Waktu Posting : 02-06-2014 15:24 | Dibaca : 2312x
07-09-2014 23:46
Kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan kanker mulut atau leher rahim, adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. WHO pun mencatat bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian teratas pada wanita. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh dan menyebar tanpa terkontrol. Serviks adalah bagian bawah rahim (leher rahim) yang membuka dan terhubung ke kemaluan wanita. Penyebab Kanker Serviks Umumnya–lebih dari 99,5%–kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan, perpindahan cairan, atau menyentuh tempat yang telah terjangkit dengan virus ini. Namun yang paling umum adalah ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV. Ada banyak jenis virus HPV, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan orang dewasa telah atau pernah terinfeksi virus HPV, namun infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi terkadang infeksi virus ini bisa menyebabkan kutil pada daerah kelamin atau menyebabkan terjadinya ke kanker serviks. Baca juga : Kantung Mata, Penyebab dan Cara Mengatasinya Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita melakukan tes PAP smear secara reguler untuk mendeteksi ketidaknormalan pada leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker. Pada tes ini berlangsung, dokter akan mengorek sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk melihat perubahan sel. Jika tes PAP menunjukkan perubahan yang abnormal, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berupa kanker atau dapat menyebabkan kanker di leher rahim. Gejala Kanker Serviks Perubahan abnormal pada sel serviks jarang menimbulkan gejala. Jika perubahan tersebut berkembang menjadi kanker, gejala yang timbul bisa berupa: Pendarahan tak normal pada vagina, misalnya di antara periode menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Merasa sakit ketika berhubungan intim atau ketika buang air kecil. Nyeri di perut bagian bawah atau panggul. Keputihan yang tidak normal, misalnya berlebih atau bercampur darah. Perubahan signifikan yang tak dapat dijelaskan pada siklus menstruasi. Pada tahapan yang lebih lanjut, gejala yang mungkin timbul antara lain: Anemia karena pendarahan berlebih pada kemaluan. Sakit berkelanjutan pada panggul, punggung dan juga kaki. Masalah urinasi/buang air kecil. Berat badan turun drastis. Baca juga : 10 Kebiasaan Yang Bisa Turunkan Berat Badan Melakukan screening dan tes sejak dini sangat berperan untuk mencegah kanker serviks. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi kasus kanker serviks yang invasif, yaitu sebesar 50% atau lebih. Penanganan Kanker Serviks Perawatan dan penanganan kanker serviks meliputi operasi pada kanker serviks stadium awal, dan kemoterapi serta radioterapi pada stadium yang lebih lanjut. Tergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, penderita mungkin akan satu atau lebih penanganan (kombinasi). Jika dilakukan hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) pada penderita, maka penderita tak bisa lagi memiliki anak. Namun hysterectomy tidak selalu dibutuhkan, khususnya jika kanker ditemukan masih pada tahap sangat awal.
02-08-2014 16:34
Silent killer adalah julukan yang diberikan kepada kolesterol tinggi . Karena serangan penyakit ini kerap tapa gejala apapun, tapi dampaknya sangat fatal. Meskipun dalam kasus tertentu bisa ditemukan gejala kolesterol. Kadar kolesterol yang normal adalah 160-200 mg, bila sudah melonjak melebihi 240 mg pertanda kolesterol sudah sangat berbahaya. Penanganan intensif harus segera dilakukan, obat herbal sangat disarankan dikonsumsi. Selain terbukti bermanfaat sekaligus aman tanpa efek samping negatif. Tapi pastikan produk tersebut anda dapatkan pada toko terpercaya yang jual obat herbal kolesterol. Baca juga : Tips Kembali Langsing Usai Lebaran Apa saja gejala yang kerap dirasakan, sebagai tanda serangan kolesterol? Tengkuk terasa berat dan pundak terasa pegal. Kondisi ini adalah gejala awal yang disebabkan oleh kekurangan pasokan oksigen. Mudah mengantuk. Kadar trigliserida normal sekitar 150 mg sampai 200 mg, bila sudah melewatinya bahkan melonjak sampai 700 mg maka rasa kantuk sering menyerang. Kondisi ini akibat pasokan oksigen di otak berkurang. Hal ini terjadi karena penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan penumpukan kolesterol atau lemak. Gampang lelah. Penumpukan plak pada dinding arteri dapat mencetus jantung koroner, atherosclerosis dan sebagainya. Keadaan ini yang memicu tubuh gampang lelah. Sering kesemutan. Kadar kolesterol berlebihan bisa menjadikan darah menjadi kental, karena kekurangan pasokan oksigen. Kerap sakit kepala. Kolesterol berlebihan bisa mencetus penumpukan plak pada pembuluh darah yang berdampak pada atherosclerosis. Keadaan ini bisa menghambat pasokan darah ke otak dan kepala, sehingga tercipta sakit kepala. Baca juga : Gejala Serangan Penyakit Rematik
22-05-2020 21:38
Penyebab flu yang tidak kunjung sembuh harus diketahui dan sebisa mungkin harus ditinggalkan. Karena hal ini tidak hanya membuat penyakit flu semakin parah tetapi justru membuat penyakit ini menimbulkan risiko yang lebih kronis. Karena hal itulah, di bawah ini akan dijelaskan penyebab flu tidak kunjung sembuh yang harus diwaspadai dan dicegah. 1. Karena Alergi Penyebab penyakit flu tidak kunjung sembuh yang pertama adalah penyakit ini bukan flu biasa melainkan flu yang disebabkan oleh alergi. Memang gejalanya sama tetapi memiliki tingkat kronis penyakit yang berbeda. Jika flu biasa biasanya mudah sembuh bahkan jika diobati dengan baik dua minggu gejala sudah berkurang. Tetapi jika flu karena alergi penyakit sukar untuk sembuh bahkan pasien bisa menanggung gejala sepanjang hidupnya. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah menghindari segala pemicu terjadinya alergi. 2. Pemakaian Semprotan Hidung Yang Berlebihan Silakan menggunakan semprotan hidung untuk melegakan pernafasan maupun mengencerkan lendir hidung yang kental. Maka dari itu produk juga bagus untuk menyembuhkan penyakit flu. Akan tetapi jika digunakan secara berlebihan ternyata semprotan hidung memiliki efek samping. Pasalnya di dalam produk terdapat zat yang disebut oksimetazolin yang bisa menyebabkan ketergantungan. Hal ini yang membuat gejala penyakit flu yang awalnya sederhana menjadi ekstrim dan sulit sembuh. 3. Infeksi Sinus Atau Polip Penyebab flu tidak kunjung sembuh berikutnya adalah karena adanya infeksi sinus atau polip di dalam hidung. Tentunya ini tidak bisa diobati dengan obat flu biasa melainkan dibawa ke rumah sakit agar dilakukan operasi pengangkatan. Gejala flu karena polip tidak akan hilang karena terjadi pelebaran membran di dalam hidung yang menghambat proses pengenceran lendir serta keluar masuknya oksigen. Meskipun demikian, penyakit ini juga perlu diobati karena jika tidak, pemulihannya akan sangat lama. 4. Kondisi Tubuh Lemah Jika flu biasa biasanya mudah sembuh sekalipun hanya diobati dengan obat-obat generik. Akan tetapi jika stamina menurun atau vitalitas down maka pengobatan akan sangat lama. Karena virus influenza yang menjadi penyebabnya masih bertahan sedangkan obat tidak mampu mengusirnya. 5. Kondisi Tubuh Dingin Flu muncul pada saat cuaca sedang dingin. Itu artinya suhu tubuh manusia yang dingin juga berpeluang mengalami penyakit dibandingkan orang yang suhu tubuhnya hangat. Nah jika penyakit flu tidak kunjung sembuh mungkin kegiatan yang menghangatkan tubuh seperti olahraga dan makan makanan yang mengandung protein tidak dilaksanakan dengan baik. Oleh sebab itu jika sedang terjadi flu selama 3 hari dan belum juga sembuh coba lakukan kegiatan-kegiatan penghangat badan seperti olahraga ringan. Bisa juga dilakukan dengan berjemur atau mengangin-anginkan diri. Biasanya dengan aktivitas tersebut gejala pilek akan reda asalkan diiringi dengan meminum obat-obat flu yang tepat. 6. Sudah Flu Masih Begadang Penyebab flu tidak kunjung sembuh yang terakhir adalah kebiasaan begadang. Begadang dilakukan di malam hari saat suhu sedang dingin. Jika kebiasaan ini sering dilakukan tentu penyakit flu tidak akan pernah sembuh. Bahkan semakin hari gejalanya akan semakin parah. Oleh sebab itu jika flu sudah menyerang hentikan kebiasaan begadang. Lebih baik beristirahat yang cukup untuk memulihkan stamina dan tenaga. Demikianlah beberapa penyebab flu tidak kunjung sembuh yang harus diwaspadai dan sebisa mungkin harus dihindari. Karena jika ini tetap dilakukan flu tidak akan pernah hilang. Apalagi di zaman ini flu memiliki gejala sama dengan corona yang juga sulit untuk disembuhkan.