Waktu Posting : 10-08-2017 10:14 | Dibaca : 1724x
26-05-2014 07:40
Sudah di ketahui bahwasanya, daya kekuatan intelektual kaum lanjut usia akan makin menyusut bersamaan dengan pertambahan umur. Mereka kerapkali sudah merasakan situasi yang dimaksud dengan demensia (lupa serta mengakibatkan tidak tahu lagi). Situasi ini ketika menyebabkan kita turut prihatin, lantaran beberapa dari mereka yang lanjut usia nyatanya biasanya tidak dapat lagi mencapai beberapa hal yang bernilai bahagia didalam diri dia sendiri maupun didalam keluarganya ; berhubung ada sistem penuaan alamiahnya (aging). Sebut saja tanda-tanda rasa sedih, kerap “cekcok” atau rewel, peka juga jadi pemarah. Mereka yang tengah dalam sistem penuaan tadi disebutkan menjalani situasi yang diberi nama demensia. Jika dilihat dari jumlah populasi, nyatanya kaum lanjut usia yang terhitung dalam kelompok demensia jumlahnya cukup besar. Serta pada tingkat setelah itu, mereka yang menderita demensia ini nyatanya condong punya potensi untuk mengganggu kesejahteraan atau kebahagiaan beberapa anak-anak dan cucu-cucunya. Timbullah satu pemikiran bagaimana kita dapat menolong mereka (kamu lanjut usia yang sudah berusia di atas 70 th.) itu, untuk dapat mendapatkan satu rasa kebahagiaan, baik dalam pergaulan dengan pasangannya maupun dalam keluarganya. Baca juga : Jenis-jenis Makanan yang dapat Menghilangkan Stres Pemikiran untuk membantu mereka : Menurut data ilmiah, kekuatan intelektual pada kaum lanjut usia dengan umur di atas 70 th. itu, bisa ditolong supaya mereka tetap dapat tahu serta mengerti apa makna sejahtera serta bahagia. Tulisan ini diantaranya menyampaikan satu pengalaman klinis dalam usaha menolong sebagian orang lanjut usia yang sudah berumur 70 th. lebih, di mana awal mulanya mereka datang berobat pada penulis lantaran mereka kerap mempunyai situasi hati yang kesal serta kerap bertengkar mulut atau pertikaian dengan pasangannya serta juga punya niat bercerai. Mereka kerap menyampaikan lupa atau mengulang-ngulang persoalan yang sama juga. Beberapa dari lanjut usia menderita tanda-tanda pikun (demensia), karakter yang tidak ingin beralih serta kaku, awal mulanya (tidak ingin untuk beralih keputusannya. Berpendirian bahwasanya pasangannya, dirasakan oleh mereka semacam musuh) ; namun pada tingkat selanjutnya, sesudah bisa dinaikkan potensi kekuatan intelektualnya atau status perbaikannya di bagian demensianya, maka ia lebih dapat mengerti ada nilai rukun serta bahagia. Juga pada mereka yang sudah memiliki cucu, mereka memiliki pendapat bahwasanya mereka akan tambah baik keadaannya bila berpisah dari cucu-cucunya. Situasi ini lantaran mereka sudah menjalani demensia; serta susah untuk tahu atau menangkap satu pengertian yang dia anggap baru juga yang agak sedikit abstrak (contoh : rasa malu apabila dipandang oleh cucunya apabila mereka berkali-klai marah, terlebih tiada argumen yang pasti ; kekuatan pemahaman rasa hati dari orang lain dan kerap menyampaikan bahwasanya ia lupa atau kelupaan). Jadi ada satu kekhasan sendiri juga, di mana penggunaan obat penyakit neurodegeneratif nyatanya benar-benar perlu, untuk mendukung pengobatannya (psikoterapi), di mana mereka dapat tahu – mengerti serta menghayati ada rasa kangen – rukun serta sejahtera dan bahagia. Tulisan ini semacam satu kajian informatif untuk orang kebanyakan; yang diandalkan dapat untuk menambah kwalitas kehidupan individu pada umur lanjut. Baca juga : Khasiat Magis Kulit Manggis Pada akhir tingkatan terapi, nyatanya mereka dapat rukun serta malahan lebih rukun lagi serta terlebih mereka dapat mengecap ada satu rasa kebahagian dalam hati mereka baik dengan cara perseorangan maupun dengan cara keseutuhan dalam keluarga itu. Rasa hati ini dikemukakan oleh pasangan tadi. Ada satu potensi yang sudah di kembangkan atau dibangkitkan. Karena terpikir bahwasanya Nilai Kebahagiaan yang dapat dirasakan serta dihayati oleh mereka, butuh sekali ada satu “terapi” untuk menambah potensi atau daya kekuatan si pasien supaya mereka dapat tahu serta merasai dan menghayati kebahagiaan itu. Pada masalah dengan situasi demensia, terlebih yang telah berat, kekuatan intelektual di dalam diri mereka untuk tahu perihal situasi pribadi mereka atau daya insight, akan menjalani penurunan. Serta sesudah memperoleh obat untuk melakukan perbaikan situasi neurodegeneratif sel otaknya, kemampuannya beralih ke arah yang lebih baik atau bisa disebutkan lebih ke arah menyembuh. Pada kaum lanjut usia yang sudah berusia di atas 70 th akan banyak mulai merasakan demensia. Situasi ini akan dapat membaik atau ke arah menyembuh, yaitu bilamana mengunakan obat untuk menangani demensianya atau obat penyakit neurodegeneratifnya, supaya dapat lebih berproduktif serta dapat sanggup menikmati situasi bahagia. Situasi sejahtera serta bahagia itu benar-benar utama untuk tiap-tiap orang, terlebih untuk mereka yang lanjut usia.
03-05-2014 14:19
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar. Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes. Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.
07-05-2014 05:30
Kolesterol Tinggi Membahayakan Kesehatan - Sesuatu yang baik itu sesuai takaran. Anggapan itu tentu ada benarnya. Jika takaran kurang akan merepotkan. Pun sebaliknya, jika takaran melebihi batas bisa mencelakai diri sendiri. Begitu pula dengan jumlah kolesterol dalam tubuh, kolesterol yang melebihi batas normal bisa membahayakan. Kondisi dimana kadar kolesterol meningkat dinamai hiperkolesterolemia. Kondisi ini bermula saat jumlah LDL dalam darah meningkat pesat. Jumlah LDL yang meningkat tentu membuat kinerja HDL dalam menawar kelebihan kolesterol di pembuluh darah menjadi tidak maksimal. Akibatnya, timbunan kolesterol akan membentuk plak dalam pembuluh darah. Kondisi ini dinamai atherosklerosis. Atherosklerosis bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit. Baca juga : Cara Alami dan Obat Herbal untuk Mengatasi Keputihan Penyempitan pembuluh darah dibarengi laju darah yang tersumbat sebab gumpalan kolesterol bisa menutupi sebagian pembuluh darah. Aliran darah dan oksigen pun menjadi terganggu. Akibatnya timbul gejala-gejala kekurangan oksigen dalam tubuh seperti sakit kepala dan pegal. Gejala-gejala tersebut belum tentu menandai meningkatnya kadar kolesterol. Bisa jadi itu hanya sakit kepala atau pegal-pegal biasa. Untuk itu, jika suatu saat tiba-tiba Anda merasa pusing, segera periksakan ke dokter. Jangan biarkan gumpalan kolesterol tertimbun lama dalam pembuluh darah sebab bisa menyebabkan Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke. Dua penyakit berbahaya yang rentan menyebabkan kematian. Kolesterol memang telah dicap negatif karena beragam akibat negatif yang ditimbulkannya. Namun demikian, tak selamanya kolesterol berefek negatif bagi tubuh. Dalam menjalankan fungsinya kolesterol juga memiliki fungsi yang dibutuhkan tubuh diantaranya membantu proses pembentukan empedu, membantu produksi vitamin D, membantu melapisi sistem saraf tubuh, dll. Baca juga : Beberapa Pilihan Obat Herbal Mata Minus Setelah mengetahui bahaya yang ditimbulkan, ada baiknya mengenal faktor risiko apa saja yang menyebabkan kolesterol tinggi. Lantas, apa sajakah itu? Simaklah penjelasan berikut. Keturunan. Seseorang terkena kolesterol tinggi bisa disebabkan karena adanya faktor keturunan. Anda juga bisa terkena kolesterol tinggi jika memiliki riwayat keluarga terkena hal yang sama. Mengkonsumsi makanan berlemak tinggi secara berlebihan. Faktor makanan, tak bisa dielakkan lagi, merupakan salah satu faktor penyebab naiknya kolesterol yang cukup berpengaruh. Sebagian besar lemak kadar tinggi berasal dari makanan. Misalnya saja otak babi dan otak sapi, jeroan sapi dan jeroan santan, dan sebagainya. Untuk itu, waspadalah terhadap jenis makanan ini. Kegemukan (obesitas). Jumlah lemak yang terlalu banyak rentan menyebabkan pelbagai penyakit, termasuk kolesterol tinggi. Sekali lagi, waspadalah bagi yang memiliki tubuh gemuk. Kadar gula tinggi. Kolesterol tinggi bisa juga disebabkan kadar gula tinggi (diabetes). Bagi penderita diabetes melitus (kencing manis), tak jarang juga memiliki kadar kolesterol tinggi, bahkan bisa terkena serangan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Umur. Dengan bertambahnya umur, makin tinggi pula risiko terkena penyakit, termasuk kolesterol tinggi. Namun, tidak hanya orang tua saja yang perlu waspada. Apalagi saat ini telah terjadi pergeseran, orang muda juga bisa terkena kolesterol tinggi. Ini bisa disebabkan gaya hidup tak sehat seperti merokok dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. Merokok. Sebatang rokok mengandung zat-zat yang bisa mengakibatkan bertambahnya plak-plak lemak dalam pembuluh darah. Dengan demikian, peluang meningkatnya kadar kolesterol tinggi sebesar lima kali dialami oleh perokok. Kurang aktivitas fisik. Aktivitas gerak yang kurang bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Pada saat bergerak, kalori dan lemak dalam tubuh ikut terbakar. Itu artinya, jika aktivitas gerak kurang, kalori dan lemak hanya akan menumpuk dan mengganggu pembuluh darah.