit dicerna nantinya oleh tubuh, dan ini akan menimbulkan penyakit lain yang akan menyerang tubuh.

Menstabilkan Gula Darah

Perawatan rutin gigi dan mulut akan meningkatkan metabolisme tubuh yang akan mengontrol bakteri dalam tubuh. Hal ini akan membantu tubuh menstabilkan gula darah.

Setelah tau seberapa penting rutin periksa gigi, dan manfaatnya kamu juga wajib tau apa saja yang akan diperiksa nantinya oleh dokter. Yang pertama dokter periksa adalah kondisi gigi, dokter akan memeriksa semuanya.

Jika ada masalah pada gigi maka dokter akan memberi tau kamu. Dokter pasti akan merekomendasikan perawatan yang terbaik untuk masalah gigi kamu. Jika ada gigi yang beresiko berlubang makan dokter akan segera menambalnya agar tidak makin lebar lubang tersebut, hal ini juga atas persetujuan dari kamu sebelumnya.

Tidak hanya gigi yang diperiksa, semua bagian dalam mulut akan diperiksa dokter jika terdapat masalah dokter akan memberikan penanganan yang tepat. Sebelum memberikan penanganan dokter juga akan memberitahukan kepada kamu tentang masalah apa saja yang terjadi pada gigi kamu.

Itulah tadi pentingnya rutin periksa gigi ke klinik gigi Semarang , untuk kamu yang masih takut periksa gigi ingatlah manfaat yang akan kamu dapat setelahnya. Periksa gigi tidaklah sakit, sakit itu timbul dari dalam diri kamu sendiri. Gigi yang sakit jika dibiarkan lama kelamaan akan menyebabkan sakit yang tambah hebat lagi, dan berdampak buruk pada kesehatan kamu juga.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Inilah 5 Penyebab Menstruasi Tak Lancar Dan Cara Mengatasinya

21-03-2016 08:41

Inilah 5 Penyebab Menstruasi Tak Lancar Dan Cara Mengatasinya - Menstruasi tak lancar yang bisa dikatakan menstruasi tak teratur, ialah keadaan saat siklus menstruasi jadi lebih lambat, lebih cepat, melalui berbulan-bulan atau malahan tak berlangsung sekalipun.   Menstruasi ialah proses luruhnya dinding rahim yang keluar jadi darah, umumnya berlangsung sepanjang 3-7 hari. Sewajarnya siklus menstruasi berlangsung sepanjang 28-35 hari serta berlangsung sejumlah 11-13 kali menstruasi dalam setahun. Setiap wanita alami siklus menstruasi yang tidak sama, dapat lebih pendek atau lebih lama.  Menstruasi disebutkan tak lancar atau tak teratur jika siklus berlangsung kurang dari 21 hari atau kian lebih 35 hari. Kecuali itu menstruasi digolongkan tak lancar apabila lamanya menstruasi berubah-ubah tiap-tiap bulannya. Volume darah yang tak sama, terkadang banyak atau terkadang sedikit, pula jadi basic menstruasi tak lancar.    Baca juga : Kenali 4 Penyebab Nyeri Pada Payudara dan Cara Mengatasinya   Menstruasi yang tak lancar umumnya berlangsung pada berbagai th. pertama Anda mulai menstruasi. Menstruasi yang tak lancar atau tak teratur itu dikarenakan oleh hormon yang belum seimbang. Tetapi, bila menstruasi tak lancar atau tak teratur berlangsung bukanlah di berbagai th. pertama Anda alami menstruasi, jadi permasalahan menstruasi itu dapat termasuk kedalam berbagai type menstruasi tak teratur. Seperti metrorrhagia, oligomenorrhea, menometrorrhagia, serta amenorrhea.  Metrorrhagia ialah menstruasi yang tak teratur, tetapi menstruasi teratur berlangsung.  Oligomenorrhea ialah keadaan saat siklus menstruasi berlangsung kian lebih 35 hari, hingga dalam kurun saat satu tahun, menstruasi dapat berlangsung cuma sekitaran 6-8 kali.  Amenorrhea ialah keadaan saat menstruasi Anda berhenti sepanjang 3 bln. lebih.  Menometrorrhagia, adalah pendarahan menstruasi yang berjalan lebih lama serta volume darah semakin banyak namun teratur berlangsung.  Apa yang Mengakibatkan Menstruasi Tak Lancar?  Seperti yang dijelaskan diatas, menstruasi yang tak lancar atau tak teratur umum berlangsung bila seorang masihlah ada di bebrapa th. awal menstruasi atau saat pubertas. Kecuali dikarenakan oleh pubertas, menstruasi yang tak lancar atau tak teratur pula dapat berlangsung ketika mendekati saat menopause.  Tetapi, bila Anda tak ada di saat pubertas atau tak mendekati saat menopause, jadi hal semacam ini dapat dikarenakan oleh keadaan medis lain. Di bawah ini ialah berbagai hal yang dapat jadi penyebabnya menstruasi yang tak lancar atau tak teratur, diantaranya :  Kehamilan  Bila menstruasi Anda berhenti atau terlambat, coba lakukan kontrol untuk meyakinkan apakah Anda hamil. Dokter umumnya bakal mereferensikan tes kehamilan serta USG.  Alat konstrasepsi  Memakai alat kontrasepsi seperti IUD (spiral) atau pil KB memanglah dapat mengakibatkan pergantian berbentuk flek di antara siklus menstruasi. IUD dapat mengakibatkan darah yang keluar semakin banyak dari umumnya atau sakit perut ketika menstruasi. Peluang ada sedikit darah yang keluar pada awal pemakaian pil KB pula mungkin saja berlangsung serta bakal berhenti sesudah berbagai bln. pertama.  Gaya hidup keseharian  Bila Anda lakukan berolahraga yang terlalu berlebih serta berat Anda turun mencolok, hal semacam itu dapat mengakibatkan menstruasi tak lancar atau tak teratur. Begitu halnya berat tubuh yang berlebihan atau obesitas. Tak cuma pergantian berat tubuh, stres pula dapat merubah siklus menstruasi Anda.  Sindrom ovarium polikistik  Ialah himpunan gejala yang dikarenakan oleh kista kecil didalam indung telur. Kehadiran kista ini bikin hormon jadi tak seimbang, seperti testosteron yang bertambah melebihi batas normal yang mana semestinya wanita cuma mempunyai sedikit hormon testosteron. Ketidaknormalan pula berlangsung pada proses pelepasan sel telur. Ini mengakibatkan Anda tak alami menstruasi, atau alami menstruasi, atau alami menstruasi, namun darah yang keluar cuma sedikit.  Tiroid  Di bagian leher Anda ada kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon yang bisa mengatur metabolisme badan. Bila tiroid Anda punya masalah atau alami masalah, terkadang, bisa merubah menstruasi Anda. Tanyakan hal semacam ini pada dokter lantaran umumnya dokter bakal lakukan tes darah untuk memperhatikan bagaimana level hormon tiroid dalam darah Anda.  Jalan Menangani Menstruasi Tak Lancar  Untuk menangani menstruasi yang tak lancar butuh sesuai dengan pemicunya. Di bawah ini ialah berbagai jalan yang bisa Anda kerjakan untuk menangani menstruasi yang tak lancar atau tak teratur.    Baca juga : 2 Penyebab Vagina Bau dan Cara Merawat Kebersihannya Merubah pola hidup.  Ganti alat kontrasepsi  Lakukan penyembuhan tiroid  Kerjakan penyembuhan sindrom ovarium polikistik, seperti penyembuhan diabetes atau pengembalian tingkatan hormon. Kecuali itu, turunkan berat tubuh dengan jalan sehat bila Anda menanggung derita sindrom ovarium polikistik dengan berat tubuh berlebihan.  Lakukan konseling bila Anda alami stres yang mengakibatkan berat tubuh turun mencolok.  Bila Anda merencanakan mempunyai momongan, coba hormon sintetik untuk menyebabkan ovulasi kembali normal.  Menstruasi yang tak lancar atau tak teratur memanglah amat mengganggu untuk wanita. Untuk menangani permasalahan pada menstruasi Anda, coba untuk mencari tahu pemicunya. Biasanya menstruasi yang tak teratur atau tak lancar tak membutuhkan penyembuhan medis. Bila Anda alami pendarahan yang tak umum ketika menstruasi sampai Anda butuh ganti pembalut setiap jam, menstruasi Anda berlangsung sepanjang 7 hari lebih, serta Anda alami flek atau pendarahan sesudah berhubungan intim, barulah secepatnya hubungi dokter untuk memperoleh kontrol selanjutnya.

Featured Image
Terlalu Dini Minum Obat Medis Hipertensi Bisa Picu Stroke

25-04-2014 03:15

Terlalu Dini Minum Obat Medis Hipertensi Bisa Picu Stroke  - Seakan sudah dilumrahkan awam kalau setiap tekanan darah atas atau sistolik di atas 120 dan tekanan bawah distolik di atas 80 serta merta dianggap sudah darah tinggi (hipertensi). Tak soal kapan diukur, bagaimana mengukurnya, dan dalam kondisi apa orang diukur. Kita tahu tekanan darah berfluktuasi dari waktu ke waktu, bahkan dari jam ke jam. Emosi, kondisi bergiat, efek hormonal dan faktor stres ikut mempengaruhi tekanan darah. Vonis bahwa seseorang hipertensi tidak dihasilkan oleh keputusan selewat sambil lalu. Sekali seseorang divonis hipertensi, mungkin harus berurusan dengan terus minum obat. Sikap seperti itu tidaklah bijak. Karena bila keputusan itu ternyata tidak tepat, orang merugi karena harus minum obat untuk sesuatu yang belum perlu.   Baca juga : Obat Hipertensi dari Jus Buah-buahan  Sejatinya, tekanan darah diukur pada saat baru bangun tidur pagi hari. Belum melakukan apa-apa, misal belum mengomel pada pembantu, belum merasa jengkel, dan belum juga bergiat fisik, di saat itulah tekanan darah langsung diukur. Tekanan darah saat itu mencerminkan kondisi semurninya tekanan darah. Tentu akan menjadi berbeda hasilnya bila diukur sudah melakukan aktivitas. Seseorang baru dipastikan hipertensi bila diukur tiga kali berturut-turut selang waktu beberapa hari dengan alat yang sama memberikan hasil yang sama-sama lebih tinggi dari normal. Hanya dari pemeriksaan tensi satu kali saja, dan hanya karena melihat lebih tinggi dari 120/80 mmHg, lalu langsung memastikan kalau itu hipertensi, bisa jadi belum tentu diagnosis yang betul. Optimalnya tekanan darah itu kurang atau sama dengan 120/80 mmHg. Menurut WHO International Society of Hypertension, tensi 130/85 mmHg masih tergolong normal dan 139/89 mmHg tergolong normal atas (high normal). Seseorang baru dikategorikan hipertensi (ringan) setelah tensinya 140/90 mmHg. Tentu dengan catatan, pengukuran dilakukan dengan kondisi seperti sudah disebut di atas dan alat tensimeternya sudah ditera normal.   Baca juga : Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi  Jadi kalau kondisi pengukuran tidak menghasilkan nilai tensi yang sesungguhnya dan tensinya belum berkategori hipertensi, tak bijak kalau terlalu cepat langsung diintervensi dengan obat. Mengapa? Bila tensi ternyata bukan yang sesungguhnya langsung diberi obat, bisa jadi tensi darah malah jadi anjlok. Kita tahu, tubuh punya mekanisme otoregulasi tekanan darah. Waspadai bila tak ada riwayat darah tidak pernah tinggi mendadak jadi tinggi. Perlu lebih kritis untuk bertanya ulang kalau dokter masih memberi resep, apa obat memang sudah diperlukan. Bila suatu saat tensi meninggi, ada sistem tubuh yang mengatur untuk menurunkannya. Sebaliknya, kalau tensi menurun, tubuh akan menaikkannya. Biarkan dulu mekanisme itu berjalan tanpa perlu diintervensi dengan obat. Kelewat cepat memberi obat, berarti mengacaukan mekanisme otomatisasi tubuh melakukan keseimbangan tekanan darah (homeostasis). Bisa jadi, malah bisa anjlok akibatnya. Kejadian anjloknya tensi darah akibat kelewat cepat atau mungkin kelewat tinggi pemberian dosis obat darah tinggi, bukan peristiwa yang jarang. Acap oleh ulah pasien sendiri yang memutuskan minum obat begitu merasa tekanan darah yang diukurnya sendiri di rumah meningkat, bisa-bisa fatal akibatnya.   Baca juga : Tak Semua Obat Medis Cocok Untuk Hipertensi  Tekanan darah yang mendadak anjlok buruk akibatnya pada otak dan jantung, selain ginjal. Pasokan darah ke organ-organ tubuh penting itu mendadak berkurang. Kita tahu otak paling rentan terhadap kekurangan pasokan oksigen yang dibawa oleh darah. Kasus stroke berisiko terjadi kalau tensi darah mendadak anjlok. Stroke bisa terjadi lantaran tensi darah kelewat tinggi, bisa juga bila kelewat rendah. 

Featured Image
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan

03-05-2014 14:19

Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan  - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari.   Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar.   Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes.   Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang  menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.

...