Mengenal Kesemutan Dan Faktor Penyebabnya

Additional Image

Waktu Posting : 18-08-2014 01:25 | Dibaca : 2764x

Rasa kesemutan yang kerap berlangsung umumnya nampak jika seorang ada dalam satu posisi untuk saat yang lama. Sisi tubuh yang tak digerakkan dalam kurun waktu yang lama ditambah karenanya ada beban yang dirasakan oleh anggota tubuh spesifik itu bisa menyebabkan munculnya kesemutan. 

Kesemutan pula adalah tandanya bahwasanya ada masalah pada saraf yang ada dibagian tubuh yang merasakannya, dapat lantaran ada desakan atau mungkin penjepitan pada saraf. Posisi tidur ataupun duduk yang menghimpit saraf anggota tubuh spesifik bisa menyebabkan kesemutan dari penjepitan yang berlangsung. 
 
Baca juga : Simptom yang Tak Boleh Diabaikan  

Kecuali keadaan sisi tubuh yang terhimpit kurun waktu yang lama, kesemutan pula bisa jadi tanda-tanda dari ada keadaan medis yang lebih serius. Penyakit-penyakit yang bisa menyerang sisi saraf pula bisa menyebabkan kesemutan yang berlangsung dengan cara terus-menerus. Pasien penyakit diabetes mellitus serta radang sendi (rheumatoid arthritis) condong pula menanggung derita masalah saraf pinggir pada tangan, jari, atau mungkin kaki. 

Kecuali itu, masalah saraf pinggir bisa berlangsung disebabkan ada konsumsi alkohol yang terlalu berlebih dan ada kekurangan vitamin B12. Kecuali itu, keadaan spesifik seperti Carpal tunnel syndrome atau mungkin penjepitan saraf pinggir pada anggota tubuh khusus seperti di pergelangan tangan pula punya potensi menyebabkan kesemutan. 

Untuk tahu apakah kesemutan yang dihadapi terkait dengan diabetes mellitus atau mungkin tak, butuh dikerjakan kontrol kandungan gula darah. Kandungan gula darah yang bakal di check ialah kandungan gula dalam darah waktu tengah berpuasa serta tak berpuasa. Dengan lakukan penelusuran ini, baru bisa diambil kesimpulan apakah tanda-tanda kesemutan yang dihadapi ialah disebabkan diabetes mellitus. 
 
Baca juga : Mata Minus Bisa Dicegah Dengan 5 Cara Ini

Penekanan saraf pinggir yang berlangsung pada orang tanpa ada penyakit spesifik pula bisa menyebabkan kesemutan. Keadaan medis ini di kenal dengan nama paresthesia serta bakal hilang dengan sendirinya sesudah berbagai lama. 

Bila pasien kesemutan yang kerap berlangsung sudah berusia 40 tahun ke atas, pilihan yang paling aman ialah dengan lakukan kontrol kesehatan umum atau mungkin general check up yang teratur untuk mengecek adakah penyakit spesifik yang menyerang saraf. Yang terutama, di umur yang rawan terserang penyakit ini, hindarilah konsumsi alkohol. Meminum suplemen yang memiliki kandungan vitamin B, terlebih vitamin B12 amat dianjurkan untuk mendukung kesehatan sekalian melakukan perbaikan manfaat saraf pinggir.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Akibat Yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat Bagi Kesehatan

23-02-2016 06:17

Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sebagai pelindung tubuh pakaian juga dapat mempercantik penampilan pemakainya. Pakaian meliputi baju (sebagai atasan) dan celana (sebagai bawahan). Celana merupakan salah satu jenis pakaian yang berfungsi menutup pinggang sampai mata kaki atau hanya menutup hingga lutut atau paha.   Seiring perkembangan zaman, dunia fashion pun juga mengalami perkembangan. Banyak model pakaian bermunculan, perkembangan model pun mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Munculnya beragam model tersebut menjadi salah satu usaha yang dilakukan oleh para desainer dalam memberikan penampilan yang semakin menarik untuk masyarakat. Beberapa pakaian pun kemudian menjadi trend dan digandrungi oleh sebagian besar masyarakat, salah satunya adalah celana ketat (legging) atau pun jins ketat.   Baca juga : Apakah LGBT Itu Penyakit atau Bukan?     Celana ketat (legging) adalah celana yang di desain sesuai bentuk tubuh pemakainya atau disebut dengan press body. Beberapa wanita beranggapan bahwa menggunakan celana ketat jauh lebih nyaman dibandingkan memakai rok. Bukan hanya wanita ternyata model celana ketat juga digandrungi oleh kaum lelaki. Akan tetapi, jika dilihat dengan jeli penggunaan celana ketat terutama yang berbahan jins, sebenarnya justru mempersulit penggunanya dalam mengenakan serta melepasnya. Selain itu, ternyata celana ketat juga memiliki bahaya lain bagi kesehatan. Apa saja bahayanya, mari kita simak penjelasannya di bawah ini.   Bahaya Menggunakan Celana Ketat (Legging) Sirkulasi darah tidak lancar dan menimbulkan penyumbatan. Menggunakan celana ketat (legging) dapat menimbulkan sirkulasi darah jadi terhambat dan terjadi penyumbatan. Hal tersebut karena pembuluh darah kuhususnya di bagian selangkangan, paha serta organ disekitarnya  mengalami penekanan. Sirkulasi yang terhambat pada bagian kaki tersebut biasanya disebut dengan varises. Akibat yang ditimbulkan antara lain, darah yang membeku serta dapat menimbulkan pembengkakan. Menjadi pemicu terjadinya kemandulan. Pada wanita, penggunaan celana ketat (legging) dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan gangguan reproduksi hingga mengalami kemandulan. Hal tersebut dapat terjadi karena tumbuhnya jamur di sekitar organ intim atau organ reproduksi yang kemudian berpengaruh pada prooduktivitas sel telur yang menyebabkan terjadinya kemandulan. Bukan hanya itu saja, pada beberapa kasus juga terjadi gatal-gatal, flek serta keputihan, hingga terjadi iritasi pada area vagina. Mengalami masalah pada saraf. Penggunaan celana ketat dalam jangka waktu yang lama atau panjang, akan menyebabkan penyakit neuritis. Penyakit neuritis tersebut berasal dari saraf pada bagian paha luar atau disebut dengan sindrom Bernhardt, tidak jarang pemakai celana ketat juga mengalami nyeri hingga kesemutan bahkan mati rasa. Beberapa ahli di bidang kesehatan telah berulang kali memberikan peringatan khususnya pada wanita mengenai bahaya pemakaian celana ketat. Karena wanita jauh lebih rentan mengalami gangguan saraf. Akan tetapi, jika peringatan tersebut diabaikan, maka hal buruk yang mungkin terjadi adalah deformasi kerusakan saraf dan tubuh. Merusak kulit. Menggunakan celana ketat yang press body tentu akan menyebabkan kulit pemakainya jadi lebih sering bergesekan dengan celana yang digunakan. Hal tersebut membuat kulit akan mengalami masalah kerusakan hingga masalah serius seperti infeksi kulit dan muncul ruam-ruam pada kulit. Biasanya infeksi tersebut muncul di sekitar paha, apalagi jika bahan celana terbuat dari bahan yang kasar. Infeksi saluran kemih. Diungkapkan oleh dr. Hilarry Jones dari TENA Brand Ambassador bahwa menggunakan celana ketat dalam jangka panjang akan menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika hal tersebut terjadi, maka kandung kemih menjadi terlalu aktif atau mengalami kelemaham. Pada pria, banyak kasus yang terjadi seperti testis yang rentan terkilir. Menimbulkan iritasi dan jamur. Penggunaan celana ketat, khususnya di Indonesia yang memiliki iklim tropis akan menimbulkan iritasi, menyebabkan kelembaban, dan muncul jamur. Keringat yang terlalu banyak tersebut menjadikan jamur lebih mudah berkembang. Hal yang biasanya akan terjadi adalah gatal-gatal pada kulit. Jamur yang biasanya muncul diantaranya, jamur kurap dengan gejala gatal serta muncul benjolan merah, jamur kandida dengan gejala gatal dan basah, serta jamur panu dengan gejala timbul bercak berwarna putih dan coklat. Meninggalkan bekas hitam. Pada awalnya mungkin pengguna celana ketat akan merasakan radang ringan. Akan tetapi, jika proses tersebut terjadi dalam jangka waktu lama, maka akan muncul bercak hitam di daerah pangkal paha. Bercak hitam tersebut akan hilang dengan sendirinya jika telah berhenti memakai celana ketat. Namun bekas hitam tersebut tidak akan mudah dihilangkan, memerlukan waktu yang cukup lama. Menurunkan produksi sperma. Untuk para pria, menggunakan celana ketat dalam jangka waktu yang panjang berakibat pada produksi sperma. Produksi sperma akan menurun, seharusnya produksi sperma pada saat-saat normal adalah sekitar 60 juta per mililiter, karena menggunakan celana ketat sehingga menurunkan produksi sperma menjadi kurang lebih 20 juta per mililiter (jika menggunakan celana ketat secara rutin dan lama). Menyebabkan penyakit paresthesia. Penyakit Paresthesia merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya merasa kesemutan dan merasa kepanasan hingga seperti merasa terbakar. Hal tersebut karena aliran darah yang tidak lancar sebagai salah satu akibat buruk dari penggunaan celana ketat. Penyakit ini biasanya menyerang bagian pinggul dan paha. Mengganggu kerja usus. Menurut seorang internis yang berasal dari Stamford Connecticut dr. Octaviano Bessa, mengungkapkan penggunaan celana ketat dapat mengganggu atau menimbulkan hambatan pada mobilitas usus. Hal tersebut menimbulkan rasa sakit pada bagian perut setelah dua hingga tiga jam setelah makan serta merasakan rasa tidak nyaman. Sesak nafas. Ternyata pemakaian celana ketat juga dapat menimbulkan sesak nafas, hal tersebut karena sirkulasi darah yang terhambat atau tidak berjalan lancar. Akibat paling parah dari sesak nafas ialah mengalami pingsan atau tidak sadarkan diri. Menyusahkan diri sendiri. Hal tersebut karena memakai dan melepas celana ketat sangat menyusahkan penggunanya. Berkeringat pada bagian paha dan sekitarnya dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pemakainya, serta menimbulkan beberapa penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas. Baca juga : Tips Keramas Benar dan Sehat   Bahaya Menggunakan Jins Ketat Menurut ahli bedah Keren Boylem dari Greator Bltimore Medical Center (USA), penggunaan jins ketat dapat memicu penyakit meralgia paresthetica. Penyakit tersebut merupakan suatu kondisi dimana sesuatu (dalam hal ini celana jins ketat) mermas saraf yang melewati paha luar serta mengakibatkan rasa terbakar, kesemutan dan mati rasa. Pemakaian jins ketat tersebut diyakini oleh ahli bedah dapat menimbulkan tekanan yang konstan pada saraf. Hal tersebut disebut dengan sindrom kesemutan paha. Pada wanita penyakit tersebut lebih rentan. Pengguna celana jins ketat akan mengalami rasa geli yang tidak biasa, yang diarasakan turun naik pada sepanjang paha. Semua itu merupakan gejala kerusakan pada saraf. Tekanan pada saraf secara intens dan berulang dapat mengakibatkan kerusakan saraf permanen. Beberapa akibat di atas dapat disimpulkan bahwa pemakaian celana ketat (legging) maupun jins ketat dapat terjadi pada pria dan wanita. Setelah mengetahui beberapa akibat yang ditimbulkan karena pemakaian celana ketat (legging) atau pun celana jins ketat, apakah Anda masih ingin terus menggunakannya? Celana ketat (legging) maupun jins ketat memang salah satu jenis pakaian bagian bawah yang sedang trend serta digandrungi banyak orang. Akan tetapi, kita harus tetap memperhatikan keamanan serata kenyamanannya. Jadi, sebaiknya pilihlah pakaian yang tetap mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta kesehatan.

Featured Image
Menelisik Dampak Kebijakan Anies di Ibu Kota

03-10-2025 14:38

Kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta selama periode 2017-2022 membawa sejumlah kebijakan yang berupaya mengubah wajah ibu kota menjadi lebih manusiawi, inklusif, dan berkelanjutan. Transformasi kota di bawah kendali Anies tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perbaikan kualitas hidup masyarakat Jakarta secara menyeluruh. Namun, seperti halnya perubahan besar, kebijakan-kebijakan tersebut juga menimbulkan beragam respons dan dampak yang perlu dikaji lebih dalam.Salah satu kebijakan penting yang menjadi sorotan adalah penataan kawasan permukiman kumuh dengan pendekatan tanpa penggusuran massal. Misalnya, penataan Kampung Akuarium yang dilakukan melalui dialog intensif dan partisipasi aktif warga, bukan dengan cara membongkar paksa. Model ini menunjukkan langkah progresif dalam mengedepankan hak-hak warga miskin kota dan memperlihatkan kepekaan sosial dalam tata kelola kota.Selain itu, Anies juga berupaya meningkatkan ruang terbuka hijau di Jakarta dengan memperbanyak taman dan ruang publik yang ramah pejalan kaki. Pembangunan ruang publik ini bertujuan menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga. Peningkatan aksesibilitas trotoar serta jalur pedestrian di berbagai titik strategis juga menjadi bagian dari upaya membangun kota yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.Kebijakan transportasi juga mendapat perhatian serius. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di era Anies memperluas layanan bus TransJakarta dan meningkatkan integrasi moda transportasi umum. Meski masih menghadapi tantangan kemacetan dan infrastruktur yang belum optimal, upaya ini menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan memperbaiki mobilitas warga.Di bidang olahraga dan rekreasi, pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) menjadi ikon baru kota yang menyasar tidak hanya sebagai sarana olahraga kelas dunia, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya. Proyek ini sekaligus memperlihatkan ambisi Jakarta untuk menjadi kota metropolitan yang mampu mengakomodasi kebutuhan beragam lapisan masyarakat.Meski begitu, transformasi kota di bawah kepemimpinan Anies tidak luput dari kritik. Beberapa pihak mempertanyakan efektivitas kebijakan dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial yang masih mengakar di ibu kota. Ada juga yang menilai bahwa beberapa proyek besar, seperti pembangunan JIS, belum sepenuhnya berdampak langsung bagi masyarakat bawah. Tantangan seperti gentrifikasi dan relokasi warga miskin tetap menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius.Selain itu, beberapa kebijakan pengelolaan ruang publik dan tata kota menuai kontroversi terkait dampaknya pada kelompok rentan. Ketimpangan akses layanan publik dan perbedaan kualitas fasilitas antar wilayah juga menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan.Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kebijakan Anies Baswedan membawa nuansa baru dalam pengelolaan Jakarta yang lebih manusiawi dan partisipatif. Pendekatan dialog dan keterlibatan warga menjadi modal penting dalam transformasi kota yang berkelanjutan. Visi Anies untuk membangun Jakarta yang inklusif, berkeadilan sosial, dan berwawasan lingkungan memberikan arah yang jelas bagi pengembangan ibu kota di masa depan.Kesimpulannya, transformasi kota Jakarta di masa Anies Baswedan memperlihatkan kemajuan dalam berbagai aspek, meski masih menyisakan tantangan besar. Evaluasi terus-menerus dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci agar perubahan yang diinisiasi tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar berdampak positif bagi seluruh warga Jakarta.

Featured Image
Buah Berwarna Merah yang Lezat dan Kaya akan Manfaat

11-10-2018 22:40

Buah merupakan makanan yang kaya akan manfaat untuk kesehatan tubuh. Beragam buah memiliki kelezatan dan manfaat masing-masing yang diperlukan oleh tubuh. Buah-buahan dengan warna cerah seperti warna merah sangat menarik hati. Ternyata selain tampilannya yang menarik, buah warna merah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan juga kecantikan. Buah-buahan warna merah seperti tomat, semangka dan strawberry menjadi sumber nutrisi yang baik untuk tubuh dan juga mengandung flavonoid, vitamin C, antosianin, resveratol dan nutrisi lain yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut ini buah-buahan berwarna merah yang kaya akan manfaat : Buah Ceri Ceri berwarna merah dan memiliki rasa manis saat sudah matang. Ceri memiliki kandungan nutrisi yang penting yaitu antosianin. Manfaat antosianin yaitu sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari masalah penuaan dini, keriput dan masalah lainnya. Buah ceri kaya akan nutrisi sehingga mampu mencegah berbagai macam penyakit. Tomat Merah Buah tomat mengandung likopen yang tinggi yang mampu mencegah agar tubuh terhindar dari penyakit kanker terutama kanker prostat, kanker kerongkongan dan kanker usus besar. Tomat juga mengandung vitamin A dan vitamin C yang baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit. Semangka Nutrisi dalam buah semangka sangat baik untuk menstabilkan tekanan darah, menyehatkan jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat pada tubuh. Buah semangka mengandung banyak air sehingga terasa menyegarkan. Strawberry Strawberry mengandung potasium, vitamin C, folat dan nutris lain yang mampu mencegah risiko penyakit mematikan. Selain itu, strawberry juga dapat merawat kecantikan dan juga kesehatan kulit.

...