Waktu Posting : 12-06-2014 04:00 | Dibaca : 2658x
31-05-2014 19:45
Meski tampaknya tidak serius, kram atau nyeri otot selalu tidak menyenangkan penderitanya. Biasanya muncul akibat berlebihnya aktivitas fisik saat berolahraga. Gejala Adapun gejala kram dan nyeri otot bisa ditengarai dengan timbulnya hal-hal berikut : Otot mengejang tiba-tiba saat aktivitas berlangsung. Nyeri dan kaku otot setelah aktivitas. Kejang otot di malam hari, terutama di betis. Saat disentuh otot terasa sakit. Apa Itu Kram Dan Nyeri Otot? Ada dua tipe nyeri otot. Pertama, nyeri dan kaku akan makin parah saat beraktivitas (lari, jalan, menggali, membawa beban). Dokter menyebutnya delayed onset muscle soreness (DOMS). Tipikalnya, dimulai sehari atau dua hari setelah aktivitas, bahkan hingga seminggu. Baca juga : Jangan Sepelekan Influenza Bila otot tiba-tiba berkontraksi dan tidak dapat rileks, inilah nyeri tipe kedua, disebut kram. Biasanya mengenai paha, betis, telapak. Dapat terjadi setiap waktu, bahkan saat tidur sekalipun. Penyebabnya Meski kondisi tubuh oke, aktivitas baru bisa menyebabkan nyeri otot. Contohnya, Anda seorang pelari. Ketika menolong teman menggeser meja yang berat, nyeri pada lengan dan bahu bisa muncul. Para ahli bilang, nyeri merupakan gejala robekan mikroskopik (sangat kecil) pada otot, yang akan membaik selama beberapa hari. Aktivitas yang menuntut otot meregang agak kuat seperti berlari menuruni bukit kerap menyebabkan terjadinya cedera. Sebaliknya, kram otot bukanlah hasil dari cedera, meski tidak ada yang tahu tepatnya kenapa hal ini terjadi. Barangkali akibat tidak seimbangnya mineral-mineral (kalsium, megnesium, potasium, sodium) yang mengatur kontraksi dan rileksasi otot atau karena kurang air. Latihan fisik yang terlalu berat sepanjang hari bisa jadi memunculkan kram pada bertis yang menimbulkan nyeri cukup menyakitkan saat Anda tidur nyenyak di malam hari, seperti juga bila Anda memakai sepatu bersol tinggi atau terlalu sempit. Penanganan Agar kebutuhan mineral menyokong kontraksi otot, asuplah kalsium dan magnesium secara rutin. Kebanyakan orang mendapatkan cukup potasium dan sodium atau natrium dari bahan makanan yang ada. Konsumsi juga vitamin E setiap hari jika Anda cenderung mudah mengalami kram saat berolahraga. Baca juga : Jaga Kesehatan Mulut Untuk Redam Penyakit Para binaragawan acapkali menggunakan suplemen kreatin untuk meningkatkan massa otot. Bahan ini terbukti menolong mengembalikan robekan mikroskopik saat latihan berat atau cedera terjadi. Apalagi yang bisa dilakukan? Banyak minum air sebelum, selama dan setelah olahraga. Lakukan pemanasan dan peregangan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya. Gunakan es bila nyeri makin parah untuk redakan peradangan. Minyak herbal bisa digunakan untuk meringankan nyeri. Campurkan setengah ons minyak netral seperti minyak almon dengan beberapa tetes minyak dari bahan tanaman jahe, lavender, peppermint, dan eucalyptus (minyak kayu putih). Dengan lembut, balurkan ke otot yang nyeri sambil dipijat. Untuk meredakan nyeri di otot betis, tekuk kaki, pegang ujung-ujung jari kaki dan jempol kaki dengan tangan dan dengan lembut tarik ke arah lutut saat Anda duduk dengan kaki selonjor. Pijatlah betis pada saat yang sama untuk merilekskan otot. Meregangkan otot dapat mengurangi risiko nyeri otot. Berdirilah selangkah menghadap dinding. Majukan kaki kanan. Kaki kiri masih dalam posisi luruh. Kedua tangan lurus menahan dinding, lalu tempelkan muka ke dinding. Diam dalam posisi ini selama 15 sampai 20 detik. Ulangi dan ganti kaki kiri yang maju. Atasi dengan herbal ·Herbal seperti bromelain dan kulit kayu pohon wilow putih bisa digunakan. Bila sulit mendapatkannya, Anda bisa memilih obat bebas seperti aspirin atau ibuprofen. Bromelain (sebuah enzim dari buah nanas) memiliki efek antiperadangan bagi otot dan membantu mengurangi mengeringnya cairan otot saat cedera. Biasanya disebut aspirin alami. Kulit kayu wilow putih diperoleh dari kulit kayu bagian dalam pohon wilow putih. Sangat efektif untuk meredakan nyeri. Herbal valerian merupakan obat tidur alami yang berguna bila rasa sakit ini muncul saat tidur. Konsumsi suplemen ini dengan kombinasi yang cocok agar nyeri lenyap. Selain kulit kayu wilow bisa juga dikombinasikan dengan obat bebas.
13-08-2018 17:35
Banyak artikel yang mengatakan jika wanita memiliki risiko lebih tinggi terserang hipertensi dari pada pria. Apa penyebabnya? Peneliti dari Wake Forest Baptis Medical Center menemukan fakta untuk menjawab pertanyaan tersebut yang dipublikasikan dalam Therapeutic Advances in Cardiovascular Disease. Penelitian ini merupakan penelitian yang pertama yang menemukan perbedaan secara signifikan yang menjadi penyebab hipertensi banyak diderita wanita dari pada pria. Carlos Ferrario selaku pimpinan riset mengatakan "Kalangan medis berpikir jika penyebab hipertensi pada pria dan wanita sama, sehingga pengobatan dilakukan berdasarkan anggapan tersebut. Pada studi ini, gender pertama kali dipertimbangkan sebagai elemen yang sangat penting untuk mencari pengobatan anti hipertensi. Banyak hal yang dipertimbangkan seperti kenaikan tekanan darah". Ferrario juga mengatakan jika 20-30 tahun belakangan ini angka kematian pada pria akibat penyakit kardiovaskular menurun. Namun tidak dengan wanita yang justru penyakit kardiovaskular ini menjadi penyakit pembunuh utama pada wanita. Apa yang menyebabkan hasil berbeda antara wanita dan pria padahal mereka dirawat dengan cara yang sama? Para peneliti mengungkapkan perbedaan hasil berkaitan dengan gender dan juga kurangnya pengertian mekanisme bilogi dasar pada pria dan wanita. Studi ini dilakukan pada 100 orang wanita dan pria berusia 53 tahun dan lebih yang menderita hipertensi namun tidak diberikan perawatan dengan baik. Seluruh responden hanya mengalami penyakit akibat darah tinggi. Hasilnya penyakit [embuluh darah sekitar 30-40% lebih banyak diderita oleh wanita dari pada pria. Ada perbedaan fisiologis yang signifikan antara sistem kardiovaskular pria dan wanita. Banyaknya hormon juga turut mengatur tekanan darah dalam tubuh dan berperan meningkatkan risiko penyakit jantung.
07-05-2014 05:30
Kolesterol Tinggi Membahayakan Kesehatan - Sesuatu yang baik itu sesuai takaran. Anggapan itu tentu ada benarnya. Jika takaran kurang akan merepotkan. Pun sebaliknya, jika takaran melebihi batas bisa mencelakai diri sendiri. Begitu pula dengan jumlah kolesterol dalam tubuh, kolesterol yang melebihi batas normal bisa membahayakan. Kondisi dimana kadar kolesterol meningkat dinamai hiperkolesterolemia. Kondisi ini bermula saat jumlah LDL dalam darah meningkat pesat. Jumlah LDL yang meningkat tentu membuat kinerja HDL dalam menawar kelebihan kolesterol di pembuluh darah menjadi tidak maksimal. Akibatnya, timbunan kolesterol akan membentuk plak dalam pembuluh darah. Kondisi ini dinamai atherosklerosis. Atherosklerosis bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit. Baca juga : Cara Alami dan Obat Herbal untuk Mengatasi Keputihan Penyempitan pembuluh darah dibarengi laju darah yang tersumbat sebab gumpalan kolesterol bisa menutupi sebagian pembuluh darah. Aliran darah dan oksigen pun menjadi terganggu. Akibatnya timbul gejala-gejala kekurangan oksigen dalam tubuh seperti sakit kepala dan pegal. Gejala-gejala tersebut belum tentu menandai meningkatnya kadar kolesterol. Bisa jadi itu hanya sakit kepala atau pegal-pegal biasa. Untuk itu, jika suatu saat tiba-tiba Anda merasa pusing, segera periksakan ke dokter. Jangan biarkan gumpalan kolesterol tertimbun lama dalam pembuluh darah sebab bisa menyebabkan Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke. Dua penyakit berbahaya yang rentan menyebabkan kematian. Kolesterol memang telah dicap negatif karena beragam akibat negatif yang ditimbulkannya. Namun demikian, tak selamanya kolesterol berefek negatif bagi tubuh. Dalam menjalankan fungsinya kolesterol juga memiliki fungsi yang dibutuhkan tubuh diantaranya membantu proses pembentukan empedu, membantu produksi vitamin D, membantu melapisi sistem saraf tubuh, dll. Baca juga : Beberapa Pilihan Obat Herbal Mata Minus Setelah mengetahui bahaya yang ditimbulkan, ada baiknya mengenal faktor risiko apa saja yang menyebabkan kolesterol tinggi. Lantas, apa sajakah itu? Simaklah penjelasan berikut. Keturunan. Seseorang terkena kolesterol tinggi bisa disebabkan karena adanya faktor keturunan. Anda juga bisa terkena kolesterol tinggi jika memiliki riwayat keluarga terkena hal yang sama. Mengkonsumsi makanan berlemak tinggi secara berlebihan. Faktor makanan, tak bisa dielakkan lagi, merupakan salah satu faktor penyebab naiknya kolesterol yang cukup berpengaruh. Sebagian besar lemak kadar tinggi berasal dari makanan. Misalnya saja otak babi dan otak sapi, jeroan sapi dan jeroan santan, dan sebagainya. Untuk itu, waspadalah terhadap jenis makanan ini. Kegemukan (obesitas). Jumlah lemak yang terlalu banyak rentan menyebabkan pelbagai penyakit, termasuk kolesterol tinggi. Sekali lagi, waspadalah bagi yang memiliki tubuh gemuk. Kadar gula tinggi. Kolesterol tinggi bisa juga disebabkan kadar gula tinggi (diabetes). Bagi penderita diabetes melitus (kencing manis), tak jarang juga memiliki kadar kolesterol tinggi, bahkan bisa terkena serangan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Umur. Dengan bertambahnya umur, makin tinggi pula risiko terkena penyakit, termasuk kolesterol tinggi. Namun, tidak hanya orang tua saja yang perlu waspada. Apalagi saat ini telah terjadi pergeseran, orang muda juga bisa terkena kolesterol tinggi. Ini bisa disebabkan gaya hidup tak sehat seperti merokok dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. Merokok. Sebatang rokok mengandung zat-zat yang bisa mengakibatkan bertambahnya plak-plak lemak dalam pembuluh darah. Dengan demikian, peluang meningkatnya kadar kolesterol tinggi sebesar lima kali dialami oleh perokok. Kurang aktivitas fisik. Aktivitas gerak yang kurang bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Pada saat bergerak, kalori dan lemak dalam tubuh ikut terbakar. Itu artinya, jika aktivitas gerak kurang, kalori dan lemak hanya akan menumpuk dan mengganggu pembuluh darah.