Waktu Posting : 20-01-2016 18:21 | Dibaca : 2576x
Adakah cara yang tepat untuk mengurangi mata minus? Jawabnnya tentu saja ada. Mata minus dapat dikurangi dan bahkan dapat disembuhkan. Namun untuk mengurangi serta menyembuhkannya sendiri memang dibutuhkan beberapa tahapan langkah yang cukup panjang. Sebelum menjelaskan hal tersbeut, sebaiknya Anda pahami dulu mengenai mata minus itu sendiri serta beberapa hal yang menimbulkan keberadaannya.
Mata minus seringkali terjadi akibat dari lengkungan kornea di bagian mata yang lebih cenderung memiliki ukuran pendek jika dibandingkan dengan sumbu bola mata yang tentunya lebih panjang. kedua hal tersebut seringkali dikatakan bermula dari gen atau turunan yang diwariskan oleh kedua orang tuanya. Namun selain gen, ternyata ada juga beberapa bentuk hal lainnya yang berperan aktif dalam menimbulkan mata minus tersebut. Hal ini berkaitan dengan berbagai macam bentuk aktifitas yang dilakukan oleh penderitanya itu sendiri. Ingin tau apa saja aktifitas penyebab mata minus terseut? Simaklah penjelasannya berikut ini :
Baca juga : Jual Buku & Ebook Panduan Merawat dan Terapi Penderita Stroke
Minimnya asupan makanan sehat
Pola makan sehat dikenal dengan istilah 4 sehat 5 sempurna. Untuk mengkonsumsi makanan tersebut, Anda dapat melakukan kombinasi diantara karbohidrat, sayuran dan juga buah-buahan. Jika Anda terlalu banyak mengkonsumsi salah satu bagiannya saja, utamanya karbohidrat, maka ketajaman mata yang Anda miliki pun akan berkurang karena tidak dilengkapi dengan jenis makanan sehat lainnya.
Melakukan kebiasaan buruk
Ada beberapa jenis aktifitas yang termasuk dalam kategori kebiasaan buruk, terutama bagi kesehatan mata. Kebiasaan tersebut seperti halnya membaca ditempat yang redup, kemudian membaca dengan posisi tiduran atau bahkan melakukan kegiatan membaca dengan jarak yang terlalu dekat. Kebiasaan seperti ini sangat memudahkan mata Anda mejadi cepat lelah, sehingga ia tidak dapat berfungsi dengan lebih optimal, yang pada akhirnya mewajibkan Anda untuk mengurangi mata minus dengan melakukan pengobatan atau bahkan perawatan khusus.
Terlalu sering berada di depan layar
Penyebab lainnya yang juga dapat membuat mata Anda menjadi tidak sehat atau minus adalah kebiasaan menatap layar dalam jangka waktu yang lama, misalkan menonton televisi atau bahkan menatap layar komputer. Kedua jenis layar tersebut, utamanya komputer dikenal dengan tingkat radiasi yang tinggi. Karena itulah ia dapat menyebabkan mata minus dengan mudah pada penderitanya.
Demikianlah 3 bentuk penyebab utama yang seringkali menimbulkan terjadinya mata minus pada penderita. Karena itulah sebaiknya Anda hindari ketiga hal tersebut, dan pastikan untuk menjaga kebersihan dari mata Anda dengan lebih teliti. Namun bagi Anda yang sudah mengalami mata minus, tentunya dibutuhkan cara untuk mengurangi mata minus tersebut, sehingga ia dapat kembali dengan normal. Cara untuk menguranginya itu dapat Anda lakukan dengan menggunakan 8 tips sehat di bagian bawah ini :
1. Menjaga kebersihan dari mata
Hal pertama dan yang paling penting untuk merawat kesehatan mata Anda agar ia tetap berada dalam keadaan yang baik adalah dengan menjaga kebersihannya.karena itulah sebaiknya Anda biasakan untuk membersihkan bagian bola mata Anda, selain itu gunakan lah alat pelindung mata ketika Anda tengah melakukan aktifitas di luar ruangan. Karena lingkungan yang kotor, seperti halnya jalanan dapat menyimpan berbagai macam kotoran masuk ke dalam bagian mata Anda hingga mengakibatkan adanya mata minus.
2. Terapi Lilin untuk mengeluarkan air mata
Terapi lilin adaah cara tradisional yang seringkali dilakukan untuk mengurangi tingkat keminusan dalam mata. Terapi ini pun dapat Anda lakukan dengan sederhana, cukup nyalakan lilin di depan Anda, dan mulailah untuk menatap lilin tersebut tanpa berkedip, hingga air mata pun mulai bercucuran. Semakin banyak air mata yang Anda keluarkan, maka semakin baik pula hasil yang bisa Anda dapatkan dari terapi yang satu ini. Hal ini berkaitan dengan lilin yang berfungsi dalam menguatkan akomodasi dari daya mata yang Anda miliki.
3. Istirahat dari depan layar
Jika Anda adalah orang yang sering bekerja di depan layar atau bahkan hobi menonton televisi, maka sebaiknya pastikan untuk melakukan istirahat dari mata sebanyak 30 menit 1 kali. Istirahat yang Anda lakukan untuk mata juga tidak membutuhkan waktu yang lama, cukup lakukan selama 3 hingga 5 menit saja. Selain itu pastikanlah selama melakukan istirahat terseut untuk melakukan kegiatan senam mata atau bahkan melihat pemandangan lainnya yang lebih jauh dan juga berwarna hijau, sehingga mata akan kembali menjado lebih segar.
4. Terapi alami daun sirih
Sebuah terapi alami dengan menggunakan bahan dari daun sirih dikenal sebagai metode yang paling manjur dalam mengembalikan keadaan mata minus menjadi lebih normal kembali. Cara untuk melakukan terapi ini pun cukup sederhana, yaitu dengan mengambil dua bagian dari daun sirih yang dapat menutupi bagian dari kelopak mata Anda. Namun sebelumnya pastikanlah untuk membersihkan daun sirih tersebut lebih dahulu, dan terapkan pada kelopak mata Anda sebelum Anda tertidur. Cara yang satu ini sangat mudah, murah dan bahkan bermanfaat dalam menjaga kesehatan utamanya mengurangi mata minus yang tengah Anda derita.
5. Penggunaan layar anti radiasi
Pada bagian di atas sudah dijelaskan cara untuk menghindari mata minus dengan melakukan istirahat setelah melakukan aktifitas di depan layar komputer atau bahkan televisi. Namun untuk cara yang jauh lebih aman selanjutnya. Anda juga dapat menggunakan layar anti radiasi sebagai bentuk perlindungan dari cahaya radiasi yang dikeluarkan oleh layar komputer atau bahkan televisi pada bagian mata Anda.
6. Menatap dan mengikuti arah pergerakan benda
Ketika Anda berada di ruangan terbuka dan tentunya berada di lingkungan yang penuh pergerakan, seperti halnya di jalan raya, maka biasakanlah untuk memperhatikan benda-benda yang bergerak disekeliling Anda, baik itu orang yang tengah berjalan, laju kendaraan dari satu titik tertentu menuju titik lainnya atau bahkan burung yang tengah terbang bebas di langit. Ketika menatap benda bergerak tersebut, pastikanlah agar leher dan kepala Anda tidak bergerak namun ikuti gerakan dari objek tersebut dengan menggunakan gerakan mata. Sehingga mata Anda pun akan terasa jauh lebih rileks.
Baca juga : 10 Cara Atasi Sakit Kepala Sebelah Atau Migrain Dengan Tepat
7. Senam mata
Senam mata adalah aktifitas ringan yang bisa Anda lakukan untuk melatih otot mata dalam memperhatikan fokus dari objek tertentu. Senam mata ini dapat dilakukan di mana pun Anda berada, dan caranya cukup dengan mengedipkan bagian mata selama beberapa saat saja. Selain itu lakukan pula gerakan menatap dari satu fokus tertentu menuju fokus lainnya secara bergantian. Kemudian Anda juga dapat menatap benda yang memang lokasinya berada cukup jauh dari lokasi Anda dalam beberapa saat.
8. Melepaskan kaca mata
19-06-2015 11:03
Manfaat jus buah dan sayuran Siapa yang tidak ingin memiliki tubuh yang sehat? Tentunya semua orang ingin memiliki tubuh yang sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Sayangnya, tak semua orang bisa mendapatkan hal tersebut, dikarenakan gaya hidup serta pola makan yang tidak sehat. Alhasil, mereka pun seringkali mengeluhkan berbagai macam penyakit di dalam tubuh. Oleh karena itu, ada baiknya memang Anda mengkonsumsi aneka resep jus sehat. Jus tak hanya nikmat diminum, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan. Beberapa buah dan sayuran yang dijus pun ternyata mampu menangkal kanker, serangan jantung hingga menambah stamina tubuh. Bisa dibilang jus buah dan sayuran adalah obat herbal untuk menjaga kesehatan tubuh Anda. Selain harganya yang terjangkau, jus juga tidak memberikan efek samping layaknya obat kimia yang sering Anda jumpai di pasaran. Baca juga : Obat Herbal untuk Penyakit Kolesterol Hal yang harus dihindari Manfaat jus buah dan sayuran memang sudah melegenda, tetapi masih ada kesalahan fatal yang dilakukan saat mengolahnya. Lalu, apa sajakah kesalahan yang terjadi saat mengolah aneka resep jus sehat? Dibawah ini beberapa hal yang harus dihindari saat membuat jus. 1. Kombinasi bahan yang sama Anda tentunya bosan bukan dengan resep yang sama setiap harinya? Selain membosankan, bahan-bahan tersebut ternyata berpotensi menimbun lemak di dalam tubuh. Percaya atau tidak, masih banyak petani Indonesia yang menggunakan pestisida dalam proses pertanian. Oleh karena itu, ada baiknya Anda membuat kombinasi buah dan sayuran yang berbeda. Dengan begini, Anda terhindar dari kebosanan sekaligus merasakan ribuan manfaat dari kombinasi bahan tersebut. Baca juga : Tahitian Noni untuk Diabetes 2. Meminum jus saat perut sudah terisi Untuk mendapatkan manfaat dari aneka resep jus sehat, Anda sepatutnya mengkonsumsi jus saat perut kosong. Usahakan ½ jam sebelum Anda sarapan telah mengkonsumsi jus buah atau sayuran yang diolah. Tubuh tentunya akan menyerap lebih banyak nutrisi yang berasal dari jus sehat tersebut. Selain itu, tubuh pun hanya memanfaatkan energi dalam jumlah kecil untuk proses penyerapan serta pencernaan di dalam tubuh. 3. Menunda untuk meminum jus setelah diproses Jangan pernah menunda minum jus yang telah Anda proses sebelumnya. Seperti yang dikutip dari kesehatan.tips, jus yang dibiarkan pada tempat terbuka akan terkontaminasi proses oksidasi. Hal tersebut nyatanya bisa mengurangi kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya. Jika memang Anda tak bisa langsung mengkonsumsinya, tempatkanlah aneka resep jus sehat tersebut pada wadah yang kedap udara dan simpan di dalam lemari es.
15-06-2014 00:43
Jantung adalah satu diantara organ vital untuk manusia. Ketidakpahaman manusia perihal organ itu bikin banyak mitos beredar di orang-orang. Yang kritis, tak sedikit yang memercayai, walaupun lalu dapat dibuktikan salah. Serta bila salah, nyawa taruhannya. Mitos 1 : orang muda tak terkena serangan jantung Kata siapa? Mitos ini benar-benar lama beredar di orang-orang, juga barangkali ada banyak yang memercayai. Namun faktanya, sesudah masa 90-an pasien serangan jantung makin muda. Saat ini, terdaftar sejumlah 20 % masalah serangan jantung dibawah umur 40, sejumlah 40% diantara umur 40-45, serta 40% diatas umur 50. Itu penyebab tiap-tiap orang dianjurkan untuk lakukan penelusuran serta pencegahan dari awal, sesudah umur 25. Ada tiga aspek yang menambah resiko terkena penyakit jantung, yakni terlampau banyak konsumsi lemak serta gula, kemalasan fisik, serta dampak radikal bebas. Bila aspek resiko ini dirangkum jadi satu, ujungnya ialah pola hidup! Waspada! Baca juga : Waspadai, Kanker Usus Mengincar Anda Mitos 2 : jantung tak butuh beristirahat " Bila jantung beristirahat, mati, dong, orangnya! " Walau tak betul-betul berhenti berdenyut, jantung juga butuh beristirahat. Kapan? Di waktu kita tidur. Pada saat tidur, jantung berkontraksi minimum, yakni seputar 50-60 denyut per menit. Pekerjaan jantung sejatinya benar-benar berat. Setiap saat berdenyut, jantung memompa 70-80 cc darah. Serta dalam satu menit, jantung berdenyut 70-100 kali. Berarti, dalam satu menit jantung bakal memompa 500 cc cairan darah, serta ada 30. 000 cc atau seputar 5. 000-6. 000 liter darah dipompa tiap-tiap hari. Ini penyebab tidur benar-benar utama untuk kesehatan jantung. Mitos 3 : serangan jantung diwariskan? Pada dasarnya, penyakit jantung tak alami penurunan dengan cara genetik. Tetapi, bila keluarga Anda mempunyai kisah serangan jantung yang tinggi, maka itu mempertinggi resiko Anda terkena. Oleh karena itu Anda mesti dapat mengetahui diri serta lingkungan Anda, berhenti merokok, olahraga teratur, melindungi kolesterol, gula, serta berat tubuh, plus periksakan diri Anda dari awal. Baca juga : Tips Mendongkrak Stamina Orang Tua Mitos 4 : dada kiri nyeri = serangan jantung? Belum pasti iya, namun belum pasti juga tak. Bila rasa nyeri jadi lebih kuat saat aktif berkegiatan, serta gejalanya alami penurunan dengan pemberian obat nitrat dibawah lidah, maka itu mengindikasikan sakit jantung. Namun, apabila sakit di dada bisa ditunjuk dengan terang memakai jari -dan bila ditekan jadi nyeri, besar kemungkinan ini sakit otot dada. Di Indonesia, umumnya sinyal serangan jantung yang nampak ialah sakit di ulu hati, kembung serta seperti masuk angin. Tidak sama dengan di AS yang nyeri bermula dari dada, lalu menjalar ke lengan kiri serta leher. Yang menghebohkan, riset di Kampus Airlangga pada 1980-an tunjukkan, saat beberapa orang yang terasa masuk angin di check, sebenarnya 30 % diantara mereka terkena serang jantung koroner. Mitos 5 : dapat mendeteksi serangan jantung Salah besar. Ada argumen kuat kenapa serangan jantung bisa dimaksud 'the silent killer', tidak cuma di Indonesia, tetapi di semua dunia. Faktanya, sejumlah 30 % masalah serangan jantung tak mempunyai tanda-tanda serta selesai dengan kematian. Ini yang dimaksud sudden death. Pemberitahuan untuk pertama serta paling akhir kalinya. Memanglah, sebagian serangan jantung, terlebih bila dikarenakan bisul penyumbat pembuluh darah yang besar, menyebabkan tanda-tanda. Namun pecahnya bisul pembuluh darah yang kecil, yang ukurannya kurang dari 50 % penyumbatan, inilah yang mengakibatkan sudden death. Plak-plak kecil inilah yang jahat. Bagaimana tak, ia tak tampak dengan EKG, tak terdeteksi dengan tes treadmill. Ia baru bakal terlihat bila dikerjakan Multislice CT scan. Dari sinilah julukan silent killer berasal.
28-04-2014 13:18
Fakta Hubungan Perokok Dengan Kejadian Hipertensi - Hipertensi merupakan bagian dari gangguan organ jantung yang disebabkan oleh perilaku individu yang kurang menjaga kesehatan. Menurut teori Blum mengatakan bahwa “tingkat kesehatan individu dipengaruhi oleh keempat faktor penyebab, diantaranya yaitu perilaku, kesehatan lingkungan, genetik serta pelayanan kesehatan”. Dari keempat faktor yang mempengaruhi tingkat kesehatan individu ini ternyata juga dapat diaplikasikan dalam prognosis suatu penyakit hipertensi. Aplikasi dari keempat faktor tersebut jika dihubungkan dengan kejadian penyakit hipertensi adalah sebagai berikut: A. dari segi Perilaku Status individu sebagai perokok aktif dapat mempengaruhi kesehatan organ jantungnya. Penyempitan pembuluh darah jantung akibat kandungan karsinogenik dari rokok ini dapat menyebabkan kerja otot jantung semakin cepat dari biasanya. Jika lama kelamaan tidak segera mendapat penanganan maka akan menyebabkan gangguan aliran darah dalam tubuh. Darah yang mengalir cepat menuju organ otak kemudian mengendap disana tentunya akan menyebabkan kelumpuhan atau stroke yang tentunya berakibat fatal sekali bagi produktivitas diri anda. Untuk itu, faktor perilaku ini memang mengambil peranan penting dalam kejadian penyakit tertentu khususnya yaitu hipertensi. Jika terjadi gangguan penyakit sudah pasti status atau tingkat kesehatan anda sedang mengalami penurunan fungsinya. Selain faktor pengaruh dari perilaku individu terhadap status kesehatannya yang ditinjau dari segi perokok, ternyata juga terdapat tindakan lainnya yang dapat mempengaruhi kejadian penyakit hipertensi dari pengaruh faktor perilakunya. Salah satu tindakan yang berisiko terhadap status kesehatan individu ini yaitu kebiasan individu yang suka mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi (protein hewani lebih utama daripada protein nabati), kebiasaan individu yang kurang berolahraga, kebiasaan individu yang suka mengonsumsi minuman keras atau pun terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda serta faktor perilaku lainnya. Untuk itu, jika anda memang benar – benar menginginkan tubuh yang sehat maka sebaiknya anda perlu melakukan tindakan preventif lebih dini sebelumnya serangan penyakit menyerang anda. Baca juga : Apa Itu Demam Berdarah B. dari segi genetik Penyakit hipertensi adalah gangguan klinis yang termasuk dalam penyakit tidak menular sehingga perkembangan penyakit ini hanya dapat didasarkan atas pengaruh faktor genetik. Menurut beberapa ilmuwan medis, kejadian penyakit hipertensi memang menjadi bagian dari pengaruh susunan gen dalam DNA nya. Oleh sebab itu penyakit hipertensi ini juga disebut sebagai penyakit herediter atau penyakit turunan. C. dari segi lingkungan Lingkungan menjadi bagian dari faktor eksternal individu yang mempengaruhi terjadinya gangguan penyakit hipertensi. Kondisi lingkungan yang mendukung peningkatan prevalensi penyakit hipertensi salah satunya yaitu adanya asap rokok dari para perokok aktif. Anda yang berada disekitar perokok aktif ternyata juga berisiko terganggu dengan penyakit hipertensi ini meskipun anda bukan pelaku utamanya. Untuk itu, sebenarnya perlu adanya kawasan tanpa rokok yang memberikan kemudahan serta tempat sehat untuk orang lain atau para perokok pasif. Dalam hal ini tentunya butuh kesadaran serta dukungan yang kuat terhadap para perokok aktif untuk bisa menempatkan dirinya sehingga tidak merugikan orang lain disekirtarnya apalagi para orang tersayang didekatnya. D. dari segi layanan kesehatan Stastus kesehatan individu tidak lepas kaitannya dengan penyedia layanan kesehatan. Ketersediaan layanan kesehatan serta akses layanan kesehatan yang terjangkau ini yang memungkinkan individu untuk memperoleh status kesehatan yang memadai. Namun, sudah sesuaikah penyedia layanan kita? Inilah yang wajib dipertanyakan untuk saat ini. Anda selaku masyarakat / penyedia layanan kesehatan sampai dengan para aparat pemerintahan alangkah baiknya saling tergabung menciatakan komitmen untuk menuju negara yang kuat dan sehat tentunya dengan menyelenggarakan layanan kesehan yang memadai serta berkualitas. Pada intinya, ingin sehat? Jadilah para pengguna serta para pelaksana layanan kesehatan yang peka dan professional. Baca juga : Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker Namun, meskipun keempat faktor tersebut saling mendukung terjadinya penyakit hipertensi ternyata faktor dari segi perilakulah yang mempengaruhi paling kuat terhadap terjadinya kejadian penyakit hipertensi. Terutama para perokok aktif maupun perokok pasif yang memiliki intesitas tinggi untuk terpapar asap rokok ini. Dari segi perilaku sebenarnya juga muncul faktor lain yang mempengaruhi terjadinya gangguan penyakit tekanan darah tinggi ini diantaranya yaitu seseorang yang mempunyai pola konsumsi tidak sehat dengan banyak mengonsumsi kolesterol ataupu lemak trans. Untuk itu, anda yang memiliki kebiasaan perilaku diatas alangkah baiknya anda perlu membatasi perilaku tersebut agar terhindar dari bahaya gangguan penyakit hipertensi.