Waktu Posting : 19-06-2014 20:28 | Dibaca : 2502x
25-07-2014 05:50
Tumor otak terjadi karena perkembangan sel otak yang abnormal. Kondisi ini bisa mencetus kanker jinak bahkan kanker ganas. Keadaan ini dikenal sebagai tumor intrakranial yang disebabkan oleh pembelahan sel abnormal dan tidak bisa dikendalikan. Perkembangan tumor bisa menekan jaringan otak sensitif yang bisa mengganggu fungsi saraf dan otak. Penerapan obat herbal untuk tumor otak sebaiknya dilakukan, karena terbukti lebih manjur tanpa efek samping negatif. Baca juga : Rahasia di Balik Warna Buah dan Sayuran Penyakit tumor bisa disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya faktor kebiasaan buruk, faktor pola makan yang tidak sehat dan pengaruh zat karsinogenik. Kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi minuman beralkohol sangat baik anda hentikan. Makanan yang tinggi kandungan lemak dan minim kandungan serat juga penting untuk anda perhatikan. Hati-hati juga berbagai zat karsinogenik yang bisa mencetus tumor, seperti penyedap rasa, pewarna makanan, pengawet dan sebagainya. Serangan tumor juga bisa dikarenakan oleh terapi antibiotik, terapi radiologi, stres karena kesibukan kerja dan lain sebagainya. Baca juga : Tanaman Obat Keluarga Sedangkan gejala yang ditimbulkan sebagai pertanda serangan kanker tumor bermacam-macam. Gejala tersebut bisa berupa kesulitan untuk berkonsentrasi, gampang terasa mual, sebagian badan dan wajah mengalami kelumpuhan, kesulitan dalam berjalan, penurunan fungsi penglihatan dan pendengaran, tubuh terasa lemas, rasa kantuk berkepanjangan dan sebagainya. Pada penderita wanita bisanya masa haid berhenti dengan tidak normal dan pada bayi terlihat ubun-ubunnya menonjol.
01-06-2025 16:26
https://ekinerja.langkatkab.go.id/sitaba/ merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Langkat dalam menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Dengan sistem ini, diharapkan kinerja ASN dapat terukur dengan jelas, transparansi meningkat, dan pelayanan publik menjadi lebih optimal.SITABA Langkat adalah platform digital yang dirancang untuk mempercepat pelaporan, pemantauan, dan penanganan bencana di wilayah Kabupaten Langkat. Berbasis teknologi informasi, sistem ini menyediakan data real-time serta integrasi antar sektor terkait kebencanaan.Nama SITABA merupakan singkatan dari Sistem Tanggap Bencana, dan menjadi pusat layanan informasi serta koordinasi kebencanaan yang bisa diakses oleh masyarakat, petugas, dan pemangku kepentingan lainnya. Untuk informasi lengkap, kunjungi laman: https://ekinerja.langkatkab.go.id/sitaba/.Fitur-Fitur Unggulan SITABABeranda Informasi Bencana Menyediakan ringkasan laporan bencana terkini dan status penanganannya. Laporan Bencana Masyarakat dapat melaporkan kejadian bencana secara langsung, lengkap dengan waktu, lokasi, dan dampaknya. Peta Wilayah Menyediakan visualisasi lokasi bencana, jalur evakuasi, dan posko terdekat secara interaktif. Posko & Tim Menampilkan informasi tentang posko siaga dan tim tanggap darurat yang bertugas. Edukasi Bencana Konten pembelajaran dan kampanye digital seputar kesiapsiagaan bencana. Kontak Darurat Daftar nomor darurat seperti BPBD, rumah sakit, dan pemadam kebakaran yang dapat dihubungi kapan saja.SITABA memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kecepatan dan ketepatan penanganan bencana. Misalnya, pada kasus tanah longsor di Desa Telagah (25 Mei 2025), laporan masyarakat yang masuk melalui SITABA langsung direspons cepat oleh BPBD, memungkinkan evakuasi dilakukan dalam waktu singkat.Banjir di Hinai pun berhasil ditangani dengan baik, dengan 15 rumah terdampak berhasil dievakuasi dan mendapat bantuan logistik hanya dalam waktu kurang dari sehari setelah pelaporan. Keunggulan SITABA Dibanding Sistem KonvensionalSebelum adanya SITABA, pelaporan bencana seringkali terlambat karena minimnya akses dan koordinasi. Kini, dengan sistem digital:Laporan dapat dikirim langsung dari lokasi kejadian melalui HP. Data segera diverifikasi dan ditindaklanjuti. Informasi transparan dan terdokumentasi. Keputusan dan koordinasi dilakukan berbasis data dan peta real-time.Tantangan dan SolusiBeberapa tantangan yang dihadapi SITABA antara lain keterbatasan sinyal internet di daerah pedalaman dan rendahnya literasi digital. Oleh karena itu, program Edukasi Bencana di SITABA berperan penting dalam memberi pelatihan penggunaan aplikasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.Pemerintah daerah juga diharapkan terus bekerja sama dengan penyedia layanan jaringan untuk memperluas jangkauan internet di wilayah rawan bencana.
02-06-2020 18:08
Barangkali anda sudah sering mendengar kata aborsi yang identik dengan upaya dalam langkah menggugurkan kandungan, terutama pada kehamilan yang tidak diharapkan. Akan tetapi sebenarnya ada juga istilah aborsi spontan. Apakah yang dimaksud dengan aborsi spontan? Di dalam bahasa latin, aborsi dikenal juga dengan sebutan abortus atau orang mengenalnya sebagai keguguran. Yaitu suatu kondisi di mana terjadi kematian janin sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Terjadinya peristiwa keguguran ini tanpa didahului dengan tindakan tertentu yang akan memicunya sehingga disebut dengan sebutan abortus spontan. Dan berdasarkan data yang ada bahwa sekitar 20 sampai dengan 30 persen wanita yang hamil mengalami peristiwa perdarahan dari vagina pada usia kehamilan 20 minggu pertama. Di antara jumlah yang tersebut sekitar 50 persen di antaranya mengalami aborsi spontan. Ketika terjadi perdarahan atau flek pada wanita hamil, sebenarnya itu bukan merupakan sesuatu hal yang wajar. Oleh sebab itu bila terjadi demikian maka sesegera mungkin melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kebidanan serta kandungan agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta penanganan yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Di antara gejala- gejala yang merupakan tanda dari terjadinya aborsi spontan adalah : Terjadinya perdarahan dari vagina. Sakit perut. Kram perut Sakit pinggang. Lemas. Demam. Namun demikian, meski gejala-gejala di atas adalah kriteria dari abortus spontan tetap diperlukan adanya pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan kehamilan dengan menggunakan USG. Walaupun aborsi kerap diidentikkan dengan pengguran kandungan yang dilakukan dengan senagaja atau adanya campur tangan manusia tetapi aborsi spontan tidak didahului dengan pemberian obat tertentu yang memicunya terjadinya abortus. Pada aborsi spontan terjadi secara alami serta terjadi karena adanya gangguan pada janin yang tengah dikandung. Adapun aborsi spontan ada beberapa jenis, yaitu : Aborsi komplit Adalah fenomena keguguran pada saat seluruh hasil pembuahan keluar dari rahim ketika kehamilan beruisa kurang dari 20 minggu. Ditandai dengan keluarnya darah yang berbentuk gumpalan. Abortus inkomplit Yaitu suatu kondisi di mana hanya sebagian dari hasil pembuahan yang keluar. Dan untuk memastikan tindakan yang harus dilakukan dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter spesialis. Apakah membutuhkan tindakan yang lebih lanjut seperti dilakukan tindakan kuret ataukah cukup diberikan obat. Abortus imminens Adalah suatu keadaan keguguran yang masih dapat diselamatkan dengan cara pemberian obat untuk memperkuat kandungan. Missed abbortion Yaitu keadaan keguguran di mana keadaan janin sudah dalam keadaan mati akan tetapi masih berada di dalam rahim. Abortus habitualis Merupakan jenis keguguran yang sering juga disebut dengan abortus berulang karena penderita tersebut mengalami keguguran hingga tiga kali berturut-turut. Peristiwa terjadinya aborsi spontan seringkali terjadi karena adanya gangguan genetik yang cukup fatal pada sang janin. Namun selain itu juga, ada beberapa faktor dari kondisi ibu hamil yang merupakan risiko terjadi aborsi spontan seperti : Berusia di atas 35 tahun ketika hamil. Mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti penyakit tiroid dan diabetes. Memiliki riwayat keguguran sebanyak 3 kali pada kehamilan sebelumnya. Aborsi spontan juga dapat terjadi karena hal-hal berikut ini : Terjadi infeksi seperti herpes,rubela. Adanya gangguan hormon. Sistem imun yang respons. Mengkonsumsi obat-obatan yang memberikan efek buruk pada janin. Terjadinya gangguan fisik pada ibu. Adanya kkelainan pada dinding rahim. Mengkonsumsi kafein secara berlebihan. Memiliki kebiasaan buruk seperti minum alkohol, merokok serta penyalahgunaan obat-obatan. Memiliki riwayat trauma atau kecelakaan. Agar dapat mencegah terjadinya aborsi spontan, tentunya hal yang harus dilakukan adalah selalu menjaga kesehatan ibu serta janin. Dengan tidak melakukan kebiasaan buruk seperti minum minuman yang mengnadung alkohol dan jalani pola makan yang sehat serta rutin memeriksakan kehamilan pada dokter spesialis.Namun apabila terjadi perdarahan dan keadaan janin sudah tidak dapat diselamatkan atau menimbulkan bahaya bagi ibu dan janin, perlu dilakukan tindakan seperti yang dianjurkan oleh dokter. Salah satunya adalah melakukan tindakan kuret untuk membersihkan jaringan yang berada di dalam rahim. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi bila rahim masih terdapat jaringan karena dapat menimbulkan infeksi. Melakukan tindakan kuret pun tidak dilakukan di sembarang tempat, harus dilakukan pada tempat yang telah terpercaya di mana ditangani oleh dokter spesialis yang berkompeten. Klinik Raden Saleh adalah salah satunya, di mana klinik ini merupakan klinik aborsi yang melakukan prosedur kuret sesuai dengan penanganan kuret yang baik dan benar. Klinik Raden Saleh memberikan pelayanan kuret yang aman dan dalam bentuk acuan perawatan, tindakan medis serta diagnostik juga upaya rehabilitasi medis dalam memenuhi kebutuhan pasien-pasiennya.