Waktu Posting : 23-02-2016 12:06 | Dibaca : 2677x
Keramas merupakan salah satu kegiatan (aktivitas) dalam proses perawatan rambut, dengan cara mencuci rambut serta kulit kepala menggunakan shampo atau pun produk pembersih lain yang dikhususkan untuk rambut/kulit kepala. Proses ini dilakukan dengan cara meremas-remas kulit kepala dengan shampo atau bahan lain yang sudah dicampurkan air yang kemudian diusapkan pada rambut yang sudah dibasahi air. Proses terakhir adalah dengan membilas rambut dengan air hingga bersih.
Keramas memiliki tujuan, yakni untuk menghilangkan kotoran pada rambut serta kulit kepala seperti ketombe, debu dan kotoran bekas keringat. Aktivitas mencuci rambut (keramas) yang dilakukan secara teratur serta berkala dipercayai dapat menyehatkan rambut. Hal tersebut karena keramas berfungsi membersihkan bagian rambut serta kulit kepala, juga dapat merangsang kulit kepala karena pijatan yang dilakukan pada saat keramas.
Baca juga : Akibat yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat bagi Kesehatan
Ternyata aktivitas membersihkan rambut atau disebut dengan keramas tersebut memiliki cara serta aturan khusus. Karena jika terlalu banyak keramas, justru akan merusak rambut Anda. Hal tersebut karena shampo yang digunakan untuk keramas terbuat dari bahan kimia, sehingga aturan dan cara yang digunakan juga harus sesuai dan tepat. Namun ternyata tanpa penggunaan shampo, keramas juga dapat dilakukan.
Nah, dalam tulisan kali ini, kita akan membahas mengenai beberapa tips seperti tips keramas tanpa shampo, tips keramas yang benar dan sehat serta tips memilih jenis shampo yang tepat untuk rambut.
Tips Keramas Tanpa Menggunakan Shampo
Pasti Anda penasaran dengan cara keramas namun tanpa menggunakan shampo. Ternyata teknik keramas tanpa shampo ini sudah menjadi trend keramas yang lebih dikenal dengan sebutan “no poo” atau “no shampoo”, sudah banyak dilakukan oleh beberapa orang luar negeri dan sekarang juga mulai banyak dilakukan oleh orang Indonesia. Awal prosesnya rambut memang akan terasa berminyak, namun jika rutin melakukannya dalam beberapa bulan, maka rambut Anda akan terasa lebih halus. Bagaimana caranya? Berikut langkah keramas tanpa menggunakan shampo :
Persiapan
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa efek yang terjadi jika menggunakan teknik ini pada awalnya rambut akan lebih berminyak dan terlihat lepek. Hal tersebut wajar, karena merupakan respon tubuh dalam proses penyesuaian dalam rangka menjaga rambut agar tetap sehat. Sehingga agar mengurangi efek berminyak yang terjadi tidak berlebihan, Anda dapat mengurangi pemakaian shampo terlebih dahulu. Setelah mengurangi pemakaian, kemudian Anda dapat mencoba teknik ini agar efek yang ditimbulkan tidak terlalu berlebihan.
Keramas
Keramas tanpa menggunakan shampo atau no poo bukan berarti tidak menggunakan apapun, namun kita dapat mengganti pemakaian shampo dengan menggunakan baking soda dan cuka apel (sebagai kondisioner).
Baking soda sebanyak 1 sdm dicampurkan dengan satu gelas air, kemudian aduk rata sampai air terlihat keruh. Gunakan cairan baking soda tersebut seperti saat Anda menggunakan shampo, yaitu dengan memijatnya secara merata pada daerah akar rambut secara merata lalu bilas dengan air bersih. Selanjutnya masuk pada tahap conditioning.
Cuka apel sebanyak 1 sdt dengan satu gelas air atau tambahkan bahan tambahan seperti beberapa tetes madu, essential oil atau perasan jeruk lemon. Kemudian campurkan dan gunakan merata pada seluruh bagian rambut.
Kedua bahan tersebut tidak harus selalu digunakan pada saat keramas. Pada awal menggunakan teknik keramas tanpa shampo ini ada baiknya menggunakan sekitar 2 sampai 3 kali selama seminggu. Namun setelahnya Anda dapat mengurangi pemakaiannya hingga cukup sekali seminggu.
Tips Keramas yang Benar dan Sehat
Sebelum mandi atau keramas, sebaiknya Anda menyisir rambut terlebih dahulu. Hal tersebut berfungsi mengeluarkan debu yang menempel pada rambut, sehingga rambut juga tidak kusut saat dikeramas.
Anda harus membasahi seluruh bagian rambut hingga basah masuk ke kulit kepala. Perhatikan benar khususnya bagi perempuan yang memiliki rambut panjang.
Jika menggunakan shampo, maka pilihlah jenis shampo yang sesuai dengan jenis serta karakter rambut Anda, hal tersebut menghindarkan terjadinya kerusakan pada rambut. Cara yang benar menggunakan shampo adalah dengan menuangkan shampo secukupnya pada telapak tangan, busakan lalu usapkan dan pijat dengan lembut pada akar rambut serta seluruh bagian rambut.
Massage atau pijat kepala merupakan teknik memijat pada bagian kulit kepala (akar rambut) saat keramas. Pemijatan tersebut bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan membersihkan minyak-minyak yang menyebabkan ketombe. Gosoklah dengan lembut dengan menggunakan ruas-ruas jari. Jangan menggosok terlalu keras atau kencang karena dapat menyebabkan kerusakan rambut seperti rambut mudah patah, kusut, kering dan rontok.
Setelah rambut penuh dengan busa, biarkan hingga 2 sampai 3 menit, baru kemudian membilasnya.
Jika rambut dalam keadaan kotor serta lepek, Anda dapat mengulangi proses keramas tersebut, namun dengan pemberian shampo yang lebih sedikit dibandingkan keramas yang pertama.
Hindari menyisir rambut pada saat rambut masih basah setelah keramas. Karena akan menyebabkan rambut mudah rontok dan patah.
Jangan mengeringkan rambut dengan menggosoknya terlalu keras dan dengan menggunakan handuk kering. Keringkan rambut dengan cara alami yakni di angin-anginkan dapat menggunakan kipas angin. Jika menggunakan hair dryer maka gunakan dalam suhu yang tidak terlalu panas.
Tips Memilih Jenis Shampo yang Tepat Bagi Rambut
Beberapa orang merasa bingung dalam memilih jenis shampo yang tepat bagi rambutnya. Karena pemilihan yang tidak tepat justru akan membuat rambut mengalami kerusakan seperti rambut kering, bercabang, ketombean, rontok, mudah patah dan sebagainya.
Sehingga dalam memilih shampo pun Anda harus menyesuaikannya dengan jenis rambut Anda. Agar Anda tidak bingung dalam memilih shampo yang cocok dan tepat untuk jenis rambut Anda, sebaiknya Anda membaca serta menyimak pembahasan di bawah ini, mengenai tips atau cara memilih shampo yang tepat bagi rambut Anda :
Perhatikan kandungan atau komposisi yang ada dalam shampo. Jangan sampai ternyata shampo yang Anda gunakan mengandung bahan yang justru akan merusak rambut dan menimbulkan masalah baru pada rambut Anda.
Sebelum memilih shampo, Anda perlu mengenali jenis atau tekstur rambut Anda terlebih dahulu. Tekstur rambut seperti rambut lurus, keriting, tipis, kuat, rapuh, mengembang (bervolume) dan sebagainya. Dari mengerti jenis atau tekstur rambut Anda tersebut, dapat menyesuaikan dengan jenis shampo yang Anda pilih atau gunakan. Karena beberapa shampo diperuntukkan berdasarkan jenis atau tekstur rambut penggunanya.
Kenali masalah-masalah rambut, khususnya untuk masalah rambut yang Anda alami. Sperti rambut serta kulit kepala yang kering, rambut yang cenderung berminyak, rambut yang berketombe dan masalah rambut lainnya. Masalah rambut yang Anda keluhkan dapat menjadi cara dalam memilih jenis shampo yang tepat.
Nah, demikian beberapa pembahasan mengenai keramas dan menjaga rambut agar tetap sehat. Semoga beberapa tips di atas dapat membantu Anda dalam menjaga kesehatan rambut Anda. Karena rambut yang sehat juga berpengaruh pada penampilan serta kesehatan tubuh Anda. Selamat mencoba beberapa tips di atas, semoga berhasil dan terima kasih.
09-06-2014 17:44
Satu diantara jenis penyakit yang paling banyak menimpa kaum hawa kecuali kanker payudara ialah kanker serviks. Kanker serviks berlangsung saat sel abnormal berkembang serta menyebar didalam serviks wanita yang terdapat dibagian bawah rahim. Selama virus pemicu kanker serviks ditemukan dari awal, kanker serviks adalah jenis penyakit yang gampang sembuh. Waktu sel dalam serviks jadi abnormal, akan timbul sedikit tanda-tanda yang bisa jadi peringatan. Bersamaan dengan berkembangnya kanker, tanda-tanda yang umumnya nampak diantaranya : 1. Perdarahan vagina yang tak biasa 2. Ada darah yang keluar diantara saat sebelum serta setelah menstruasi 3. Perdarahan yang nampak sesudah menopause 4. Darah atau rasa sakit yang nampak selama hubungan suami istri Pemicu dari kanker serviks ialah human papillomavirus (HPV) yang disebut beberapa kumpulan besar virus. Ada seputar 40 jenis virus yang bisa menginfeksi area kelamin serta sebagian salah satunya bisa berisiko jadi kanker serviks. Infeksi HPV di kelamin umumnya akan bersih dengan sendirinya, tetapi waktu jadi kritis bisa membimbing pada pergantian dalam beberapa sel didalam serviks yang punya potensi jadi kanker. Baca juga : Tips Agar Wajah Bebas Minyak Seharian Tanda-tanda yang bisa timbul yang mengindikasikan ada infeksi HPV bisa berbentuk kutil yang tak kronis serta tak akan berkembang jadi kanker. Virus HPV yang beresiko malah bisa berada didalam badan tiada menimbulkan tanda-tanda apa pun. Yang mengakibatkan virus HPV susah dideteksi ialah begitu biasanya virus ini pasti ada pada mereka yang telah sempat lakukan jalinan intim, pria ataupun wanita. Virus HPV yang betul-betul tak terdeteksi terus bisa hidup meskipun telah lama sekali saat berlalu dari jalinan intim paling akhir. Pemakaian kondom adalah pilihan jitu untuk kurangi resiko terkena virus HPV meskipun tak menyeluruh. Virus HPV yang diam-diam beresiko ini dapat juga menyebabkan kanker pada vulva, vagina, penis, sampai ke anus juga kanker mulut pada pria ataupun wanita. Kemungkinan terkena kanker serviks semakin besar pada wanita yang merokok, mempunyai banyak anak, konsumsi pil KB dari lama, dan wanita yang positif terkena HIV. Kerjakan deteksi awal dari kanker serviks dengan lakukan tes pap-smear. Kerjakan sejak umur 21 th. serta kerjakan dengan cara teratur tiap-tiap 3 th. sekali. Berikanlah jarak jadi 5 th. sekali sesudah masuk umur 30 th.. Meskipun telah memperoleh vaksin HPV, tes pap-smear tetap butuh dikerjakan semacam kontrol teratur. Waktu ditemukan keabnormalan, umumnya akan dikerjakan tes lagi pap-smear. Umumnya tes akan melibatkan colposcopy atau biopsy. Bila memanglah punya potensi kanker, sel bisa diangkat dengan tehnik sampel serta memakai bius lokal. Baca juga : Tips Memilih Pakaian Dalam yang Baik dan Sehat Kanker serviks yang telah invasif memiliki 4 stadium. Stadium 1 ialah saat kanker belum menyebar diluar serviks. Stadium 2, tumor telah menyentuh sisi atas vagina. Stadium 3, tumor telah menyentuh sisi bawah vagina serta bisa menghalangi laju air seni. Stadium 4, tumor telah meraih kandung kemih atau anus, serta sel kanker telah menyebar ke sisi lain serta membuat tumor baru. Waktu kanker telah masuk stadium 1, operasi bisa jadi langkah pengobatan untuk menyingkirkan jaringan yang berkanker. Umumnya, histerektomi butuh dikerjakan, mengharuskan ada pengangkatan serviks serta rahim semuanya. Kecuali operasi, radiasi memakai terapi X-ray yang tambah energi tinggi dipakai untuk membunuh sel kanker. Radiasi menolong membunuh sel kanker yang tersisa sesudah operasi. Radiasinya yang dikerjakan didalam (brachytherapy) memakai kandungan radiaktif yang dimasukkan ke dalam tumor serta dikerjakan berbarengan dengan kemoterapi. Efek samping dari radiasi ini bisa menurunkan jumlah sel darah, kelelahan, sakit perut, mual, rambut rontok, hilang nafsu makan, serta muntaber. Tingkat keseriusan kanker serviks tergantung pada seberapa awal sel virus yang bersarang ditemukan. Makin cepat ditemukan, pasien bisa lewat trachelectomy yang cuma mengangkat serviks serta bagian-bagian vagina serta membiarkan beberapa besar rahim terus utuh. Vaksin untuk virus HPV ada dalam sebagian jenis yang butuh diberikan dalam sebagian dosis kurun waktu enam bln.. Vaksin ini bertugas mencegah, bukan hanya mengobati. Vaksin akan makin efisien bila diberikan sebelum saat penerima jadi aktif dengan cara seksual, yakni pada umur 11 atau 12 th., atau vaksin tindak lanjut pada umur 13 sampai 26 th..
06-06-2014 15:18
Ingin gaya jadi tersiksa. Menurut beberapa pakar, beragam gaya berpakaian ini dapat lho buat penggunanya sengsara. Anda pasti tidak mau merasakannya. Karenanya, janganlah asal turut mode. Tetapkan gaya Anda sendiri yang bikin Anda nyaman seharian. * Celana ketat vs masalah pencernaan Baju ketat, umpamanya skinny jeans yang menghimpit area perut, dapat membuat persoalan, terlebih waktu si pemakai banyak makan. Selain itu baju yang menghimpit perut bisa menyebabkan berbaliknya asam lambung ke kerongkongan bawah serta terjadi rasa seperti terbakar. Menurut Dr. Kaufman, 37 % dari masalah reflux itu berlangsung pada golongan muda umur 20-30 tahunan. Baca juga : Hilangkan Lelah dan Stres Dengan Aroma Terapi Baju ketat, seperti korset, blus, atau ikat pinggang yang mengikat perut dapat juga menghadirkan dampak yang sama. Bila Anda menghadiri acara makan malam serta berdandan rapi dengan memakai korset dibalik gaun malam, disarankan untuk makan sedikit saja. Juga Sedikit saja mengambil menu berlemak untuk kurangi resiko refluks. Atau longgarkan baju yang menghimpit perut, sesudah makan. * Korset vs nyeri saraf Baju dalam untuk “menyulap” wujud badan jadi indah ini dirancang untuk menutupi perut yang kendur serta gendut, dan paha yang tidak ramping lagi. Baju yang ketat mengikat area perut bawah serta paha atas ini bisa mengakibatkan meralgia paresthetica. Ini ialah iritasi saraf dibagian depan serta luar area paha. Ciri-ciri iritasi ini diantaranya nyeri, rasa seperti terbakar, sensasi seperti kesemutan, serta benar-benar peka pada sentuhan di area paha. * Dasi ketat vs aliran Suatu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke Research and Treatment, pada 2011 mendapatkan bahwasanya pemakaian dasi dengan cara ketat bisa mengakibatkan pergantian reaksivitas pada serebrovaskular. Hal semacam ini terkait dengan kekuatan arteri di otak untuk melebar, serta mungkin semacam pemberi tanda stroke. Baca juga : Tips Agar Anak Mau Menyantap Beragam Makanan Sehat Beberapa penulis laporan studi itu menyampaikan teori bahwasanya pergantian reaksivitas tersebut tak cukup untuk merubah resiko stroke pada orang dewasa yang sehat, namun dapat jadi aspek resiko yang perlu diwaspadai pada orang dewasa yang telah mempunyai aspek-faktor resiko stroke yang lain. * Kain vs reaksi alergi Sebagian tipe bahan baju dapat mengakibatkan iritasi serta reaksi alergi. Wool umpamanya, dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang spesifik, berbentuk dermatitis kontak. Dermatitis kontak ditandai munculnya ruam yang gatal, juga dapat nampak tonjolan serta jadi kritis. Orang yang mempunyai masalah alergi, kulitnya peka atau sempat terkena eksim, berisiko tinggi alami iritasi oleh bahan ini. * Bahan sintetis vs infeksi Pewarna baju dari zat kimia seringkali menyebabkan alergi berbentuk ruam di kulit. Warna biru serta jingga yang paling kerap menyebabkan alergi. Bahan elastis pada kaus kaki, celana dalam, serta bra dapat juga mengakibatkan ruam serta gatal-gatal. Bila Anda alami reaksi tersebut, disarankan senantiasa membersihkan baju baru sebelum saat mengenakannya. Bahan sintetis seperti nilon serta lycra dapat juga mengakibatkan persoalan. Ke-2 materi ini bikin keadaan terus lembab serta panas, hingga jamur pemicu infeksi gampang berkembang biak.
17-12-2025 16:08
Tahun 2026 membawa perubahan besar dalam dunia optimasi mesin pencari. SEO tidak lagi berfokus pada teknik cepat untuk mengejar peringkat, melainkan pada proses berkelanjutan yang mengedepankan kualitas dan kepercayaan. Perubahan ini dipengaruhi langsung oleh pembaruan algoritma Google 2026, yang semakin canggih dalam menilai nilai sebuah website, khususnya melalui strategi link building.Google kini memandang backlink sebagai sinyal rekomendasi yang harus mencerminkan hubungan nyata antar konten. Link yang tidak relevan atau dibangun secara tidak alami semakin mudah terdeteksi. Oleh karena itu, strategi link building di tahun 2026 harus disusun dengan pendekatan yang lebih matang dan terukur.Cara Algoritma Google 2026 Menilai BacklinkAlgoritma Google 2026 bekerja dengan pemahaman konteks yang lebih luas. Mesin pencari tidak hanya mengidentifikasi kata kunci, tetapi juga memahami keterkaitan topik, struktur informasi, dan reputasi website. Backlink dinilai berdasarkan kualitas sumber, relevansi konten, serta cara link tersebut ditempatkan.Google juga mampu membaca pola pertumbuhan backlink. Lonjakan tautan yang tidak wajar, penggunaan anchor text yang terlalu fokus pada kata kunci tertentu, serta backlink dari situs berkualitas rendah dapat menurunkan tingkat kepercayaan website. Hal ini membuat praktik link building lama menjadi semakin berisiko.Tantangan SEO di Era Algoritma TerbaruSalah satu tantangan terbesar SEO 2026 adalah meningkatnya standar kualitas konten. Mendapatkan backlink berkualitas kini tidak mudah karena pemilik website dan media digital lebih selektif dalam memilih konten yang layak direkomendasikan.Selain itu, algoritma Google 2026 menuntut konsistensi. Website yang membangun backlink secara agresif dalam waktu singkat berpotensi dicurigai. Google lebih menghargai pertumbuhan backlink yang stabil dan terlihat alami.Persaingan SEO juga semakin ketat. Banyak bisnis dan brand telah berinvestasi besar dalam konten dan optimasi, sehingga ruang untuk mendapatkan backlink berkualitas menjadi semakin kompetitif.Pendekatan Link Building yang Tepat di Tahun 2026Untuk menyesuaikan diri dengan algoritma Google 2026, strategi link building harus mengutamakan relevansi dan nilai. Backlink dari website dengan niche sejenis dan otoritas tinggi memberikan pengaruh yang lebih kuat terhadap peringkat pencarian.Konten berbasis data menjadi salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan backlink alami. Laporan riset, analisis tren, dan studi kasus sering dijadikan referensi oleh website lain karena memberikan informasi yang kredibel dan mendalam.Membangun hubungan jangka panjang dengan publisher juga menjadi strategi penting. Kolaborasi konten, artikel opini, dan wawancara ahli menciptakan backlink yang lebih natural dan berkelanjutan dibandingkan pendekatan satu kali.Relevansi Topikal dan Pengelolaan Anchor TextAlgoritma Google 2026 sangat menekankan kesesuaian topik antara halaman yang saling terhubung. Backlink dari website dengan topik relevan memberikan sinyal kuat bahwa konten tersebut memiliki otoritas di bidangnya.Anchor text juga harus digunakan secara proporsional. Variasi anchor text yang natural, termasuk penggunaan nama brand dan frasa informatif, dinilai lebih aman. Pola anchor text yang terlalu seragam dapat memicu penilaian negatif dari algoritma.Link Building sebagai Bagian dari Strategi BrandDi tahun 2026, link building tidak dapat dipisahkan dari penguatan brand digital. Brand yang memiliki reputasi baik akan lebih mudah mendapatkan mention dan backlink secara organik. Aktivitas digital PR, publikasi media, dan kehadiran di komunitas industri berperan penting dalam membangun kepercayaan.Algoritma Google 2026 juga semakin mampu mengenali entitas brand. Penyebutan brand di berbagai sumber tepercaya, meskipun tanpa link, tetap memberikan sinyal positif terhadap otoritas website. Namun, ketika mention tersebut disertai backlink kontekstual, dampaknya akan jauh lebih optimal.Monitoring Backlink dan Manajemen RisikoAudit backlink secara berkala menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan SEO. Dengan memantau sumber dan kualitas tautan, website dapat menghindari risiko backlink bermasalah yang dapat merugikan performa pencarian.Diversifikasi sumber backlink juga sangat disarankan. Mengandalkan satu metode link building saja meningkatkan risiko ketergantungan. Kombinasi antara konten berkualitas, relasi media, dan penguatan brand menghasilkan profil backlink yang lebih stabil.Arah SEO Berkelanjutan di Tahun 2026SEO di era algoritma Google 2026 menuntut perubahan pola pikir. Link building bukan lagi tentang jumlah tautan, melainkan tentang membangun kepercayaan dan relevansi secara konsisten. Dengan memahami arah algoritma dan menerapkan strategi yang tepat, website dapat mempertahankan performa SEO yang kuat dan berkelanjutan di tengah perubahan dunia pencarian digital.