Waktu Posting : 01-06-2014 16:25 | Dibaca : 2463x
14-01-2015 03:57
Jerawat adalah salah satu masalah pada kulit wajah yang paling sering diderita banyak orang. Penyebab dari jerawat itu sendiri sebenarnya ada banyak. Namun penyebab paling besar timbulnya jerawat adalah kurangnya menjaga kebersihan kulit wajah dan dari segi makanan yang dikonsumsi. Sayangnya masalah jerawat pada kulit wajah tidak hanya muncul saat jerawat itu datang. Bahkan saat jerawat itu pergi masalah baru akan muncul kembali. Masalah tersebut adalah luka yang ditimbulkan akibat jerawat yang pernah muncul. Luka yang ditimbulkan ini biasanya membekas berwarna hitam. Diindikasi luka menghitam ini akibat dari tangan usil yang suka memencet jerawat saat masih belum atau sudah muncul. Namun penjelasana medis tentang luka menghitam ini adalah karena terganggunya kolagen akibat radang yang disebabkan oleh jerawat. Karena membekas dan juga berwarna hitam, luka bekas jerawat ini akan mengurangi kemulusan kulit wajah. Akibatnya wajah terlihat suram dan tidak menyenangkan. Baca juga : Obat Tradisional Kolesterol Jenis-jenis Luka Bekas Jerawat Rasanya banyak orang pernah mengalami munculnya jerawat pada wajah. Banyak orang pula mengalami luka bekas jerawat yang sangat mengganggu kemulusan kulit wajah. Namun tidak banyak orang yang memiliki wawasan luka yang ditimbulkan akibat munculnya jerawat. Padahal wawasan ini perlu untuk dapat mengobati bekas luka jerawat kita dengan tepat sehingga wajah bisa kembali mulus. Ada tiga jenis luka bekas jerawat yang telah teridentifikasi. Luka bekas jerawat pertama adalah atrophic, yakni luka jerawat yang tidak dalam melainkan sedikit dangkal. Luka kedua adalah boxcar. Luka kedua ini adalah jenis luka bekas jerawat yang lebih dalam dari luka pertama dan memiliki ciri-ciri luka yang menggulung. Luka ketiga adalah ice pick yakni luka bekas jerawat yang sangat dalam yang tampilannya menyerupai lubang kecil dibagian atasnya. Ketiga luka ini biasanya memiliki tingkat keparahan yang dapat dilihat dari warna kulit tempat timbulnya jerawat. Biasanya orang dengan kulit warna hitam akan cenderung mengalami bekas luka yang menghitam pula. Sedangkan pada orang yang memiliki kulit cerah, bekas luka akan kemerahan. Luka-luka bekas jerawat ini jika dibiarkan akan membawa dampak buruk pada kulit wajah. Bahkan luka-luka ini semakin bertambah parah karena beberapa hal dibawah ini: 1. Terpapar sinar matahari atau uv. 2. Dipencet/ disentuh dengan tangan. 3. Diolesi dengan vitamin E. Baca juga : Bersih dari Komedo dengan Bahan Alami Mengatasi Bekas Luka Jerawat Untuk mengatasi bekas luka jerawat sangat efektif dilakukan jika kita mengetahui bekas luka-luka yang ditimbulkan oleh jerawat. Namun yang paling sering digunakan untuk mengatasi bekas luka jerawat adalah dengan menggunakan cream jerawat yang berjenis kortikosteroid. Gunakan cream jerawat ini selama jerawat muncul dan meradang. Oleskan cream pada jerawat yang meradang supaya kortikosteroid diserap kulit sehingga radang akan berkurang. Namun cream ini adalah cream yang dalam penggunaannya harus berada dalam pengawasan dokter karena jika dipakai dengan serabutan akan membawa dampak berbahaya bagi kulit wajah. Penggunaan cream jenis kortikosteroid ini akan berefek langsung pada jerawat yang timbul. Setelah dioleskan, cream ini akan memberikan efek kering pada jerawat dan tidak lagi berwarna merah meradang. Saat luka jerawat mengering sebaiknya gunakan pigmen kulit yang akan membantu kecerahan wajah kembali normal. Pigmen kulit seperti kojid acid sangat bagus digunakan karena bahan-bahan alami seperti jamur, bearbarry dan vitamin C. Untuk luka jerawat yang sangat dalam biasanya diatasi dengan melakukan prosedur laser yang lebih mahal dari prosedur lainnya.
13-07-2014 18:45
Galaktosemia merupakan kelainan dimana badan tak dapat memetabolisme galaktosa. Hal semacam ini dikarenakan oleh ada defisiensi enzim galactose-1-phosphate uridyl transferase yang bertindak merubah galaktosa jadi glukosa untuk lalu dipakai selaku tenaga. Galaktosa yang tak bisa dimetabolisme itu bakal terakumulasi dalam darah serta dan menyebabkan berbagai persoalan kesehatan seperti mual, muntah, diare, jaundice, hipoglikemi, pembengkakan hati, retardasi mental, katarak, masalah dalam proses pembekuan darah, kerentanan pada infeksi, atau juga rusaknya organ yang lain. Oleh karenanya butuh dilaksanakan perlakuan yang pas, satu diantaranya yakni penyusunan diet yang sesuai. Hal yang butuh dicermati pada diet untuk galaktosemia ialah konsumsi galaktosa dari makanan. Satu diantara sumber galaktosa yakni susu serta pula hasil olahannya seperti keju, yogurt, mentega, cream, serta beberapa produk lain yang memiliki kandungan susu. Lantaran makanan yang tak bisa diberikan pada pasien galaktosemia adalah asupan sumber kalsium dan protein, maka butuh dikerjakan modifikasi diet untuk terus mencukupi konsumsi protein serta kalsium sesuai akan keperluan. Baca juga : Hanya Mengkonsumsi Jus Setiap Hari, Bolehkah? Untuk mencukupi keperluan protein, pasien galaktosemia tetap bisa konsumsi pangan hewani kecuali susu seperti daging sapi, daging unggas serta pula telur. Susu kedelai pula bisa diberikan semacam substitusi susu sapi, baik untuk mencukupi kecukupan protein ataupun kalsium. Kecuali itu, keperluan kalsium pula bisa didapat dari sumber makanan nabati yakni sayuran hijau seperti brokoli serta pula olahan kacang kedelai yang lain. Tetapi jika konsumsi kalsium dari sumber-sumber itu belum memenuhi, bisa diberikan suplementasi kalsium. Namun, sudah pasti hal itu butuh pertimbangan selanjutnya hingga pemenuhan keperluan kalsium dari makanan tetap merupakan penyelesaian yang paling utama. Baca juga : Rahasia Sukses Turunkan Berat Badan Utama, vitamin! Zat gizi lain yang butuh dicermati ialah vitamin yang bisa didapat dari buah serta sayuran. Vitamin itu bisa menolong melindungi ketahanan badan pada infeksi, mengingat pasien galaktosemia rawan pada nfeksi. Hingga kecukupan vitamin butuh dicermati. Kecuali itu, untuk persoalan muntah serta diare pada pasien galaktosemia, mesti diberikan cairan serta pula elektrolit yang cukup untuk hindari terjadinya dehidrasi. Kesuksesan penyusunan diet untuk pasien galaktosemia sudah pasti amat di pengaruhi oleh peran keluarga. Hingga butuh dikerjakan edukasi gizi tentang galaktosemia dan dietnya tak cuma untuk pasien tetapi pula pada keluarga, terlebih ibu. Hal semacam itu karena ibu merupakan orang yang bertindak dalam pemenuhan keperluan gizi keluarga. Ibu mesti pandai-pandai mengontrol makanan yang bakal dikonsumsi anak, baik makanan yang dimasak sendiri ataupun makanan yang dibeli dalam wujud siap makan. Butuh kecermatan dalam membaca label serta komposisi dalam tiap-tiap buatan makanan. Penyusunan diet yang jitu bisa kurangi sinyal serta gejala yang diakibatkan galaktosemia, dan bisa menghindari pasien dari komplikasi penyakit yang barangkali bakal nampak.
20-06-2014 12:23
Ketimun atau mentimun mempunyai nama ilmiah Cucumis sativus. Memiliki kandungan 0,65% protein, 0.1% lemak serta karbohidrat sejumlah 2,2%. Juga memiliki kandungan kalsium, fosforus, magnesium, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 serta vitamin C. Biji timun sendiri memiliki kandungan toksin alkoloid berjenis hipoxanti, yang berperan untuk menyembuhkan anak-anak yang mengalami derita cacingan. Buah ketimun memiliki kandungan kalium, silikon & fluorin serta sebaliknya, rendah kalori, hingga dapat menolong merangsang ginjal untuk mengeluarkan bekas metabolisme serta deposit lemak didalam badan. Langkah memperoleh faedah ini gampang saja, yaitu dengan mengkonsumsi air perasan buah ketimun yang masih dalam keadaan segar. Kerjakan tiap-tiap hari, hingga lambung punya kebiasaan terima cairan ketimun. Kecuali semacam pembersih ginjal, ketimun mempunyai banyak faedah lainnya. Satu buah ketimun yang fresh, biasanya memiliki kandungan 0,65% protein, 0,1% lemak, serta 2,2% karbohidrat. Di samping itu ketimun juga memiliki kandungan zat berguna yang lain, seperti zat besi, kalsium, fosforus, magnesium, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, serta vitamin C. Baca juga : Kenalilah Perubahan Tubuh Seiring Usia Anda Biji ketimun dikenal memiliki kandungan toksin alkaloid berjenis hipoxanti yang bisa menyembuhkan penyakit cacingan. Biji ketimun juga dipercaya dapat meredakan radang tenggorokan dikarenakan batuk yang diikuti dengan suara yang menghilang. Langkahnya, cukup hanya mencampurkan biji ketimun dengan sedikit garam serta dikumur selama berkali-kali dalam satu hari. Ketimun dapat juga dipakai untuk mengompres ketika Anda atau anak Anda demam. Tidak butuh memberikan es, lantaran buah ketimun telah menawarkan rasa dingin yang diperlukan untuk mendinginkan badan yang panas disebabkan demam. Juice ketimun yang fresh serta bermanfaat untuk kesehatan, dapat juga menjaga kulit dari kudis. Tidak heran bila ketimun dibuat jadi semacam masker muka, karena disamping melembabkan, ketimun menolong kulit jadi halus serta mulus. Baca juga : Mengorek Kuping Asyik, Tetapi Berbahaya Bagi Kesehatan Berikut beberapa panduan yang dapat Anda kerjakan untuk memperoleh manfaat ketimun : 1. Kurangi hipertebsi Dua buah ketimun seger dicuci bersih, lalu diparut. Hasil parutannya diperas serta disaring, lalu diminum sekalian. Kerjakan 2-3 kali satu hari. 2. Menyembuhkan sariawan Makan buah ketimun mentah seperti halnya makanan ringan, kerjakan dengan cara teratur tiap-tiap hari. 3. Menangani bengkak di seputar mata Mata bengkak lantaran tidur terlampau larut atau mata capek disebabkan terlalu lama bekerja di depan monitor komputer. Langkahnya, irislah ketimun tipis-tipis serta simpanlah di ke-2 mata, kerjakan sembari berbaring selama 15 menit. Lalu basuh. 4. Bersihkan ginjal Ketimun seger dicuci lalu diparut. Hasil parutannya diperas serta disaring. Airnya diminum sedikit-sedikit hingga lambung punya kebiasaan menyerap cairan ketimun. 5. Demam Ketimun seperlunya dicuci bersih, lalu diparut. Hasil parutannya ditempatkan diatas perut. 6. Jerawat Buah ketimun dicuci lalu diiris-iris. lrisan ketimun ditempelkan serta digosok-gosok pada kulit yang berjerawat. Kerjakan tiap-tiap hari.