Waktu Posting : 01-07-2014 11:59 | Dibaca : 2809x
15-10-2014 01:03
Obesitas oleh orang awam diidentikan sebagai kelebihan berat badan atau kegemukan. Namun secara medis, Obesitas didefinisikan memiliki kelebihan lemak di dalam tubuh. Obesitas meningkatkan risiko penyakit lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Dokter menggunakan BMI (body mass index) yang di dasarkan pada berat badan dan tinggi badan untuk menentukan apakah anda mengidap obesitas. Obesitas ekstrim atau obesitas parah dikeal dengan istilah obesitas morbid. Merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki BMI di atas 40 atau lebih. Bila Anda masuk dalam kategori obesitas morbid, Anda terancam mengalami gangguan jantung yang serius. Baca juga : 3 Langkah untuk Mencegah Kanker Payudara Rumus untuk menghitung BMI (Body Mass Index) BMI = Berat Badan / (Tinggi Badan * Tinggi Badan) Keterangan : -Satuan Berat Badan adalah Kilogram (kg) -Satuan Tinggi Badan adalah Meter (m) Contoh cara untuk menghitung BMI (Body Mass Index) Berat badan anda adalah 51 kg dan Tinggi Badan anda adalah 1,59 (159 cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI anda ? Baca juga : Kenali 4 Gejala Limfoma Berikut ini BMI = 51 kg / (1,59 x 1,59) BMI = 20 → Normal Untuk menentukan berapa nilai BMI (Body Mass Index) anda, silahkan menggunakan kalkulator BMI. Kemudian bandingkan hasilnya dengan data pada tabel di bawah ini: BMI Status berat badan Dibawah 18,5 Kurang 18,5 – 24,9 Normal 25,5 – 29,5 Kelebihan 30,0 dan lebih tinggi Obesitas
05-10-2014 17:38
Pernahkah Anda mendengar sebuah penyakit bernama ‘limfoma’? Limfoma ialah keganasan pada system limfe. Keganasan ialah perkembangan sel yang tak normal serta terlalu berlebih. Keganasan ini menyerang sel darah putih, yang disebut sisi dari system pertahan tubuh manusia. Apa sajakah tanda-tanda dari limfoma? Mari kita simak satu per satu. 1. Pembesaran kelenjar getah bening Pembesaran kelenjar getah bening adalah pembesaran pada system kelenjar getah bening. Disebabkan perkembangan sel terlalu berlebih jadi sel bakal berkumpul serta membuat tonjolan. Tonjolan ini umumnya bisa teraba di berbagai daerah seperti leher, ketiak atau selangkangan. Baca juga : Turunkan Berat Badan dengan Konsumsi Pisang 2. Demam Demam pula adalah tanda-tanda yang umum didapati pada pasien dengan limfoma. Demam bisa berlangsung disebabkan berbagai hal, salah satunya ada senyawa kimia yang dihasilkan, kematian sel. Pasien bisa mengeluhkan ada demam berkelanjutan yang tak pulih dengan obat penurun panas. Demam yang dihadapi pasien mungkin tak dibarengi ada infeksi pada organ lain, yang makin menguatkan ada limfoma pada pasien. Di bawah ini berbagai tanda-tanda limfoma yang lain : 3. Penurunan berat tubuh Penurunan berat tubuh adalah tanda-tanda khas dari keganasan. Metabolisme pada pasien dengan keganasan bisa bertambah. Hal semacam ini bakal mengakibatkan terjadinya penurunan berat tubuh. Kecuali itu, pasien dengan keganasan dapat pula mengeluh ada penurunan nafsu makan yang selanjutnya mengakibatkan penurunan berat abdan. Baca juga : Body Mass Index Bila tak diakukan dengan baik, penurunan berat tubuh bisa beresiko jelek pada situasi umum pasien. 4. Lemas Lemas adalah tanda-tanda umum yang dikeluhkan oleh pasien dengan keganasan. Tetapi, lemas ialah tanda-tanda yang tak khusus serta bisa didapati pada beragam kelainan yang lain. Jadi untuk menegakkan diagnosis limfoma dibutuhkan kontrol untuk tahu tanda-tanda lain yang ada. Itu ialah empat tanda-tanda yang umum didapati pada pasien dengan limfoma. Tetapi untuk memastikan diagnosis dibutuhkan kontrol fisik yang komplit oleh dokter. Bila Anda mengeluhkan tanda-tanda di atas, coba tanyakan ke dokter paling dekat.
23-06-2014 13:55
Apendisitis atau yang umum di kenal dengan usus buntu adalah satu diantara penyakit yang membutuhkan operasi atau pembedahan selaku langkah penyembuhannya. Rasa sakit yang terkadang hilang bikin orang kerap menyepelekan penyakit ini, namun rasa sakit yang menyerang bakal bikin orang yang merasakannya mengalami kesakitan yang amat merepotkan. Maka, sebaiknya mengenali gejalanya sebelum saat datang rasa sakit yang mengganggu. Apa pemicu serta tanda-tanda dari usus buntu ini? Pasien dinyatakan usus buntu jika berlangsung penyumbatan keseluruhan di bagian lumen apendix. Hal umum yang kerap didapati penyumbatnya ialah biji-bijian seperti biji jambu, tomat atau cabai. Tanda-tanda Usus Buntu Jika Anda kerap alami sakit pada perut, coba periksa apakah sakit perut Anda sama juga dengan tanda-tanda usus buntu di bawah ini : Rasa sakit di bagian pusar serta ulu hati yang terkadang datang serta terkadang hilang. Setelah itu bakal rasakan sakit di bagian abdomen segi kanan berbagai jam sesudah tanda-tanda pertama. Rasa sakit dengan intesitas yang kuat serta juga dibarengi dengan demam pada penderitanya. Suhu tubuh dapat meraih 39 derajat Celcius serta menetap. Rasa sakit di bagian perut pula dibarengi rasa mual serta kembung. Rasa mual pula dapat mengakibatkan pasien muntah jika lambung terisi makanan. Â Baca juga :Â Pijat yang Tepat, Badan Sehat dan Segar Periksa Usus Buntu Untuk meyakinkan apakah beberapa gejala itu adalah indikasi usus buntu, pihak medis umumnya meakukan kontrol penunjang untuk meyakinkan diagnosanya. Kontrol penunjang yang umum dikerjakan ialah dengan USG di bagian abdomen, kontrol photo radiologic, serta kontrol laboratorium serta urine. Pada kontrol urine, penelusuran dikerjakan dengan memperhatikan apakah jumlah leukosit atau eritrosit pada apendiks melebihi batasan normal atau tak. Keunggulan jumlah eristrosit serta leukosit dapat mengindikasikan ada peradangan pada apendiks. Operasi Usus Buntu Pada masalah usus buntu, penyembuhannya dikerjakan dengan jalan operasi. Ada dua jalan operasi usus buntu yang bisa dikerjakan. Pertama, dikatakan dengan Apendiktomi Konvensional serta yang ke-2 dengan jalan Apendiktomi Laparoskopik. Apendiktomi Kovensional dapat dikerjakan pada pasien dengan berat tubuh normal. Sedang jika pasien mempunyai berat tubuh berlebihan atau obesitas, maka pembedahan dikerjakan dengan Apendiktomi Laparoskopik. Proses pembedahan tak dapat dikerjakan dengan cara segera, lantaran ada prasyarat keadaan tubuh pasien sudah membaik. Prasyarat keadaan pasien sebelum saat dikerjakan pembedahan ialah suhu tubuh pasien tak bisa kian lebih 38 derajat Celcius, pembuangan urine normal yakni 1-2 ml/kg tiap-tiap jam serta denyut nadi di bawah 120 kali/menit. Â Baca juga :Â Jagalah Hati Anda dari Hepatitis Usus Buntu pada Anak Usus buntu dapat juga menimpa anak-anak juga bayi. Pada anak serta bayi diagnosa awal susah dikerjakan, kecuali itu bila menimpa pada anak-anak, resikonya jadi semakin besar lantaran semakin muda umur pasien, semakin kemungkinan besar terjadinya komplikasi pada robekan pembedahan. Maka, bakal amat baik mencegah penyakit ini menimpa anak Anda. Dengan tahu tanda-tanda usus buntu dari awal, Anda bakal lebih gampang bertindak secepatnya supaya penyakit usus buntu itu tak berlarut-larut.