Waktu Posting : 04-10-2014 09:45 | Dibaca : 2422x
09-03-2025 23:22
LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) adalah prosedur bedah mata yang digunakan untuk mengoreksi masalah penglihatan, terutama untuk orang yang mengalami miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), atau astigmatisme. Prosedur ini menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea (bagian depan mata) agar cahaya dapat fokus dengan tepat pada retina dan meningkatkan penglihatan.Cara Kerja LASIK Mata :Pembuatan Flap: Dalam prosedur LASIK, pertama-tama dokter akan menggunakan alat mikrokeratom atau laser femtosecond untuk membuat flap tipis di bagian luar kornea.Pemrograman Laser: Setelah flap dibuka, laser digunakan untuk mengubah bentuk jaringan di bawah permukaan kornea, yang mengarah pada perubahan fokus cahaya yang masuk ke mata.Penutupan Flap: Setelah proses pemotongan kornea dengan laser, flap tersebut diposisikan kembali dan akan menempel dengan sendirinya tanpa perlu jahitan.Kegunaan LASIK :Mengoreksi Rabun Jauh (Miopia): Pada miopia, cahaya yang masuk ke mata tidak difokuskan dengan benar di retina, menyebabkan objek yang jauh menjadi buram. LASIK membantu mengubah bentuk kornea agar cahaya difokuskan pada retina.Mengoreksi Rabun Dekat (Hipermetropia): Hipermetropia terjadi ketika cahaya difokuskan di belakang retina, menyebabkan penglihatan jarak dekat menjadi buram. LASIK membantu mengubah bentuk kornea untuk memfokuskan cahaya lebih tepat di retina.Mengoreksi Astigmatisme: Astigmatisme disebabkan oleh bentuk kornea yang tidak merata, yang menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi. LASIK dapat memperbaiki ketidaksempurnaan ini dengan meratakan bentuk kornea.Meningkatkan Kualitas Hidup: LASIK dapat mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak, memberikan kebebasan dan kenyamanan bagi orang-orang yang memiliki masalah penglihatan.Pemulihan Cepat: Salah satu keuntungan utama dari LASIK adalah pemulihan yang relatif cepat, dengan banyak pasien mengalami peningkatan penglihatan dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah prosedur.Keuntungan LASIK:Peningkatan Penglihatan Cepat: Banyak pasien melaporkan bahwa penglihatan mereka membaik segera setelah prosedur dan sebagian besar pasien dapat mencapai penglihatan yang sangat baik.Mengurangi Ketergantungan pada Kacamata atau Lensa Kontak: Banyak orang yang menjalani LASIK tidak lagi memerlukan kacamata atau lensa kontak untuk aktivitas sehari-hari.Prosedur yang Minim Penderitaan: Prosedur ini umumnya tidak menyakitkan, karena anestesi lokal berupa tetes mata digunakan untuk membius mata selama prosedur.Potensi Risiko dan Efek Samping :Penglihatan Kabur atau Halos: Beberapa pasien mungkin mengalami penglihatan kabur, terutama pada malam hari atau melihat halo di sekitar cahaya.Infeksi atau Peradangan: Walaupun jarang, ada risiko infeksi atau peradangan setelah prosedur.Perubahan Penglihatan: Tidak semua orang mendapatkan hasil yang sempurna, dan dalam beberapa kasus, koreksi penglihatan bisa tidak memadai, yang memerlukan prosedur tambahan.Kesimpulan :LASIK adalah prosedur bedah mata yang efektif untuk mengoreksi masalah penglihatan seperti miopia, hipermetropia, dan astigmatisme. Dengan menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea, LASIK memungkinkan banyak orang untuk mengurangi atau menghilangkan ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak, meningkatkan kualitas hidup secara signifikan. Namun, seperti semua prosedur medis, LASIK juga memiliki beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menjalani operasi ini.
26-05-2014 23:51
Masalah kesehatan menjadi sebuah masalah yang kian dihadapi oleh masyarakat saat ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli menyatakan bahwa penyakit yang diderita oleh masyarakat modern kini semakin kompleks karena banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak memperhatikan kesehatan. Sebut saja konsumsi makanan instan yang kian hari semakin meningkat. Selain itu masih terdapat pola hidup kurang sehat lainnya yang timbul sebagai dampak adanya kemajuan dalam bidang teknologi yang tidak terbendung saat ini. Jelas hal tersebut akhirnya menimbulkan masalah kesehatan yang kian menakutkan bagi para manusia modern. Menyimak tentang masalah kesehatan yang semakin kompleks ini pun akhirnya mengantarkan kita untuk lebih mengetahui tentangnya. Salah satunya yang akan kita bahas di sini tentang permasalahan kesehatan adalah tentang sakit kepala. Ya hampir setiap orang di antara kita pernah mengalaminya di dalam hidup ini. Biasanya ketika kita mengalami sakit kepala, mungkin banyak di antara kita yang memilih untuk tidur, tetapi sebagian lainnya ada yang membiarkannya dan sebagian yang lain, yang lebih perhatian terhadap kesehatannya memilih untuk berkonsultasi ke dokter. Penting untuk anda ketahui bahwa dari beberapa hal yang saya katakan di atas saat seseorang mengalami sakit kepala, maka yang paling baik untuk dilakukan adalah segera berkonsultasi ke dokter. Terlebih saat anda merasakan sakit kepala belakang. Hal ini dikarenakan ketika kita berkonsultasi ke dokter maka kita dapat mengetahui apakah yang mengakibatkan kita mengalami sakit kepala. Baca juga : Kenali Ciri-ciri Kanker Lambung Secara umum dapat kita simpulkan bahwa sakit kepala yang terjadi pada diri seseorang ini terjadi akibat kurangnya suplai oksigen yang masuk ke otak. Saat pasokan oksigen yang masuk ke otak ini terganggu, maka yang terjadi adalah otak akan melakukan kinerja yang lebih berat dari biasanya. Sehingga kerja otak yang berlebihan ini akhirnya membuat kepala terasa sakit. Yang perlu anda waspadai saat sedang sakit kepala adalah karena sakit kepala seperti sakit kepala belakang menjadi indikasi akan terserang penyakit berbahaya. Banyak di antara penyakit berbahaya layaknya jantung, paru-paru dan juga penyakit lainnya ditandai dengan sering merasakan sakit kepala terlebih dahulu sebagai gejala awal. Karenanya ketika anda mengalami sakit kepala terlebih sakit kepala belakang maka sebaiknya anda segera melakukan konsultasi ke dokter terkait. Hal ini semata-mata bertujuan untuk mengetahui informasi terkait penyebab sakit kepala yang anda alami. Dan jika kemudian sakit kepala tersebut timbul sebagai sebuah indikasi penyakit berbahaya, maka anda akan segera mendapatkan perawatan yang lebih dini sebelum penyakit tersebut bertambah parah. Baca juga :Luka Diabetes Sembuh Sangat Sulit Selain melakukan konsultasi ketika mengalami sakit kepala. Maka anda juga dapat melakukan upaya preventif atau pencegahan terhadap sakit kepala ini. Cara yang paling baik untuk dilakukan adalah dengan selalu berpikiran positif. Dengan selalu berpikir positif, tubuh akan bekerja dengan baik termasuk otak yang dapat bekerja secara seimbang. Pikiran positif tersebut dapat anda kembangkan dalam kehidupan anda ketika anda merasa nyaman, sehingga anda perlu mendapatkan suasana nyaman tersebut. Hal ini dapat anda peroleh salah satunya dengan melakukan refreshing ketika anda memiliki banyak beban pikiran. Jika hal ini anda terapkan dalam kehidupan anda maka resiko untuk terkena sakit kepala terlebih sakit kepala belakang pun dapat anda kurangi. Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya berikan kepada anda tentang sakit kepala belakang tersebut. Semoga beberapa ulasan yang telah saya sampaikan di atas, mampu memberikan banyak manfaat bagi anda sekalian. Sekian, dan sampai jumpa pada ulasan menarik pada perjumpaan yang selanjutnya. Selamat beraktivitas!
28-04-2014 13:18
Fakta Hubungan Perokok Dengan Kejadian Hipertensi - Hipertensi merupakan bagian dari gangguan organ jantung yang disebabkan oleh perilaku individu yang kurang menjaga kesehatan. Menurut teori Blum mengatakan bahwa “tingkat kesehatan individu dipengaruhi oleh keempat faktor penyebab, diantaranya yaitu perilaku, kesehatan lingkungan, genetik serta pelayanan kesehatan”. Dari keempat faktor yang mempengaruhi tingkat kesehatan individu ini ternyata juga dapat diaplikasikan dalam prognosis suatu penyakit hipertensi. Aplikasi dari keempat faktor tersebut jika dihubungkan dengan kejadian penyakit hipertensi adalah sebagai berikut: A. dari segi Perilaku Status individu sebagai perokok aktif dapat mempengaruhi kesehatan organ jantungnya. Penyempitan pembuluh darah jantung akibat kandungan karsinogenik dari rokok ini dapat menyebabkan kerja otot jantung semakin cepat dari biasanya. Jika lama kelamaan tidak segera mendapat penanganan maka akan menyebabkan gangguan aliran darah dalam tubuh. Darah yang mengalir cepat menuju organ otak kemudian mengendap disana tentunya akan menyebabkan kelumpuhan atau stroke yang tentunya berakibat fatal sekali bagi produktivitas diri anda. Untuk itu, faktor perilaku ini memang mengambil peranan penting dalam kejadian penyakit tertentu khususnya yaitu hipertensi. Jika terjadi gangguan penyakit sudah pasti status atau tingkat kesehatan anda sedang mengalami penurunan fungsinya. Selain faktor pengaruh dari perilaku individu terhadap status kesehatannya yang ditinjau dari segi perokok, ternyata juga terdapat tindakan lainnya yang dapat mempengaruhi kejadian penyakit hipertensi dari pengaruh faktor perilakunya. Salah satu tindakan yang berisiko terhadap status kesehatan individu ini yaitu kebiasan individu yang suka mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi (protein hewani lebih utama daripada protein nabati), kebiasaan individu yang kurang berolahraga, kebiasaan individu yang suka mengonsumsi minuman keras atau pun terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda serta faktor perilaku lainnya. Untuk itu, jika anda memang benar – benar menginginkan tubuh yang sehat maka sebaiknya anda perlu melakukan tindakan preventif lebih dini sebelumnya serangan penyakit menyerang anda. Baca juga : Apa Itu Demam Berdarah B. dari segi genetik Penyakit hipertensi adalah gangguan klinis yang termasuk dalam penyakit tidak menular sehingga perkembangan penyakit ini hanya dapat didasarkan atas pengaruh faktor genetik. Menurut beberapa ilmuwan medis, kejadian penyakit hipertensi memang menjadi bagian dari pengaruh susunan gen dalam DNA nya. Oleh sebab itu penyakit hipertensi ini juga disebut sebagai penyakit herediter atau penyakit turunan. C. dari segi lingkungan Lingkungan menjadi bagian dari faktor eksternal individu yang mempengaruhi terjadinya gangguan penyakit hipertensi. Kondisi lingkungan yang mendukung peningkatan prevalensi penyakit hipertensi salah satunya yaitu adanya asap rokok dari para perokok aktif. Anda yang berada disekitar perokok aktif ternyata juga berisiko terganggu dengan penyakit hipertensi ini meskipun anda bukan pelaku utamanya. Untuk itu, sebenarnya perlu adanya kawasan tanpa rokok yang memberikan kemudahan serta tempat sehat untuk orang lain atau para perokok pasif. Dalam hal ini tentunya butuh kesadaran serta dukungan yang kuat terhadap para perokok aktif untuk bisa menempatkan dirinya sehingga tidak merugikan orang lain disekirtarnya apalagi para orang tersayang didekatnya. D. dari segi layanan kesehatan Stastus kesehatan individu tidak lepas kaitannya dengan penyedia layanan kesehatan. Ketersediaan layanan kesehatan serta akses layanan kesehatan yang terjangkau ini yang memungkinkan individu untuk memperoleh status kesehatan yang memadai. Namun, sudah sesuaikah penyedia layanan kita? Inilah yang wajib dipertanyakan untuk saat ini. Anda selaku masyarakat / penyedia layanan kesehatan sampai dengan para aparat pemerintahan alangkah baiknya saling tergabung menciatakan komitmen untuk menuju negara yang kuat dan sehat tentunya dengan menyelenggarakan layanan kesehan yang memadai serta berkualitas. Pada intinya, ingin sehat? Jadilah para pengguna serta para pelaksana layanan kesehatan yang peka dan professional. Baca juga : Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker Namun, meskipun keempat faktor tersebut saling mendukung terjadinya penyakit hipertensi ternyata faktor dari segi perilakulah yang mempengaruhi paling kuat terhadap terjadinya kejadian penyakit hipertensi. Terutama para perokok aktif maupun perokok pasif yang memiliki intesitas tinggi untuk terpapar asap rokok ini. Dari segi perilaku sebenarnya juga muncul faktor lain yang mempengaruhi terjadinya gangguan penyakit tekanan darah tinggi ini diantaranya yaitu seseorang yang mempunyai pola konsumsi tidak sehat dengan banyak mengonsumsi kolesterol ataupu lemak trans. Untuk itu, anda yang memiliki kebiasaan perilaku diatas alangkah baiknya anda perlu membatasi perilaku tersebut agar terhindar dari bahaya gangguan penyakit hipertensi.