Waktu Posting : 23-05-2014 12:11 | Dibaca : 2561x
Asam urat ialah satu diantara jenis penyakit rematik yang sudah diketahui manusia dari zaman 5 SM, yang disebabkan oleh tingginya kandungan asam urat dalam darah. Beberapa nama populer seperti Leonardo Da Vinci, Benjamin Franklin, serta Ratu Anne disebut-sebut menanggung derita penyakit ini. Memanglah penyakit ini tak mematikan seperti kanker, tetapi lantaran sifatnya gampang kambuh serta dapat menyebabkan nyeri yang sangat benar-benar menyakitkan, maka penyakit ini terbilang cukup mengganggu untuk penderitanya.
Sebenarnya badan kita menghasilkan asam urat dalam badan, semacam hasil samping metabolisme purin, serta asam urat yang terbentuk dalam darah, bakal dibuang lewat urin, hingga dalam keadaan normal, asam urat dapat ditemukan di urin ataupun darah. Tetapi jika jumlahnya benar-benar terlalu berlebih, maka badan kesusahan mengatur sistem ekskresinya, hingga kristal-kristal asam urat dapat menimbun dalam persendian, serta keadaan inilah yang dimaksud semacam gouty arthritis, atau masalah asam urat. Lantaran wujud kristalnya yang tajam-tajam seperti jarum, maka penumpukan kristal-kristal asam urat kerapkali menyebabkan nyeri yang sungguh terlalu pada sendi.
Baca juga : 5 Fakta Mengagetkan Masalah Kolesterol
Pencetus utama tingginya asam urat ialah pola makan yang tak cocok. Purin semacam satu diantara sisi dari protein, terdapat banyak dalam sumber-sumber protein seperti daging serta jeroan, hingga pola makan yang tak seimbang dengan jumlah protein yang benar-benar tinggi dalam kurun tempo yang panjang dapat mencetus terbentuknya penumpukan asam urat. Alkohol berlebihan juga disebut-sebut semacam satu diantara pencetusnya.
Indonesia sudah mengetahui sebagian tanaman obat yang diakui dapat dipakai untuk menyembuhkan asam urat, diantaranya sambiloto, sidaguri, salam, kumis kucing, meniran, serta anting-anting. Biasanya sifat-sifat farmakologis tanaman ini ialah diuretik (peluruh kencing) serta antiradang, lantaran dalam penyembuhan moderen juga, sifat-sifat obat sintetik yang digunakan untuk menyembuhkan asam urat ialah antiradang (untuk kurangi pembengkakan disebabkan penumpukan kristal asam urat) serta juga diuretik (untuk menolong pembuangan selebihnya asam urat dalam darah supaya tak selalu menumpuk dalam badan).
Selain itu, saat ini telah diketahui pula bahwa Mengkudu, Manggis, Buah Naga, dan Sirsak sangat berguna sebagai tanaman herbal yang bisa menangkal asam urat.
Mengkudu
Kekuatan buah Mengkudu semacam zat analgesik sudah diketahui dalam riwayat penyembuhan tradisional hingga tanaman ini dikatakan sebagai " painkiller tree " atau " headache tree ". Riset-riset ilmiah sudah menunjukkan dampak memberi keuntungan dari Mengkudu untuk menangani rasa sakit. Hal semacam ini dihubungkan dengan kekuatan xeronine menormalkan protein pada beberapa sel yang abnormal, terhitung beberapa sel jaringan otak, tempat berasalnya rasa sakit. Sebagian masalah rasa sakit yang kritis seperti sakit kepala terus-terusan, rasa sakit pada otot saraf serta nyeri sendi sembuh sesudah mengkonsumsi sari buah Mengkudu.
Baca juga : Langkah Yang Gampang Untuk Hidup Lebih Lama dan Sehat
Manggis
Manggis ialah makanan yang ideal untuk menghindar dari serangan asam urat, lantaran buah ini mempunyai tabiat anti-inflamasi. Idealnya, Anda mesti mengkonsumsi dalam wujud juice kulit manggis dengan cara teratur untuk mengontrol asam urat. Jadi, janganlah menunda lagi, awalilah dari saat ini mengkonsumsinya.
Buah Naga
Satu diantara buah yang bisa menangani persoalan yang diakibatkan oleh penyakit asam urat ialah buah naga. Buah ini mempunyai kandungan vitamin C yang cukup tinggi hingga benar-benar bermanfaat untuk menambah kekebalan badan. Buah ini pula mempunyai kandungan vitamin B3 yang benar-benar bermanfaat untuk mengurangi kandungan kolesterol. Kecuali itu, kandungan air dalam buah naga bisa melarutkan zat purin dalam badan serta membuangnya berbarengan cairan badan seperti air seni serta keringat. Maka dari itu buah naga benar-benar baik semacam obat herbal asam urat alami.
Sirsak
Kita sudah mengetahui sirsak mempunyai faedah yang begitu hebat. Khasiatnya sudah diakui di beberapa Negara. Di dalamnya ada zat-zat yang dapat mencegah asam urat, hipertensi, osteoporosis, serta bsia bikin awet muda. Faedah yang lain menambah ketahanan badan, mengobati wasir serta membuat lancar pencernaan makanan.
28-04-2014 13:18
Fakta Hubungan Perokok Dengan Kejadian Hipertensi - Hipertensi merupakan bagian dari gangguan organ jantung yang disebabkan oleh perilaku individu yang kurang menjaga kesehatan. Menurut teori Blum mengatakan bahwa “tingkat kesehatan individu dipengaruhi oleh keempat faktor penyebab, diantaranya yaitu perilaku, kesehatan lingkungan, genetik serta pelayanan kesehatan”. Dari keempat faktor yang mempengaruhi tingkat kesehatan individu ini ternyata juga dapat diaplikasikan dalam prognosis suatu penyakit hipertensi. Aplikasi dari keempat faktor tersebut jika dihubungkan dengan kejadian penyakit hipertensi adalah sebagai berikut: A. dari segi Perilaku Status individu sebagai perokok aktif dapat mempengaruhi kesehatan organ jantungnya. Penyempitan pembuluh darah jantung akibat kandungan karsinogenik dari rokok ini dapat menyebabkan kerja otot jantung semakin cepat dari biasanya. Jika lama kelamaan tidak segera mendapat penanganan maka akan menyebabkan gangguan aliran darah dalam tubuh. Darah yang mengalir cepat menuju organ otak kemudian mengendap disana tentunya akan menyebabkan kelumpuhan atau stroke yang tentunya berakibat fatal sekali bagi produktivitas diri anda. Untuk itu, faktor perilaku ini memang mengambil peranan penting dalam kejadian penyakit tertentu khususnya yaitu hipertensi. Jika terjadi gangguan penyakit sudah pasti status atau tingkat kesehatan anda sedang mengalami penurunan fungsinya. Selain faktor pengaruh dari perilaku individu terhadap status kesehatannya yang ditinjau dari segi perokok, ternyata juga terdapat tindakan lainnya yang dapat mempengaruhi kejadian penyakit hipertensi dari pengaruh faktor perilakunya. Salah satu tindakan yang berisiko terhadap status kesehatan individu ini yaitu kebiasan individu yang suka mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi (protein hewani lebih utama daripada protein nabati), kebiasaan individu yang kurang berolahraga, kebiasaan individu yang suka mengonsumsi minuman keras atau pun terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda serta faktor perilaku lainnya. Untuk itu, jika anda memang benar – benar menginginkan tubuh yang sehat maka sebaiknya anda perlu melakukan tindakan preventif lebih dini sebelumnya serangan penyakit menyerang anda. Baca juga : Apa Itu Demam Berdarah B. dari segi genetik Penyakit hipertensi adalah gangguan klinis yang termasuk dalam penyakit tidak menular sehingga perkembangan penyakit ini hanya dapat didasarkan atas pengaruh faktor genetik. Menurut beberapa ilmuwan medis, kejadian penyakit hipertensi memang menjadi bagian dari pengaruh susunan gen dalam DNA nya. Oleh sebab itu penyakit hipertensi ini juga disebut sebagai penyakit herediter atau penyakit turunan. C. dari segi lingkungan Lingkungan menjadi bagian dari faktor eksternal individu yang mempengaruhi terjadinya gangguan penyakit hipertensi. Kondisi lingkungan yang mendukung peningkatan prevalensi penyakit hipertensi salah satunya yaitu adanya asap rokok dari para perokok aktif. Anda yang berada disekitar perokok aktif ternyata juga berisiko terganggu dengan penyakit hipertensi ini meskipun anda bukan pelaku utamanya. Untuk itu, sebenarnya perlu adanya kawasan tanpa rokok yang memberikan kemudahan serta tempat sehat untuk orang lain atau para perokok pasif. Dalam hal ini tentunya butuh kesadaran serta dukungan yang kuat terhadap para perokok aktif untuk bisa menempatkan dirinya sehingga tidak merugikan orang lain disekirtarnya apalagi para orang tersayang didekatnya. D. dari segi layanan kesehatan Stastus kesehatan individu tidak lepas kaitannya dengan penyedia layanan kesehatan. Ketersediaan layanan kesehatan serta akses layanan kesehatan yang terjangkau ini yang memungkinkan individu untuk memperoleh status kesehatan yang memadai. Namun, sudah sesuaikah penyedia layanan kita? Inilah yang wajib dipertanyakan untuk saat ini. Anda selaku masyarakat / penyedia layanan kesehatan sampai dengan para aparat pemerintahan alangkah baiknya saling tergabung menciatakan komitmen untuk menuju negara yang kuat dan sehat tentunya dengan menyelenggarakan layanan kesehan yang memadai serta berkualitas. Pada intinya, ingin sehat? Jadilah para pengguna serta para pelaksana layanan kesehatan yang peka dan professional. Baca juga : Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker Namun, meskipun keempat faktor tersebut saling mendukung terjadinya penyakit hipertensi ternyata faktor dari segi perilakulah yang mempengaruhi paling kuat terhadap terjadinya kejadian penyakit hipertensi. Terutama para perokok aktif maupun perokok pasif yang memiliki intesitas tinggi untuk terpapar asap rokok ini. Dari segi perilaku sebenarnya juga muncul faktor lain yang mempengaruhi terjadinya gangguan penyakit tekanan darah tinggi ini diantaranya yaitu seseorang yang mempunyai pola konsumsi tidak sehat dengan banyak mengonsumsi kolesterol ataupu lemak trans. Untuk itu, anda yang memiliki kebiasaan perilaku diatas alangkah baiknya anda perlu membatasi perilaku tersebut agar terhindar dari bahaya gangguan penyakit hipertensi.
05-07-2016 19:44
Sebuah hasil survei mengungkap, jumlah orang yang setiap malam rutin tidur 8 jam semakin sedikit. Jadwal kerja yang sibuk, kemacetan di jalan, hingga godaan bermain gadget, membuat tidur menjadi prioritas nomer dua. Dampak dari kurang tidur sebenarnya sudah banyak dibahas, mulai dari kelelahan, kurang konsentrasi, hingga obesitas. Baca juga : Menghindari Jatuh di Kamar Mandi Dalam studi terbaru disebutkan, durasi tidur yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, juga berpengaruh pada risiko seseorang menderita diabetes. Tim peneliti menganalisis 800 orang sehat dari berbagai negara Eropa dan secara spesifik mencari tahu hubungan antara durasi tidur dan metabolisme glukosa. "Pada pria, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, terkait dengan respons yang rendah pada sel tubuh terhadap insulin, mengurangi penyerapan glukosa, dan dalam jangka panjang meningkatkan risiko diabetes . Pada wanita, kaitan itu tidak diketahui," kata Femke Rutters, yang melakukan penelitian. Baca juga : Beberapa Makanan yang Mempercepat Datangnya Stroke Durasi tidur yang dianggap cukup dalam penelitian ini adalah 7 jam setiap malam. Jika kita kurang tidur, kita cenderung lebih bernafsu pada makanan tidak sehat, emosi tidak stabil, dan mengalami penurunan daya ingat dan konsentrasi. Sementara, jika kita tidur terlalu banyak, kita berpotensi mengalami nyeri punggung, diabetes, dan penyakit jantung
11-05-2014 13:27
Bertengkar dan khawatir atas masalah keluarga dapat menyebabkan peningkatan resiko kematian di usia paruh baya. Konflik dengan keluarga, teman dan tetangga menimbulkan resiko terbesar. Mereka yang paling beresiko adalah laki-laki dan orang-orang keluar dari pekerjaan, para peneliti mencatat. “Stress dalam hubungan sosial yang ada hubungannya dengan kehidupan pribadi memiliki 2 sampai 3x peningkatan resiko kematian, " kata pemimpin peneliti Dr Rikke Lund, seorang profesor di departemen kesehatan masyarakat di University of Copenhagen. "Kekhawatiran dan tuntutan dari pasangan dan anak-anak dan konflik pada umumnya , tampaknya faktor risiko yang paling penting, " katanya. Temuan masih dipegang ketika kekhawatiran atau keluhan tentang penyakit kronis, gejala depresi, umur, jenis kelamin, status perkawinan, dukungan dari hubungan sosial, dan posisi sosial dan ekonomi, kata Lund. Baca juga : Umur 40 Apakah Tidak Terlalu Tua Untuk Olahraga Rutin? "Kami juga menemukan bahwa laki-laki dan peserta luar usia kerja sangat rentan terhadap paparan stres dari hubungan sosial, " katanya . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan sosial sebenarnya lebih mirip sebuah pedang bermata dua, karena mereka juga dapat merusak ketika tidak berjalan dengan lancar. Untuk penelitian ini , Lund dan rekan mengumpulkan data pada hampir 10.000 pria dan wanita , berusia 36-52. Peserta ditanya tentang hubungan sosial mereka sehari-hari, terutama tentang siapa, hubungan di antara pasangan, anak-anak, kerabat lain, teman dan tetangga, membuat tuntutan berlebihan, mendorong kekhawatiran atau yang menjadi sumber konflik, dan seberapa sering masalah ini muncul. Mereka juga meneliti apakah memiliki pekerjaan membuat perbedaan . Menggunakan data dari Denmark Penyebab Kematian Registry, peneliti melacak peserta dari tahun 2000 sampai akhir 2011. Selama waktu itu, 196 perempuan ( 4 persen ) dan 226 orang ( 6 persen ) meninggal. Hampir separuh kematian berasal dari kanker, penyakit jantung dan stroke, penyakit hati , kecelakaan dan bunuh diri menyumbang sisanya. Sekitar 1 dari 10 mengatakan bahwa anak-anak mereka adalah sumber keluhan dan kekhawatiran. 9 persen mengatakan bahwa pasangan mereka sering menjadi sumber keluhan atau kekhawatiran . Enam persen tentang masalah antara saudara mereka dan 2 persen memiliki masalah dengan teman-teman. Baca juga : Tips Untuk Mendapatkan Keefektifan Dari Obat Herbal Beberapa 6 persen dari peserta mengatakan mereka sering memiliki konflik dengan pasangan atau anak-anak mereka , 2 persen mengalami konflik tersebut dengan kerabat lainnya, dan 1 persen dengan teman atau tetangga. Kesimpulan dari semua ini, tim Lund menghitung bahwa tekanan tersebut dikaitkan dengan risiko 50 persen menjadi 100 persen peningkatan kematian dari setiap penyebab . Di antara semua tekanan ini, berkeluh kesah adalah yang paling berbahaya. Sering bertengkar dengan pasangan, saudara, teman atau tetangga bisa meningkatkan dua kali lipat sampai tiga kali lipat dalam resiko kematian dari setiap penyebab, dibandingkan dengan mereka yang mengatakan kejadian ini jarang. Namun, para peneliti menduga bahwa stres yang lebih besar dari konflik dan masalah yang mungkin menjadi alasan di balik peningkatan resiko . Mereka mencatat bahwa ketika stress meningkat, misalnya, konflik di rumah ditambah dengan pengangguran - risiko kematian mendadak juga meningkat. Hormon stress yang meninggi dan peningkatan tekanan darah mungkin alasan terjadinya kematian mendadak. Interaksi antara stress dan respon stress tubuh serta faktor-faktor lain seperti keturunan, lingkungan, faktor sosial ekonomi dan respon psikologis - mungkin semuanya memainkan peran dalam hubungan antara konflik dan resiko kematian yang lebih tinggi . Keterampilan dalam menangani kekhawatiran dan tuntutan dari hubungan sosial serta manajemen konflik dalam pasangan dan keluarga , dan juga dalam masyarakat lokal, dapat dianggap strategi penting untuk mengurangi kematian dini.