Waktu Posting : 15-06-2014 00:43 | Dibaca : 2584x
17-06-2014 12:01
Kulit menjadi etalase pertama yang merepresentasikan kecantikan. Namun, kulit seperti apakah yang merepsentasikan kecantikan? Bagaimana pula agar kulit tetap sehat dan dapat merepsentasikan kecantikan? Menurut pakar kecantikan, cantik itu relatif. Bergantung pada sudut pandang masing-masing orang saat mendefinisikan cantik. Namun, cantik menurut kacamata medis, dasar pertamanya adalah kulit sehat. Sebab kulit menjadi gambaran terluar dari kesehatan seseorang. Kulit mengalami regenerasi setiap 28 hari. Regenerasi ini tidak tampak kasat mata seperti halnya pergantian kulit pada ular. Regenerasi kulit terjadi manakala kulit baru menggantikan kulit mati. Kulit mati tampak pada rupanya yang kusam, tebal, dan keriput. Hal ini akan sangat mengganggu penampilan dan menjadikan orang tidak percaya diri. Baca juga : Tubuh Bugar Berkat Posisi Tidur Seimbang Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan kulit seperti faktor usia (degeneratif), gaya hidup, paparan sinar matahari, asap kendaraan bermotor, alkohol, dan rokok. Semakin sering semua faktor tadi menerpa kulit, semakin cepat pula kulit mengalami penuaan yang disebut penuaan dini. Apalagi bila tidak menggunakan penangkal dan kulitnya tidak dirawat, dipastikan kulit akan tampak kusam, tebal, dan keriput. Walaupun secara usia belum waktunya keriput. Terpaan sinar lampu saat shooting menjadi persoalan yang paling sering dihadapi, disamping sulitnya menghindari makanan junkfood sebagai bagian dari gaya hidup anak muda. Padahal, hal itu akan mengganggu kesehatan kulit. Untuk mencegahnya, terapkan pola hidup sehat. Mengkonsumsi banyak sayuran dan menghindari daging, banyak minum air putih, istirahat teratur, dan mengkonsumsi vitamin E. Vitamin E bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Untuk kulit bagian luar (epidermis), vitamin E dapat menjaga kelembaban kulit dari kekeringan. Untuk kulit bagian dalam (dermis), vitamin E dapat menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit. Dengan demikian orang yang mengkonsumsi vitamin E, kesehatan kulit luar dan dalamnya akan tetap terjaga. Sumber vitamin E terbanyak terdapat dalam biji gandum dan biji bunga matahari. Data ilmiah menunjukkan, biji gandum dan biji bunga matahari mengandung ikatan alfa beta gamma paling banyak. Ketiga kandungan ini sangat bermanfaat untuk proses regenerasi kulit. Selain biji gandum dan biji bunga matahari, buah delima juga sumber vitamin E terbaik. Biji delima yang diekstrak menjadi lotion dapat membantu long life treatment akibat paparan sinar matahari yang terus-menerus. Baca juga : Lensa Kontak, Amankah? Padahal, Indonesia termasuk negara tropis dengan paparan sinar matahari yang terus-menerus sehingga perlu perawatan luar dan dalam. Perawatan kulit bagian dalam dengan mengkonsumsi suplemen vitamin E dan perawatan kulit bagian luar dapat menggunakan body lotion. Namun, meskipun vitamin E masuk kategori suplemen, tetap ada aturan cara mengkonsumsinya. Seperti yang tercantum dalam dosis pemakaian obat. Sifat suplemen yakni tidak boleh berlebihan ataupun kurang. Harus tetap sesuai dengan aturan (dosis) pakai. Sebab kalau melebihi dosis, suplemen itu akan ditolak tubuh dan dibuang percuma. Tetapi bila kurang, tidak akan sampai pada tujuan mengkonsumsi suplemen tersebut. Suplemen tidak akan berbahaya meskipun dikonsumsi secara terus-menerus selama dosisnya sesuai dengan yang dianjurkan. Sebab suplemen tersebut (dalam hal ini vitamin E) memang dipergunakan untuk membantu proses regenerasi kulit. Agar perawatan kulit seperti di atas berhasil, penting kiranya Anda memperbaiki gaya hidup. Caranya, mengelola stres, istirahat cukup, makan dan tidur teratur, minum air putih, tidak mengkonsumsi rokok, alkohol, obat-obatan terlarang, dan menjaga hidup tetap happy.
03-05-2016 10:40
Minyak adalah satu diantara bahan paling utama untuk memasak. Tetapi, jangan pernah salah pilih. Tiap-tiap tipe minyak mengandung nutrisi yang merubah kesehatan. Saat ini, waktu belanja pemakai bisa memperhatikan jejeran minyak yang tidak sama. Pilih minyak yang jitu bisa menolong keadaan kesehatan termasuk juga mengatur kandungan kolesterol, tingkatkan kesehatan jantung, turunkan berat badan, dan sebagainya. Tersebut berbagai tipe minyak yang kerap dipakai di Indonesia : Minyak Kelapa Minyak kelapa mempunyai aroma yang nikmat serta tahan lama pada suhu ruangan, hingga banyak juga dipakai untuk memanggang kue atau tipe makanan lain. Minyak kelapa mengandung 90 % lemak jenuh, yang berisiko tingkatkan kandungan Low Density Lipoprotein (LDL) atau lebih di kenal semacam kolesterol jahat. Mengakibatkan, resiko terserang penyakit jantung bakal bertambah juga.  Baca juga : 5 Langkah Mengatasi Kekurangan Darah dengan Cara Alami serta Cepat Anti-oksidan ini punya potensi semacam penyehat jantung lantaran turut bertindak dalam menghindar pembentukan plak di dinding pembuluh darah. Dengan hal tersebut anti-oksidan bertindak melindungi rongga pembuluh darah supaya tak menyempit. Walau sekian, kita butuh jeli waktu pilih minyak kelapa. Lantaran minyak kelapa yang saat ini di pasarkan melalui banyak proses yang bisa mengakibatkan kerusakan anti-oksidan serta beberapa zat berguna yang lain. Pemakaian minyak kelapa tak dianjurkan untuk dipakai dengan cara teratur, lantaran kandungannya tak dikira sebagus tipe minyak lain untuk melindungi kesehatan badan. Minyak Sawit Minyak sawit mengandung asam palmitat yang termasuk juga asam lemak jenuh, kandungan berikut yang punya potensi tingkatkan kandungan LDL serta semuanya tipe kolesterol. Walau sekian, dampaknya pada penyakit kardiovaskular masihlah diperdebatkan didunia medis. Di segi lain, minyak sawit pula di ketahui mengandung asam oleat serta linoleat yang termasuk asam lemak tak jenuh, dan vitamin A serta E semacam anti-oksidan. Vitamin E didalam kelapa sawit terbagi dalam tocotrienol, yang berperan menghindar kerja dari enzim pembentukan kolesterol. Minyak Kanola Minyak kanola rendah kandungan asam lemak jenuh cuma sekitaran 7 %. Minyak ini pula tinggi dalam kandungan asam lemak tak jenuh, senyawa vitamin E tokoferol serta beberapa zat lain, yang diakui semacam pelindung jantung. Riset pada pola makan dengan minyak kanola tunjukkan penurunan kandungan kolesterol, dibanding dengan mengkonsumsi minyak yang lebih tinggi asam lemak jenuh yang lain. Minyak Zaitun Minyak zaitun mempunyai lima sampai sepuluh kali semakin banyak lemak sehat yang kita perlukan, dibanding dengan minyak kelapa. Lemak sehat ini termasuk juga rantai ganda asam lemak tak jenuh serta rantai tunggal asam lemak tak jenuh.  Baca juga : Inilah Cara Mengatasi Sulit Konsentrasi Hal semacam ini peluang terkait dengan kekuatan minyak zaitun menghimpit kandungan LDL semacam kolesterol jelek, melakukan perbaikan hiperlipidemia (kandungan kolesterol, keseluruhan serta trigliserida tinggi), serta menghindar hipertensi, berdasar pada satu studi. Mengkonsumsi minyak zaitun dengan teratur pula bisa menghindar terjadinya stroke. Tidak cuma menghindar penyakit kardiovaskular, minyak zaitun pula diakui bisa menolong menangani keadaan lain seperti menghimpit resiko kanker payudara, radang pankreas akut, masalah hati, serta peradangan usus. Minyak ini pula peluang menunjang kesehatan mental dengan menghimpit depresi, sekaligus menghindar perubahan penyakit Alzheimer atau kepikunan. Untuk memperoleh banyak faedah dari minyak zaitun, disarankan untuk mengkonsumsi sekurang-kurangnya dua sendok makan atau kira-kira 23 gr sehari-hari. Berikan minyak zaitun waktu menumis sayur, kombinasi salad, atau memoles daging semacam pengganti mentega.
13-07-2014 18:45
Galaktosemia merupakan kelainan dimana badan tak dapat memetabolisme galaktosa. Hal semacam ini dikarenakan oleh ada defisiensi enzim galactose-1-phosphate uridyl transferase yang bertindak merubah galaktosa jadi glukosa untuk lalu dipakai selaku tenaga. Galaktosa yang tak bisa dimetabolisme itu bakal terakumulasi dalam darah serta dan menyebabkan berbagai persoalan kesehatan seperti mual, muntah, diare, jaundice, hipoglikemi, pembengkakan hati, retardasi mental, katarak, masalah dalam proses pembekuan darah, kerentanan pada infeksi, atau juga rusaknya organ yang lain. Oleh karenanya butuh dilaksanakan perlakuan yang pas, satu diantaranya yakni penyusunan diet yang sesuai. Hal yang butuh dicermati pada diet untuk galaktosemia ialah konsumsi galaktosa dari makanan. Satu diantara sumber galaktosa yakni susu serta pula hasil olahannya seperti keju, yogurt, mentega, cream, serta beberapa produk lain yang memiliki kandungan susu. Lantaran makanan yang tak bisa diberikan pada pasien galaktosemia adalah asupan sumber kalsium dan protein, maka butuh dikerjakan modifikasi diet untuk terus mencukupi konsumsi protein serta kalsium sesuai akan keperluan. Baca juga : Hanya Mengkonsumsi Jus Setiap Hari, Bolehkah? Untuk mencukupi keperluan protein, pasien galaktosemia tetap bisa konsumsi pangan hewani kecuali susu seperti daging sapi, daging unggas serta pula telur. Susu kedelai pula bisa diberikan semacam substitusi susu sapi, baik untuk mencukupi kecukupan protein ataupun kalsium. Kecuali itu, keperluan kalsium pula bisa didapat dari sumber makanan nabati yakni sayuran hijau seperti brokoli serta pula olahan kacang kedelai yang lain. Tetapi jika konsumsi kalsium dari sumber-sumber itu belum memenuhi, bisa diberikan suplementasi kalsium. Namun, sudah pasti hal itu butuh pertimbangan selanjutnya hingga pemenuhan keperluan kalsium dari makanan tetap merupakan penyelesaian yang paling utama. Baca juga : Rahasia Sukses Turunkan Berat Badan Utama, vitamin! Zat gizi lain yang butuh dicermati ialah vitamin yang bisa didapat dari buah serta sayuran. Vitamin itu bisa menolong melindungi ketahanan badan pada infeksi, mengingat pasien galaktosemia rawan pada nfeksi. Hingga kecukupan vitamin butuh dicermati. Kecuali itu, untuk persoalan muntah serta diare pada pasien galaktosemia, mesti diberikan cairan serta pula elektrolit yang cukup untuk hindari terjadinya dehidrasi. Kesuksesan penyusunan diet untuk pasien galaktosemia sudah pasti amat di pengaruhi oleh peran keluarga. Hingga butuh dikerjakan edukasi gizi tentang galaktosemia dan dietnya tak cuma untuk pasien tetapi pula pada keluarga, terlebih ibu. Hal semacam itu karena ibu merupakan orang yang bertindak dalam pemenuhan keperluan gizi keluarga. Ibu mesti pandai-pandai mengontrol makanan yang bakal dikonsumsi anak, baik makanan yang dimasak sendiri ataupun makanan yang dibeli dalam wujud siap makan. Butuh kecermatan dalam membaca label serta komposisi dalam tiap-tiap buatan makanan. Penyusunan diet yang jitu bisa kurangi sinyal serta gejala yang diakibatkan galaktosemia, dan bisa menghindari pasien dari komplikasi penyakit yang barangkali bakal nampak.