Waktu Posting : 04-10-2014 13:14 | Dibaca : 2815x
20-03-2015 05:52
Penyakit gula seakan menjadi momok menakutkan yang sering dikhawatirkan dengan terlambat. Penyakit ini seringkali hanya diasosiasikan dengan penyakit-penyakit lain seperti hipertensi dan kelebihan kolesterol dan dianggap hanya akan menyerang kita setelah berusia lanjut. Akibatnya, banyak kasus penanganan penyakit ini yang terlambat karena kita menyepelekan penyakit ini di kala usia muda. Padahal, penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan tidak terbatas pada jenis IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus). Seorang penderita diabete IDDM memang terlahir dalam kondisi harus menerima suplai insulin. Namun, bagi seseorang yang tidak memiliki kelainan seperti itu, faktor pola hidup dapat menjadi penyebab serangan penyakit ini. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga diri dari dampak penyakit ini sejak usia dini. Baca juga : Kegunaan Jamsi Obat Diabetes  Menjaga pola hidup yang sehat adalah langkah baik untuk menghindarkan diri kita dari penyakit ini. Pola hidup sehat mencakup rutin berolahraga, cukup beristirahat, menghindarkan diri dari stress, mengatur pola makan yang bergizi, seimbang, serta sehat. Konsumsi gula yang berlebihan terutama untuk mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita penyakit gula juga harus dikontrol sedemikian rupa. Jangan berlebihan namun jangan pula sampai kekurangan. Sayangnya pola hidup sehat yang sebenarnya sederhana ini seringkali tidak diaplikasikan. Kesibukan dan kemalasan memang seringkali menjadi alasan kita tidak bisa menerapkan pola hidup seperti ini. Oleh karena itu, menumbuhkan kesadaran mengenai hidup yang sehat dan bahagia perlu ditanamkan dengan baik. Dengan demikian, kita bukan hanya terhindar dari penyakit ini, namun kita juga bisa terhindar dari berbagai penyakit lain yang disebabkan pola hidup yang tidak baik. Baca juga : Cara Mengobati Diabetes yang Dapat Dilakukan Mengenal gejala penyakit ini juga sangat penting kita lakukan. Secara spesifik tiap jenis penyakit gula bisa memberikan tanda yang berbeda-beda. Namun, terdapat beberapa gejala umum yang patut Anda jadikan sebagai peringatan mengenai serangan penyakit ini. Gejala pertama yang patut Anda waspadai adalah mudah lelah padahal hanya melakukan aktivitas harian seperti biasanya. Gejala selanjutnya adalah berat badan turun, sering merasa haus, sering buang air kecil, warna kulit menjadi lebih gelap terutama di sekitar leher, penglihatan melemah, sering merasa lapar, dan luka lebih sulit untuk sembuh. Bila Anda memiliki gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera cek kadar gula darah Anda ke klinik atau puskesmas. Dengan demikian, bila Anda memang menderita penyakit gula, dokter dapat menangani penyakit Anda sebelum terjadi kejadian fatal.
02-06-2014 01:29
Bagi anda yang baru saja melahirkan sang buah hati, perawatan pasca melahirkan penting untuk dilakukan. Selama masa kehamilan, pastinya anda akan mengalami banyak perubahan fisik, maupun mental. Beberapa perubahan fisik diantaranya adalah bertambahnya berat badan, kaki menjadi bengkak dan emosi yang stabil. Menurut dr. Ardiansjah Dara SpOG, pada masa kehamilan, ibu hamil akan sering mengalami pegal dan sesak nafas. Untuk itu, untuk mengembalikan kondisi tubuh ke posisi yang prima, beberapa macam perawatan perlu untuk dilakukan. Perawatan-perawatan tersebut penting dan sangat dianjurkan, tidak hanya untuk mengembalikan bentuk tubuh, juga agar hubungan suami dan istribisa tetap harmonis. Baca juga : Apa saja Manfaat Juice Sirsak? Masa Nifas Beberapa jenis perawatan pasca melahirkan yang perlu dilakukan diantaranya adalah puasa bercinta paling tidak selama enam bulan. Masa tidak bercinta dengan suami setelah melahirkan ini disebut dengan masa nifas. Masa puasa bercinta dalam masa nifas ini penting untuk menghindari timbulnya infeksi atau gangguan kesehatan lain seperti pendarahan pada organ intim terutama bagi kaum perempuan. Ini dikarenakan seusai melahirkan, organ intim perempuan membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar dapat mengembalikan fleksibilitasnya. Dan tentunya untuk menghindari infeksi saat terjadi penetrasi. Alasan lain adalah, saat melahirkan, akan masih ada darah kotor yang perlu dikeluarkan. Sehingga, darah kotor (apabila terjadi infeksi) akan terkena bakteri, membuat bau yang tidak sedap. Perawatan lain selain berpuasa dalam urusan bercinta adalah dengan melakukan diet. Diet ini berbeda dengan diet menurunkan berat badan pada umumnya. Di sini, seuasi melahirkan, anda akan diwajibkan untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung kadar protein, zat besi, serat dan kalsium yang tinggi. Asupan kalori 2700 kalori perhari pun penting untuk dipenuhi.Biasanya, gangguan kesehatan paling umum adalah wasir. Untuk sebab itu, dengan mengkonsumsi banyak serat, wasir diharapkan bisa cepat hilang. Selain mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung nutrisi di atas, memenuhi kebutuhan cairan setiap harinya juga perlu dilakukan. Anda bisa minum tiga liter air putih serta dua liter susu setiap harinya. Baca juga : Cara Melakukan Perawatan Kulit Berjerawat Perawatan Kerampang Itu Penting Perawatan lain yang perlu dilakukan adalah perawatan kerampang. Kerampang, atau dalam istilah medisnya disebut dengan perineum, adalah selaput pembatas antara anus dan vagina. Pada saat melahirkan, selaput tersebut akan melebar, sehingga memudahkan jalan lahir. Tidak jarang ada kemungkinan kerampang malah sobek. Untuk sebab itu, pasca melahirkan, sangat dianjarkan para ibu untuk memijat kerampang. Selain merawat tubuh di atas, perawatan dari sisi psikologis juga perlu dijalankan. Biasanya, ibu yang baru saja melahirkan akan mudah emosi karena stress. Post partum blues, kelelahan, kurang tidur adalah penyebab stress. Anda bisa merawat dengan ke spa, pergi ke salon atau berbelanja. Lakukan perawatan yang menghilangkan penat sebagai bagian perawatan pasca melahirkan.
05-06-2014 15:54
Meski MERS baru dikenal tidak melebihi satu semester yang lalu lantaran berhasil bikin khawatir masyarakat di tanah air, tetapi sesungguhnya penyakit ini pertama kali dilaporkan telah dari September 2012 silam. Meski sekian, tidak sempat ada kata terlambat untuk menangani terjangkitnya virus MERS. Sesuai sama nama, Middle East Respiratory Syndrome atau MERS, merupakan penyakit yang berkembang di lokasi Timur Tengah. Pemicunya ialah inveksi virus yang tetap terhitung dalam kelompok Korona (MERS-CoV). Satu misal lain dari kelompok virus Korona ini ialah virus pemicu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang pernah mewabah didunia pada masa 2000-an awal. Memanglah, SARS di ketahui lebih punya potensi menulari manusia daripada SARS. Baca juga : Hati-hati Dehidrasi Ringan Bisa Ancam Produktivitas Nyaris satu tahun yang lalu, tepatnya 17 Juli 2013 pada pertemuan IHR Emergency Committee, Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwasanya MERS-CoV merupakan kondisi serius serta butuh perhatian besar, tetapi belum berlangsung sesuatu yang darurat pada kesehatan orang-orang. Sedang status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) bakal diberikan, bila virus itu meluas ke negara-negara lain. Faktanya, dari dilaporkan tentang kemunculan virus itu pada kisaran September 2012 hingga 1 Agustus 2013, seluruhnya masalah tetap terkait dengan negara-negara di Jazirah Arab, baik dengan cara segera ataupun tak segera. Grup umur yang rawan terinfeksi virus ini ialah lanjut usia (berumur diatas 65), anak-anak, ibu hamil, beberapa orang dengan penyakit kronis (seperti diabetes mellitus serta penyakit jantung/pembuluh darah), dan mereka yang mempunyai system kekebalan badan rendah. Tentang keadaan didalam negeri, MERS jadi perhatian utama orang-orang dari musim haji tempo hari. Juga, dua orang dari 13 propinsi yang sudah melaporkan masalah suspek virus itu di ketahui tidak terselamatkan, meski sampai saat ini belum dapat di pastikan seutuhnya tentang kaitan MERS semacam pemicu utama kematian itu. Profesor Mulia Soeroso yang mengatasi pasien wafat di Medan menyebutkan, " Kita tak dapat meyakinkan dia terkena MERS atau tak, lantaran keluarga tak mengizinkan dikerjakan swap. Namun menurut gejalanya, mengarah kesana, " seperti diambil dari detik. com. Baca juga : Dada Terasa Deg-degan Seirama dengan hal tadi, launching yang dikeluarkan oleh STANMED CENTER – klinik yang bermarkas di lokasi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – mencantumkan juga bahwasanya beberapa gejala MERS yang kerap didapati ialah terjadinya masalah saluran napas akut yang mencakup demam, batuk serta sesak atau dada jadi berat. Beberapa gejala itu umum juga dibarengi dengan beberapa gejala saluran pencernaan, terhitung diare. Maka, jika Anda merasakan beberapa gejala itu, serta pastinya dilengkapi juga dengan kisah melancong ke negara-negara Timur Tengah dalam kurun 1-14 hari – saat inkubasi MERS-CoV ialah 2-14 hari – atau sekurang-kurangnya berhubungan dengan seseorang yang sakit serta di ketahui bahwasanya 14 hari pada mulanya lakukan perjalanan kesana, maka harus selekasnya memeriksakan keadaan itu ke puskesmas, rumah sakit, ataupun unit-unit service kesehatan lain