Waktu Posting : 03-06-2014 08:19 | Dibaca : 4011x
11-06-2024 23:54
Dari dulu hingga kini, stroke termasuksalah satu penyakit yang paling ditakuti. Penyakit ini terjadi ketika jaringan otak tidak berfungsi dengan baik dan aliran darah serta oksigen ke dalamnya kurang. Hingga saat ini, diketahui setidaknya ada beberapa hal yang dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko stroke, di antaranya : 1. Tingginya Tekanan Darah Penyebab paling umum terjadinya stroke adalah tingginya tekanan darah, atau dalam dunia medis disebut hipertensi. Sebaiknya kamu waspada akan ancaman stroke jika memiliki tekanan darah lebih dari 140/90. 2. Kebiasaan Merokok Memiliki kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Pasalnya, nikotin yang terkandung di dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah (penyebab paling umum dari stroke). Selain itu, asap rokok juga dapat menyebabkan lemak di arteri leher utama menumpuk, darah menjadi lebih kental, dan lebih rentan membeku. Bahaya rokok ini juga perlu diwaspadai oleh mereka yang sering terpapar asap rokok, lho. 3. Mengidap Penyakit Jantung Penyakit jantung dan stroke memang bisa dibilang memiliki hubungan yang erat. Pasalnya, orang yang mengidap penyakit ini lebih rentan terserang stroke, dibanding yang tidak. Hal ini tak terlepas dari fungsi jantung yang sangat vital, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh. Berbagai gangguan pada jantung yang dimaksud dalam hal ini termasuk fibrilasi atrium, kerusakan katup jantung, detak jantung yang tidak teratur, dan arteri yang tersumbat karena timbunan lemak. 4. Genetik Faktor ini cukup berpengaruh pada risiko stroke seseorang. Artinya, jika kamu memiliki anggota keluarga dengan riwayat stroke, risiko kamu untuk bisa mengalami kondisi serupa akan meningkat. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri dan keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. 5. Obesitas Jika obesitas disebut-sebut bisa sebabkan stroke, jawabannya tentu iya. Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang tertuang dalam Obesity and Stroke Fact Sheet dari Obesity Action Coalition, yang menjelaskan bahwa peluang untuk terkena stroke dapat meningkat pada orang yang kelebihan berat badan, tak peduli pria ataupun wanita. Selain itu, obesitas juga menjadi faktor risiko untuk hipertensi, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan stroke. 6. Kolesterol Tinggi yang Tak Terkontrol Kolesterol yang kadarnya terlalu tinggi akan membentuk lapisan pada dinding-dinding pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menjadi sempit, sehingga sel-sel darah pun menjadi sulit mengalir ke seluruh tubuh. Jika aliran darah terhambat, risiko penyakit berbahaya seperti stroke pun meningkat. 7. Mengidap Diabetes Diabetes bisa dibilang penyebab tidak langsung terjadinya stroke. Hal ini karena orang yang mengidap penyakit ini biasanya lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi dan cenderung obesitas. Kedua kondisi itu dapat meningkatkan risiko stroke. Terlebih, diabetes dapat membuat pembuluh darah menjadi rusak, sehingga stroke jadi lebih mungkin terjadi. 8. Usia Meski bukan faktor penentu utama (karena siapapun bisa mengalami stroke), usia nyatanya dapat meningkatkan risiko. Secara umum, peluang seseorang untuk terserang stroke akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah berusia lebih dari 55 tahun. 9. Gender Pada usia yang sama, jika dibandingkan, wanita memiliki risiko yang lebih kecil ketimbang pria, untuk mengalami stroke. Namun, bukan berarti wanita terbebas dari risiko stroke, lho. Mengingat penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tanpa pandang bulu. Hanya saja, kemungkinan stroke pada wanita baru meningkat ketika telah menginjak usia lanjut. Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya stroke. Cegah penyakit ini dengan menerapkan gaya hidup sehat. Jika kamu merasa berisiko mengalami penyakit ini, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter maupun mengonsumsi obat sesuai petunjuk ahli farmasi. Kunjungi websitenya di https://pafisorongkab.org/.
03-09-2014 23:35
Kamper atau yang juga dikenal dengan sebutan kapur barus mempunyai bentuk seperti halnya lilin putih yang padat yang didapat dari olahan kayu pohon kamper. Kulit serta kayu kamper yang memiliki nama ilmiah Cinnamomum camphora ini disuling guna mendapatlan ekstrak kristal dari pohon kamper yang mempunyai karakter aromatik. Namun sekarang ini, minyak terpentin adalah bahan utama pembuatan kamper. Pohon kamper disinyalir adalah merupakan tanaman asli yang berasal dari Jepang, Taiwan, dan Cina. Pohon lain yang membuahkan kamper ialah Dryobalanops camphora, dengan kamper yang diekstrak dari pohon ini di kenal semacam kamper Kalimantan. Dibagian lain Asia, kamper beberapa didapat dari pohon camphor basil. Kamper dengan gampang dikenali dari aromanya yang kuat serta dipakai untuk beragam jenis penyembuhan tradisional. Baca juga : 4 Bahan Alami untuk Atasi Rambut Kering Faedah Penyembuhan Kamper Kamper padat serta minyak kamper dapat dipakai untuk maksud penyembuhan. Minyak kamper mempunyai tiga varietas, di mana minyak kamper coklat serta kuning dikira beracun lantaran mempunyai tingkat tinggi safrol, yang disebut karsinogen mungkin. Minyak kamper putih mempunyai kandungan safrol rendah hingga dengan cara luas dipakai untuk maksud penyembuhan. Kamper pada intinya di kenal mempunyai karakter anti-inflamasi, analgesik, obat penurun panas, ekspektoran, dekongestan, antimikroba, serta insektisida. Inilah berbagai manfaat kesehatan kamper. 1. Meredakan Nyeri serta Gatal Minyak kamper kerap dipakai untuk memudahkan nyeri otot serta sendi lantaran dampak analgesik yang dipunyainya. Waktu dioles-oleskan pada kulit, minyak kamper pertama mendinginkan daerah yang terserang serta lalu menghangatkan dengan tingkatkan aliran darah. Kamper pula merangsang ujung saraf perifer, yang pada gilirannya menolong kurangi rasa sakit serta gatal. Minyak atau pasta kamper bisa dioles-oleskan untuk kurangi rasa sakit serta kekakuan sendi yang dikarenakan oleh osteoarthritis, rematik, keseleo, serta memar. 2. Melegakan Tenggorokan Kamper efisien meredakan batuk serta melegakan tenggorokan lantaran karakter dekongestannya hingga jadi bahan yang umum dalam balsem gosok. Kamper dapat digabung dengan minyak carrier untuk lalu dioles-oleskan pada dada serta hidung untuk melegakan hidung serta tenggorokan. Kecuali itu, kamper pula dipakai untuk menyembuhkan asma serta bronkitis. 3. Meredakan Permasalahan Kulit Kecuali kurangi gatal serta iritasi kulit, kamper menolong menyembuhkan berbagai keadaan kulit umum seperti jerawat, kutil serta ruam. Kamper pula berikan pertolongan sesaat pada eksim. Namun dalam periode panjang, kamper malah bikin kulit kering hingga jadi memperburuk eksim. Kecuali itu, kamper tak bisa dipakai pada luka terbuka. Pada konsentrasi tinggi, kamper amat beracun serta dapat membahayakan kesehatan. 4. Menyembuhkan Infeksi Jamur Kuku Kamper menolong menyembuhkan jamur kuku serta infeksi jamur pada kulit. Anda bisa mencampurkan beberapa kecil kamper serta air serta memoleskan kombinasi pada daerah yang terserang. Jalan lain, Anda dapat mencampurkannya dengan lemon, minyak kayu putih, serta menthol untuk menyembuhkan jamur kuku. 5. Pemakaian untuk Therapy Lainnya Kamper di kenal merangsang system pencernaan serta tingkatkan pencernaan, dan merangsang peredaran darah serta system saraf. Pemakaian internal kamper dikira tak aman. Akan tetapi, beberapa orang memakainya dengan cara internal untuk menyembuhkan keadaan seperti gas usus, batuk, neuralgia, kegelisahan, dan histeria. Pemakaian internal kamper bisa mengakibatkan dampak samping serius, termasuk juga kematian. Baca juga : Tips Membakar Kalori Secara Sederhana 6. Pemakaian Utama Lainnya Kamper mempunyai manfaat lain, kecuali semacam obat tradisional. Baunya yang kuat bisa mengusir serangga serta ngengat. Di negara seperti Cina serta Jepang, kamper dipakai untuk menyingkirkan cat minyak serta pernis. Kamper dipakai juga semacam plasticizer untuk nitroselulosa, semacam kombinasi pada kembang api, serta pembalseman. Kamper padat melepas uap yang membuat susunan pada logam serta menghindar logam dari karat. Kamper menolong menyingkirkan keunggulan minyak dari kulit, hingga dimasukkan pada beragam buatan kecantikan seperti pencuci muka, masker, serta astringent. Di beragam negara Asia, kamper dipakai semacam agen penyedap dalam permen, sedang orang Arab memakai bahan ini dalam hidangan manis serta gurih mereka. Kamper yang dipakai untuk kepentingan memasak di beri label semacam ‘kamper yang bisa dimakan’. Kamper tipe ini di kenal semacam kamper hijau atau mentah, serta dipakai dalam jumlah kecil untuk tingkatkan rasa pada permen serta makanan lain.
23-02-2016 06:17
Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sebagai pelindung tubuh pakaian juga dapat mempercantik penampilan pemakainya. Pakaian meliputi baju (sebagai atasan) dan celana (sebagai bawahan). Celana merupakan salah satu jenis pakaian yang berfungsi menutup pinggang sampai mata kaki atau hanya menutup hingga lutut atau paha. Seiring perkembangan zaman, dunia fashion pun juga mengalami perkembangan. Banyak model pakaian bermunculan, perkembangan model pun mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Munculnya beragam model tersebut menjadi salah satu usaha yang dilakukan oleh para desainer dalam memberikan penampilan yang semakin menarik untuk masyarakat. Beberapa pakaian pun kemudian menjadi trend dan digandrungi oleh sebagian besar masyarakat, salah satunya adalah celana ketat (legging) atau pun jins ketat. Baca juga : Apakah LGBT Itu Penyakit atau Bukan? Celana ketat (legging) adalah celana yang di desain sesuai bentuk tubuh pemakainya atau disebut dengan press body. Beberapa wanita beranggapan bahwa menggunakan celana ketat jauh lebih nyaman dibandingkan memakai rok. Bukan hanya wanita ternyata model celana ketat juga digandrungi oleh kaum lelaki. Akan tetapi, jika dilihat dengan jeli penggunaan celana ketat terutama yang berbahan jins, sebenarnya justru mempersulit penggunanya dalam mengenakan serta melepasnya. Selain itu, ternyata celana ketat juga memiliki bahaya lain bagi kesehatan. Apa saja bahayanya, mari kita simak penjelasannya di bawah ini. Bahaya Menggunakan Celana Ketat (Legging) Sirkulasi darah tidak lancar dan menimbulkan penyumbatan. Menggunakan celana ketat (legging) dapat menimbulkan sirkulasi darah jadi terhambat dan terjadi penyumbatan. Hal tersebut karena pembuluh darah kuhususnya di bagian selangkangan, paha serta organ disekitarnya mengalami penekanan. Sirkulasi yang terhambat pada bagian kaki tersebut biasanya disebut dengan varises. Akibat yang ditimbulkan antara lain, darah yang membeku serta dapat menimbulkan pembengkakan. Menjadi pemicu terjadinya kemandulan. Pada wanita, penggunaan celana ketat (legging) dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan gangguan reproduksi hingga mengalami kemandulan. Hal tersebut dapat terjadi karena tumbuhnya jamur di sekitar organ intim atau organ reproduksi yang kemudian berpengaruh pada prooduktivitas sel telur yang menyebabkan terjadinya kemandulan. Bukan hanya itu saja, pada beberapa kasus juga terjadi gatal-gatal, flek serta keputihan, hingga terjadi iritasi pada area vagina. Mengalami masalah pada saraf. Penggunaan celana ketat dalam jangka waktu yang lama atau panjang, akan menyebabkan penyakit neuritis. Penyakit neuritis tersebut berasal dari saraf pada bagian paha luar atau disebut dengan sindrom Bernhardt, tidak jarang pemakai celana ketat juga mengalami nyeri hingga kesemutan bahkan mati rasa. Beberapa ahli di bidang kesehatan telah berulang kali memberikan peringatan khususnya pada wanita mengenai bahaya pemakaian celana ketat. Karena wanita jauh lebih rentan mengalami gangguan saraf. Akan tetapi, jika peringatan tersebut diabaikan, maka hal buruk yang mungkin terjadi adalah deformasi kerusakan saraf dan tubuh. Merusak kulit. Menggunakan celana ketat yang press body tentu akan menyebabkan kulit pemakainya jadi lebih sering bergesekan dengan celana yang digunakan. Hal tersebut membuat kulit akan mengalami masalah kerusakan hingga masalah serius seperti infeksi kulit dan muncul ruam-ruam pada kulit. Biasanya infeksi tersebut muncul di sekitar paha, apalagi jika bahan celana terbuat dari bahan yang kasar. Infeksi saluran kemih. Diungkapkan oleh dr. Hilarry Jones dari TENA Brand Ambassador bahwa menggunakan celana ketat dalam jangka panjang akan menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika hal tersebut terjadi, maka kandung kemih menjadi terlalu aktif atau mengalami kelemaham. Pada pria, banyak kasus yang terjadi seperti testis yang rentan terkilir. Menimbulkan iritasi dan jamur. Penggunaan celana ketat, khususnya di Indonesia yang memiliki iklim tropis akan menimbulkan iritasi, menyebabkan kelembaban, dan muncul jamur. Keringat yang terlalu banyak tersebut menjadikan jamur lebih mudah berkembang. Hal yang biasanya akan terjadi adalah gatal-gatal pada kulit. Jamur yang biasanya muncul diantaranya, jamur kurap dengan gejala gatal serta muncul benjolan merah, jamur kandida dengan gejala gatal dan basah, serta jamur panu dengan gejala timbul bercak berwarna putih dan coklat. Meninggalkan bekas hitam. Pada awalnya mungkin pengguna celana ketat akan merasakan radang ringan. Akan tetapi, jika proses tersebut terjadi dalam jangka waktu lama, maka akan muncul bercak hitam di daerah pangkal paha. Bercak hitam tersebut akan hilang dengan sendirinya jika telah berhenti memakai celana ketat. Namun bekas hitam tersebut tidak akan mudah dihilangkan, memerlukan waktu yang cukup lama. Menurunkan produksi sperma. Untuk para pria, menggunakan celana ketat dalam jangka waktu yang panjang berakibat pada produksi sperma. Produksi sperma akan menurun, seharusnya produksi sperma pada saat-saat normal adalah sekitar 60 juta per mililiter, karena menggunakan celana ketat sehingga menurunkan produksi sperma menjadi kurang lebih 20 juta per mililiter (jika menggunakan celana ketat secara rutin dan lama). Menyebabkan penyakit paresthesia. Penyakit Paresthesia merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya merasa kesemutan dan merasa kepanasan hingga seperti merasa terbakar. Hal tersebut karena aliran darah yang tidak lancar sebagai salah satu akibat buruk dari penggunaan celana ketat. Penyakit ini biasanya menyerang bagian pinggul dan paha. Mengganggu kerja usus. Menurut seorang internis yang berasal dari Stamford Connecticut dr. Octaviano Bessa, mengungkapkan penggunaan celana ketat dapat mengganggu atau menimbulkan hambatan pada mobilitas usus. Hal tersebut menimbulkan rasa sakit pada bagian perut setelah dua hingga tiga jam setelah makan serta merasakan rasa tidak nyaman. Sesak nafas. Ternyata pemakaian celana ketat juga dapat menimbulkan sesak nafas, hal tersebut karena sirkulasi darah yang terhambat atau tidak berjalan lancar. Akibat paling parah dari sesak nafas ialah mengalami pingsan atau tidak sadarkan diri. Menyusahkan diri sendiri. Hal tersebut karena memakai dan melepas celana ketat sangat menyusahkan penggunanya. Berkeringat pada bagian paha dan sekitarnya dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pemakainya, serta menimbulkan beberapa penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas. Baca juga : Tips Keramas Benar dan Sehat Bahaya Menggunakan Jins Ketat Menurut ahli bedah Keren Boylem dari Greator Bltimore Medical Center (USA), penggunaan jins ketat dapat memicu penyakit meralgia paresthetica. Penyakit tersebut merupakan suatu kondisi dimana sesuatu (dalam hal ini celana jins ketat) mermas saraf yang melewati paha luar serta mengakibatkan rasa terbakar, kesemutan dan mati rasa. Pemakaian jins ketat tersebut diyakini oleh ahli bedah dapat menimbulkan tekanan yang konstan pada saraf. Hal tersebut disebut dengan sindrom kesemutan paha. Pada wanita penyakit tersebut lebih rentan. Pengguna celana jins ketat akan mengalami rasa geli yang tidak biasa, yang diarasakan turun naik pada sepanjang paha. Semua itu merupakan gejala kerusakan pada saraf. Tekanan pada saraf secara intens dan berulang dapat mengakibatkan kerusakan saraf permanen. Beberapa akibat di atas dapat disimpulkan bahwa pemakaian celana ketat (legging) maupun jins ketat dapat terjadi pada pria dan wanita. Setelah mengetahui beberapa akibat yang ditimbulkan karena pemakaian celana ketat (legging) atau pun celana jins ketat, apakah Anda masih ingin terus menggunakannya? Celana ketat (legging) maupun jins ketat memang salah satu jenis pakaian bagian bawah yang sedang trend serta digandrungi banyak orang. Akan tetapi, kita harus tetap memperhatikan keamanan serata kenyamanannya. Jadi, sebaiknya pilihlah pakaian yang tetap mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta kesehatan.