Waktu Posting : 25-06-2014 21:31 | Dibaca : 2059x
26-06-2015 04:11
Manfaat Proxeronine Dalam Buah Noni Untuk Tubuh Kandungan dalam tahitian noni Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit yang bisa dibilang berbahaya, karena bisa mengakibatkan kematian. Penyebabnya sendiri diketahui karena kadar gula dalam darah yang cukup tinggi. Hal ini mau tak mau memerlukan cara penurun kadar gula darah yang tepat guna menormalkan kembali kadar gula darah tersebut. Itulah mengapa banyak orang memilih tahitian noni untuk diabetes sebagai langkah yang paling tepat. Tahitian noni sendiri adalah minuman bioaktif yang diproses dengan memanfaatkan buah Noni Tahiti (Morinda Citrifolia). Komposisi di dalam produk ini sendiri terdiri dari 89% buah noni dan 11% campuran buah anggur serta blueberry. Produk kesehatan inipun tak mengandung bahan pengawet atau bebas pengawet serta pemanis buatan. Andapun tak akan menjumpai bahan kimia yang ditambahkan ke dalam minuman bioaktif ini. Baca juga : Cara Jitu Mengontrol Kadar Kolesterol Manfaat proxeronine bagi tubuh Banyak penelitian yang dilakukan terkait manfaat buah noni dan hasilnya pun cukup mengejutkan. Tahitian noni untuk diabetes diketahui mampu menormalkan kembali kadar gula darah serta menyembuhkan luka akibat diabetes. Hal ini dikarenakan kandungan di dalam buah noni yang terdiri dari Proxeronine. Ini adalah bahan baku utama dari senyawa xeronine yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Prosesnya sendiri terjadi saat Anda mengkonsumsi proxeronine yang kemudian diolah di dalam tubuh menjadi xeronin dengan bantuan proxerininase dan serotonin. Bagi Anda yang ingin tahu lebih lengkap terkait manfaat proxeronine bagi penyembuhan diabetes mellitus, berikut yang disampaikan oleh kesehatan.tips. Baca juga : 3 Kesalahan Dalam Pengolahan Jus yang Harus Dihindari • Mampu meningkatkan serta menjaga sistem kekebalan tubuh. • Dapat meningkatkan stamina Anda, sehingga rasa lemas dan letih pun bisa terhindari. Dengan begini, Anda pun bisa melakukan aktivitas kembali seperti sedia kala. •   Membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang telah rusak serta meningkatkan fungsi sel. Hal ini bisa saja terjadi akibat menderita suatu penyakit ataupun faktor usia. •   Memperbaharui sel Beta Pankreas di dalam tubuh, sehingga pankreas mampu memproduksi insulin dalam kadaar yang cukup. Kondisi tersebut akan membantu tubuh menormalkan atau menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh. •   Dapat meregenerasi sel-sel yang telah mati di dalam tubuh hingga mampu berfungsi dengan baik kembali berkat tahitian noni untuk diabetes.
30-08-2016 06:39
Mata adalah organ tubuh yang didalam tubuh tapi terlihat dari luar, sehingga harus dijaga kesehatannya lebih baik. Mata memiliki retina yang sangat mudah rusak jika terkena sinar matahari langsung, oleh karena itu, nelayan-nelayan yang sering melaut, banyak yang terkena penyakit katarak, karena pada saat melaut tidak memakai pelindung buat mata. Bagaimana menjaga mata agar pada saat umur 60an, tidak terkena katarak? Hindari dari sinar matahari langsung. Jika proses melihat sampai memicingkan mata, berarti mata menerima sinar terlalu banyak. Jika terlalu sering memicingka mata berarti makin cepat terkena katarak. Baca juga : Penyakit Pada Kulit Polisi yang bertugas di luar, di jalan raya, yang sehari-hari terkena matahari, harus hati-hati juga. Jangan sampai setelah pensiun kena katarak. Polisi yang memakai kacamata hitam, bukan cuma untuk gaya gayaan, tapi untuk kesehatan matanya, jadi sudah seharusnya jika ada biaya pembelian kacamata hitam untuk polisi yang bertugas di luar ruangan. Banyak yang tidak menyadari pentingnya menjaga mata sejak muda, pada saat masih sehat matanya. Untuk pengendara kendaraan roda 2 ataupun 4, di jalanan yang panas terik, sehingga pengendara memicingkan matanya, berarti sudah seharusnya menggunakan kacamata hitam. Ada beberapa pengendara yang menggunakan kacamata ada juga yang tidak. Setelah memperhatikan jalanan pada saat berkendaraan, jumlah pemakai kacamata hitam masih sedikit prosentasenya, kurang dari 50%. Baca juga : Khasiat Jus Kulit Manggis  Pengetahuan untuk menjaga kesehatan mata sangat penting, bagi orang yang sehari-harinya selalu terkena sinar matahari.
15-10-2014 01:03
Obesitas oleh orang awam diidentikan sebagai kelebihan berat badan atau kegemukan. Namun secara medis, Obesitas didefinisikan memiliki kelebihan lemak di dalam tubuh. Obesitas meningkatkan risiko penyakit lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Dokter menggunakan BMI (body mass index) yang di dasarkan pada berat badan dan tinggi badan untuk menentukan apakah anda mengidap obesitas. Obesitas ekstrim atau obesitas parah dikeal dengan istilah obesitas morbid. Merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki BMI di atas 40 atau lebih. Bila Anda masuk dalam kategori obesitas morbid, Anda terancam mengalami gangguan jantung yang serius. Baca juga : 3 Langkah untuk Mencegah Kanker Payudara Rumus untuk menghitung BMI (Body Mass Index) BMI = Berat Badan / (Tinggi Badan * Tinggi Badan) Keterangan : -Satuan Berat Badan adalah Kilogram (kg) -Satuan Tinggi Badan adalah Meter (m) Contoh cara untuk menghitung BMI (Body Mass Index) Berat badan anda adalah 51 kg dan Tinggi Badan anda adalah 1,59 (159 cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI anda ? Baca juga : Kenali 4 Gejala Limfoma Berikut ini BMI = 51 kg / (1,59 x 1,59) BMI = 20 → Normal Untuk menentukan berapa nilai BMI (Body Mass Index) anda, silahkan menggunakan kalkulator BMI. Kemudian bandingkan hasilnya dengan data pada tabel di bawah ini: BMI Status berat badan Dibawah 18,5 Kurang 18,5 – 24,9 Normal 25,5 – 29,5 Kelebihan 30,0 dan lebih tinggi Obesitas