Waktu Posting : 09-07-2014 07:48 | Dibaca : 3596x
02-06-2014 04:24
Kendati susu memiliki berbagai manfaat untuk tubuh, sejumlah orang memandang meminum susu berefek samping tubuh jadi gemuk. Benarkah seperti itu? "Semua pada dasarnya tergantung dari jenis susu yang kita pilih untuk dikonsumsi sehari-hari. Ada beberapa jenis susu berdasarkan komposisi lemak, seperti susu full cream yang mengandung empat persen lemak. Umumnya, susu jenis ini dikonsumsi anak-anak karena membutuhkan kandungan lemak dan vitamin, serta gizi untuk tubuh berkembangnya. Atau bisa dibilang, anak-anak tidak akan gemuk kalau tidak ada faktor genetik dari kecil, karena mereka sedang membutuhkan (tubuh) tumbuh ke atas. Dan akan berbeda cerita lagi kalau orang dewasa yang sudah tidak membutuhkan tumbuh ke atas meminum susu jenis ini," kata Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. Sp. GK, spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara bertema “UHT Milk: A World of Benefit and Choicesâ€. Baca juga : Amankah Tren Diet Raw Food? Selain itu, kata dia, susu jenis low fat yang memiliki lemak yang rendah. Di mana kandungan lemaknya setengah dari susu full cream. Kemudian, ada juga susu skim yang memiliki kandungan lemak lebih sedikit lagi, yaitu hanya satu persen. Menurut dr. Fiastuti, susu jenis ini baik yang menginginkan nutrisi, tapi tak membuatnya gemuk. Baca juga : Fungsi Beberapa Organ yang Terlihat tidak Berguna "Singkatnya, kalau ingin meminum susu tapi tak gemuk, pilihlah jenis susu yang rendah (kandungan) lemaknya. Namun, kita juga tidak memungkiri setiap orang memiliki kebutuhannya masing-masing dalam kebiasan meminum susu," tutupnya.
10-04-2015 16:22
Kelebihan berat badan selain membuat penampilan tampak buruk juga mengganggu mobilitas Anda. Berat badan yang berlebih seringkali membuat Anda tidak leluasa bergerak dan kelelahan. Selain itu kelebihan berat badan juga memberikan resiko lebih besar bagi Anda untuk mendapatkan penyakit kronis semacam diabetes, jantung dan kolesterol. Karena itu banyak orang berjuang keras untuk mendapatkan berat tubuh yang ideal. Tidak hanya dengan diet namun juga dengan mengkonsumsi obat diet herbal. Baca juga : 5 Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi  Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Obat Kelebihan berat badan atau obesitas biasanya disebabkan oleh pola makan yang salah. Karena itu untuk menurunkan berat badan Anda pada kondisi ideal, beberapa langkah berikut ini layak Anda coba:  Membiasakan sarapan. Anda bolah saja membatasi asupan makanan Anda, tapi tidak boleh menghindari sarapan. Membiasakan sarapan selain membuat energi Anda penuh saat bekerja juga mencegah Anda mengkonsumsi makanan ringan pengganjal perut sebelum makan siang. Makanan ringan adalah musuh bagi penderita obesitas Penuhi kebutuhan air putih tubuh 8 gelas sehari. Banyak penelitian menyatakan bahwa air putih membantu meluruhkan lemak yang bersarang dalam tubuh. Kurangi karbohidrat, perbanyak sayur dan buah. Makanan berserat sangat baik untuk melancarkan pencernaan. Pencernaan yang lancar akan mencegah penimbunan lemak dalam tubuh karena makanan selalu rutin dikeluarkan lewat kotoran. Olahraga secara rutin selama 30 menit sehari akan membantu membakar lemak dalam tubuh sekaligus menjaga peredaran darah Anda tetap lancar. Baca juga : Tips Memilih Obat Herbal Pelangsing  Obat Diet Aman Mendampingi usaha Anda menurunkan berat bedan dengan mengkonsumsi obat diet bukanlah hal yang buruk. Tentu saja obat diet yang sangat disarankan adalah obat diet yang aman dikonsumsi. Seringkali obat diet tertentu berbahaya dikonsumsi karena bekerja dengan cara yang keras sehingga memberikan efek yang buruk bagi organ tubuh lainnya semisal jantung. Beberapa bahan herbal dari alam memiliki khasiat untuk menurunkan berat badan. Salah satunya aalah jeruk nipis. Anda bisa rutin menggunakan jeruk nipis untuk minuman setiap pagi untuk menurunkan berat badan Anda. Atau jika Anda terlalu kesulitan menggunakan jeruk nipis, Anda dapat menggunakan obat diet herbal yang aman dikonsumsi dan disediakan bebas di toko atau apotek terdekat.
19-06-2014 11:27
Futsal tak lagi hanya sebagai olah raga. Keinginan orang untuk menjalani olah raga ini semakin tinggi karena sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat muda. Namun sayangnya, banyak yang kurang peduli mengenai hal-hal yang bisa menyebabkan cedera, terutama cedera sendi atau pergelangan kaki. Memang benar. meskipun cedera, aktivitas bisa tetap berjalan. Akan tetapi dalam gerakan-gerakan tertentu, aktivitas itu akan terganggu. Keluhan atau cedera saat main futsal muncul karena kebanyakan orang menganggap futsal adalah olah raga rekreasional sehingga banyak yang melaksanakannya di saat akhir pekan. Justru ketika badan lelah setelah sepekan bekerja. Padahal futsal merupakan olah raga yang mengandalkan badan yang sudah terlatih. Badan harus fit saat futsal. Sebaiknya didukung pula oleh olah raga lainnya yang teratur seperti bersepeda dan jogging. Baca juga : Begadang Pengaruhi Sistem Endokrin dan Kardiovaskular Perlu ditekankan bahwa tubuh manusia bukanlah mesin atau lampu yang bisa dengan mudah dinyalakan dan dimatikan dengan menggunakan sakelar. Badan yang kurang terlatih malah akan memperburuk kondisi tubuh dengan bermain futsal. Saat berolah raga, termasuk orang yang tubuhnya kurang fit, aliran darah akan terfokus pada tangan dan kaki sehingga kemampuan daya pompa jantung kian berkurang. Tak heran bila ditemukan kejadian gagal jantung pada orang yang tengah bermain futsal. Kembali ke masalah cedera pergelangan kaki dan lutut, ada beberapa jenis cedera yang terjadi. Pertama, putusnya jaringan ikat (ligamen). Kondisi ini terjadi ketika dalam kondisi berlari lalu berhenti mendadak dan berputar arah sehingga menyebabkan lutut terpelintir (terpuntir). Atau melompat dan merdarat dengan posisi lutut terpental. Cedera kedua, rusaknya bantalan sendi lutut yang berbentuk seperti cincin dan berfungsi sebagai penahan benturan. Kerusakan seperti ini sering dianggap keseleo atau terkilir. Ketiga, rusaknya tulang rawan yang bertindak sebagai struktur penyerap guncangan dan menyediakan permukaan mulus pada sendi lutut. Cedera-cedera itu bisa dikurangi dengan pemanasan sebelum olah raga. Selain itu, dibiasakan pula berolah raga lain seperti jogging, bersepeda, dan berenang untuk melatih otot. Tentu saja semua itu untuk menghindari redupnya keceriaan saat bermain fulsal. Bermain futsal untuk kebugaran tubuh, bukan untuk berkahir di meja operasi kan? Baca juga : Mengenal Manfaat Putih Telur Bagi Kesehatan Pertolongan Pertama Cedera Saat Futsal Tak sedikit orang yang bertindak gegabah ketika terjadi cedera akibat olah raga futsal. Padahal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit dan mencegah cedera berkelanjutan. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebelum mengunjungi dokter seperti tips berikut ini : REST. Istirahatkan badan Anda. Jangan memaksakan diri kembali berolah raga karena badan sudah merasa lebih enak. Kesemberonoan Anda malah akan membuat cedera semakin semakin parah. ICE. Langsung kompres dengan es pada bagian yang cedera. Jangan pernah memberikan sesuatu yang memanisanya. Kompresan es dapat mengurangi kondisi bengkak. COMPRESS. Cedera tersebut harus dibebat agar tidak bergerak. Anda bisa menggunakan kain yang elastis agar menekan bagian yang cedera. ELEVATION. Ketika duduk atau tidur, posisi kaki harus lebih tinggi dari kepala. Jangan sekali-kali menaruh kaki dengan kondisi di bawah karena nanti bertambah bengkak.