Waktu Posting : 31-10-2017 13:37 | Dibaca : 1579x
Gemar Cat rambut? Waspada Terkena Kanker Payudara - Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh London Princess Grance Hospital menyatakan bahwa pada 14 persen wanita yang mewarnai rambutnya beresiko terkena kanker payudara . Menurut Profesor Kefah Mokbel yang merupakan ahli bedah payudara menasehati wanita agar mengurangi paparan pewarna rambut sintetis hingga dua sampai enam kali dalam setahun. Atau menggantinya dengan produk yang terbuat dari bahan herbal alami. Seperti tulisannya dalam akun twiternya "Akan lebih baik untuk memilih pewarna rambut yang mengandung konsentrasi minimum amina aromatik seperti PPD atau para-fenilendiamina (kurang dari dua persen)."
Profesor Kefah Mokbel bukanlah orang yang pertama kali yang menemukan hubungan antara pewarna rambut dan kanker payudara karena sebuah studi Finlandia pun menemukan hal yang sama bahwa wanita yang menggunakan pewarna rambut lebih mungkin dapat terkena kanker payudara . Meskipun demikian, studi ini masih belum dapat menentukan produk pewarna rambutlah yang menyebabkan terkena kanker payudara, terdapat faktor lainnya.
Dikatakan demikian karena kemungkinan pada wanita yang menggunakan pewarna rambut juga menggunakan banyak produk kosmetik bila dibandingkan dengan wanita yang tidak menggunakan pewarna rambut. Walaupun demikian, cara yang terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan melindungi diri dari kanker payudara serta rutin untuk melakukan pemeriksaan mammogram serta Periksa Payudara Sendiri(SADARI).
10-06-2014 19:39
Ganja sesungguhnya merupakan sebutan untuk Canabis (yang memiliki kandungan delta-9-tetrahidrocabinol/THC) dengan kemampuan menengah. Canabis/Marijuana yang paling murah serta potensinya lemah banyak dipakai di Amerika Serikat dengan nama Bhang. Kemampuan marijuana/canabis yang paling kuat ialah Chara yang banyak ditemukan di India. Marijuana sendiri telah di kenal dari lama juga dari sebelum saat masehi serta ada dalam konpedium obat herbal cina yakni the Herbal of Emperor Shen Nung thn 2737 SM. Efek pada kesehatan mental pada penggunaan ganja untuk rekreasi banyak di teliti. Meskipun kelompok-kelompok yang menunjang legalisasi ganja baik didalam serta luar negeri menuturkan tak ada kaitan pada pemakaian ganja dengan masalah jiwa, bukti riset berkata sebaliknya. Baca juga : Konsumsi Makanan Ini Jika Ingin Miliki Rambut Sehat Reaksi yang diinginkan dari pemakaian ganja sesungguhnya ialah perasaan tenang serta relaks, euforia, pergantian persepsi (warna jadi lebih indah) perlambatan saat dan penambahan persepsi emosional serta pengalam-pengalaman. Tetapi pada sebagian orang yang berlangsung ialah hal yang sebaliknya. Beberapa hal ini termaasuk depresi, paranoid, khawatir atau serangan panik. Juga riset menyampaikan, percobaan memasukan THC dengan cara intravena ke pasien bisa membuahkan dengan cara akut beberapa gejala defisit kognitif serta munculnya beberapa gejala negatif yang mirip tanda-tanda pada masalah psikotik kritis. Hal semacam ini juga yang bikin ada satu hipotesis ada jalinan system endocannabinoid dalam patofisiologi skizofrenia. Pemakaian ganja yang kritis juga dikaitkan dengan mengecilnya daerah otak (hippocampus serta amygdala) yang terkait dengan psikosis, depresi serta penurunan kognitif. Hasil riset yang dimuat di jurnal Aust Fam Physician. 2010 Aug ; 39 (8) : 554-7 berjudul Cannabis and mental health - management in primary care menyampaikan pemakaian awal serta berat dari ganja dikaitkan dengan onset tanda-tanda psikosis serta depresi, sedang pemakaian yang lama membuahkan keluaran hasil yang lebih jelek diantara beberapa orang yang telah alami masalah mental. Baca juga : Kiat Sehat Menyimpan Makanan dan Minuman di Kulkas Jurnal lain Ann Pharm Fr. 2008 Aug ; 66 (4) : 245-54. Epub 2008 Sep 4 berjudul Induced psychiatric and somatic disorders to cannabis juga menyampaikan bahwasanya pemakaian ganja terkait dengan munculnya tanda-tanda psikosis serta kekhawatiran. Ganja pun dapat jadi aspek yang mengeksaserbasi terjadinya psikopatologi pada pasien seperti juga zat psikoaktif lainnya. Pemakaian ganja pada remaja menambah resiko terjadinya psikosis terlebih pada individu yang rawan. Seperti banyak riset lain, riset ini dapat menyampaikan bahwasanya pasien yang telah menanggung derita psikosis yang konsumsi ganja bakal berikan hasil keluaran yang lebih jelek pada kesembuhannya. Hal semacam ini lantaran jalinan efek ganja pada system dopamin. Pemakaian yang banyak serta kritis juga sudah dikaitkan memengaruhi memori serta performas belajar, baik pada individu yang sehat serta pasien yang psikosis. Jadi memanglah dengan cara spesial penggunaan ganja untuk individu yang sehat ataupun yang telah menanggung derita masalah jiwa memiliki efek yang kurang baik. Untuk individu yang sehat meskipun tak segera memiliki jalinan karena disebabkan, ganja jadi penyebab terjadinya beberapa gejala psikosis serta psikopatologi lain serta untuk individu yang telah alami masalah jiwa, pemakaian ganja memperberat keadaan masalah jiwanya.
19-08-2014 15:55
Mata ialah jendela jiwa serta kesehatan. Tetapi dengan lamanya jam kerja, kurang tidur, stres, serta pemakaian teknologi dalam periode waktu yang panjang dapat menyebabkan mata jadi capek (lelah) serta tak sempurna. Kecuali tidak sehat, mata yang tampak lelah pula memberi pengaruh pada tampilan serta menjadikan Anda tampak lebih tua. Agar tidak mata yang lelah mengganggu kemampuan kerja serta performa Anda. Saat mata mulai capek, tampak berkantung atau mungkin ada lingkaran hitam di sekelilingnya, baiknya secepatnya tangani dengan berbagai langkah cepat ini.  Baca juga : Inilah Diet yang Perlu Diikuti Penderita Glaukoma  1. Kentang Kentang memiliki kandungan catecholase, suatu enzim yang berperan untuk menjadikan kulit lebih cerah. Kentang pula dapat dipakai untuk meringankan bengkak atau mungkin kantung pada mata. Langkahnya ialah dengan memotong kentang, lalu rendam di air dingin. Pakai potongan itu pada mata selama lima menit atau mungkin lebih. Rasa dingin serta enzim yang ada di dalamnya bakal menolong Anda memperkecil bengkak serta kantung pada mata. 2. Kantung teh Kantung teh memiliki kandungan tannin yang amat baik untuk menangani mata bengkak. Langkahnya, rendam dua kantung teh di air hangat, lalu tempatkan pada almari es untuk mendinginkannya. Sesudah cukup dingin, tempatkan kantung teh pada mata selama lima menit. Ini bakal menurunkan capek serta bengkak pada mata dan menolong mata tampak lebih cerah. 3. Alpukat Rasa capek pula dapat mengakibatkan lingkaran hitam pada seputar mata. Anda dapat menangani lingkaran hitam ini dengan menaruh potongan alpukat yang telah masak dibawah mata.  Baca juga : Cara Memilih Tas Punggung yang Tepat untuk Anak 4. Sendok dingin Ambillah dua sendok metal serta tempatkan di air dingin selama bermenit-menit. Sesudah itu, pakai dua sendok yang telah dingin di kelopak mata selama satu menit. Sendok yang dingin bakal meredakan rasa capek pada mata. 5. Mentimun Mentimun ialah satu diantara bahan alami yang populer untuk menangani mata bengkak serta capek. Tempatkan potongan mentimun dingin di mata. Mentimun tidak cuma menangani mata capek serta kembali menawarkan kesegaran mata, tetapi pula mnenjadikan pandangan jadi tambah baik. Demikianlah berbagai langkah cepat yang ampuh untuk menangani mata lelah. Sesudah pulang melakukan aktivitas, istirahatkan mata Anda sesaat serta kerjakan langkah diatas untuk menciptakan mata terus fresh. Mata yang fresh pula bakal menyajikan pandangan yang lebih sempurna untuk Anda.
26-01-2016 07:36
Terapi Chiropractic tentulah bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia, apalagi dengan adanya pemberitaan baru-baru ini terkait dengan sebuah pasien dari klinik chiropractic yang meninggal dunia setelah melakukan terapi di klinik tersebut. Namun, sebelum Anda berpikiran negatif tentang terapi ini, sebaiknya Anda memahami dengan seksama apa yang dimaksud dengan terapi yang membantu sistem kerja tulang belakang kembali normal seperti semula. Berikut akan dijelaskan secara menyeluruh tentang chiropractic beserta manfaat dan resiko yang akan terjadi apabila melakukan terapi Chiropractic tersebut. Apa itu Chiropractic ? Chiropractic merupakan salah satu terapi yang membenarkan gangguan fungsi serta letak tulang belakang. Chiropractic adalah gabungan dari kata Chiros yang berarti tangan dan prakticos yang berarti praktis dalam bahasa yunani. Jadi chiropractic dapat diartikan menggunakan tangan. Chiropractic ini dikenal sebagai salah satu bentuk teknik alternatif untuk terapi tulang belakang. Lebih dari seratus negara yang menggunakan terapi ini karena kelebihannya yang tidak perlu menggunakan obat-obatan kimia dan tanpa harus melakukan operasi. Baca juga : Waspadai Penyakit Kanker Kulit Chiropractic berfokus pada sistem syaraf dimana syaraf merupakan salah satu sistem yang mengatur semua bagian dalam tubuh manusia. Seperti sistem tulang sendi, otot dan paling utama adalah tulang belakang. Pergerakan yang terjadi pada tulang sendi akan memiliki pengaruh yang sangat besar pada sistem syaraf dan seluruh struktur yang mengatur sistem tersebut seperti otot, organ tubuh, rasa sakit dan lain sebagainya. Sistem syaraf merupakan sistem yang paling utama dalam tubuh seorang manusia. Sistem syaraf bekerja mengirim dan menerima segala informsi dari semua sel dan jaringan yang terdapat dalam tubuh. Apabila kerja sistem syaraf dalam tubuh seorang manusia dapat berfungsi secara normal dan maksimal maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut memiliki kondisi kesehatan yang baik dan optimal. Namun terkadang terdapat gangguan yang dapat menghambat kinerja sistem syaraf, yang disebabkan oleh rasa stress yang terus-menerus, atau trauma, dan gangguan ini disebut dengan subluxation. Gejala yang ditimbulkan dari subluxstion berupa sakit pada bagian kepala, mati rasa, merasakan nyeri dan kesemutan. Chiropractic diyakini adalah satu-satunya terapi yang dapat mencegah serta menghilangkan gangguan subluxation. Teknik yang digunakan oleh terapi ini disebut juga dengan teknik adjustment. Teknik ini memeiliki tujuan untuk menghilangkan gejala serta sakit yang disebabkan oleh subluxation dan chiropractic juga digunakan untuk mengembalikan letak atau posisi tulang belakang dengan menggunakan cara yang lembut, aman serta efektif. Para praktisi atau yang lebih dikenal dengan sebutan chiropractor akan membantu melepaskan tekanan-tekanan yang terdapat pada syaraf yang bertujuan untuk mengoptimalkan kerja dan fungsi sistem syaraf. Manfaat dan Resiko Chiropractic Chiropractic hingga saat ini masih disebut sebagai salah satu pengobatan dengan cara tradisional. chiropractic sendiri adalah salah satu metode yang dilakukan untuk melakukan pengobatan pada tulang belakang dengan menggunakan tangan agar tubuh dapat menyembuhkan diri sendiri tanpa bantuan obat-obatan maupun operasi. Chiropractic merupakan salah satu perawatan yang direkomendasikan untuk para pasien yang mengeluhkam sakit pada bagian bawah punggung. Chiropractic juga bermanfaat bagi orang yang menderita sakit di bagian-bagian tubuh lainnya yang diakibatkan oleh adanya gangguan pada sistem syaraf seperti osteoarthritis atau fibromyaglia. Osteoartritis adalah gangguan yang terjadi karena tulang rawan yang berfungsi untuk melindungi persendian mengalami kerusakan. Hal ini mengakibatkan sendi yang tidak dapat bergerak normal sehingga akan menimbulkan rasa sakit serta nyeri dan membuat pergerakan seseorang menjadi terbatas. Sedangkan Fibromyaglia adalah rasa nyeri yang muncul pada tulang serta otot dan dapat menyebar luas ke bagian tubuh yang berada disekitar asal nyeri. Fibromyaglia ini biasanya muncul dengan gejala seperti rasa nyeri dan otot yang kaku. Anda yang tidak memiliki masalah atau gangguan sistem syaraf dan tidak menderita penyakit apapun dapat melakukan terapi ini. Karena chiropractic sendiri dapat membantu sistem kekebalan tubuh anda menjadi lebih meningkat, dan juga dapat melancarkan jalannya peredaran darah, membentu membuat otot-otot anda menjadi lebih lemas dan tidak kaku serta membantu meringankan tekanan tulang belakang. Selain itu chiropractic juga dikenal mampu memberikan efek positif bagi seseorang yang mengalami depresi dan stress berlebihan. Chiroprotic juga memiliki manfaat yang baik bagi para wanita untuk mengurangi rasa sakit saat mengalami masa pra-menstruasi dan juga dapat dilakukan pada wanita hamil yang cenderung mengalami rasa sakit di bagian bawah punggung. Selain wanita ternyata chiropractic juga sangat bermanfaat bagi bayi yang baru lahir untuk membantu sistem syaraf serta tulang belakang bayi dapat berkembang dan tumbuh secara optimal. Bayi akan mengalami trauma pada saat menjalani proses kelahiran yang mengharuskan bayi melewati sebuah saluran yang terdapat pada rahim dan hal ini dapat menimbulkan adanya ketidakseimbangan yang terjadi pada tubuh sang bayi. Dalam perkembangannya pun sang bayi masih harus mengalami beberapa proses yang mengharuskan tulang belakang dan sistem syarafnya bekerja dan tumbuh dengan optimal. Karena apabila perkembangan pada tubuh bayi mengalami kesalahan atau tidak berkembang pada posisi yang salah maka akan muncul ketidakseimbangan yang akan menyebabkan bayi menderita scoliosis. Scoliosis adalah kelainan yang terjadi pada rangka tubuh sehingga mengakibatkan adanya lengkukan pada bagian tulang belakang. Chiropractic yang biasanya dilakukan selama 45 menit atau bahkan satu jam dalam sekali perawatan ternyata juga dapat membantu pasien yang memiliki rasa trauma terhadap suatu kejadian pada masa rehabilitasi. Hasil yang didapatkan dari chiropractic ini tentunya akan berbeda dari satu pasien dengan pasien yang lainnya. Ada kalanya chiropractic hanya sebatas membantu para pasien untuk mengurangi rasa sakit yang diderita oleh pasien tanpa menyembuhkan atau mengobati penyakit yang diderita pasien. Baca juga : Mengenali Alarm dari Tubuh yang Kekurangan Vitamin Namun tak jarang chiropractic mampu menyembuhkan seorang pasien dari penyakit yang dideritanya. Hanya perlu menyesuaikan diri dengan chiropractic agar perawatan ini mampu mendapatkan hasil maksimal yang diinginkan oleh pasien. Resiko yang didapat dari terapi chiropractic ini sejauh ini tergantung dari para terapis yang melakukan teknik ini terhadap pasien. Apabila terapis memiliki keahlian serta sertifikat yang sah, maka kecil kemungkinan akan menghasilkan resiko yang buruk pada pasien. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa chiropractic aman dan berhasil. Pasien akan mengalami rasa nyeri maupun rasa sakit ketika melakukan perawatan chiropractic ini untuk pertama kali, namun apabila dilakukan dengan teknik yang baik dan benar, maka rasa sakit tersebut tidak akan dirasakan. Apabila Anda memiliki penyakit osteoporosis maupun penyakit lain yang masih berkaitan dengan penyakit yang mengharuskan Anda untuk mengonsumsi obat yang berfungsi untuk mengencerkan darah, maka sebaiknya Anda tidak melakukan chiropractic. Dan apabila Anda merupakan penderita penyakit kanker, wajib bagi Anda untuk mendapatkan izin dari dokter Anda untuk melakukan terapi Chiropractic.