Waktu Posting : 03-05-2016 10:40 | Dibaca : 2095x
04-10-2014 16:29
Hal yang terlalu sayang untuk ditinggalkan, sinar matahari pada saat pagi tak cuma bikin indah situasi pada pagi hari, tetapi pula amat penting bagi kesehatan. Sinar matahari ini ialah satu diantara sumber kehidupan untuk planet kita. Sangat banyak peran matahari, proses fotosintesis pada tanaman pun membutuhkan sinar matahari. Sinar matahari kaya akan Vitamin D, jadi syukurlah sebab kita dapat merasakan vitamin D gratisan, iya kan? Selain itu sinar matahari pun berguna membunuh mikrobakteria, oleh karenanya banyak pakar kesehatan merekomendasikan untuk membuat rumah yang pada pagi hari cukup terserang sinar matahari ini. Baca juga : Manfaat Olahraga Lompat Tali (Skipping) dan Manfaatnya bagi Tubuh Berbagai manfaat sinar matahari untuk kesehatan, diantaranya adalah sebagai berikut: Kurangi gula darah Sinar matahari ialah insulin alami yang menyajikan keringanan penyerapan glukosa masuk ke beberapa sel tubuh. Perihal ini pula yang merangsang tubuh untuk merubah gula darah jadi glycogen, yang lalu disimpan di hati serta otot. Proses inilah semacam turunnya kandungan gula darah. Memiliki kandungan vitamin D Pada saat berkas sinar ultraviolet disaring di kulit, sinar itu mengubah simpanan cholesterol di kulit jadi vitamin D. Terima paparan sinar matahari sepanjang 5 menit saja sama berarti dengan menyajikan 400 unit vitamin D pada tubuh Anda. Membuat serta melakukan perbaikan Tulang Meningkatnya vitamin D pada badan lantaran paparan sinar matahari bisa tingkatkan penyerapan kalsium di pada badan Anda. Keadaan ini ialah jalan keluar dalam pembentukan serta perbaikan tulang serta menghindar penyakit seperti rakhitis serta osteomalacia. Meredam cholesterol darah Ini adalah lanjutan proses diatas. Sesudah cholesterol dibawah kulit dirubah jadi vitamin D, otak serta tubuh lalu menyajikan tanda pada cholesterol yang ada pada darah untuk keluar dari darah menuju ke kulit. Dari proses inilah kandungan cholesterol dalam darah bisa dikontrol dengan baik. Tingkatkan kesehatan pernafasan Penambahan daya tampung darah untuk membawa oksigen serta menyalurkannya ke jaringan-jaringan ialah satu diantara manfaat sinar matahari. Kecuali itu, sinar matahari pula dapat tingkatkan kesehatan pernafasan lantaran jumlah glikogen bakal jadi tambah sesudah berjemur dibawah sinar matahari. Baca juga : Cara Sederhana Redakan Sakit Pinggang Kekebalan Waktu kulit terserang sinar matahari, berlangsung menambahkan sel darah putih, terlebih limfosit, yang dipakai untuk menyerang penyakit. Dengan cara tak segera antibodi-pun bakal turut bertambah. Keadaan ini bakal bertahan sampai 3 minggu. Menurut riset, 10 menit dibawah matahari satu 2 x satu minggu bisa kurangi kemungkinan terserang flu sampai 30-40%. Penawar infeksi serta pembunuh bakteri Sinar matahari dapat membunuh bakteri penyakit, virus, serta pula jamur. Pada perawatan TBC, erysipelas, keracunan darah, peritonisis, pneumonia, mumps, serta asma, therapy sinar matahari amat diperlukan. Bahkan juga berbagai dari virus penyebar kanker bisa dibinasakan oleh sinar ultraviolet ini. Infeksi jamur, termasuk juga candida, pula bakteri di hawa bereaksi serta bisa dibinasakan oleh sinar matahari.
05-07-2016 05:07
Imunisasi merupakan salah satu cara mencegah penyakit berat pada anak. Infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi antara lain polio, campak, difteri, tuberkulosis, dan hepatitis B. Vaksin dibuat dengan melemahkan virus atau bakteri, namun dalam bentuk yang tidak membahayakan tubuh. Malah, bagian dari virus atau bakteri yang sudah dilemahkan itu akan membantu tubuh membentuk antibodi yang membuat anak menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Pada kasus peredaran vaksin palsu yang baru diungkap oleh kepolisian, diduga para tersangka pemalsuan vaksin mencampur cairan infus dengan antibiotik atau vaksin tetanus. Baca juga : Ingin Coba? Ternyata Ini Manfaat Pakai Kaos Kaki Isi Bawang Merah Menurut ahli vaksin, dr.Dirga Sakti Rambe Msc-VPCD, ada dua efek negatif pemberian vaksin palsu pada bayi. "Yang pertama dampak keamanan vaksin palsu itu dan yang kedua dampak proteksi atau kekebalan, yakni bayi yang diberi vaksin palsu tentu tidak memiliki proteksi atau kekebalan," kata Rambe seperti dikutip Antara. Ahli vaksin dari Universitas Siena, Italia itu, menambahkan, terkait dampak keamanan, kata dia, tergantung dari larutan yang dicampurkan pembuat vaksin palsu. Saat ini, kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu masih diteliti lebih lanjut oleh Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Indonesia dan Badan POM. "Yang jelas proses pembuatan vaksin palsu tentu tidak steril bisa tercemar virus, bakteri, dan lain sebagainya yang tidak baik bagi kesehatan," katanya. Dia menambahkan, kemungkinan jangka pendek yang dapat terjadi adalah timbulnya infeksi. "Infeksi bisa bersifat ringan bisa juga infeksi sistemik. Infeksi berat bisa berupa demam tinggi, laju nadi meningkat, laju pernafasan meningkat, leukosit meningkat, anak sulit makan minum hingga terjadinya penurunan kesadaran," katanya. Menurut Kementrian Kesehatan RI dalam twitnya melalui akun @KemenkesRI, karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi. Baca juga : Waspada, Ini 5 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis! Gejala infeksi ini bisa dilihat tidak lama setelah diimunisasikan. Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi bisa dipastikan aman. Bisa jadi anak Anda bukan diimunisasi dengan vaksin palsu, tetapi memang dengan vaksin asli. Sementara itu, untuk dampak proteksi tujuan vaksinasi tidak tercapai, yaitu membentuk kekebalan tubuh sebelum seseorang jatuh sakit. Misalnya, seorang anak mendapat vaksinasi Hepatitis B sebanyak 3 kali. Setelah terpenuhi, anak ini kebal bila kelak terpapar oleh virus Hepatitis B. Ia sudah kebal tanpa harus jatuh sakit. Sementara anak yang tidak divaksinasi, harus sakit dulu baru dapat memiliki kekebalan. Bila ternyata anak ini mendapatkan vaksin yang palsu, tentu kekebalan itu tidak pernah ada.
25-07-2014 13:45
Butuh Waktu Salah satu penyakit mematikan yang katanya tak memiliki obat adalah kanker. Pasalnya, ada saja jenis kanker yang setelah disingkirkan, masih dapat kembali lagi menyerang tubuh. Penanganannya pun macam-macam, namun pengobatan paling awam yang diketahui adalah dengan menjalani kemoterapi. Meski ada pula cara lain atau obat kanker lain yang bisa digunakan untuk melawan kanker, kemoterapi kerap disarankan terutama bagi mereka yang penyakitnya sudah parah. Baca juga : Tanaman Obat Keluarga Kemoterapi merupakan satu cara pengobatan yang menggunakan penyakit untuk menyerang penyakit lain. Maksud penyakit di sini adalah zat yang buruk bagi tubuh, tetapi berfungsi pula untuk menyingkirkan kanker. Karena itulah para pasien yang menjalani kemoterapi biasanya akan terlihat sangat lemah dengan rambut yang terus rontok dan warna kulit yang terus memucat. Baca juga : Menjalani Terapi Obat Stroke Minta Rekomendasi Selain kemoterapi, ada obat kanker lain yang sebenarnya bisa dijalani pasien, apalagi bagi mereka yang temuan kankernya masih pada fase awal dan belum begitu berkembang. Untuk mendapatkannya, pasien dan keluarganya tentu harus meminta rekomendasi kepada dokternya. Dengan berkonsultasi, diharapkan obat yang dipilih adalah pilihan pasien sendiri dan dapat bekerja dengan baik di bawah bimbingan dokter. Selain dengan obat-obatan dari rumah sakit atau yang direkomendasikan oleh dokter, pasien juga memiliki kebebasan untuk mencari ramuan obat kanker lain yang dirasa lebih tepat, seperti herbal dan obat dari bahan-bahan alami.