Waktu Posting : 17-06-2014 20:02 | Dibaca : 2805x
16-06-2014 17:08
Seperti apakah posisi tidur Anda? Nyatanya nyaris 95% manusia mempunyai pola tidur yang sama tiap-tiap hari, sehingga menjadi suatu rutinitas. Namun, amankah untuk kesehatan tubuh Anda? Di bawah ini keterangannya : Posisi recovery Posisi memiringkan tubuh ini dimaksud posisi pemulihan, lantaran sering dipakai dalam keadaan darurat medis. Posisi ini baik untuk kurangi masalah pencernaan, terlebih refluks asam lambung serta melegakan saluran pernapasan. Untuk menangani masalah refluks, miringkan tubuh ke sisi kiri. Riset dari Graduate Hospital, Philadelphia, mengungkap bahwasanya posisi tidur miring ke kanan bikin asam lambung lebih lambat mengalir ke esophagus, sehingga perut menjadi tak nyaman. Resiko negatifnya ialah timbulnya kerutan di muka lantaran selalu tertekan di satu tepi. Posisi telentang Meletakkan sisi belakang tubuh semacam tumpuan ialah posisi ideal, terutama untuk pasien arthtritis serta sakit punggung. Pasalnya, beban tubuh terdiri dengan cara rata tiada berikan tekanan pada satu diantara daerah atau organ tubuh spesifik. Janganlah lupa menyelipkan bantal kecil dibawah lekukan lutut untuk bikin pinggang lebih relaks, terlebih untuk Anda yang mempunyai pinggang melenting atau sering punya masalah dengan sakit pinggang. Baca juga : Rahasia Kulit Sehat Tetapi, posisi ini bisa menyebabkan munculnya dengkuran, lantaran bikin otot rahang serta lidah menjadi relaks, dan tenggorokan menyempit sehingga menyebabkan turbulensi hawa. Bila posisi ini adalah kesayangan Anda, yakinkan untuk menyokong kepala serta leher Anda dengan bantal yang nyaman supaya leher serta ruas tulang belakang sisi atas tak alami kekakuan yang bisa menyebabkan sakit. Posisi bayi (meringkuk) Posisi menyamping dengan ke-2 lutut naik atau ditekuk mendekati dada ini bisa menolong menangani cedera serta sakit pada punggung. Posisi ini ideal, lantaran tubuh yang melengkung ke arah dalam bakal buka tulang belakang, turunkan tekanan pada diskus (lempeng tulang belakang), serta menambah pemulihan pada tulang belakang yang sampai kini melakukan aktivitas banyak di pengaruhi oleh gravitasi. Yakinkan posisi leher sejajar dengan semua tubuh, pakai bantal yang tak terlampau tinggi serta tak terlampau rendah, supaya tak menyebabkan sakit kepala serta sakit leher pada pagi hari. Posisi memeluk (bantal atau pasangan) Penelitian yang dikerjakan oleh Dr. James Coan, psikolog serta pakar saraf dari AS mengatakan, sentuhan fisik (dengan pasangan) waktu tidur bisa kurangi stres, baik pada pria ataupun wanita. Sayangnya, posisi ini rawan bikin tubuh pegal dan memperburuk sakit otot serta sendi, terlebih bila dikerjakan menahun. Baca juga : Cara Mudah Turunkan Gula Darah Posisi tengkurap Tidur dalam posisi tengkurap benar-benar tak disarankan, lantaran bisa menyebabkan persoalan tulang belakang, terlebih dibagian leher. Dapat juga menyebabkan tekanan penambahan di bagian leher disebabkan kepala miring ke satu segi. Tidur tengkurap juga bikin paru-paru tak bisa mengembang dengan baik, sehingga pasokan oksigen ke otak kurang optimal. Posisi ini dapat juga memengaruhi wujud payudara pada wanita, meskipun tak penting. Bila Anda memiliki rutinitas mengeretakkan gigi waktu tidur (bruxism), posisi ini mesti dihindari. Pada waktu Anda tengkurap, rahang bawah bakal semakin maju dari pada umumnya, sehingga menyebabkan tekanan semakin besar pada gigi bawah serta bisa berbuntut pada rusaknya. Posisi ini dapat juga menyebabkan masalah saraf pada tubuh sisi atas. Posisi bantal juga bikin posisi leher tak sejajar dengan tulang belakang, sehingga menambah tekanan di bagian leher. Panduan : Bila Anda terpaksa mesti tidur tengkurap, cobalah modifikasi ranjang Anda supaya mempunyai lubang dibagian kepala sehingga posisi leher tak terganggu. Hal semacam ini bisa meminimalkan tegangan pada leher, walau tekanan pada dada terus tak bisa dihindari.
07-07-2016 22:58
Beberapa penyakit terkadang memiliki gejala yang sama sehingga salah diagnosis bisa terjadi. Oleh karena itu, jelilah mengamati gejala penyakit sehingga kita bisa memberikan informasi yang jelas kepada dokter. Gejala seperti diare berkepanjangan, berat badan turun tanpa sebab, dan sakit perut merupakan gejala yang bisa menandakan berbagai penyakit, misalnya radang usus ataupun kanker. Diagnosis yang tidak tepat akan membuat pengobatan yang diberikan tidak optimal dan akhirnya penyakitnya akan berkepanjangan. Ketahui apa saja penyakit yang paling sering salah didiagnosis. Baca juga : Efek Terburuk Jika Bayi Diberi Vaksin Palsu - Diagnosis: Depresi Penyakit sebenarnya: Sleep apnea Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyerupai depresi. Studi menunjukkan, setidaknya ada 73 persen pasien yang mengidap sleep apnea dengan gejala mirip dengan depresi, seperti bad mood, menyakiti diri sendiri, dan pikiran untuk bunuh diri. Namun, ketika pasien tersebut dirawat dengan perawatan untuk sleep apnea, sembilan di antaranya sembuh. Gejala-gejala kondisi ini meliputi perasaan sedih atau putus asa, tidak bertenaga, dan kecemasan bisa dikatakan mirip dengan gejala depresi. Penyakit lain dengan gejala yang mirip adalah masalah tiroid, penyakit bipolar, kekurangan vitamin D, dan gula darah rendah. Baca juga : Umur Pria Menentukan Subur Tidaknya Sperma - Diagnosis: IBS (irritable bowel syndrome) Penyakit sebenarnya: Penyakit celiac Penyakit celiac merupakan gangguan pencernaan yang bisa dipicu oleh terlalu banyak mengonsumsi gluten, seperti roti. Penyakit ini terkadang butuh waktu cukup lama, yakni 6-10 tahun sebelum terdeteksi akurat. Gejala penyakit celiac hampir sama dengan masalah pencernaan lain sehingga dokter banyak yang keliru dan harus mengidentifikasi apa yang terjadi dengan usus Anda. - Diagnosis: Migrain Penyakit sebenarnya: Stroke Jika Anda berusia di bawah 50 tahun dan mengalami mati rasa, sulit berbicara, penglihatan kabur, terkadang dokter mendiagnosisnya sebagai migrain, vertigo, atau keracunan alkohol. Ketika peneliti mengkaji ulang data pasien yang berusia 16-50 tahun, 14 persen di antaranya dipulangkan karena hanya sakit kepala atau mabuk. Salah satu penyebabnya adalah karena sangat jarang orang berusia kurang dari 45 tahun yang terkena stroke. - Diagnosis: Artritis reumatoid (radang sendi) Penyakit sebenarnya: Fibromyalgia (nyeri tubuh) Gejala arthritis, yakni rasa nyeri dan bengkak pada persendian, sering dirasakan pula oleh penderita fibromyalgia. Penyakit ini juga memiliki gejala sakit kepala, mengantuk, dan tidak nyaman pada usus. Jika sakit pada tubuh berpindah-pindah ke bagian tubuh yang lain dan berlangsung selama tiga bulan, segera periksa ke dokter untuk penanganan fibromyalgia lebih lanjut. - Diagnosis: Multiple sclerosis Penyakit sebenarnya: Penyakit lyme Kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, dan sendi adalah gejala yang bisa muncul pada penderita multiple sclerosis dan penyakit lyme. Gejala lyme juga menyerupai penyakit lain, seperti fibromyalgia dan flu.
12-04-2017 15:17
6 Obat Alami Atasi Nyeri Datang Bulan - Nyeri saat datang bulan adalah hal yang biasa terjadi terutama pada usia remaja, namun tidak menutup kemungkinan juga wanita dewasa mengalami nyeri saat datang bulan. Bagi wanita karir dengan segudang aktivitas pasti akan sangat menyebalkan jika mengalami nyeri saat datang bulan. Hal ini akan sangat mengganggu aktivitas dan membuat emosi tidak stabil. Nyeri saat datang bulan dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti stress, tubuh tidak fit, obesitas atau terlalu kurus. Menurut penelitian, sekitar 90% wanita pasti mengalami nyeri saat datang bulan. Perlu diingat bahwa nyeri berlebihan dapat menjadi tanda dari infeksi rahim. Segeralah konsultasikan dengan dokter jika sampai mengalami gejala muntah, pendarahan atau demam saat datang bulan. Ada beberapa pengobatan alami yang dapat menyembuhkan atau mencegah nyeri berlebih saat datang bulan : 1. Hindari Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji Makanan cepat saji dapat mengganggu kesehatan karena rasanya cenderung lebih asin atau terlalu manis dan hal itu dapat memperburuk rasa kembung. Gula dan lemak jenuh pada makanan cepat saji akan meningkatkan kadar estrogen yang memicu gejala PMS. 2. Sayuran Hijau Sayuran hijau mengandung kalsium dan magnesium yang dapat membantu mengendurkan otot-otot penyebab kram dan rasa kembung. 3.Air Putih Hindari meminum alkohol dan perbanyak konsumsi air putih karena dapat membantu mengurangi nyeri saat datang bulan. Minumlah air hangat untuk meningkatkan aliran darah ke kulit serta membantu merileksasikan otot agar tidak kram. 4. Pepaya Kandungan beta karoten, Vitamin A, C dan enzim papain pada pepaya dapat membantu melancarkan aliran darah selama menstruasi. 5. Kayu Manis Kayu manis bukan hanya dimanfaatkan untuk memasak tapi juga bermanfaat untuk mengatasi nyeri saat datang bulan. Kayu manis merupakan sumber mangan yang dapat mengurangi kram perut serta melancarkan pencernaan. 6. Sinar Matahari Berjemur dibawah sinar matahari saat pagi hari sangat baik untuk kesehatan tubuh. Vitamin D3 yang berasal dari sinar matahari langsung bagus untuk mengurangi kram saat haid agar tidak semakin parah. Jika tidak sempat untuk berjemur dibawah terik sinar matahari pagi dapat menggantinya dengan mengkonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D.