Mengenal 5 Mitos Seputar Jantung

Additional Image

Waktu Posting : 15-06-2014 00:43 | Dibaca : 2549x

Jantung adalah satu diantara organ vital untuk manusia. Ketidakpahaman manusia perihal organ itu bikin banyak mitos beredar di orang-orang. Yang kritis, tak sedikit yang memercayai, walaupun lalu dapat dibuktikan salah. Serta bila salah, nyawa taruhannya.

Mitos 1 : orang muda tak terkena serangan jantung
Kata siapa? Mitos ini benar-benar lama beredar di orang-orang, juga barangkali ada banyak yang memercayai. Namun faktanya, sesudah masa 90-an pasien serangan jantung makin muda. Saat ini, terdaftar sejumlah 20 % masalah serangan jantung dibawah umur 40, sejumlah 40% diantara umur 40-45, serta 40% diatas umur 50. Itu penyebab tiap-tiap orang dianjurkan untuk lakukan penelusuran serta pencegahan dari awal, sesudah umur 25. Ada tiga aspek yang menambah resiko terkena penyakit jantung, yakni terlampau banyak konsumsi lemak serta gula, kemalasan fisik, serta dampak radikal bebas. Bila aspek resiko ini dirangkum jadi satu, ujungnya ialah pola hidup! Waspada!
 
Baca juga : Waspadai, Kanker Usus Mengincar Anda

Mitos 2 : jantung tak butuh beristirahat
" Bila jantung beristirahat, mati, dong, orangnya! " Walau tak betul-betul berhenti berdenyut, jantung juga butuh beristirahat. Kapan? Di waktu kita tidur. Pada saat tidur, jantung berkontraksi minimum, yakni seputar 50-60 denyut per menit. Pekerjaan jantung sejatinya benar-benar berat. Setiap saat berdenyut, jantung memompa 70-80 cc darah. Serta dalam satu menit, jantung berdenyut 70-100 kali. Berarti, dalam satu menit jantung bakal memompa 500 cc cairan darah, serta ada 30. 000 cc atau seputar 5. 000-6. 000 liter darah dipompa tiap-tiap hari. Ini penyebab tidur benar-benar utama untuk kesehatan jantung.

Mitos 3 : serangan jantung diwariskan?
Pada dasarnya, penyakit jantung tak alami penurunan dengan cara genetik. Tetapi, bila keluarga Anda mempunyai kisah serangan jantung yang tinggi, maka itu mempertinggi resiko Anda terkena. Oleh karena itu Anda mesti dapat mengetahui diri serta lingkungan Anda, berhenti merokok, olahraga teratur, melindungi kolesterol, gula, serta berat tubuh, plus periksakan diri Anda dari awal.
 
Baca juga : Tips Mendongkrak Stamina Orang Tua

Mitos 4 : dada kiri nyeri = serangan jantung?
Belum pasti iya, namun belum pasti juga tak. Bila rasa nyeri jadi lebih kuat saat aktif berkegiatan, serta gejalanya alami penurunan dengan pemberian obat nitrat dibawah lidah, maka itu mengindikasikan sakit jantung. Namun, apabila sakit di dada bisa ditunjuk dengan terang memakai jari -dan bila ditekan jadi nyeri, besar kemungkinan ini sakit otot dada. Di Indonesia, umumnya sinyal serangan jantung yang nampak ialah sakit di ulu hati, kembung serta seperti masuk angin. Tidak sama dengan di AS yang nyeri bermula dari dada, lalu menjalar ke lengan kiri serta leher. Yang menghebohkan, riset di Kampus Airlangga pada 1980-an tunjukkan, saat beberapa orang yang terasa masuk angin di check, sebenarnya 30 % diantara mereka terkena serang jantung koroner.

Mitos 5 : dapat mendeteksi serangan jantung
Salah besar. Ada argumen kuat kenapa serangan jantung bisa dimaksud 'the silent killer', tidak cuma di Indonesia, tetapi di semua dunia. Faktanya, sejumlah 30 % masalah serangan jantung tak mempunyai tanda-tanda serta selesai dengan kematian. Ini yang dimaksud sudden death. Pemberitahuan untuk pertama serta paling akhir kalinya. Memanglah, sebagian serangan jantung, terlebih bila dikarenakan bisul penyumbat pembuluh darah yang besar, menyebabkan tanda-tanda. Namun pecahnya bisul pembuluh darah yang kecil, yang ukurannya kurang dari 50 % penyumbatan, inilah yang mengakibatkan sudden death. Plak-plak kecil inilah yang jahat. Bagaimana tak, ia tak tampak dengan EKG, tak terdeteksi dengan tes treadmill. Ia baru bakal terlihat bila dikerjakan Multislice CT scan. Dari sinilah julukan silent killer berasal.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Luka Diabetes Sembuh Sangat Sulit

26-05-2014 11:53

Permasalahan kesehatan merupakan sebuah bahasan yang semakin menarik untuk diperhatikan. Banyak permasalahan yang timbul dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat modern saat ini. Terlebih ketika menyoalkan tentang gaya hidup. Seperti salah satu di antaranya adalah gaya hidup instan yang selalu menyisakan permasalahan yang semakin serius. Seperti yang paling sering dibicarakan adalah tentang penyakit diabetes. Nah karena hal tersebutlah maka pada ulasan berikut ini saya akan memberikan sedikit ulasan yang penting tentang penyakit diabetes. Sebagai berikut.                   Diabetes merupakan sebuah penyakit yang sangat ditakuti oleh banyak orang di dunia. Setiap orang memiliki resiko yang tinggi untuk terkena penyakit ini. Terlebih dengan kehidupan masyarakat yang terjadi seperti sekarang ini di mana gaya hidup yang kurang sehat semakin akrab dengan kehidupan masyarakat, membuat resiko untuk terkena penyakit ini pun semakin besar. Beberapa di antaranya penyebab utama dari penyakit ini adalah jenis makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat kita. Baca juga : Hati-hati Saat Sakit Kepala Belakang                    Salah satu hal yang menyebabkan penyakit ini begitu ditakuti oleh banyak orang adalah ketika penderita mengalami luka. Maka untuk bisa sembuh akan sangat sulit. Bahkan banyak di atara kasus uka diabetes tersebut dengan berakhir pada amputasi pada bagian tubuh penderita diabetes yang mengalami luka. Hal ini jelas membuat kita perlu memperhatikan lebih jauh tentang penyebab dari luka diabetes tersebut sulit untuk disembuhkan.                   Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli menyebutkan bahwa salah satu peyebab luka diabetes sulit sembuh adalah tingginya kadar kortisol dalam tubuh penderita diabetes. Naiknya kadar kortisol ini bisa diakibatkan karena tingginya tingkat depresi yang dialami oleh penderita diabetes. Sehingga untuk melakukan penyembuhan luka diabetes ini , yang diperlukan pertama kali adalah kondisi rileks penderita diabetes tersebut agar kadar kortisol ini tidak naik. Dan, luka diabetes pun lebih mudah disembuhkan.                   Ketika melakukan perawatan luka diabetes ini seringkali mengalami kegagalan karena penderita kurang sabar dalam melakukan perawatan. Banyak di antara mereka yang mengalami frustasi karena setelah sekian lama melakukan perawatan terhadap luka yang diderita, namun tak kunjung sembuh. Karena frustasi  yang dialami tersebut, akhirnya kembali menaikkan kadar kortisol dan membuat luka menjadi lebih sulit untuk disembuhkan. Karena itulah sikap sabar ini diperlukan bagi para penderita diabetes. Dengan perawatan yang bertahap dan sabar maka luka diabetes yang diderita akan berangsur-angsur sembuh. Baca juga : Tips Hidup Sehat                     Selain karena kadar kortisol yang tinggi, gangguan peredaran darah, gangguan syaraf dan juga infeksi membuat luka yang dialami oleh penderita diabetes menjadi semakin parah. Biasanya pada penderita diabetes ini, luka yang terjadi berawal dari luka kecil. Luka kecil tersebut lama-kelamaan akan menjadi semakin parah karena si penderita yang kurang memahami dan memperhatikan tentang luka tersebut. Dan jika terjadi gangguan lain layaknya gangguan syaraf, peredaran darah dan terjadinya infeksi oleh virus maka hal tersebut dapat membuat luka semakin sulit untuk disembuhkan. Karenanya maka perlu dilakukan sosialisasi oleh berbagai pihak kepada para penderita diabetes lebih menyadari akan luka diabetes ini. Sehingga luka yang dialami menjadi lebih mudah untuk disembuhkan.                   Pada penderita diabetes tertentu, juga mengalami penurunan kekebalan tubuh turut menjadi penyebab sulitnya penyembuhan luka diabetes ini. Jadi sangat penting untuk diperhatikan terkait dengan konsumsi makanan yang diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi para penderita diabetes tersebut.                   Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sampaikan tentang sulitnya penyembuhan luka pada penderita diabetes di atas. Semoga beberapa ulasan yang telah saya sampaikan tentangnya dapat memberikan banyak manfaat bagi anda sekalian.

Featured Image
Beberapa Gangguan Kekurangan Iodium

28-04-2014 07:01

Beberapa Gangguan Kekurangan Iodium  - Gangguan fisik akibat kekurangan Iodium menimbulkan beberapa dampak kesehatan bagi tubuh terutama untuk pertumbuhan tulang. Kandungan Iodium ini memang merupakan bagian zat gizi mikro bagi tubuh namun jika kebutuhannya tidak diberikan cukup oleh makanan yang dikonsumsi tentunya akan menyebabkan berbagai gangguan berbahaya bagi kesehatan anda. Anda yang sebelumnya kurang memperhatikan pemenuhan zat gizi mikro seperti halnya mineral Iodium ini sebaiknya perlu melakukan pembenahan diri agar terhindar dari berbagai dampak kesehatan akibat kekurangan Iodium. Untuk memenuhi kebutuhan mineral Iodium ini anda dapat memperolehnya melalui konsumsi makanan seperti : a.       Makanan laut: ikan-ikan laut ( tongkol, cumi-cumi , dll) b.      Makanan hasil fortifikasi: ikan asin, garam, dan lain - lainnya c.       Makanan nabati yang mengandung Iodium: bayam, dan lain-lainnya  Dengan mengkonsumsi makanan yang kaya  mineral Iodium ini, anda akan terhindar dari bahaya gangguan akibat penyakit kekurangan Iodium seperti halnya : 1.        Penyakit gondok        Manifestasi klinis akibat kekurangan kandungan Iodium bagi tubuh banyak diungkapkan dengan munculnya gangguan gondok. Penyakit gondok ini menimbulkan pembesaran pada bagian leher yang menyebabkan gangguan pada perputaran kepala anda untuk memandang daerah sekitarnya. Penyakit gondok ini memang terjadi karena kekurangan Iodium yang akut baik sejak anda kecil maupun saat anda beranjak dewasa. Kejadian penyakit gondok yang meningkat membuat pemerintah memberlakukan fortifikasi mineral Iodium pada garam sehingga masyarakat lebih mudah untuk mencukupi kebutuhannya berupa mineral Iodium ini. Kelainan penyakit gondok ini banyak terjadi pada kalangan pedesaan yang banyak mengkonsumsi sayur singkong.  Selain kekurangan konsumsi Iodium, zat toksikan daun singkong juga mendukung terjadinya kelainan gondok pada masyarakat sehingga anda perlu melakukan pembatasan terhadap konsumsi daun singkong tersebut. Anda yang sekarang sedang menderita penyakit ini ada baiknya anda memeriksakannya ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang memadai serta menghindarkan diri anda dari kejadian penyakit gondok yang bertambah parah. Baca juga : Berbagai Penyebab Jerawat di Wajah 2.        Penyakit kretin (kerdil)        Seseorang yang memiliki pertumbuhan terbatas seperti halnya kerdil ini merupakan bagian penyakit yang disebabkan oleh kekurangan mineral Iodium. Dalam ilmu medis, penyakit kerdil sering disebut sebagai penyakit kretin. Penyakit satu ini memang tidak mengganggu fungsional tubuh secara menyeluruh namun ternyata keberadaannya memberikan gangguan anatomi tubuh seperti tinggi tubuh yang terbatas atau pendek. Dengan adanya gangguan ini sudah pasti me nyebabkan seseorang menjadi rendah diri karena postur tubuhnya berbeda dengan yang lainnya. Kelainan ini selain didukung dengan kekurangan Iodium di masa pertumbuhan ataupun dalam masa kandungan, ternyata juga dipengaruhi oleh hubungan genetik dengan keluarganya. Untuk itu, dalam mencegah terjadinya penyakit kretin ini, anda perlu melakukan konsumsi mineral Iodium yang memang memadai serta melihat riwayat kelainan penyakit keluarga agar tidak menimbulkan perasaan rendah diri yang berlarut-larut. 3.        Kondisi tulang yang mudah mengeropos        Tulang merupakan bagian padat yang menyongkong tubuh seseorang. Dengan adanya tulang ini, anda akan mampu berdiri tegak serta mampu membentuk kerangka tubuh anda. Bagian tulang mengandung kalsium, zat kapur serta Iodium yang membuatnya menjadi keras serta mengalami pertambahan panjang serta besar. Untuk itu, anda yang mengonsumsi mineral Iodium dengan jumlah asupan yang kurang dapat menyebabkan tulang anda menjadi mudah mengeropos karena kandungan tulang yang berisikan zat mineral Iodium juga berada dalam jumlah yang  sedikit. Untuk mengatasi hal ini anda perlu melakukan konsumsi makanan yang kaya akan Iodium serta juga bisa ditambahkan dengan suplemen Iodium untuk menjaga asupan Iodium yang memadai jumlahnya sehingga kesehatan tubuh anda tetap terjaga. Baca juga : Rahasia Sembuhkan Marasmus Anak  4.        Kekebalan tubuh yang menurun        Berbagai mineral dalam tubuh merupakan nutrisi yang tepat untuk menjaga kekebalan tubuh dalam kondisi yang baik. Contohnya saja yaitu mineral Iodium yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh ini. Untuk itu, meskipun berbagai mineral seperti halnya Iodium ini dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit namun kehadirannya cukup penting untuk memberikan sistem fungsional tubuh yang berjalan lancar. 

Featured Image
Penyebab Penyakit Asam Urat

22-07-2016 21:48

Penumpukan asam urat di dalam sendi adalah penyebab penyakit asam urat. Asam urat sejatinya merupakan limbah yang terbentuk dari penguraian zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh. Sebagian besar asam urat dibuang melalui ginjal dalam bentuk urine dan sebagian kecil lainnya dibuang melalui saluran pencernaan dalam bentuk tinja. Jika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah yang diproduksi, maka asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal-kristal tajam natrium urat berukuran mikro yang bermuara di dalam sendi atau di sekeliling jaringan sendi. Ketika kristal-kristal tajam tersebut masuk ke ruang persendian dan mengganggu lapisan lunak sendi, maka terjadilah peradangan yang terasa sangat sakit. Baca juga : Tips Memilih Aksesoris untuk Kebaya agar Kamu Makin Cantik   Ada beberapa faktor yang bisa memicu naiknya kadar asam urat di dalam darah, salah satunya adalah makanan berzat purin tinggi yang kita konsumsi. Contoh-contoh makanan tersebut adalah jeroan hewan (ginjal, hati, jantung), hidangan laut (kerang-kerangan, kepiting, ikan teri, ikan makarel), dan daging merah (sapi, kambing, kerbau). Selain makanan, kita juga bisa berisiko mengalami penumpukan sama urat di dalam darah jika mengonsumsi minuman manis (baik gula buatan maupun alami) dan minuman beralkohol secara berlebihan. Risiko terkena penyakit asam urat juga tinggi bagi orang-orang yang sedang menjalani pengobatan menggunakan obat-obatan jenis tertentu, misalnya niacin, aspirin, obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), obat penghambat beta (beta blocker), sislosporin, diuretik, dan obat-obatan kemoterapi. Sedangkan jika dipandang sebagai bentuk komplikasi, penyakit asam urat berisiko tinggi dialami oleh orang-orang yang sedang menderita penyakit ginjal kronik, penyakit diabetes, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, osteoarthritis, psoriasis, dan sindrom metabolisme. Terlepas dari keempat faktor pemicu di atas, penyakit asam urat juga diduga masuk ke kelompok penyakit turunan alias penyakit genetik. Ini artinya mereka yang memiliki anggota keluarga berpenyakit asam urat berisiko mengalami kondisi yang sama. Menurut penelitian, proporsi dari risiko ini adalah 20 persen. Baca juga : Pilihan Makanan untuk Pengidap Rematik Asam Urat   Lebih sedikitnya jumlah perempuan yang terkena penyakit asam urat dibandingkan laki-laki kemungkinan terkait dengan kondisi menopause. Setelah perempuan mengalami menopause, kadar asam urat dapat meningkat dan mulai merasakan gejala-gejala penyakit asam urat. Terlepas dari faktor-faktor di atas, ada juga sebagian orang yang memiliki kadar asam urat tinggi dalam darah mereka, namun tidak ditemukan pembentukan kristal-kristal natrium urat pada sendi-sendinya. Selain itu, di antara sebagian orang yang memiliki kadar asam urat yang sama pun, tingkat kerentanan mereka akan berbeda-beda. Mengenai hal tersebut, hingga kini belum ada penjelasan yang pasti.

...