Waktu Posting : 14-08-2020 19:55 | Dibaca : 1454x
31-05-2014 10:23
Kelebihan berat badan tak cuma mengganggu penampilan tapi juga membuat badan tak terjamin kesehatannya. Aneka penyakit akan dengan mudah datang dan bersarang. Tapi bukan berarti semua itu tak dapat diatasi. Dengan bantuan olahraga, diet, dan motivasi serta disiplin yang kuat, niscaya berat badan yang berlebih bisa diatasi. Secara mudah, kegemukan dapat diartikan sebagai adanya kelebihan lemak di bagian tubuh tertentu sehingga antara lain menyebabkan berat badan melebihi normal. Kelebihan lemak bisa dijumpai di lipatan perut, paha, pantat, lengan bagian atas, leher, dan sebagainya. Selain itu, jantung dan pembuluh darah juga sering diselimuti lemak. Dan kegemukan bukan saja menurunkan nilai penampilan serta daya tarik, tapi juga mendekatkan kita pada beragam penyakit yang menurunkan nilai kesehatan. Ini berbeda dengan penampilan tubuh atlet body building (binaraga). Walau mereka kelebihan berat badan, tapi tidak dapat dikatakan gemuk sebab yang berkembang adalah otot, bukan lemak tubuh. Baca juga : Membincang Perawatan Kesehatan Wanita Untuk menilai berat badan tersebut antara lain dapat diketahui dengan menghitung indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Yaitu perbandingan berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (meter). Anda dengan berat 64 kg dan tinggi 1,5 m misalnya, nilai BMI-nya adalah 28,4. Nah, berdasar perhitungan tadi, Anda bisa dikategorikan bertubuh gemuk sebab BMI tubuh yang ideal adalah berkisar antara 20-25. Bila nilainya di atas 27, sudah dikategorikan gemuk. Angka BMI ini hampir sama pada pria maupun wanita. Begitulah, kegemukan mau tidak mau pasti akan menambah berat badan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Antara lain gangguan pada sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab sebagian kandungan lemak itu terdapat di sepanjang pembuluh darah. Akibatnya, kerja jantung untuk memompa darah semakin berat. Di sisi lain, sebagian lainnya juga akan melapisi bagian luar jantung. Ini pun akan mempersulit kerja jantung. Adanya lemak di sepanjang pembuluh darah dapat pula menurunkan elastisitas pembuluh darah balik yang pada gilirannya akan mempermudah timbulnya varises, khususnya di betis. Kaki jadi mudah mengalami kelelahan karena beban kaki sebagai penyangga tubuh tambah berat akibat berat badan bertambah. Akibat lain, tulang dan sendi bisa mengalami gangguan. Ya, ibarat mobil sajalah. Bila terlalu sering kelebihan muatan akan mempercepat kerusakan. Orang yang menderita kegemukan juga cenderung rentan terhadap gangguan penyakit. Misalnya saja penyakit gula (diabetes). Orang yang mengalami kegemukan biasanya suka makan sehingga hormon insulin tidak mampu lagi mengolah gula. Akibatnya gula menumpuk. Ginjalnya pun akan cepat rusak. Baca juga : Jangan Sepelekan Influenza Dari beragam risiko tersebut, jelas sulit untuk mengatakan, orang gemuk dapat sehat dalam jangka waktu panjang. Mungkin untuk sementara waktu mereka dapat sehat. Tapi 4-5 tahun kemudian berbagai gangguan kesehatan tadi akan muncul, meskipun yang bersangkutan berusaha agar tetap sehat. Karena kegemukan tidak sehat, maka sedini mungkin ia harus dihindari. Yaitu pada usia 18-20 tahun. Berat badan harus senantiasa terkontrol agar mencapai sekitar berat badan ideal. Setelah usia 20 tahun sudah mendapat berat badan ideal. Ini yang harus dipertahankan. Naik, boleh-boleh saja, tapi tak lebih dari 10 persen. Berat badan ideal (BBI) dapat dihitung dengan rumus: tinggi badan dikurangi 100. Kalau tingginya 160 cm, berat idealnya sekitar 60 kg. Kalaupun mau naik, ya, cukup 2-3 kg saja. Untuk mempertahankan berat ideal, olahraga adalah jawaban utamanya. Bagaimana upaya agar tetap sehat kendati menderita kegemukan? Ada dua hal yang harus diperhatikan. Antara lain melakukan aktivitas tubuh secara teratur. Sedapat mungkin harus selalu melakukan olahraga. Misalnya jalan kaki, naik tangga, lari, renang, senam, atau melakukan gerakan tubuh secara teratur dan seimbang.
05-05-2014 00:01
Pentingnya Memahami Kulit Dan Fungsinya - Kulit adalah bagian terluar dari tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk melindungi organ-organ tubuh bagian dalam, mengatur suhu tubuh (thermoregulator), sebagai indra peraba, dan sebagainya. Selain itu, kulit memberikan pengaruh besar terhadap kecantikan. Demikian pentingnya fungsi kulit hingga perlu diberikan perhatian khusus agar terhindar dari kerusakan. Selain akibat benda tajam dan benturan, kulit juga dapat rusak akibat lingkungan alam seperti sinar matahari. Selain sebagai selimut tubuh dan sebagai pelindung alat-alat tubuh yang ada di bawahnya, kulit juga memiliki fungsi-fungsi penting yang lain, mencegah badan menjadi kering, menyaring bahan-bahan yang tak diperlukan badan, mengatur panas badan, melindungi badan dari ancaman luar, dan memberi peringatan awal pada sistem saraf akan adanya bahaya-bahaya dari luar. Dalam pemilihan dan penggunaan kosmetik ada faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan agar kulit tampil cantik, sehat, dan aman. Faktor-faktor tersebut adalah lingkungan alam, manusianya, dan kosmetiknya. 1. Faktor Lingkungan Alam Lingkungan tropis yang bermatahari terik dan udara panas serta lembab memiliki pengaruh yang berbeda dengan lingkungan subtropis yang kurang sinar mataharinya dan berhawa dingin (4 musim) serta kering, misalnya Amerika, Eropa, baik terhadap kulit maupun terhadap kosmetiknya. Baca juga : Menghindari Sakit Jantung di Waktu Tua Di daerah tropis seperti Indonesia, kulit banyak berminyak dan berkeringat sehingga kosmetik yang kandungan minyaknya tinggi dan lengket mudah menyebabkan timbulnya jerawat. Sebaliknya, di lingkungan subtropis yang dingin dan kering, kulit lebih kering sehingga banyak membutuhkan kosmetik yang kandungan minyaknya tinggi. Sinar matahari dalam jumlah sedikit diperlukan untuk kehidupan manusia, tetapi dalam jangka waktu yang panjang sinar matahari sangat berbahaya dan dapat menginduksi efek buruk antara lain kanker, katarak mata, penuaan dini, kerusakan-kerusakan kulit lain. Hal ini terjadi karena reaksi peroksidan lemak pada permukaan kulit dengan sinar UV (ultra violet) dan oksigen udara yang menghasilkan radikal-radikal oksigen yang bebas dan akan masuk ke dalam kulit serta merusak sel-sel kulit dan menimbulkan rantai-rantai radikal di tubuh dan kerusakan-kerusakan sel yang lain. Oleh karena itu diperlukan perlindungan kulit terhadap sinar matahari. Perlindungan untuk kulit orang Indonesia akan berbeda dengan perlindungan kulit untuk orang Eropa dan Amerika. Udara yang panas dan matahari yang terik juga dapat merusak kosmetik sehingga ketika dipakai dapat menimbulkan berbagai kelainan pada kulit. 2. Faktor Manusia Perbedaan ras kulit, tipe kulit, kepekaan kulit dan pandangan hidup tentang kulit yang dianggap cantik (esthetic behavior) serta pengetahuan akan seluk-beluk kosmetik dan cara pemakaiannya yang benar sangat berpengaruh terhadap hasil pemakaian kosmetik pada kulit. Kulit ras Kaukasia (Eropa) yang putih mengandug sedikit pigmen melanin, kecil-kecil, dan mudah pecah (pheomelanin) menyebabkan kulitnya sulit menjadi cokelat (tanning). Sementara kulit rasa Asia dan Negro yang banyakmengandung pigmen melanin, ukurannya besar-besar dan sulit pecah (eumelanin) sehingga kulit yang sudah coklet ini mudah menjadi lebih cokelat. Baca juga : Mengolah Bahan Alam untuk Menyembuhkan Asam Urat Perbedaan tipe kulit membutuhkan kosmeik yang juga berbeda. Kulit orang Eropa yang kering membutuhkan banyak pelembab, sedangkan kulit orang Asia/Indonesia yang berminyak di iklim tropis yang lembab panas tidak membutuhkan kosmetik yang lengket berminyak karena dapat memicu terjadinya jerawat. 3. Faktor Kosmetik Kosmetik secara universal harus aman, tidak merusak kulit dan tubuh karena kosmetik dipergunakan berulang-ulang dalam jangka panjang dipergunakan oleh semua umur dari bayi hingga usia lanjut dan dipergunakan di seluruh tubuh setiap hari. Salah memakai kosmetik atau memakai kosmetik yang tidak tepat guna dan secara berlebih-lebihan dapat menimbulkan kerusakan kulit. Saat ini ribuan macam kosmetik ditawarkan di pasaran dengan berbagai cara sehingga menimbulkan keinginan orang untuk memakainya. Akan tetapi, tidak jarang berlawanan dengan maksud semula memakai kosmetik untuk mempercantik diri, yang didapat malah sebaliknya, kulit menjadi rusak seperti noda hitam, kulit merah seperti udang rebus dan lain-lain karena kosmetik itu.
30-11-2025 12:09
Dalam acara Dialog Kebangsaan yang digelar di Ballroom Hotel UTC, Semarang, Anies Baswedan menekankan perlunya transparansi dan meritokrasi dalam pengisian jabatan publik. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan kritik tajam terhadap praktik bagi-bagi jabatan yang dianggap masih kerap terjadi di pemerintahan saat ini.Dalam dialog yang dihadiri ratusan peserta, termasuk akademisi, aktivis, dan praktisi pemerintahan, Anies menyoroti fenomena jabatan publik yang dipandang sebagai komoditas politik, bukan amanah untuk melayani masyarakat. Banyak jabatan publik diperlakukan sebagai pendapatan dan cara mencari keuntungan. Padahal, jabatan itu seharusnya menjadi sarana pelayanan rakyat, bukan keuntungan pribadi atau kelompok tertentu, ujar Anies.Ia menegaskan bahwa banyak kebijakan strategis lahir dari mekanisme tertutup, minim partisipasi publik, dan dipengaruhi oleh kepentingan politik atau relasi kekuasaan. Menurut Anies, kondisi ini mengikis kredibilitas birokrasi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa setiap jabatan harus diberikan kepada individu yang memiliki kompetensi, integritas, dan rekam jejak yang jelas.Lebih lanjut, Anies menekankan tiga prinsip utama yang menjadi fondasi birokrasi sehat: integritas, transparansi, dan meritokrasi. Integritas berarti pejabat publik bertindak berdasarkan nilai moral dan komitmen melayani masyarakat, bukan kepentingan pribadi. Transparansi menuntut setiap proses pengangkatan jabatan dan pengambilan kebijakan dapat dipantau publik. Sementara meritokrasi memastikan jabatan diberikan kepada mereka yang benar-benar kompeten dan mampu menjalankan tugasnya secara profesional.Jika prinsip-prinsip ini diterapkan, birokrasi tidak hanya akan efektif, tetapi juga dipercaya masyarakat. Rakyat akan merasa bahwa keputusan pemerintah benar-benar berpihak pada kepentingan mereka, jelas Anies.Pernyataan Anies ini memicu respons dari beberapa pihak. Partai Gerindra menegaskan bahwa pengisian jabatan merupakan hak prerogatif presiden, sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyinggung pengalaman Anies sendiri ketika memimpin DKI Jakarta, termasuk terkait struktur seperti TGUPP. Kritik tersebut dianggap sebagian pihak sebagai retorika politik.Meski menuai pro dan kontra, pernyataan Anies berhasil memunculkan diskusi publik mengenai kualitas birokrasi, transparansi, dan integritas pejabat publik. Banyak masyarakat menilai sorotan Anies membuka ruang refleksi terhadap tata kelola pemerintahan dan menekankan pentingnya sistem meritokrasi dalam menentukan pejabat.Selain itu, Anies menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Menurutnya, kontrol sosial merupakan cara efektif agar birokrasi tidak terseret oleh kepentingan politik atau praktik transaksional. Ia mendorong warga untuk terus aktif mengawasi dan menuntut akuntabilitas dari pejabat publik.Sorotan publik terhadap pernyataan Anies menunjukkan bahwa isu integritas dan kualitas birokrasi tetap menjadi perhatian utama masyarakat. Dengan menekankan integritas, transparansi, dan meritokrasi, Anies Baswedan menegaskan bahwa birokrasi yang profesional, adil, dan berpihak pada rakyat adalah fondasi penting bagi tata kelola pemerintahan yang baik.