Mengenal Lebih Jauh Tentang Terapi Chiropractic

Additional Image

Waktu Posting : 26-01-2016 07:36 | Dibaca : 2469x

Terapi Chiropractic tentulah bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia, apalagi dengan adanya pemberitaan baru-baru ini terkait dengan sebuah pasien dari klinik chiropractic yang meninggal dunia setelah melakukan terapi di klinik tersebut. Namun, sebelum Anda berpikiran negatif tentang terapi ini, sebaiknya Anda memahami dengan seksama apa yang dimaksud dengan terapi yang membantu sistem kerja tulang belakang kembali normal seperti semula. Berikut akan dijelaskan secara menyeluruh tentang chiropractic beserta manfaat dan resiko yang akan terjadi apabila melakukan terapi Chiropractic tersebut.

Apa itu Chiropractic ?

            Chiropractic merupakan salah satu terapi yang membenarkan gangguan fungsi serta letak tulang belakang. Chiropractic adalah gabungan dari kata Chiros yang berarti tangan dan prakticos yang berarti praktis dalam bahasa yunani. Jadi chiropractic dapat diartikan menggunakan tangan. Chiropractic ini dikenal sebagai salah satu bentuk teknik alternatif untuk terapi tulang belakang. Lebih dari seratus negara yang menggunakan terapi ini karena kelebihannya yang tidak perlu menggunakan obat-obatan kimia dan tanpa harus melakukan operasi.

Baca juga : Waspadai Penyakit Kanker Kulit  

            Chiropractic berfokus pada sistem syaraf dimana syaraf merupakan salah satu sistem yang mengatur semua bagian dalam tubuh manusia. Seperti sistem tulang sendi, otot dan paling utama adalah tulang belakang. Pergerakan yang terjadi pada tulang sendi akan memiliki pengaruh yang sangat besar pada sistem syaraf dan seluruh struktur yang mengatur sistem tersebut seperti otot, organ tubuh, rasa sakit dan lain sebagainya.

            Sistem syaraf merupakan sistem yang paling utama dalam tubuh seorang manusia. Sistem syaraf bekerja mengirim dan menerima segala informsi dari semua sel dan jaringan yang terdapat dalam tubuh. Apabila kerja sistem syaraf dalam tubuh seorang manusia dapat berfungsi secara normal dan maksimal maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut memiliki kondisi kesehatan yang baik dan optimal. Namun terkadang terdapat gangguan yang dapat menghambat  kinerja sistem syaraf, yang disebabkan oleh rasa stress yang terus-menerus, atau trauma, dan gangguan ini disebut dengan subluxation. Gejala yang ditimbulkan dari subluxstion berupa sakit pada bagian kepala, mati rasa, merasakan nyeri dan kesemutan.

            Chiropractic diyakini adalah satu-satunya terapi yang dapat mencegah serta menghilangkan gangguan subluxation. Teknik yang digunakan oleh terapi ini disebut juga dengan teknik adjustment. Teknik ini memeiliki tujuan untuk menghilangkan gejala serta sakit yang disebabkan oleh subluxation dan chiropractic juga digunakan untuk mengembalikan letak atau posisi tulang belakang dengan menggunakan cara yang lembut, aman serta efektif. Para praktisi atau yang lebih dikenal dengan sebutan chiropractor akan membantu melepaskan tekanan-tekanan yang terdapat pada syaraf yang bertujuan untuk mengoptimalkan kerja dan fungsi sistem syaraf.

Manfaat dan Resiko Chiropractic         

            Chiropractic hingga saat ini masih disebut sebagai salah satu pengobatan dengan cara tradisional. chiropractic sendiri adalah salah satu metode yang dilakukan untuk melakukan pengobatan pada tulang belakang dengan menggunakan tangan agar tubuh dapat menyembuhkan diri sendiri tanpa bantuan obat-obatan maupun operasi.

Chiropractic merupakan salah satu perawatan yang direkomendasikan untuk para pasien yang mengeluhkam sakit pada bagian bawah punggung. Chiropractic juga bermanfaat bagi orang yang menderita sakit di bagian-bagian tubuh lainnya yang diakibatkan oleh adanya gangguan pada sistem syaraf seperti osteoarthritis atau fibromyaglia.

            Osteoartritis adalah gangguan yang terjadi karena tulang rawan yang berfungsi untuk melindungi persendian mengalami kerusakan. Hal ini  mengakibatkan sendi yang tidak dapat bergerak normal sehingga akan menimbulkan rasa sakit serta nyeri dan membuat pergerakan seseorang menjadi terbatas. Sedangkan Fibromyaglia adalah rasa nyeri yang muncul pada tulang serta otot dan dapat menyebar luas ke bagian tubuh yang berada disekitar asal nyeri. Fibromyaglia ini biasanya muncul dengan gejala seperti rasa nyeri dan otot yang kaku.

            Anda yang tidak memiliki masalah atau gangguan sistem syaraf dan tidak menderita penyakit apapun dapat melakukan terapi ini. Karena chiropractic sendiri dapat membantu sistem kekebalan tubuh anda menjadi lebih meningkat, dan juga dapat melancarkan jalannya peredaran darah, membentu membuat otot-otot anda menjadi lebih lemas dan tidak kaku serta membantu meringankan tekanan tulang belakang. Selain itu chiropractic juga dikenal mampu memberikan efek positif bagi seseorang yang mengalami depresi dan stress berlebihan.

            Chiroprotic juga memiliki manfaat yang baik bagi para wanita untuk mengurangi rasa sakit saat mengalami masa pra-menstruasi dan juga dapat dilakukan pada wanita hamil yang cenderung mengalami rasa sakit di bagian bawah punggung. Selain wanita ternyata chiropractic juga sangat bermanfaat bagi bayi yang baru lahir untuk membantu sistem syaraf serta tulang belakang bayi dapat berkembang dan tumbuh secara optimal.

            Bayi akan mengalami trauma pada saat menjalani proses kelahiran yang mengharuskan bayi melewati sebuah saluran yang terdapat pada rahim dan hal ini dapat menimbulkan adanya ketidakseimbangan yang terjadi pada tubuh sang bayi. Dalam perkembangannya pun sang bayi masih harus mengalami beberapa proses yang mengharuskan tulang belakang dan sistem syarafnya bekerja dan tumbuh dengan optimal. Karena apabila perkembangan pada tubuh bayi mengalami kesalahan atau tidak berkembang pada posisi yang salah maka akan muncul ketidakseimbangan yang akan menyebabkan bayi menderita scoliosis. Scoliosis adalah kelainan yang terjadi pada rangka tubuh sehingga mengakibatkan adanya lengkukan pada bagian tulang belakang.

            Chiropractic yang biasanya dilakukan selama 45 menit atau bahkan satu jam dalam sekali perawatan ternyata juga dapat membantu pasien yang memiliki rasa trauma terhadap suatu kejadian pada masa rehabilitasi. Hasil yang didapatkan dari chiropractic ini tentunya akan berbeda dari satu pasien dengan pasien yang lainnya. Ada kalanya chiropractic hanya sebatas membantu para pasien untuk mengurangi rasa sakit yang diderita oleh pasien tanpa menyembuhkan atau mengobati penyakit yang diderita pasien.

Baca juga : Mengenali Alarm dari Tubuh yang Kekurangan Vitamin 

            Namun tak jarang chiropractic mampu menyembuhkan seorang pasien dari penyakit yang dideritanya. Hanya perlu menyesuaikan diri dengan chiropractic agar perawatan ini mampu mendapatkan hasil maksimal yang diinginkan oleh pasien.

            Resiko yang didapat dari terapi chiropractic ini sejauh ini tergantung dari para terapis yang melakukan teknik ini terhadap pasien. Apabila terapis memiliki keahlian serta sertifikat yang sah, maka kecil kemungkinan akan menghasilkan resiko yang buruk pada pasien. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa chiropractic aman dan berhasil. Pasien akan mengalami rasa nyeri maupun rasa sakit ketika melakukan perawatan chiropractic ini untuk pertama kali, namun apabila dilakukan dengan teknik yang baik dan benar, maka rasa sakit tersebut tidak akan dirasakan.

            Apabila Anda memiliki penyakit osteoporosis maupun penyakit lain yang masih berkaitan dengan penyakit yang mengharuskan Anda untuk mengonsumsi obat yang berfungsi untuk mengencerkan darah, maka sebaiknya Anda tidak melakukan chiropractic. Dan apabila Anda merupakan penderita penyakit kanker, wajib bagi Anda untuk mendapatkan izin dari dokter Anda untuk melakukan terapi Chiropractic.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

31-07-2025 12:58

Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua proses penting dalam kehidupan manusia, terutama pada masa anak-anak. Pertumbuhan merujuk pada perubahan fisik seperti bertambahnya tinggi dan berat badan, sementara perkembangan mencakup aspek mental, emosional, sosial, dan motorik. Kedua proses ini berjalan bersamaan dan saling memengaruhi. Namun, keduanya sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.Artikel ini akan membahas secara menyeluruh faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, serta bagaimana setiap aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk individu yang sehat dan seimbang.1. Faktor InternalFaktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak dan tidak dapat sepenuhnya dikendalikan oleh lingkungan. Faktor ini biasanya bersifat biologis dan menentukan potensi dasar anak dalam tumbuh dan berkembang.a. Genetik (Keturunan)Gen yang diwarisi dari orang tua menentukan potensi tinggi badan, warna kulit, bentuk tubuh, bahkan kecenderungan terhadap kondisi kesehatan tertentu.Genetik juga berpengaruh terhadap kemampuan intelektual dan temperamen dasar anak.b. HormonHormon pertumbuhan (Growth Hormone), hormon tiroid, dan hormon seks memainkan peran penting dalam mengatur proses pertumbuhan fisik.Ketidakseimbangan hormon, seperti hipotiroidisme atau defisiensi hormon pertumbuhan, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan.c. Kondisi KesehatanAnak-anak yang menderita penyakit kronis, gangguan metabolisme, atau infeksi berulang dapat mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan.Kesehatan sistem saraf juga sangat menentukan perkembangan motorik halus, bicara, dan kemampuan kognitif.2. Faktor EksternalFaktor eksternal adalah faktor lingkungan yang memengaruhi bagaimana potensi anak dikembangkan. Faktor ini sangat bisa diintervensi oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.a. NutrisiNutrisi yang cukup dan seimbang merupakan faktor paling dasar dalam menunjang pertumbuhan fisik.Kekurangan zat gizi seperti protein, zat besi, yodium, dan vitamin A dapat menyebabkan stunting, penurunan daya tahan tubuh, serta gangguan konsentrasi.b. Lingkungan FisikLingkungan yang bersih, aman, dan sehat mendukung anak tumbuh optimal tanpa terganggu oleh polusi atau penyakit.Paparan bahan berbahaya (seperti logam berat atau pestisida) dapat mengganggu perkembangan otak anak.c. Pola AsuhPola asuh yang penuh kasih sayang dan konsisten membentuk keamanan emosional dan kepercayaan diri anak.Sebaliknya, pola asuh otoriter, permisif tanpa batas, atau pola asuh penuh kekerasan bisa menghambat perkembangan sosial dan emosional.d. StimulasiAnak membutuhkan rangsangan yang sesuai usia, seperti bermain, membaca, mendengar musik, dan interaksi verbal.Stimulasi yang tepat akan mempercepat kemampuan bahasa, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.e. Sosialisasi dan InteraksiAnak-anak belajar nilai, norma, dan keterampilan sosial dari interaksi dengan keluarga, teman sebaya, dan masyarakat.Kurangnya sosialisasi bisa menyebabkan kesulitan adaptasi sosial dan keterlambatan dalam perkembangan emosional.3. Interaksi Faktor Internal dan EksternalPenting untuk dipahami bahwa pertumbuhan dan perkembangan adalah hasil interaksi kompleks antara faktor bawaan dan lingkungan. Misalnya, anak yang secara genetik memiliki potensi tinggi badan tetap membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk mencapainya. Begitu pula, anak dengan bakat kecerdasan tinggi membutuhkan pola asuh dan stimulasi yang mendukung agar potensi itu berkembang optimal.Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi maupun anak adalah langkah awal yang penting dalam mendukung anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Para orang tua, guru, dan masyarakat perlu berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung baik secara fisik, emosional, maupun sosial untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan terbaik dalam kehidupannya.Ingatlah: potensi anak adalah anugerah, tetapi bagaimana potensi itu berkembang adalah tanggung jawab bersama.

Featured Image
4 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari Setelah Makan

08-07-2024 09:44

Banyak hal yang mungkin kalian lakukan jika setelah makan. Ternyata ada kebiasaan buruk yang biasa dilakukan, sebaiknya jika kalian melakukan 4 hal ini harus di hindari karena ini hal buruk yang tidak boleh dilakukan setelah makan : 1.  Jangan merokok setelah makan Mungkin terasa sangat ideal untuk merokok setelah kalian makan. Merokok tidak baik untuk kesehatan, tidak peduli kapan, terlebih jika kalian mengidap gastritis, kolitis dan irritable bowel syndrome. 2. Jangan makan buah setelah makan Makan buah adalah salah satu kebiasaan yang baik, tetapi tidak direkomendasikan memakan buah setelah makan. Memakan buah sesaat setelah kalian makan akan membuat perut kembung dan akan membuat buah tersebut tidak tercerna dengan baik. Hal ini juga dapat menimbulkan masalah lambung. 3. Jangan pergi tidur segera setelah makan Banyak orang yang makan larut malam dan langsung pergi tidur setelahnya. Hal ini juga bisa terjadi saat siang hari dimana banyak sekali godaan makanan. Tetapi tidur setelah kenyang makan akan membawa dua akibat buruk. Makanan tidak dapat dicerna dengan baik dan bisa membuat kalian terbangun dengan sensasi terbakar di mulut dan  tenggorokan. Hal ini terjadi karena enzim pencernaan naik ke atas. Tunggulah beberapa saat sebelum kalian tidur setelah makan. 4. Jangan berenang setelah makan banyak Banyak orang berpikir dengan melakukan sedikit olahraga seperti berenang dapat menyingkirkan rasa kenyang yang kalian rasakan setelah makan. Berenang dalam keadaan perut penuh justru akan membuat perut kram dan hal ini dapat berakibat fatal jika kalian berenang dalam jarak jauh dan tidak dapat kembali ke tepi karena rasa kram yang kalian rasakan. https://pafikualapembuang.org/

Featured Image
Bahaya Tidur Tanpa Menggunakan Bantal

09-02-2021 14:01

Sering tidur tanpa menggunakan bantal? Hati-hati ya, karena secara medis ada sejumlah bahaya bila tidur tanpa menggunakan bantal. Tidur tanpa bantal bisa mengancam kesehatan. Karena tidur dengan menggunakan bantal merupakan cara beristirahat yang ideal serta disarankan oleh para medis. Hal tersebut dikatakan oleh Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan dan Bedah Kepala Leher, dr.Arina Ikasari Muhtadi Sp. THT-KI yang dikutip dari laman kompas.com. Lebih lanjut lagi menurutnya bahwa menggunakan bantal ketika tidur merupakan suatu keharusan karena bantal bisa memberikan efek yang positif pada tubuh manusia ketika terlelap. Tidur tanpa menggunakan bantal bisa menyebabkan bahaya terutama pada seseorang dengan kondisi tertentu.   Beberapa bahaya bila tidur tanpa menggunakan bantal di antaranya adalah : Sakit leher dan punggung Dilansir darilaman Medical News Today bahwa beberapa orang yang tidur tanpa menggunakan bantal dengan posisi telentang maupun menyamping bisa menyebabkan sakit leher dan punggung. hal tersbeut karena ada tekanan pada leher bila tidur tanpa bantal. Selain itu juga bisa mengganggu kualitas tidur dan memicu sakit tidak hanya pada leher tetapi juga pada punggung.  Risiko terkena penyakit refluks Bantal  mempunyai berbagai fungsi serta manfaat bagi tubuh dan kesehatan tubuh. Dan salah satu fungsi yang terpenting dari bantal yaitu bisa membantu meninggikan kepala ketika tidur dengan posisi minimal 30 derajat atau seukuran satu bantal. Dr Arina menyebutkan bila orang-orang yang memiliki kebiasaan tidur tanpa bantal jauh lebih berisiko terkena penyakit refluks atau penyakit asam lambung. Ini karena posisi kepala sejajar atau tidak lebih tinggi dari bagian badan ketika tidur. Berbahaya bagi penderita sakit jantung Bantal dianjurkan bagi orang-orang yang menderita sakit jantung atau yang pernah mengalaminya. Dan bahkan sebaiknya orang-orang yang pernah memiliki riwayat jantung sebaiknya menggunakan dua bantal agar jantung lebih mudah bekerja. Oleh karena itu tidur tanpa bantal bisa berbahaya pada kesehatan para penderita penyakit jantung karena membuat jantung bekerja ekstra.   Itulah beberapa bahaya yang bisa terjadi bila tidur tanpa menggunakan bantal sehingga sebaiknya bila anda tidur menggunakan bantal. 

...