Waktu Posting : 13-05-2016 05:29 | Dibaca : 1987x
05-07-2016 05:07
Imunisasi merupakan salah satu cara mencegah penyakit berat pada anak. Infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi antara lain polio, campak, difteri, tuberkulosis, dan hepatitis B. Vaksin dibuat dengan melemahkan virus atau bakteri, namun dalam bentuk yang tidak membahayakan tubuh. Malah, bagian dari virus atau bakteri yang sudah dilemahkan itu akan membantu tubuh membentuk antibodi yang membuat anak menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Pada kasus peredaran vaksin palsu yang baru diungkap oleh kepolisian, diduga para tersangka pemalsuan vaksin mencampur cairan infus dengan antibiotik atau vaksin tetanus. Baca juga : Ingin Coba? Ternyata Ini Manfaat Pakai Kaos Kaki Isi Bawang Merah Menurut ahli vaksin, dr.Dirga Sakti Rambe Msc-VPCD, ada dua efek negatif pemberian vaksin palsu pada bayi. "Yang pertama dampak keamanan vaksin palsu itu dan yang kedua dampak proteksi atau kekebalan, yakni bayi yang diberi vaksin palsu tentu tidak memiliki proteksi atau kekebalan," kata Rambe seperti dikutip Antara. Ahli vaksin dari Universitas Siena, Italia itu, menambahkan, terkait dampak keamanan, kata dia, tergantung dari larutan yang dicampurkan pembuat vaksin palsu. Saat ini, kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu masih diteliti lebih lanjut oleh Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Indonesia dan Badan POM. "Yang jelas proses pembuatan vaksin palsu tentu tidak steril bisa tercemar virus, bakteri, dan lain sebagainya yang tidak baik bagi kesehatan," katanya. Dia menambahkan, kemungkinan jangka pendek yang dapat terjadi adalah timbulnya infeksi. "Infeksi bisa bersifat ringan bisa juga infeksi sistemik. Infeksi berat bisa berupa demam tinggi, laju nadi meningkat, laju pernafasan meningkat, leukosit meningkat, anak sulit makan minum hingga terjadinya penurunan kesadaran," katanya. Menurut Kementrian Kesehatan RI dalam twitnya melalui akun @KemenkesRI, karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi. Baca juga : Waspada, Ini 5 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis! Gejala infeksi ini bisa dilihat tidak lama setelah diimunisasikan. Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi bisa dipastikan aman. Bisa jadi anak Anda bukan diimunisasi dengan vaksin palsu, tetapi memang dengan vaksin asli. Sementara itu, untuk dampak proteksi tujuan vaksinasi tidak tercapai, yaitu membentuk kekebalan tubuh sebelum seseorang jatuh sakit. Misalnya, seorang anak mendapat vaksinasi Hepatitis B sebanyak 3 kali. Setelah terpenuhi, anak ini kebal bila kelak terpapar oleh virus Hepatitis B. Ia sudah kebal tanpa harus jatuh sakit. Sementara anak yang tidak divaksinasi, harus sakit dulu baru dapat memiliki kekebalan. Bila ternyata anak ini mendapatkan vaksin yang palsu, tentu kekebalan itu tidak pernah ada.
10-07-2018 15:34
Macam-macam metode pengobatan paling aman dan bebas komplikasi salah satunya adalah pengobatan herbal, berbahan dasar tanaman herbal dan bagiannya obat herbal dapat diramu secara mudah dan praktis. Kumpulan obat herbal yang aman dan terdaftar di BPOM telah banyak ditemukan selain aman, khasiatnya pun sangat tinggi. Untuk pengobatan hingga pencegahan beberapa kelompok rempah penghasil obat herbal sudah terdaftar di BPOM melalui beberapa produk obat herbal alami. Salah satunya yang paling terkenal adalah ekstrak kulit manggis dan jinten hitam. Penyakit yang banyak kita temui dan disarankan dengan bantuan obat herbal salah satunya kelompok penyakit akibat metabolisme seperti diabetes, hipertensi, dan jantung koroner. Penyakit lainnya yang sangat memprihatinkan adalah kanker. Tanaman herbal seperti daun songgolangit, daun landep, daun sirsak, daun tempuyung berguna untuk mencegah dan mengobati penyakit mematikan tersebut karena kaya manfaat yang sebagian besar mengandung anyi inflamasi. Kumpulan Obat Herbal dari Daun-daunan Obat herbal yang dibuat dari daun-daunan salah satunya daun salam, daun alpukat, daun binahong, daun sirsak yang berfungsi untuk menurunkan kolesterol dalam darah agar tidak komplikasi menjadi diabetes dan jantung koroner. Pengolahan daun-daun tersebut umumnya dibuat seperti menyeduh teh hanya saja beberapa daun tidak dikeringkan terlebih dahulu. Sebagai solusi sehat dan hemat, tanaman herbal kelompok daun-daunan menjadi obat paling ampuh dan masuk daftar kumpulan obat herbal alami yang menyehatkan dan terjamin. Kumpulan Obat Herbal dari Buah-buahan Buah mahkota dewa, untuk kasus batu ginjal obat yang satu ini merupakan salah satu buah yang berkhasiat meluruhkan batu ginjal. Buah apel, buah tersebut dapat membantu menstimulasi kerja jantung dan efektif untuk penderita penyakit jantung. Ekstrak apel, selai atau buah apel sangat baik dikonsumsi secara rutin. Buah manggis, kulit dari buah manggis masuk ke dalam daftar kumpulan obat herbal telah diuji secara klinis dapat mencegah dan mengobati kanker. Selain itu untuk penderita diabetes, jantung hingga darah tinggi dianjurkan untuk mengonsumsi ramuan herbal dari kulit manggis secara rutin.
19-08-2014 17:17
Saat kembali ke sekolah, tas punggung ialah satu diantara keperluan untuk anak-anak. Umumnya anak bakal lebih fokus pada style, warna, serta bentuk tas sekolah yang mereka kehendaki. Tetapi pastinya bukan hanya itu saja yang perlu dicermati saat pilih tas punggung. Tas punggung pula mesti mempunyai bentuk yang baik untuk kesehatan anak serta tak menyebabkan cedera atau mungkin nyeri pada punggung mereka. Saat bobotnya terlampau berat, tas punggung dapat menarik tulang punggung anak serta mengganggu postur tubuhnya. Demikian pula bila tas punggung cuma dipakai dengan satu tali. Ini dapat menyebabkan tubuh anak untuk cenderung ke satu segi. Tidak cuma itu saja, tas punggung pula dapat mengganggu aliran darah pada tubuh. Ini lantaran tas punggung yang mempunyai bentuk tidak baik dapat mengakibatkan mati rasa, kesemutan, serta yang lain pada tangan serta lengan. Baca juga : Mata Minus Bisa Dicegah dengan 5 Cara Ini Lalu, bagaimana cara memilih tas punggung yang tepat untuk anak supaya tidak mengakibatkan cedera? Inilah panduan yang dapat Anda kerjakan : 1. Berdasar pada American Chiropractic Association (ACA), ukuran tas amat perlu saat menentukan pilihan. Tas punggung jangan lebih lebar atau mungkin lebih panjang dari pundak anak, serta sisi bawah tas tidak semestinya lebih panjang dari empat inci dari pinggul anak. ACA pula mereferensikan supaya anak tidak pernah membawa tas punggung yang melebihi 10 % berat tubuhnya. 2. Dokter dari Division of Orthopaedic Surgery di Cincinnati Children's Hospital Medical Center mereferensikan berbagai hal supaya tas punggung anak mempunyai dua tali yang lebar serta empuk untuk pundak, sisi empuk di punggung, serta tali dibagian pinggang. 3. Ajak anak untuk memakai dua tali di pundak saat menggunakan tas punggung. Janganlah memakai cuma satu tali saja. Baca juga : Cara Cepat dan Ampuh Mengatasi Mata Lelah 4. Tata benda-benda yang dimasukkan dalam tas supaya tak terlampau berat. Benda yang paling berat baiknya ditempatkan di dalam hingga berat tas punggung tak timpang. Tas punggung anak mulai menyebabkan persoalan kesehatan diantaranya saat Anda mulai merasakan berbagai ciri ini : - Postur yang jelek ; - Rasa nyeri serta sakit pada punggung, pundak, atau mungkin leher ; - Mati rasa, kesemutan, serta tangan atau mungkin lengan yang merasa lemah ; - Ada bekas merah atau mungkin garis yang dalam di bagian pundak ; - Bila anak merasakan kesusahan mengangkat atau mungkin menaruh tas punggungnya. Cermati berbagai gejala itu. Bila Anda mulai melihat anak merasakan hal itu, secepatnya tukar tas punggungnya. Tanyakan pula gejala yang dirasakannya dengan dokter, supaya dampak tas punggung yang tidak menyehatkan dapat secepatnya diatasi. Hal semacam ini tidak cuma berlaku pada anak, pada orang dewasa puln harus dicermati gejala diatas sekalian kiat untuk mencegah cedera akibat tas punggung yang digunakan.