Waktu Posting : 14-07-2014 00:20 | Dibaca : 3565x
13-01-2025 18:39
Kuret (atau kuretase) adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengangkat jaringan dari dalam rahim wanita. Prosedur ini biasanya melibatkan penggunaan alat yang disebut kuret, yang berfungsi untuk mengikis lapisan dalam rahim. Kuret sering dilakukan bersamaan dengan dilatasi, di mana leher rahim dibuka (dilatasi) sebelum jaringan diangkat. Prosedur ini dikenal sebagai Dilatasi dan Kuretase (D&C).Tujuan dan Indikasi Prosedur Kuret :Kuret dilakukan untuk berbagai alasan medis, antara lain :Mengatasi Perdarahan AbnormalJika seorang wanita mengalami perdarahan menstruasi yang berat atau tidak teratur, kuret bisa digunakan untuk membersihkan lapisan rahim dan menghentikan perdarahan.Mengobati Keguguran atau Kehamilan Tidak BerhasilSetelah keguguran, jaringan janin atau plasenta mungkin tertinggal di rahim. Kuret dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa jaringan tersebut dan mencegah infeksi atau komplikasi lebih lanjut.Diagnostik untuk Kondisi RahimDalam kasus tertentu, kuret dilakukan untuk mengambil sampel jaringan dari dinding rahim yang akan diperiksa di laboratorium. Ini bisa digunakan untuk mendiagnosis kondisi seperti kanker rahim, polip, atau hiperplasia endometrium (penebalan lapisan rahim).Menghilangkan Polip atau Tumor Jinak di RahimPolip atau tumor jinak (fibroid) di dalam rahim dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau perdarahan yang tidak normal. Kuret bisa digunakan untuk menghilangkannya.Menghentikan Perdarahan Pasca MelahirkanSetelah melahirkan, jika ada sisa plasenta atau jaringan lain yang tidak keluar secara sempurna, kuret dapat dilakukan untuk membersihkannya dan mencegah komplikasi seperti perdarahan berat atau infeksi.Manfaat dari Prosedur Kuret :Mengatasi Kondisi Medis yang SeriusKuret bisa membantu mengatasi kondisi seperti perdarahan hebat, keguguran, atau infeksi di rahim dengan menghilangkan jaringan yang menyebabkan masalah.Mencegah Komplikasi Lebih LanjutJika jaringan yang tersisa di dalam rahim tidak diangkat, ini bisa menyebabkan infeksi serius, perdarahan berkepanjangan, atau bahkan masalah kesehatan jangka panjang. Kuret membantu mencegah komplikasi ini.Mendapatkan Diagnosis yang AkuratKetika dilakukan untuk tujuan diagnostik, kuret memungkinkan dokter mendapatkan sampel jaringan yang bisa diperiksa untuk mengetahui adanya kanker atau kondisi lain yang memerlukan perawatan khusus.Mengembalikan Siklus Menstruasi yang NormalPada wanita yang mengalami perdarahan abnormal atau tidak teratur, kuret dapat membantu mengembalikan siklus menstruasi ke kondisi yang lebih normal dengan membersihkan lapisan rahim.Adalah Klinik Aborsi Jakarta sebuah Klinik kesehatan kandungan yang di dedikasikan untuk pelayanan kebidanan dan kandungan dengan memberikan layanan aborsi aman tanpa efek samping yang sesuai dengan prosedur medis agar menekan kasus aborsi yang tidak aman yang banyak dilakukan oleh wanita dengan cara aborsi yang tidak aman seperti menggunakan obat aborsi, jamu aborsi, dan cara ilegal lainnya.Tindakan di Klinik Raden Saleh ini ditangani oleh Dokter SpOG (Obstetri & Genekologi) Asli dan bukan Bidan atau dokter Umum seperti di Klinik Aborsi lainnya. Peralatan medis Modern dan canggih serta alat medis Steril dimiliki dan digunakan di Klinik Aborsi Raden Saleh sehingga menjamin proses Aborsi aman tanpa efek samping tanpa takut adanya penularan penyakit serta tanpa infeksi.
22-07-2016 09:33
Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari. 2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah. Baca juga : Akhlaq Suami Terhadap Istri 3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar. 4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Baca Juga: 5 Obat Efektif Untuk Osteoarthritis Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini) 9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. 10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula
03-10-2014 15:53
Seringkali wanita melemparkan kata stress dirumah ataupun di kantor bukan? Alhasil wanita condong stress daripada pria, lantaran wanita lebih ingin bereaksi daripada pria. Nah bila hal semacam ini sering-sering berlangsung, jadi bagaimanakah nasib suami-suami serta anak-anak mereka. Wanita pasti stress, bila keuangan dapur serta fashion mereka kurang dalam setiap bulannya. Pasti hal semacam ini punya pengaruh juga pada pola makan wanita. Wanita yang bekerja, berisiko alami depresi lantaran tutunan pekerjaan mereka. Kenyataannya mereka memerlukan nutrisi untuk terus sehat. Nah, bila Anda seseorang wanita bekerja serta mesti mengaplikasikan diet sehat untuk terus fit serta aktif, intip saja penjelasan dibawah ini. Minum juice lemon hangat Untuk terus sehat serta energik, Anda mesti mengawali hari dengan satu gelas juice lemon hangat. Hal semacam ini bakal mendetoksifikasi tubuh dengan keluarkan toksin yang beresiko. Kecuali itu, bila di idamkan Anda bisa memberikan madu di dalamnya. Baca juga : Inilah Cara Cepat dan Tepat Putihkan Ketiak Minum teh dengan biskuit Minum teh dengan biskuit adalah panduan diet utama untuk wanita yang bekerja. Anda tak mesti minum teh dengan perut kosong, karena hal itu cuma bakal mengakibatkan keasaman. Jadi, dianjurkan untuk minum teh hangat ditemani biskuit rendah lemak. Teratur sarapan Buat jadi sarapan pada pagi semacam aktivitas teratur yang harus untuk dikerjakan. Anda bisa coba bikin roti sandwich dengan sayur-sayuran di dalamnya. Hal semacam ini bisa jadi inspirasi untuk sarapan yang sehat. Minum juice Dalam melakukan kegiatan tiap hari, wanita butuh minum semakin banyak air, hingga bisa hindari keadaan kesehatan seperti infeksi saluran urin (ISK) atau infeksi jamur. Coba dengan minum juice buah fresh tanpa ada pemanis buatan atau gula di dalamnya untuk terus sehat. Baca juga : Sering Onani, Berbahayakah? Makan siang sehat Saat makan siang, utama untuk wanita yang bekerja kantoran untuk ikuti panduan diet. Maksudnya ialah supaya mereka terus sehat serta memperoleh nutrisi utama yang diperlukan oleh tubuh. Coba konsumsi salad, roti isi atau beras merah waktu makan siang. Menu ini dapat jadi inspirasi paling baik untuk wanita pekerja kantoran. Ngemil sehat Ini adalah panduan diet utama untuk wanita yang bekerja kantoran untuk mengikutinya. Untuk melindungi kandungan glukosa yang seimbang serta menghindar rasa lapar, coba makan camilan namun sehat dalam rentang saat tak teralu lama. Alih-alih pilih gorengan semacam makanan ringan, coba makanan yang sehat seperti almond.