Waktu Posting : 05-06-2014 01:32 | Dibaca : 2537x
11-06-2024 23:54
Dari dulu hingga kini, stroke termasuksalah satu penyakit yang paling ditakuti. Penyakit ini terjadi ketika jaringan otak tidak berfungsi dengan baik dan aliran darah serta oksigen ke dalamnya kurang. Hingga saat ini, diketahui setidaknya ada beberapa hal yang dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko stroke, di antaranya : 1. Tingginya Tekanan Darah Penyebab paling umum terjadinya stroke adalah tingginya tekanan darah, atau dalam dunia medis disebut hipertensi. Sebaiknya kamu waspada akan ancaman stroke jika memiliki tekanan darah lebih dari 140/90. 2. Kebiasaan Merokok Memiliki kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Pasalnya, nikotin yang terkandung di dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah (penyebab paling umum dari stroke). Selain itu, asap rokok juga dapat menyebabkan lemak di arteri leher utama menumpuk, darah menjadi lebih kental, dan lebih rentan membeku. Bahaya rokok ini juga perlu diwaspadai oleh mereka yang sering terpapar asap rokok, lho. 3. Mengidap Penyakit Jantung Penyakit jantung dan stroke memang bisa dibilang memiliki hubungan yang erat. Pasalnya, orang yang mengidap penyakit ini lebih rentan terserang stroke, dibanding yang tidak. Hal ini tak terlepas dari fungsi jantung yang sangat vital, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh. Berbagai gangguan pada jantung yang dimaksud dalam hal ini termasuk fibrilasi atrium, kerusakan katup jantung, detak jantung yang tidak teratur, dan arteri yang tersumbat karena timbunan lemak. 4. Genetik Faktor ini cukup berpengaruh pada risiko stroke seseorang. Artinya, jika kamu memiliki anggota keluarga dengan riwayat stroke, risiko kamu untuk bisa mengalami kondisi serupa akan meningkat. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri dan keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. 5. Obesitas Jika obesitas disebut-sebut bisa sebabkan stroke, jawabannya tentu iya. Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang tertuang dalam Obesity and Stroke Fact Sheet dari Obesity Action Coalition, yang menjelaskan bahwa peluang untuk terkena stroke dapat meningkat pada orang yang kelebihan berat badan, tak peduli pria ataupun wanita. Selain itu, obesitas juga menjadi faktor risiko untuk hipertensi, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan stroke. 6. Kolesterol Tinggi yang Tak Terkontrol Kolesterol yang kadarnya terlalu tinggi akan membentuk lapisan pada dinding-dinding pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menjadi sempit, sehingga sel-sel darah pun menjadi sulit mengalir ke seluruh tubuh. Jika aliran darah terhambat, risiko penyakit berbahaya seperti stroke pun meningkat. 7. Mengidap Diabetes Diabetes bisa dibilang penyebab tidak langsung terjadinya stroke. Hal ini karena orang yang mengidap penyakit ini biasanya lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi dan cenderung obesitas. Kedua kondisi itu dapat meningkatkan risiko stroke. Terlebih, diabetes dapat membuat pembuluh darah menjadi rusak, sehingga stroke jadi lebih mungkin terjadi. 8. Usia Meski bukan faktor penentu utama (karena siapapun bisa mengalami stroke), usia nyatanya dapat meningkatkan risiko. Secara umum, peluang seseorang untuk terserang stroke akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah berusia lebih dari 55 tahun. 9. Gender Pada usia yang sama, jika dibandingkan, wanita memiliki risiko yang lebih kecil ketimbang pria, untuk mengalami stroke. Namun, bukan berarti wanita terbebas dari risiko stroke, lho. Mengingat penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tanpa pandang bulu. Hanya saja, kemungkinan stroke pada wanita baru meningkat ketika telah menginjak usia lanjut. Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya stroke. Cegah penyakit ini dengan menerapkan gaya hidup sehat. Jika kamu merasa berisiko mengalami penyakit ini, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter maupun mengonsumsi obat sesuai petunjuk ahli farmasi. Kunjungi websitenya di https://pafisorongkab.org/.
12-07-2018 13:10
Siapa yang tidak ingin memiliki kulit yang cantik mulus dan putih bersih sehingga indah dipandang mata. Siapapun terutama kaum hawa pasti menginginkannya. Tetapi sebenarnya kulit cantik bukan hanya dan harus putih atau kuning, mereka yang berkulit kecoklatan juga bisa mendapatkan kulit yang bagus. Perawatan kulit cantik sebenarnya bukan bertujuan untuk memutihkan kulit karena pada dasarnya kita masing-masing telah memiliki pigmen warna kulit yang berbeda, putih, kuning atau kecoklatan/ sawo matang. Pandangan salah kaprah dalam masyarakat yang menganggap bahwa setiap perawatan kulit cantik adalah untuk memutihkan kulit justru bisa mendatangkan masalah bagi kulit karena jika kulit kita bukan putih maka kulit akan rusak jika dipaksa untuk menjadi putih. Kulit yang cantik adalah kulit yang sehat, memiliki tekstur yang kencang dan bersinar bukan kusam. Berikut adalah cara praktis dalam perawatan kulit yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Langkah-langkah Praktis Dalam Perawatan Kulit Cantik Gunakan Sabun Yang Cocok Untuk Jenis Kulitmu Ada 3 jenis kulit yaitu kulit kering, berminyak dan kulit kombinasi. Beberapa sabun dibuat dengan zat aktif yang telah disesuaikan dengan tipe kulit, jadi untuk hasil terbaik kenali dulu apa jenis kulitmu kemudian pakailah produk sabun yang cocok dengan jenis kulit yang kamu miliki. Gunakan Sabun Susu Sekarang ini banyak sabun pemutih kulit yang berbahan dasar susu karena susu dinilai sebagai protein alami yang mampu menyehatkan kulit tanpa efek samping. Produk susu yang sedang hits dan memiliki efek paling bagus dalam mencerahkan kulit adalah susu domba atau goat milk. Pilihlah produk sabun yang mengandung susu domba agar kulitmu sehat dan cerah. Rajin Memakai Lotion Setiap Habis Mandi Lotion berfungsi untuk menjaga kelembaban kulitmu dan tetap diperlukan untuk mereka yang memiliki jenis kulit berminyak. Sabun mandi yang memiliki sifat asam akan cenderung mengeringkan kulit jadi untuk mengembalikan kelembabannya jangan lupa oleskan lotion ke permukaan kulitmu. Karena kulit yang kering akan membuatnya menjadi terlihat kusam dan jauh dari kata cantik. Rajin Minum Air Putih Mungkin kamu tidak berpikir bahwa hal sederhana seperti minum air putih menjadi salah satu faktor dalam perawatan kulit cantik. Air putih akan menghidrasi kulitmu dan membantu menyerap nutrisi untuk kesehatan kulit itu sendiri.
05-05-2016 11:15
Di Indonesia, telur bebek lebih di kenal semacam telur asin. Telur ini berniat diasinkan dengan jalan di rendam didalam air garam. Sisi putih telurnya mempunyai rasa asin yang tajam, sesaat, kuning telurnya berwarna agak oranye serta tak sangat asin. Konsumsi makanan yang tinggi garam bermakna konsumsi makanan yang kaya natrium. Walau sebenarnya, WHO (World Health Organisation) atau Instansi Kesehatan Dunia merekomendasikan konsumsi garam cuma 5 gr (setara dengan natrium 2. 000 mg) /hari. Mengkonsumsi garam diatas batas yang diijinkan bisa berperan pada timbulnya tekanan darah tinggi dan tingkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung serta stroke. Natrium, Apa Fungsi serta Efek untuk Badan? Natrium ialah satu zat berbentuk elektrolit sekaligus mineral. Zat ini dibutuhkan oleh badan untuk melindungi keseimbangan elektrolit badan, melindungi kandungan air didalam serta diluar sel badan, dan penunjang kerja otot serta saraf. Beberapa besar natrium ada pada darah serta cairan getah bening, yakni sejumlah 85 %. Zat ini pula dengan cara alami ada pada beragam makanan, diketemukan pada garam meja berbentuk natrium klorida, serta pada baking soda berbentuk natrium bikarbonat. Baca juga : Hati-hati, Jangan Asal Pilih Serum Rambut Amat jarang seorang dapat menderita kekurangan natrium, terkecuali untuk pengidap diare, kekurangan gizi, serta gagal jantung. Demikian sebaliknya, sangat banyak pula terang tak baik untuk kesehatan lantaran banyak penyakit berat yang mengintai jika untuk badan Anda kelebihan natrium. Dampak Mengkonsumsi Garam Dengan cara Berlebihan Konsumsi makanan yang rendah garam bisa menolong Anda hindari keadaan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Penambahan tekanan darah yang terlalu berlebih bisa mengakibatkan penyakit jantung. Pekerjaan jantung ialah memompa darah untuk mengalir lewat pembuluh darah. Daya tekan yang diakibatkan saat darah mengalir serta mendorong dinding pembuluh darah dapat diukur serta diberi nama dengan tekanan darah. Semakin tinggi tekanan darah, jadi kerja jantung jadi semakin berat dalam memompa darah. Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa menyebabkan penyakit berat yang lain, diantaranya stroke, aterosklerosis (pengerasan arteri), gagal ginjal, serta gagal jantung. Bahkan juga, satu studi ilmiah menunjukkan kalau orang yang konsumsi garam terlalu berlebih memiliki resiko lebih tinggi untuk mati oleh lantaran serangan jantung. Telur Bebek Mengandung Tinggi Natrium Makanan yang memiliki kandungan natrium tinggi bermakna mengandung garam dengan kandungan tinggi. Umumnya ada pada makanan siap saji serta makanan olahan atau paket. Telur bebek asin atau telur asin termasuk juga diantara grup makanan itu. Dengan kata lain, konsumsi sangat banyak telur bebek yang telah diasinkan berisiko mengganggu kesehatan. Untuk mencegah peluang hipertensi atau tekanan darah tinggi, Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan asin, termasuk juga telur asin, dengan cara bijak. Baca juga : Inilah Cara Mengatasi Sulit Konsentrasi Panduan Kurangi Mengkonsumsi Tinggi Natrium Supaya konsumsi natrium termonitor, gantilah pola makan Anda. Berikut panduan dalam mengatur pola makan untuk hindari konsumsi tinggi natrium : Pilihlah makanan yang memiliki label rendah natrium. Anda pun dianjurkan untuk lebih pilih makanan yang belum di proses dibanding makanan yang telah di beri bumbu. Apabila Anda memasak makanan sendiri, upayakan untuk kurangi pemberian garam. Bila Anda memakai pengganti garam untuk berikan rasa asin pada masakan, dampaknya tetaplah dikira sama. Oleh karena itu, pakai dengan bijak juga. Batasi pemakaian bumbu penambahan, seperti saus serta kecap. Pakai bumbu dari beberapa bahan alami atau rempah-rempah. Mengkonsumsi makanan fresh semakin banyak, seperti sayur-sayuran serta buah-buahan lantaran mengandung natrium dalam kandungan rendah. Telur bebek asin atau telur asin serta beberapa makanan olahan yang lain memanglah nikmat untuk dibuat jadi semacam penambahan lauk, tetapi Anda tetaplah mesti menjauhi mengkonsumsinya begitu banyak lantaran dapat menambah resiko terserang hipertensi.