Waktu Posting : 25-03-2016 13:52 | Dibaca : 2205x
06-10-2021 15:19
Kesehatan rongga mulut dan gigi seringkali hal yang kurang diperhatikan oleh banyak orang. Padahal kondisi mulut dapat mencerminkan kondisi kesehatan tubuh. Dan bahkan pada beberapa kasus, rongga dan gigi yang bermasalah dapat menjadi pemicu terjadinya sejumlah penyakit yang serius. Beberapa penyakit serius yang dapat terjadi yang disebabkan karena sakit gigi di antaranya adalah : 1.Sakit Jantung dan Stroke Mengapa sakit gigi dikaitkan dengan penyakit jantung dan stroke? Ini karena bakteri yang menyebabkan sakit gigi dapat menempel pada dinding arteri dan kemudian mengakibatkan penggumpalan darah. Dan gumpalan tersebut akan menghalangi aliran darah yang mengalir ke jantung sehingga menyebabkan penyakit jantung dan bila terjadi penyumbatan aliran darah ke otak maka akan memicu munculnya penyakit stroke. 2.Penyakit Kanker Sakit gigi dapat terjadi akibat dari pembengkakan pada gusi dan ini terjadi karena gusi mengalami peradangan. Ketika peradangan tidak segera ditangani maka hal ini dapat menjadi pemicu pertumbuhan tumor. Akibat dari semakin banyaknya jaringan yang rusak karena tumor tersebut maka akan berpotensi menjadi penyakit kanker. Penyakit kanker kerap dihubungkan dengan kesehatan mulut yaitu paru-paru, kandung kemih, esofagus, ginjal, perut dan hati. Maka dari itu apabila anda mengalami sakit gigi, segeralah periksakan diri anda ke dokter gigi. 3.Disfungsi Ereksi Berhati-hatilah bagi kaum pria ketika merasakan sakit gigi. Karena hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri di mulut dan kemudian menimbulkan peradangan pada pembuluh darah. Dan bila hal ini dibiarkan maka akan membuat rusaknya pembuluh darah menjalar hingga ke organ intim. 4.Prostatitis Penyakit prostatitis merupakan masalah di mana enzim yang dibentuk oleg prostat untuk kemudian disekresikan dan mengalami peningkatan. Ini akan menimbulkan pembengkakan pada prostat. Dan di saat anda mengalami sakit gigi maka produksi enzim tersebut lebih tinggi. Bila hal demikian didiamkan maka akan menyebabkan iritasi, sulit ejakulasi, nyeri pada perineum, buang air kecil secara terus menerus. 5.Periodontitis Sakit gigi erat kaitannya dengan masalah yang terjadi pada gusi. Dan peradangan gusi tersebut terjadi karena adanya plak serta karang gigi. Ketika kondisi yang demikian semakin parah maka dapat menyebabkan pendarahan.Â
03-11-2025 22:55
Sampah masih menjadi salah satu persoalan terbesar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di banyak daerah, termasuk di Kabupaten Jember. Volume sampah yang terus meningkat setiap hari menimbulkan tantangan besar, mulai dari penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pencemaran lingkungan, hingga dampak kesehatan bagi masyarakat. Menyadari hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember berkomitmen kuat untuk menuntaskan permasalahan tersebut melalui Gerakan Jember Bebas Sampah 2025, sebuah program besar yang menargetkan terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.Menuju Jember yang Bersih dan HijauGerakan Jember Bebas Sampah 2025 lahir sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan. Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan sampah, tetapi juga menekankan perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.Dinas Lingkungan Hidup Jember menyadari bahwa solusi jangka panjang untuk persoalan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pengumpulan dan pembuangan, tetapi harus dimulai dari pengurangan sampah dari sumbernya. Oleh karena itu, konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) menjadi dasar utama gerakan ini. Masyarakat diajak untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang bekas, serta mendaur ulang sampah agar tidak berakhir di TPA.Kepala DLH Jember menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar kampanye, melainkan langkah strategis yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kami ingin membangun budaya baru, di mana setiap orang sadar bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Jember bisa benar-benar bebas dari sampah pada tahun 2025, ujarnya dalam sebuah kegiatan sosialisasi program.Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis MasyarakatSebagai langkah konkret, DLH Jember memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satu program andalan adalah pembentukan bank sampah di setiap kecamatan dan desa. Melalui bank sampah, masyarakat dapat memilah sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam untuk dijual atau ditukar dengan kebutuhan pokok. Sistem ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.Selain itu, DLH juga mendorong masyarakat untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Dengan pelatihan dan pendampingan teknis, warga diajak memanfaatkan sisa makanan dan dedaunan menjadi pupuk alami yang dapat digunakan untuk pertanian dan penghijauan. Program ini terbukti efektif, terutama di wilayah pedesaan, karena mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA.Untuk mendukung program ini, DLH Jember juga meluncurkan aplikasi digital pemantauan sampah, yang memudahkan koordinasi antara petugas kebersihan dan masyarakat. Melalui sistem ini, warga dapat melaporkan titik-titik penumpukan sampah, mengatur jadwal pengangkutan, serta memperoleh informasi terkait kegiatan lingkungan di daerah mereka.Kolaborasi dan Edukasi LingkunganKunci keberhasilan Gerakan Jember Bebas Sampah 2025 terletak pada kolaborasi lintas sektor. DLH menggandeng sekolah, komunitas pemuda, organisasi masyarakat, hingga pelaku usaha dalam berbagai program kebersihan dan edukasi lingkungan.Melalui kegiatan seperti Gerakan Jumat Bersih, Lomba Kampung Hijau, dan Edukasi Lingkungan di Sekolah, DLH terus menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam. Siswa dan pemuda didorong menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat peduli lingkungan di sekitarnya. Di sisi lain, sektor swasta juga dilibatkan dalam upaya pengelolaan limbah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terutama dalam penyediaan fasilitas kebersihan dan kegiatan penghijauan.Gerakan ini juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan. DLH rutin melakukan sosialisasi tentang cara memilah sampah, pengurangan plastik, serta dampak negatif pencemaran terhadap kesehatan dan ekosistem. Dengan pendekatan yang intensif dan partisipatif, masyarakat diharapkan tidak hanya sadar, tetapi juga terbiasa menjaga kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup.Harapan Menuju 2025Kini, hasil dari berbagai upaya tersebut mulai terlihat. Beberapa desa dan kelurahan di Jember berhasil menurunkan volume sampah hingga 30% setelah menerapkan sistem pengelolaan mandiri. Jumlah bank sampah meningkat pesat, dan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah semakin tinggi. Lingkungan yang dulunya kumuh mulai berubah menjadi bersih dan asri.Meski masih banyak tantangan yang harus dihadapi seperti keterbatasan fasilitas, perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya disiplin, serta perubahan iklim yang berdampak pada kebersihan lingkungan, DLH Jember tetap optimistis target Jember Bebas Sampah 2025 dapat tercapai.Dengan kerja keras, inovasi, dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, cita-cita untuk mewujudkan Jember yang hijau, bersih, dan sehat bukanlah mimpi. Gerakan ini bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama untuk menjaga bumi dari Jember demi masa depan yang lebih lestari dan generasi yang mencintai lingkungan.
27-08-2014 17:57
Bau kaki (bromodosis) bisa dirasakan siapa saja. Walau begitu, bau kaki kerap berlangsung pada remaja serta ibu hamil sebab pergantian hormon, waktu stres, terlampau banyak berdiri, banyak berkeringat (hyperhidrosis), dan meminum obat-obatan spesifik. Kaki tentunya keluarkan keringat lantaran mempunyai banyak kelenjar keringat melebihi dari pada sisi tubuh lain. Pemicu bau kaki ialah kaki menjalani infeksi jamur, alas kaki (sepatu atau mungkin kaus kaki) yang tidak pernah ditukar, serta kaki yang berkeringat. Terlebih waktu kaki aktif bergerak serta berdiri dalam kurun waktu yang lama. Atau mungkin, sepatu telah digunakan kembali walau sebenarnya pada awal mulanya masih tetap basah lantaran keringat.  Baca juga : Penyebab Stroke dan Faktanya yang Harus Anda Ketahui Keringat bikin sepatu lembap hingga menyebabkan bakteri. Waktu keringat bercampur dengan bakteri, nampaklah bau kaki. Walau sepatu telah dilepaskan, bakteri bakal selalu berkembang. Terlebih bila sepatu tak selekasnya dicuci serta dijemur. Nah, untuk menghindar bau kaki, Anda mesti melindungi kaki terus bersih serta kerap bertukar alas kaki. Umpamanya, janganlah pernah menggunakan satu sepatu sepanjang dua hari berturut-turut, upayakan sepatu betul-betul kering sebelum saat digunakan, rajinlah membersihkan serta mengeringkan kaki, ganti kaus kaki, serta kenakan kaus kaki memiliki bahan wol atau mungkin katun serta bukanlah nilon. Bila kaki Anda yang mudah berkeringat, tersebut panduan untuk hindari kaki bau : • Lap sela-sela jari kaki dengan kain katun yang di celupkan ke alkohol, lantas keringkan dengan handuk. • Pakai semprotan deodoran atau mungkin antikeringat pada kaki. • Gunakan kaus kaki spesial berolahraga yang dapat melindungi kaki terus kering. • Gunakan sepatu memiliki bahan kulit atau mungkin kanvas. • Batasi penggunaan sepatu plastik supaya kaki dapat bernafas. • Bertelanjang kaki dirumah.  Baca juga : Atasi Kelelahan Selama Kehamilan Dengan 5 Tips Ini  Namun, bila kaki Anda telah telanjur alami persoalan bau kaki, coba membersihkan kaki dengan sabun antibakteri serta cari info tipe pembersih kaki yang beredar di market untuk Anda pakai. Berhati-hatilah dalam kenakan sabun antibakteri spesial kaki bila kaki pecah-pecah atau mungkin mempunyai persoalan kulit eczema. Apabila bau kaki tak pula hilang sesudah coba beragam perawatan, maka coba berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin saja bakal temukan pemicunya serta menyajikan penyembuhan.