Waktu Posting : 26-03-2016 21:07 | Dibaca : 2459x
20-06-2014 12:23
Ketimun atau mentimun mempunyai nama ilmiah Cucumis sativus. Memiliki kandungan 0,65% protein, 0.1% lemak serta karbohidrat sejumlah 2,2%. Juga memiliki kandungan kalsium, fosforus, magnesium, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 serta vitamin C. Biji timun sendiri memiliki kandungan toksin alkoloid berjenis hipoxanti, yang berperan untuk menyembuhkan anak-anak yang mengalami derita cacingan. Buah ketimun memiliki kandungan kalium, silikon & fluorin serta sebaliknya, rendah kalori, hingga dapat menolong merangsang ginjal untuk mengeluarkan bekas metabolisme serta deposit lemak didalam badan. Langkah memperoleh faedah ini gampang saja, yaitu dengan mengkonsumsi air perasan buah ketimun yang masih dalam keadaan segar. Kerjakan tiap-tiap hari, hingga lambung punya kebiasaan terima cairan ketimun. Kecuali semacam pembersih ginjal, ketimun mempunyai banyak faedah lainnya. Satu buah ketimun yang fresh, biasanya memiliki kandungan 0,65% protein, 0,1% lemak, serta 2,2% karbohidrat. Di samping itu ketimun juga memiliki kandungan zat berguna yang lain, seperti zat besi, kalsium, fosforus, magnesium, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, serta vitamin C. Baca juga : Kenalilah Perubahan Tubuh Seiring Usia Anda Biji ketimun dikenal memiliki kandungan toksin alkaloid berjenis hipoxanti yang bisa menyembuhkan penyakit cacingan. Biji ketimun juga dipercaya dapat meredakan radang tenggorokan dikarenakan batuk yang diikuti dengan suara yang menghilang. Langkahnya, cukup hanya mencampurkan biji ketimun dengan sedikit garam serta dikumur selama berkali-kali dalam satu hari. Ketimun dapat juga dipakai untuk mengompres ketika Anda atau anak Anda demam. Tidak butuh memberikan es, lantaran buah ketimun telah menawarkan rasa dingin yang diperlukan untuk mendinginkan badan yang panas disebabkan demam. Juice ketimun yang fresh serta bermanfaat untuk kesehatan, dapat juga menjaga kulit dari kudis. Tidak heran bila ketimun dibuat jadi semacam masker muka, karena disamping melembabkan, ketimun menolong kulit jadi halus serta mulus. Baca juga : Mengorek Kuping Asyik, Tetapi Berbahaya Bagi Kesehatan Berikut beberapa panduan yang dapat Anda kerjakan untuk memperoleh manfaat ketimun : 1. Kurangi hipertebsi Dua buah ketimun seger dicuci bersih, lalu diparut. Hasil parutannya diperas serta disaring, lalu diminum sekalian. Kerjakan 2-3 kali satu hari. 2. Menyembuhkan sariawan Makan buah ketimun mentah seperti halnya makanan ringan, kerjakan dengan cara teratur tiap-tiap hari. 3. Menangani bengkak di seputar mata Mata bengkak lantaran tidur terlampau larut atau mata capek disebabkan terlalu lama bekerja di depan monitor komputer. Langkahnya, irislah ketimun tipis-tipis serta simpanlah di ke-2 mata, kerjakan sembari berbaring selama 15 menit. Lalu basuh. 4. Bersihkan ginjal Ketimun seger dicuci lalu diparut. Hasil parutannya diperas serta disaring. Airnya diminum sedikit-sedikit hingga lambung punya kebiasaan menyerap cairan ketimun. 5. Demam Ketimun seperlunya dicuci bersih, lalu diparut. Hasil parutannya ditempatkan diatas perut. 6. Jerawat Buah ketimun dicuci lalu diiris-iris. lrisan ketimun ditempelkan serta digosok-gosok pada kulit yang berjerawat. Kerjakan tiap-tiap hari.
02-06-2020 18:08
Barangkali anda sudah sering mendengar kata aborsi yang identik dengan upaya dalam langkah menggugurkan kandungan, terutama pada kehamilan yang tidak diharapkan. Akan tetapi sebenarnya ada juga istilah aborsi spontan. Apakah yang dimaksud dengan aborsi spontan? Di dalam bahasa latin, aborsi dikenal juga dengan sebutan abortus atau orang mengenalnya sebagai keguguran. Yaitu suatu kondisi di mana terjadi kematian janin sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Terjadinya peristiwa keguguran ini tanpa didahului dengan tindakan tertentu yang akan memicunya sehingga disebut dengan sebutan abortus spontan. Dan berdasarkan data yang ada bahwa sekitar 20 sampai dengan 30 persen wanita yang hamil mengalami peristiwa perdarahan dari vagina pada usia kehamilan 20 minggu pertama. Di antara jumlah yang tersebut sekitar 50 persen di antaranya mengalami aborsi spontan. Ketika terjadi perdarahan atau flek pada wanita hamil, sebenarnya itu bukan merupakan sesuatu hal yang wajar. Oleh sebab itu bila terjadi demikian maka sesegera mungkin melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kebidanan serta kandungan agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta penanganan yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Di antara gejala- gejala yang merupakan tanda dari terjadinya aborsi spontan adalah : Terjadinya perdarahan dari vagina. Sakit perut. Kram perut Sakit pinggang. Lemas. Demam. Namun demikian, meski gejala-gejala di atas adalah kriteria dari abortus spontan tetap diperlukan adanya pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan kehamilan dengan menggunakan USG. Walaupun aborsi kerap diidentikkan dengan pengguran kandungan yang dilakukan dengan senagaja atau adanya campur tangan manusia tetapi aborsi spontan tidak didahului dengan pemberian obat tertentu yang memicunya terjadinya abortus. Pada aborsi spontan terjadi secara alami serta terjadi karena adanya gangguan pada janin yang tengah dikandung. Adapun aborsi spontan ada beberapa jenis, yaitu : Aborsi komplit Adalah fenomena keguguran pada saat seluruh hasil pembuahan keluar dari rahim ketika kehamilan beruisa kurang dari 20 minggu. Ditandai dengan keluarnya darah yang berbentuk gumpalan. Abortus inkomplit Yaitu suatu kondisi di mana hanya sebagian dari hasil pembuahan yang keluar. Dan untuk memastikan tindakan yang harus dilakukan dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter spesialis. Apakah membutuhkan tindakan yang lebih lanjut seperti dilakukan tindakan kuret ataukah cukup diberikan obat. Abortus imminens Adalah suatu keadaan keguguran yang masih dapat diselamatkan dengan cara pemberian obat untuk memperkuat kandungan. Missed abbortion Yaitu keadaan keguguran di mana keadaan janin sudah dalam keadaan mati akan tetapi masih berada di dalam rahim. Abortus habitualis Merupakan jenis keguguran yang sering juga disebut dengan abortus berulang karena penderita tersebut mengalami keguguran hingga tiga kali berturut-turut. Peristiwa terjadinya aborsi spontan seringkali terjadi karena adanya gangguan genetik yang cukup fatal pada sang janin. Namun selain itu juga, ada beberapa faktor dari kondisi ibu hamil yang merupakan risiko terjadi aborsi spontan seperti : Berusia di atas 35 tahun ketika hamil. Mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti penyakit tiroid dan diabetes. Memiliki riwayat keguguran sebanyak 3 kali pada kehamilan sebelumnya. Aborsi spontan juga dapat terjadi karena hal-hal berikut ini : Terjadi infeksi seperti herpes,rubela. Adanya gangguan hormon. Sistem imun yang respons. Mengkonsumsi obat-obatan yang memberikan efek buruk pada janin. Terjadinya gangguan fisik pada ibu. Adanya kkelainan pada dinding rahim. Mengkonsumsi kafein secara berlebihan. Memiliki kebiasaan buruk seperti minum alkohol, merokok serta penyalahgunaan obat-obatan. Memiliki riwayat trauma atau kecelakaan. Agar dapat mencegah terjadinya aborsi spontan, tentunya hal yang harus dilakukan adalah selalu menjaga kesehatan ibu serta janin. Dengan tidak melakukan kebiasaan buruk seperti minum minuman yang mengnadung alkohol dan jalani pola makan yang sehat serta rutin memeriksakan kehamilan pada dokter spesialis.Namun apabila terjadi perdarahan dan keadaan janin sudah tidak dapat diselamatkan atau menimbulkan bahaya bagi ibu dan janin, perlu dilakukan tindakan seperti yang dianjurkan oleh dokter. Salah satunya adalah melakukan tindakan kuret untuk membersihkan jaringan yang berada di dalam rahim. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi bila rahim masih terdapat jaringan karena dapat menimbulkan infeksi. Melakukan tindakan kuret pun tidak dilakukan di sembarang tempat, harus dilakukan pada tempat yang telah terpercaya di mana ditangani oleh dokter spesialis yang berkompeten. Klinik Raden Saleh adalah salah satunya, di mana klinik ini merupakan klinik aborsi yang melakukan prosedur kuret sesuai dengan penanganan kuret yang baik dan benar. Klinik Raden Saleh memberikan pelayanan kuret yang aman dan dalam bentuk acuan perawatan, tindakan medis serta diagnostik juga upaya rehabilitasi medis dalam memenuhi kebutuhan pasien-pasiennya.
26-01-2016 09:26
Kasus keracunan massal Keracunan makanan dan minuman tengah menjadi topik hangat yang dibahas masyarakat belakangan waktu ini. Terlebih kasus wanita cantik bernama Wayan Mirna yang meregang nyawa akibat mengkonsumsi kopi. Kasus ini sempat mendapatkan sorotan publik, mengingat hingga saat ini belum diketahui siapa yang sengaja meracuni wanita tersebut. Apalagi belum ada kepastian dari pihak polisi ada motif apa dibalik pembunuhan yang dilakukan melalui racun minuman tersebut. Kasus Mirna sebenarnya bukanlah satu-satunya kasus keracunan yang ditangani oleh pihak polisi. Hanya saja kasus ini cukup menarik, sebab ditemukan racun sianida dalam dosis yang sangat mematikan di dalam kopi wanita tersebut. Padahal sianida sendiri adalah salah satu jenis racun yang memang sudah dilarang keras digunakan oleh pemerintah. Dalam kasus ini sendiri, bisa dibilang sianida dimasukkan secara sengaja ke dalam kopi untuk menghilangkan nyawa si pengkonsumsinya. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah pembunuhan ini terjadi di sebuah tempat umum, kafe yang cukup ternama. Selain kasus kematian Mirna melalui racun sianida, kita diingatkan kembali dengan beberapa kasus keracunan massal. Beberapa diantaranya sempat menjadi bencana luar biasa, akibat jumlah korban yang mencapai ratusan orang. Kita mungkin juga tidak lupa kasus keracunan sekeluarga yang usai melahap makanan hasil olahan tangan sang ibu rumahtangga. Baca juga : Mengenali Alarm Dari Tubuh yang Kekurangan Vitamin Menilik semua kasus keracunan tersebut, kita tentu waspada dengan kondisi kesehatan keluarga kita. Tentu tak ada salah satu dari kita yang menginginkan anggota keluarga mengalami keracunan makanan dan minuman. Oleh karena itu, memang ada baiknya kita memproteksi atau melindungi keluarga kita agar tak mengalami keracunan. Setidaknya menghindarkan mereka dari mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi racun ataupun bakteri penyebab keracunan pada tubuh. Bahan baku makanan yang kita konsumsi sebenarnya sangat rentan terkontaminasi racun. Pasalnya pestisida yang digunakan untuk menyuburkan pertumbuhan tanaman pun dapat meracuni tubuh. Terlebih jika Anda tidak benar dalam upaya membersihkan atau mengolahnya sebelum dimasak. Saat membersihkan sayuran atau buah-buahan, ada baiknya dicuci di bawah air mengalir. Penggunaan pupuk pada sayur-sayuran dan buah-buahan pun harus diperhatikan dan diminimalisir masuk ke dalam tubuh Anda. Pastinya akan lebih terjamin higienis dan sterilitasnya jikalau Anda mencuci atau membersihkannya sebelum diolah atau dikonsumsi. Sayuran yang baru dipetik tersebut, bisa Anda olah dengan menu atau resep andalan keluarga. Saat disajikan, tentu akan terlihat betapa menikmatinya anggota keluarga dengan menu sederhana berbahan dasar alami nan segar. Perlu diingat, pengolahan yang salah dapat menjadi perantara dari racun atau bakteri untuk masuk ke dalam tubuh Anda. Sebagai pembeli yang bijak, Anda harusnya lebih teliti dalam memilih bahan baku masakan yang hendak diolah. Sebaiknya jangan membeli bahan makanan yang telah rusak atau tidak layak konsumsi lagi. Pasalnya bahan makanan seperti ini sudah sangat mudah dikontaminasi oleh bakteri atau racun yang menyebabkan keracunan. Hal ini sangat berlaku pada daging yang sudah banyak dihinggapi lalat atau binatang layaknya cacing hati yang perlu diperhatikan secara seksama. Pada dasarnya, penyebab keracunan pada seseorang adalah bakteri yang berkembang di dalam makanan yang mereka konsumsi. Proses pengolahan dan penghidangan yang tidak bersih atau higienis pun bisa menjadi perantara keracunan makanan dan minuman. Bakteri yang hidup pada proses tersebut pada akhirnya melepaskan toksin atau racun pada makanan yang mereka hinggapi. Biasanya makanan yang paling mudah terkontaminasi adalah makanan dengan kadar lemak tinggi. Makanan yang diproses dengan cara pengalengan pun sangat rentan dari kontaminasi bakteri maupun racun. Mengingat kondisi kaleng kemasan yang bisa saja cacat saat sampai ke tangan Anda atau sebelum diolah dan disajikan. Adapun bahan makanan yang sangat rentan terkontaminasi racun adalah kerang, cumi, daging-dagingan, susu, yogurt, roti, keju, biskuti, es krim ataupun makanan hasil laut. Untuk semua makanan berkandungan lemak tinggi seperti ini, Anda perlu menjaga higienisitasnya lebih tinggi dan steril. Penanganan keracunan dini Lalu, apa sajakah penanda dari keracunan itu sendiri pada tubuh seseorang? Tak sulit sebenarnya mengenali gejala atau ciri-ciri keracunan pada seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Biasanya mereka akan mengeluhkan dan merasakan pusing disertai pening, perut yang berasa mual dan berakhir pada muntah-muntah, seringnya buang air besar, badan yang terasa limbung atau bergoyang, demam tinggi yang disertai menggigil sampai kejang-kejang. Bila sudah mengalami kejang-kejang, ini artinya racun yang masuk ke dalam tubuh Anda sudah mencapai otak. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, ada baiknya segera mengambil tindakan medis. Tindakan kritis yang paling dianjurkan untuk dilakukan adalah membawa pasien ke UGD (Unit Gawat Darurat). Biasanya dokter akan mengambil tindakan yang lebih serius, di samping melakukan infus pada tubuh pasien. Infus pada pasien penderita keracunan makanan dan minuman bertujuan mengganti cairan tubuh yang hilang. Pasalnya ada banyak cairan yang keluar saat gejala keracunan dialami dan mengakibatkan lemas dan lunglai. Seperti yang telah diketahui bersama, ada banyak cara yang bisa dijadikan perantara makanan menjadi beracun. Faktor semacam ini biasanya diakibatkan oleh bahan makanan mentah yang memang tidak layak konsumsi. Artinya bahan baku tersebut mengandung zat berbahaya, seperti peptisida yang memang masih menempel pada buah-buahan maupun sayuran. Keracunan bisa pula diakibatkan oleh penyimpanan bahan dasar berupa susu maupun daging yang tidak tepat di dalam lemari pendingin. Baca juga : Waspadai Penyakit di Musim Hujan Dengan Cara Pencegahannya Keracunan bisa pula diakibatkan oleh pengolahan yang salah, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Salah satunya adalah mengolah mie instan tanpa mengganti air rebusaan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Air rebusan tersebut tetap dijadikan kuah untuk mie yang siap Anda konsumsi tersebut. Kondisi ini bisa pula diakibatkan oleh daging, burger ataupun sosis yang dimasak tanpa matang secara merata. Alhasil bakteri pada daging tidak mati secara sempurna dan malah dikonsumsi oleh tubuh. Hal lainnya yang patut Anda waspadai adalah makanan siap konsumsi yang telah masuk masa kadaluarsa. Seperti yang kita ketahui, sayur bayam lebih baik dikonsumsi langsung dan tidak melebihi waktu 3 jam setelah dimasak. Pasalnya ada zat berupa racun yang berkembang pada sayuran karena terpapar suhu ruangan cukup lama. Kondisi lainnya adalah proses pengolahan makanan yang tidak memperhatikan kadar higienisitas dan dimasak oleh mereka yang tengah sakit. Bagi Anda yang tengah mencari cara menangani keracunan pada anggota keluarga, ada baiknya mengetahui saran satu ini. Dimana memberikan air kelapa muda atau susu murni pada mereka yang mengalami keracunan. Dengan catatan, si penderita keracunan masih dalam keadaan sadar dan masih bisa diajak berkomunikasi. Pada mereka yang sudah tidak sadar, miringkan kondisi tubuh atau hingga tertelungkup untuk mengeluarkan makanan yang masih bisa dikeluarkan. Untuk tindakan selanjutnya, bawa penderita ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan keracunan makanan dan minuman.