Waktu Posting : 06-06-2014 17:04 | Dibaca : 3196x
20-06-2022 09:44
Pijat merupakan salah satu cara untuk menghilangkan capek dan pegal serta nyeri pada tubuh. Jenis pijat sendiri ada bermacam-macam. Yang paling banyak digemari masyarakat adalah pijat urut dan pijat refleksi. Pijat refleksi merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang berasal dari China. Perbedaan yang paling dasar terletak pada metode yang digunakan. Pijat refleksi hanya mengutamakan titik-titik tertentu pada tubuh yaitu tangan, kaki dan telinga. Titik-titik tersebut diyakini berhubungan langsung dengan saraf-saraf organ tubuh. Ketika titik-titik tersebut dipijat, tentunya akan berpengaruh pada organ-organ tubuh. Pijat refleksi tidak bisa dilakukan sembarang orang, hanya terapis yang memiliki pengalaman dan sertifikasi tertentu yang boleh melakukannya. Pijat ini bisa saja menimbulkan kesalahan yang fatal jika dilakukan sembarang orang. Masyarakat menyukai pijat refleksi karena dianggap sebagai metode pengobatan penyakit tertentu dengan aman, tanpa harus mengkonsumsi obat-obat yang mayoritas mengandung bahan-bahan kimia. Pijat refleksi ini dilakukan dengan cara sederhana. Hanya menggunakan jari-jari tangan, dan jika diperlukan bisa memakai alat bantu pijat lainnya untuk menekan titik-titik syaraf pada tangan dan kaki. Banyak sekali manfaat yang didapat dengan melakukan pijat refleksi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, diantaranya: 1. Mengurangi Sakit Kepala Pijat refleksi dapat membantu meringankan rasa sakit kepala yang disebabkan oleh rasa cemas dan juga stres tanpa harus meminum obat-obatan. Terapi pijat refleksi untuk meredakan nyeri biasanya terlihat setelah 3 bulan rutin melakukannya. Menurut penelitian yang telah dilakukan, terdapat 23 persen pasien tidak lagi mengalami sakit kepala dan 11 persen lagi tidak mengkonsumsi obat-obatan ketika rutin melakukan pijat refleksi. 2. Membantu Melancarkan Peredaran Darah Telapak kaki memiliki saraf yang langsung berhubungan dengan jantung dan juga pembuluh darah. Ketika dilakukan pemijatan di titik-titik tersebut secara otomatis akan berpengaruh pula pada fungsi jantung dan pembuluh darah. Pijat refleksi juga dipercaya dapat meningkatkan kesehatan jantung. Pijat ini juga dipercaya dapat membuka simpul-simpul saraf sehingga mampu melancarkan peredaran darah. 3. Metode Recovery Pasien Stroke Stroke merupakan penyakit yang disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke otak. Kekurangan ini bisa disebabkan oleh penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Akibatnya sel-sel otak akan mati karena kekurangan nutrisi dan oksigen yang terkandung di dalam darah. Kondisi tersebut tentunya akan mempengaruhi fungsi tubuh yang dikendalikan oleh otak. Umumnya pasien stroke tidak bisa untuk menggerakkan anggota gerak tubuh, baik secara sebagian maupun secara total. Penanganan bagi pasien stroke biasanya dengan melakukan terapi fisik. Pijat refleksi dapat digunakan sebagai pendamping terapi pengobatan medis. Tekanan yang diberikan saat melakukan pemijatan pada tangan ataupun kaki dapat memberikan dampak positif serta mampu mendorong peningkatan kemampuan gerak pasien stroke. 4. Membantu Meringankan Sembelit Sembelit atau disebut juga dengan konstipasi, merupakan kondisi sulit buang air besar dalam waktu yang cukup lama. Sembelit bisa terjadi karena gaya hidup yang kurang sehat terutama pola makan sehari-hari ataupun karena stres yang berlebihan. Sembelit wajar terjadi dan bisa sembuh dengan sendirinya. Meskipun demikian, sembelit tidak boleh dibiarkan dan diabaikan. Karena sembelit yang telah melampaui kewajaran dapat diindikasikan sebagai salah satu tanda penyakit yang serius. Pengobatan sembelit dapat dilakukan secara alami, baik itu dengan mengganti pola makan yang lebih sehat dan juga terapi. Salah satu terapi yang dapat dilakukan adalah pijat refleksi. Pijat refleksi dipercaya dapat mengurangi rasa stres, sehingga menimbulkan perasaan yang lebih nyaman dan menenangkan. Dan hal tersebut tentunya sangat berguna bagi penderita sembelit. 5. Metode Pendamping Kemoterapi bagi Penderita Kanker Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan kanker dengan menggunakan bahan-bahan kimia. Kemoterapi dapat menimbulkan efek yang luar biasa kepada penderita, seperti nyeri, mual bahkan muntah. Pijat refleksi digunakan sebagai metode terapi pendamping bagi penderita kanker untuk membantu mengurangi rasa nyeri yang diakibatkan oleh kemoterapi. Manfaat lain yang didapat dari pijat refleksi bagi penderita kanker adalah dapat membantu meningkatkan nafsu makan, mencegah gangguan pencernaan, mencegah kelelahan serta menjaga suasana hati. Pengobatan kanker yang didampingi dengan pijat refleksi ini juga dipercaya dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita kanker. 6. Mengurangi Lelah dan Rasa Gelisah Aktivitas sehari-hari yang padat mampu membuat orang merasa jenuh. Tekanan dan tuntutan pekerjaan lama kelamaan dapat menyebabkan orang mengalami stres. Jika sudah demikian, pasti rasa gelisah dan cemas akan selalu menghantui kehidupan seseorang. Dampak lain yang dirasakan tentunya penurunan produktivitas dalam pekerjaan. Kondisi seperti itu tentunya membutuhkan relaksasi, yang mampu membuat seseorang merasa nyaman dan tenang kembali. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan pijat refleksi. Pijat refleksi yang dilakukan pada tangan dan kaki, dapat membantu mengurangi rasa cemas, gelisah dan lelah, serta meningkatkan kualitas tidur. Telah dibuktikan oleh beberapa penelitian, bahwa pijat refleksi cukup efektif untuk mengurangi gangguan psikologis yang dialami beberapa orang. Pijat refleksi juga telah dibuktikan mampu mengurangi rasa lelah yang dialami oleh ibu hamil selama kehamilan berlangsung. Itulah manfaat dari pjat refleksi, dan bagi Anda yang membutuhkan pijat panggilan Jakarta Selatan kunjungi situs https://www.jasamassagelah.com/. Anda akan mendapatkan info pijat panggilan Jakarta yang dapat membantu Anda memperoleh jasa pijat terapis handal.
05-05-2014 18:22
Tips Sehari-hari untuk Pencegahan Wasir - Wasir adalah salah satu jenis gangguan kesehatan yang sangat menyakitkan namun juga memalukan. Wasir itu sendiri adalah sebuah kondisi dimana terjadinya peradangan atau pembengkakan yang terjadi di dalam saluran anus atau di bibir anus itu sendiri. Penyakit ini terbagi atas dua jenis yaitu wasir dalam (internal) dimana pembengkakan terjadi didalam anus dan wasir luar (eksternal), dimana pembengkakan terjadi di luar atau menonjol keluar dari rektum sehingga dapat terlihat dengan jelas. Pada kasus wasir yang parah, tindakan pembedahan atau operasi adalah satu-satunya jalan keluar. Banyak orang yang enggan untuk melakukan tindakan yang satu ini karena bukan hanya biayanya yang cukup mahal, proses penyembuhannya sendiri juga bisa cukup lama. Oleh karena itu, jalan terbaik untuk menghindari operasi adalah dengan melakukan berbagai upaya untuk tidak mengidap wasir sejak dini alias melakukan tindakan pencegahan. Tips keseharian yang bisa dilakukan untuk mencegah wasir : Mengkonsumsi banyak makanan berserat Wasir disebabkan oleh adanya tekanan yang sangat besar pada daerah anus atau pada bagian bawah rektum. Tekanan ini bisa terjadi karena banyak hal dan salah satunya adalah penekanan feses yang keras serta pemaksaan pada waktu mengejan. Hal ini sebenarnya bisa dicegah dengan banyak mengkonsumsi serat yang akan membuat feses menjadi lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan Baca juga : Mengolah Bahan Alam untuk Menyembuhkan Asam Urat Konsumsilah air yang cukup Mengkonsumsi air putih sekitar 2 liter (sekitar 8 gelas) setiap harinya memiliki banyak sekali manfaat kesehatan termasuk diantaranya adalah membantu proses buang air besar menjadi lebih lancar. Konsumsi air yang cukup juga bisa didapatkan bukan hanya dengan minum air putih namun juga dengan makan buah-buahan berair, susu dan sumber cairan lain (selain kopi dan teh yang bisa menyebabkan diuretik ) Menjaga asupan garam Konsumsi garam yang berlebihan bukan hanya bisa memicu terjadi tekanan darah tinggi namun bisa juga menyebabkan cairan dalam tubuh menjadi menyusut. Bila cairan dalam tubuh kurang, bisa memicu terjadinya pembengkakan di beberapa jaringan tubuh termasuk di daerah rektum Hindari mengejan pada saat buang air besar Dengan mengkonsumsi serat dan minum yang cukup, proses buang air besar bisa berjalan lancar tanpa perlu bersusah payah untuk mengejan Mengurangi mengangkat beban yang terlalu berat Mengangkat beban yang terlalu berat di duga merupakan salah satu penyebab wasir. Kurangi mengangkat beban yang terlalu berat atau kalau memungkinkan menghindarinya sama sekali Menurunkan berat badan Berat badan berlebih meningkatkan resiko seseorang untuk menderita wasir dan juga berbagai jenis penyakit lainnya. Menghindari duduk dalam jangka waktu lama Duduk dalam waktu yang terlalu lama dalam jangka waktu yang panjang dipercaya meningkatkan resiko seseorang terkena wasir. Bila pekerjaan Anda menuntut Anda untuk duduk sepanjang hari, Anda bisa mensiasatinya dengan melakukan perenggangan setiap satu jam sekali atau berdiri dan berjalan-jalan sesekali. Baca juga : Cari Obat Darah Tinggi Tanpa Efek Samping? Olahraga secara teratur Melakukan beberapa olahraga ringan secara teratur adalah salah satu kunci penting dalam upaya pencegahan berbagai jenis penyakit termasuk wasir. Berbagai tindakan pencegahan tersebut perlu dilakukan sejak dini dan bukan hanya saat gejala-gejala wasir mulai dirasakan. Namun, ada kalanya penyakit ini tidak bisa dihindari. Untuk Anda yang menderita penyakit wasir, berbagai tindakan yang masuk dalam tindakan pencegahan diatas tetap perlu dilakukan. Selain itu, ada juga beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi rasa sakit dan juga untuk menyembuhkan wasir itu sendiri, berupa: Berendam dalam air hangat. Hal ini bisa membantu untuk melancarkan peredaran darah di daerah anal dan sekitarnya Memberikan kompres dingin. Kompres dingin yang ditempelkan pada area yang membengkak bisa membantu mengecilkan pembengkakan Jagalah kebersihan pada daerah intim dan sebaiknya tidak menggunakan bahan-bahan kimia atau yang mengandung alkohol serta pewangi untuk daerah tersebut Mengkonsumsi obat. Ada berbagai jenis obat pereda rasa nyeri yang bisa dikonsumsi untuk meredakan rasa sakit yang muncul Memilih pengobatan herbal. Ada berbagai jenis bahan alami yang bermanfaat untuk wasir. Penggunaan bahan alami tergolong aman, mudah didapatkan, terjangkau dan bisa memberikan hasil yang lebih efektif dibandingkan obat konvensional.
06-09-2018 02:13
Dehidrasi bisa terjadi saat tubuh kehilangan banyak cairan dalam jumlah yang cukup banyak sehingga tubuh perlahan akan kehilangan kemampuan untuk berfungsi secara normal. Dehidrasi bisa terjadi secara akut (sementara) maupun dehidrasi kronis (dalam jangka panjang). Penyebab dehidrasi akut pada umumnya akibat kejadian tertentu seperti olahraga yang terlalu keras hingga diare atau muntah. Sementara dehidrasi kronis pada umunya terjadi akibat gaya hidup seperti jarang minum atau mengonsumsi air yang tidak bersih. Menurut penelitian, sekitar 75% masyarakat Indonesia menderita dehidrasi kronis. Jika dehidrasi terus dibiarkan maka akan menimbulkan beragam masalah kesehatan pada tubuh karena air merupakan komponen penyusun tubuh yang sangat penting. Sekitar 60% tubuh tersusun dari air dan 75% dari otot, 85% dari otak manusia terdiri dari air. Jika tubuh mengalami dehidrasi maka dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada sistem organ seperti : 1. Pencernaan Kurang cairan dapat menyebabkan sembelit atau konstipasi. Disarankan untuk mengonsumsi makanan sumber serat dan banyak minum agar tidak terjadi sembelit. Mengonsumsi banyak cairan juga dapat menurunkan risiko kanker kolektoral terutama pada bagian distal (ujung usus). 2. Saraf Kurang cairan pada tubuh dapat menyebabkan tubuh kehilangan fokus bahkan penurunan kesadaran. Mengonsumsi banyak cairan kerap dikaitkan dengan penurunan intensitas migrain. 3. Saluran kemih dan Ginjal Banyak ahli sepakat jika kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Dehidrasi berkaitan dengan munculnya penyakit batu ginjal serta gagal ginjal kronis. 4. Kandungan Selama masa kehamilan, dehidrasi dapat menyebabkan berkurangnya jumlah cairan ketuban. Cairan yang cukup juga sangat diperlukan untuk ibu menyusui agar ASI lancar. 5. Peredaran darah Dehidrasi dapat dikaitkan dengan meningkatnya kekentalan plasma darah. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan munculnya risiko DVT (deep vein thrombosis) serta emboli pulmoner, penyakit jantung koroner dan penurunan tekanan darah).