Waktu Posting : 17-06-2020 14:04 | Dibaca : 1254x
04-07-2024 10:58
Anemia aplastik sebenarnya kelainan darah yang langka. Penyebabnya karena sumsum tulang gagal menghasilakan sel darah. Sehingga tubuh mengalami kurang darah. Namun, kini bisa atasi dengan beberapa cara berikut ini : Transfusi Darah Menjadi langkah paling mudah dan banyak orang melakukannya. Memang tidak berfungsi untuk mengobati, namun bisa meringankan gejala yang dialami. Tetapi transfusi tidak boleh dilakukan secara terus menerus karena bisa muncul komplikasi di kemudian hari. Karena jika zat besi dan sel darah merah sudah menumpuk memicu kerusakan organ penting di tubuh. Imunosupresan Adalah obat yang berguna untuk menekan sistem imun yang merusak sumsum tulang ( https://pafikotasalak.org/) .Pengobatan ini memungkinkan sumsum tulang dapat menghasilkan sel darah yang baru. Umumnya cara ini dilakukan pada penderita kelainan autoimun, dimana seseorang tidak bisa menjalani proses transplantasi sumsum tulang. Transplantasi Sumsum Tulang Bertujuan untuk menyusun kembali sumsum tulang penderita anemia aplastik menggunakan sel induk dari pendonor. Sumsum tulang yang sudah tidak mampu bekerja optimal akan dihancurkan. Kemudian, sel induk pendonor dimasukkan melalui darah. Ini bisa dilakukan antar saudara kandung yang memiliki kecocokan donor. Stimulan Sumsum Tulang Cara ini berbeda dengan metode di atas. Sebab, stimulan sumsum tulang dilakukan dengan memberikan obat kepada penderita untuk dikonsumsi. Kegunaannya agar sumsum tulang bisa kembali memproduksi sel darah yang baru. Jadi, harus dirangsang terlebih dulu dengan obat stimulan sumsum tulang. Pemberian Antibiotik dan Antivirus Jika seseorang terinfeksi virus atau bakteri dalam kondisi ini bisa saja memperparah kondisi penyakitnya. Karena tubuh yang mengalami anemia sedang lemah sehingga penyakit lain bisa saja hinggap. Sehingga tujuan konsumsi antibiotik dan antivirus ini agar tidak terjadi infeksi yang semakin parah. Kekebalan tubuh yang lemah harus segara di atasi agar tubuh tetap bisa mempertahankan kondisinya meskipun sedang mengalami anemia. Nah, inilah beberapa cara yang bisa dilakukan jika ingin menangani anemia aplastik ini. Sangat penting diperhatikan agar tidak merusak kekebalan tubuh, sehingga silakan konsultasi dengan dokter makanan apa saja untuk atasi anemia ini.
03-05-2014 14:19
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar. Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes. Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.
19-06-2014 07:26
Banyak alasan yang dikemukakan orang-orang yang rajin begadang. Mulai dari menyelesaikan pekerjaan kantor, ronda malam, perayaan tahun baru, bahkan menonton pertandingan sepak bola di televisi. Alasan-alasan itu juga yang dijadikan biang kerok ketika esoknya bangun kesiangan. Kebiasaan begadang ini tak jarang membuat kesal orang-orang terdekat yang kerap mengingatkan. Seorang dewasa membutuhkan tidur selama 7-9 jam di malam hari. Waktu tersebut dinilai efektif untuk mengembalikan energi setelah seharian beraktivitas. Namun, bila Anda tidur lebih dari 9 jam juga kurang baik. Kelebihan durasi tidur juga akan membawa masalah kesehatan lainnya. Baca juga : Efek Gila Kerja dan Cara Mengatasinya Jam hidup manusia terbagi atas tiga tahap. Tahap pertama adalah delapan jam bekerja normal, delapan jam nerikutnya untuk kerja ringan, dan delapan jam sisanya untuk istirahat. Tidak ada yang dapat menggantikan jam biologis ini. Apabila waktu tidur di malam hari kurang dari 6 jam, maka akan meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung sekira hampir 50 persen dan stroke sebesar 15 persen. Ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa apabila waktu tidur Anda kurang dari 6 jam, sebanyak 12 persen lebih mungkin meninggal dunia sebelum usia 65 tahun dibandingkan dengan mereka yang tidur 7-8 jam. Salah satu penyebab berkurangnya waktu tidur yang efektif di malam hari, ya begedang. Mungkin Anda tak menyadari begadang dapat mempengaruhi sistem endokrin dan kardiovaskular sebagai pangatur produksi hormon. Begadang juga mengakibatkan gangguan toleransi glukosa dan berkurangnya sensitivitas terhadap insulin. Hal itu dapat menyebabkan diabetes serta tekanan darah tinggi. Dampaklain dari begadang yang paling sederhana adalah Anda akan menjadi bodoh. Saat Anda kurang tidur, maka akan sering sakit kepala, mudah lupa, dan sulit konsentrasi. Ketika kondisi itu menimpa Anda, jangan harap otak Anda akan mudah merekam kejadian lalu menyimpannya dalam bentuk memori. Selain itu, mana bisa Anda menyimpan memori bila untuk konsentrasi saja susah. Baca juga : Tips Hindari Cedera Saat Futsal Hal lainnya, kulit Anda akan tampak kusam. Wajah Anda tidak ada eloknya bila dihiasi garis-garis halus dan lingkaran hitam di bawah mata. Kurang tidur membuat Anda stres dan tubuh tidak memberi kesempatan tubuhnya memperbaiki diri. Begadang juga berakibat fatal pada jantung. Pasalnya, zat pada kolesterol yang berbentuk seperti lilin, tidak terbentuk. Padahal zat ini dibutuhkan untuk membangun dinding sel dan membuat hormon-hormon tertentu. Akibatnya, aliran darah cenderung diendapkan sehingga bisa menyumbat pembuluh darah. Ketika tumpukan ini semakin banyak di pembuluh darah koroner, maka akan menimbulkan serangan jantung. Dan saat menyumbat di otak, akan menjadi stroke. Tak ada yang melarang Anda begadang, namun Anda harus tahu risiko yang akan Anda terima. Jika dikuatkan daftar dampak buruk dari begadang, maka akan ada sebuah daftar yang panjang. Oleh karena itu, pintar-pintarlah mengatur waktu tidur di tengah kesibukan. Apakah Anda termasuk disiplin atau tidak? Coba mulai hitung, berapa jam Anda tidur dalam sehari? Jangan sampai Anda menyia-nyiakan waktu tidur berharga Anda.!