Waktu Posting : 14-07-2014 17:49 | Dibaca : 2959x
25-04-2014 20:50
Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi) - Tidak semua kasus darah tinggi atau hipertensi terelakkan. Bila itu menjadi bagian dari hidup Anda, bagaimana bisa tetap sehat berdampingan dengan kondisi itu? Mungkin tak bisa ditumpas, tetapi darah tinggi bisa dijinakkan. Caranya? Prinsipnya seberapa bisa tekanan darah dipertahankan pada nilai yang optimal. Terlebih pada mereka yang berisiko, seperti ada keturunan darah tinggi. Demikian pula bila mengidap pula kencing manis (diabetes melitus), lemak darah abnormal (kolesterol, trigliserida), dan ada riwayat gangguan jantung. Darah tinggi bergabung dengan keadaan tersebut bersifat memperburuk. Bukan saja tidak bijak kelewat cepat minum obat medis, seberapa bisa tidak perlu minum obat dulu. Kalau tanpa minum obat tensi darah masih bisa ditekan normal, obat jangan dipilih dulu. Obat baru diminum apabila dengan cara-cara tanpa obat, tensi masih berada di atas normal. Sedapat mungkin tensinya optimal. Apa sajakah cara-cara tanpa obat itu? Baca juga : Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker Pertama, bila berat badan lebih dari berat idealnya, turunkan dulu sampai ideal. Berat badan ideal diukur dengan BM (Body Mass Index), yakni berat badan (Kg) dibagi tinggi badan (M) pangkat dua. Bila indeksnya 23-25, berarti ideal. Di atas 25 kegemukan, di bawah 23 mungkin kurus. Seraya dengan menurunkan berat badan sampai ideal, perlu diet rendah garam. Bukan tawar sama sekali, melainkan membatasi saja. Tanpa sadar, konsumsi garam dari menu harian kita rata-rata lebih tinggi tiga kali lipat dari yang tubuh butuhkan. Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi) orang dengan kultur modern sering disebabkan oleh kelebihan sodium (natrium) dalam darah, khususnya pada tubuh yang salt sensitive. Hipertensi masyarakat di pedesaan yang hidupnya lebih papa, juga sering gara-gara menu hariannya yang serba asin (ikan asin, kecap asin). Baca juga : Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi) Selain itu, perlu rutin bergerak badan (olahraga). Tak perlu olahraga atau senam khusus, dengan memilih rutin jalan kaki cepat ( brisk walking), dengan laju 100 M/menit, atau 6 Km/jam, selama 40-45 menit, lima kali seminggu, tensi darah diharapkan terbantu untuk turun. Berat badan menjadi ideal, diet rendah garam, dan gerak badan teratur, mendukung upaya penurunan tensi darah. Selebihnya cukup kalium (dari buah-buahan) dan kalsium. Kalium dan kalsium membantu mengendurkan tensi darah juga. Lain dari itu, jiwa juga perlu tenang, tidak stres, dan hidup tidak tergesa-gesa. Perlu ada waktu untuk bersilaturahmi, ada orang yang mau mendengar isi hati, berekreasi, dan perlu hidup lebih santai. Orang yang tak ada riwayat darah tinggi, tensinya bisa mendadak melonjak kalau pikirannya lagi gundah. Pada kasus demikian, langsung memberinya obat pun tidak arif karena tahu sejatinya dia bukan kasus darah tinggi sejati. Baca juga : Fakta Hubungan Perokok Dengan Kejadian Hipertensi Demikian pula orang yang takut kepada dokter (white coat hypertension). Begitu ketemu dokter, darahnya langsung tinggi. Namun, tak demikian kalau mengukurnya sendiri di rumah. Kasus demikian harus bijak ditanggapi. Memberinya obat berarti mencelakakan lantaran begitu keluar dari kamar praktik dokter, tensinya sudah normal lagi. Pemberian obat di sini hanya menambah anjlok tensi darahnya. Untuk mengganti obat medis bisa dicoba beberapa obat herbal yang terbuat dari bahan alami berkhasiat yang secara ilmiah sudah terbukti. Sebut saja mengkudu, buah naga, kulit manggis, daun sirsak, seledri, mentimun, belimbing, dan bawang putih. Kalau bisa pilih yang sudah buatan farmasi dan berizin Depkes karena pasti berbeda khasiatnya bila dikonsumsi langsung dari bahan mentahnya. Jus Ultra Noni tentu lebih berkhasiat dari sekian buah mengkudu yang Anda blender atau peras sendiri. Tak cukup makan mentahnya sebab butuh proses dengan teknologi tinggi untuk menyaripatikan zat berkhasiat yang ada dalam mengkudu.
22-01-2026 15:49
Pulau Sumatra kembali menjadi sorotan nasional setelah terungkap fakta mengkhawatirkan mengenai kondisi hutan di wilayah ini. Pada 18 Januari 2026, seorang tokoh nasional mengungkap bahwa hampir seluruh pembukaan hutan, sekitar 97 persen, dilakukan melalui mekanisme legal yang sah menurut izin pemerintah. Fenomena ini dikenal sebagai deforestasi legal tinggi, dan menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesejahteraan masyarakat setempat.Fenomena deforestasi legal tinggi menunjukkan bahwa legalitas izin bukan jaminan keberlanjutan. Izin resmi memungkinkan perusahaan menebang dan memanfaatkan hutan secara masif, dengan sedikit atau tanpa pengawasan yang ketat. Akibatnya, praktik penebangan berlangsung secara berkelanjutan dan berpotensi merusak ekosistem secara sistemik. Dampak ekologis dari kegiatan ini tidak hanya lokal, tetapi bisa memengaruhi seluruh wilayah Sumatra.Akibat nyata dari deforestasi legal tinggi terlihat dari meningkatnya frekuensi bencana alam. Banjir bandang, tanah longsor, dan kerusakan lahan pertanian menjadi lebih sering terjadi karena hilangnya tutupan hutan yang seharusnya menahan air hujan. Ketika hujan lebat datang, tanah yang gundul tidak mampu menahan aliran air, sehingga bencana sulit dihindari. Ini menunjukkan bahwa legalitas izin tidak selalu menjamin perlindungan lingkungan.Tokoh nasional yang memaparkan data ini menekankan bahwa masyarakat lokal menjadi pihak yang paling terdampak. Kehilangan lahan, risiko terhadap mata pencaharian, dan ancaman bencana alam menjadi beban mereka, sementara perusahaan tetap beroperasi secara sah. Kondisi ini menimbulkan ketimpangan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan, sekaligus menunjukkan perlunya reformasi menyeluruh dalam sistem perizinan hutan.Menanggapi sorotan publik, pemerintah pada 20 Januari 2026 mengambil langkah tegas dengan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti menyebabkan kerusakan hutan. Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pencabutan izin ini merupakan bagian dari upaya menata ulang tata kelola hutan dan mencegah bencana ekologis lebih lanjut. Sebagian besar perusahaan yang izinnya dicabut bergerak di sektor pemanfaatan hutan alam, hutan tanaman, dan perkebunan, dengan luas kawasan yang terkena dampak mencapai lebih dari satu juta hektare.Langkah pemerintah ini mendapat dukungan luas dari masyarakat, tokoh politik, dan organisasi lingkungan. Mereka menilai pencabutan izin sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menegakkan regulasi lingkungan. Namun, para pengamat menekankan bahwa pencabutan izin hanyalah langkah awal. Tanpa reformasi mendasar terhadap sistem perizinan, deforestasi legal tinggi tetap berisiko berlangsung. Transparansi data perizinan, audit independen terhadap aktivitas perusahaan, dan partisipasi masyarakat lokal menjadi hal penting untuk mencegah praktik eksploitasi hutan yang merusak.Kasus di Sumatra memperlihatkan bahwa deforestasi legal tinggi bukan sekadar masalah lingkungan. Dampaknya juga meluas ke bidang sosial dan ekonomi. Kualitas air menurun, keamanan pangan terganggu, dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan ikut terpengaruh. Oleh karena itu, pengelolaan hutan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek; keberlanjutan harus menjadi prioritas utama.Selain itu, bencana yang muncul akibat deforestasi legal tinggi menekankan perlunya pengawasan yang ketat. Audit independen, penguatan lembaga pengelola hutan, dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci agar praktik eksploitasi berlebihan bisa dikendalikan. Partisipasi masyarakat memungkinkan pemetaan risiko bencana yang lebih tepat, sekaligus membantu pemulihan lahan yang rusak.Para pengamat menegaskan bahwa kebijakan kehutanan Indonesia harus menitikberatkan pada keberlanjutan jangka panjang. Deforestasi legal tinggi hanya dapat dikendalikan jika ada transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum yang konsisten. Langkah tegas seperti pencabutan izin memang penting, tetapi tanpa reformasi struktural, risiko kerusakan hutan tetap tinggi.Tantangan terbesar ke depan adalah menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Deforestasi legal tinggi tetap menjadi ancaman serius jika sistem perizinan tidak diperbaiki secara fundamental. Reformasi perizinan, pengawasan ketat, dan keterlibatan masyarakat menjadi strategi penting agar hutan Sumatra tetap lestari, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko bencana ekologis.Kasus ini menjadi pengingat bahwa legalitas izin tidak selalu sejalan dengan keberlanjutan. Deforestasi legal tinggi menuntut tindakan proaktif dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan kolaborasi ini, Sumatra dapat tetap produktif secara ekonomi sekaligus terjaga secara ekologis, menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
17-08-2014 01:06
Pergantian (perubahan) pada kulit dapat memberikan indikasi terjadinya masalah kesehatan. Apa sajakah pergantian itu serta apa indikasinya? Di samping selaku susunan pelindung terluar tubuh, kulit sebenarnya bisa jadi indikator kesehatan organ pada badan manusia. Karenanya, waktu keadaan kesehatannya menjalani penurunan atau mungkin ada penyakit khusus, keadaan kulit juga bakal berganti. Pergantian keadaan kulit yang mencerminkan ada pergantian pada keadaan kesehatan, dapat berbentuk pergantian warna ataupun teksturnya. Di bawah ini berbagai pergantian pada kulit dan masalah kesehatan yang barangkali jadi pemicunya : Baca juga : Simptom yang Tak Boleh Diabaikan 1. Menebal seperti Beludru Ada hiperpigmentasi atau mungkin penebalan kulit berwarna kehitaman serta memiliki tekstur seperti beludru pada ketiak, leher sisi belakang, lipatan tangan serta paha, dan pusar, memberikan indikasi ada diabetes. Kulit yang menebal, berwarna kehitaman serta seperti beludru itu dikatakan Acanthosis Nigricans. Karakteristiknya berbentuk plak hiperpigmentasi, hiperkeratosis, serta memiliki bentuk simetris. Acanthosis Nigricans berlangsung lantaran jumlah insulin yang tak berikatan dengan reseptornya meningkat. Hingga, banyak insulin yang berikatan dengan reseptor lain yang serupa dengan reseptor insulin. Keadaan itu menyebabkan terjadinya resistensi insulin yang beresiko pada tumbuhnya jaringan baru yang menyebabkan terjadinya penebalan kulit serta pergantian warna atau mungkin hiperpigmentasi. Demikian merasakan tanda-tanda ini, secepatnya laksanakan tes kontrol diabetes untuk lebih memastikannya. Hingga, aksi penyembuhan atau mungkin perlakuan yang jitu berkenaan dengan keadaan itu dapat dikerjakan. 2. Ruam Kupu-Kupu Timbulnya ruam merah yang memiliki bentuk mirip kupu-kupu pada tulang pipi serta pangkal hidung, dapat jadi sinyal penyakit lupus. Satu penyakit autoimun kritis yang dapat mengakibatkan paradangan di beberapa sisi tubuh. Terutama pada kulit, persendia, darah, serta ginjal. Walau seputar 50 % pasien lupus alami ruam kupu-kupu pada ruang muka, tetapi ruamnya dapat pula menyebar dibagian tubuh lain yang terpapar cahaya matahari. Ruam itu umumnya bakal makin memburuk bila terserang cahaya matahari. Kecuali, timbulnya ruam kupu-kupu, tanda-tanda lupus dapat pula berbentuk rambut rontok tidak teratasi, nampak bercak-bercak merah mirip cakram di tubuh, nyeri pensendian dsb. Untuk meyakinkan, dibutuhkan kontrol dokter. 3. Terlampau Kering Kulit yang terlampau kering dapat memberikan indikasi tubuh kekurangan konsumsi vitamin. Umumnya, gejalanya pula dibarengi rambut kusam, kuku rapuh, serta tubuh merasa lesu. Memanglah ada berbagai kontrol, baik melalui darah atau mungkin urin untuk meyakinkan tubuh kekurangan vitamin. Tetapi, prosesnya kerapkali rumit atau mungkin memerlukan ongkos. Hingga, pemeriksaannnya tidak sering dikerjakan, terkecuali bila nampak persoalan kesehatan yang punya pengaruh pada kekuatan penyerapan nutrisi oleh tubuh. Banyak praktisi kesehatan yakini bahwasanya kontrol kandungan zat anti-oksidan didalam darah adalah jalan yang tambah baik untuk meyakinkan kandungan vitamin serta mineral pada badan, dan keadaan kesehatan pada umumnya. Karena, tubuh butuh vitamin serta mineral, satu diantaranya untuk menghasilkan enzim anti-oksidan. 4. Warna Berubah Pergantian warna kulit dapat jadi indikasi ada masalah kesehatan sebagai berikut : - Lebih Kusam Kulit yang tampak lebih kusam dari umumnya kemungkinan lantaran tengah menanggung derita anemia, stres, stamina menyusut, atau mungkin lantaran terlampau banyak merokok. Usaha kembalikan kemilau kulit dapat dikerjakan dengan minum juice wortel fresh tiap-tiap hari serta minum air mineral sekurang-kurangnya 1, 5 liter /hari. Teratur lakukan perawatan eksfoliasi atau mungkin pengelupasan kulit dengan scrub dsb pula amat disarankan untuk bikin kulit jadi bercahaya kembali. - Kekuningan Kulit yang tampak kekuningan mungkin saja adalah sinyal terjadinya masalah liver, hati, desakan datah tinggi, diet yang tak jitu, dehidrasi, kurang tidur, serta sakit kuning atau mungkin jaundice. Minum tigaperempat gelas juice lemon fresh, juice wortel, 2 liter air mineral bikin tubuh terus terhidrasi. Kerjakan pula perawatan masker muka dengan madu 2 x satu minggu untuk berikan nutrisi pada kulit. - Kemerahan Kemerahan pada kulit muka kemungkinan berlangsung disebabkan kurang lancarnya aliran darah, kekurangan vitamin serta mineral, menanggung derita masalah jantung, demam, terjangkit rosacea atau mungkin dermatitis kontak. Untuk memudahkan tanda-tanda itu, sering-seringlah makan buah-buahan serta sayuran fresh. - Lingkaran Hitam di Seputar Mata Timbulnya lingkaran hitam di seputar mata mungkin saja sinyal kurang tidur, anemia, kekurangan vitamin, persoalan ginjal, kekurangan cairan tubuh, sinusitis kritis, serta dehidrasi. 5. Berbintik serta Ditumbuhi Sisik Bila di kulit ada bintik-bintik merah serta lalu menebar ke nyaris semua tubuh, waspadalah! Terlebih bila bintik merah itu makin melebar serta ditumbuhi sisik putih keperak-perakan serta tidak tipis. Hati-hati, siapa tahu itu tanda-tanda psoriasis. Baca juga : Kelainan Pada Tubuh Bisa Dilihat dari Isyarat warna Kuku Psoriasis ialah penyakit radang kulit yang kritis disebabkan masalah kekebalan tubuh. Penyakit ini dapat berlangsung pada siapapun serta tiada hubungan dengan tipe kelamin, etnik, ataupun warna kulit. Dapat muncul setiap saat. Umumnya puncaknya pada remaja umur 15-25 th.. Tanda-tanda orang yang terserang psoriasis umumnya didahului dengan sejenis luka memar atau mungkin benturan di satu diantara sisi kulit tubuh. Sisi tubuh yang terserang penyakit psoriasis umumnya tidak kunjung pulih. Sebaliknya, makin memburuk, melebar, serta meluas. Hingga sekarang ini, pemicu penyakit psoriasis belum kenali pasti. Namun, ditengarai ada gen abnormal yang mengarah ke pembentukan psoriasis pada pasien. Hingga, penyakit ini memiliki resiko jadi penyakit keturunan. Cuma saja aspeknya belum pasti menguasai. Berarti, bila orangtuanya terserang, belum pasti anaknya kelak pasti terserang. Dibutuhkan Pembanding Untuk dapat tahu kesehatan tubuh lewat kulit muka, dibutuhkan suatu indikator atau mungkin pembanding serta indikator itu ialah kulit orang yang berkaitan dalam keadaan normal. Bukan hanya kulit orang lain. Karena, keadaan kulit normal tiap-tiap orang berlainan. Serta, kulit normal itu bisa dilihat saat orang itu tengah terasa amat sehat, bugar, penuh semangat.