Waktu Posting : 29-08-2022 05:33 | Dibaca : 750x
Inkontinensia urine merupakan kondisi hilangnya kontrol kandung kemih. Kondisi ini umum terjadi dan sering kali membuat pengidapnya merasa malu. Tingkat keparahannya berkisar dari sering buang air kecil saat batuk atau bersin, hingga keinginan untuk buang air kecil yang begitu tiba-tiba dan kuat. Alhasil, pengidapnya tidak bisa ke toilet tepat waktu.
Meskipun sering terjadi seiring bertambahnya usia, inkontinensia urine bukanlah konsekuensi penuaan yang tidak terhindarkan. Jika inkontinensia urine mempengaruhi aktivitas sehari-hari, maka jangan ragu untuk mengunjungi dokter. Biasanya, penyesuaian gaya hidup dan perubahan pola makan atau bahkan perawatan medis tertentu dapat mengobati gejala inkontinensia urine.
Inkontinensia urine bisa disebabkan oleh kondisi yang terkait saluran kemih bagian bawah maupun kondisi yang tidak terkait saluran kemih bagian bawah. Jika terkait saluran kemih bagian bawah, kondisi ini lebih diakibatkan karena aktivitas otot dinding kandung kemih yang berlebihan. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh penyakit saraf, sumbatan di saluran kemih, batu di kandung kemih atau pun kanker kandung kemih. Namun, inkontinensia urine juga dapat terjadi meski saluran kemih normal. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada lanjut usia dan terkait dengan kondisi mobilitas juga kognitif.
Penyebab inkontinensia sementara atau jangka pendek dapat mencakup :
Infeksi di dalam saluran kemih (uretra, ureter, kandung kemih dan ginjal) dapat menyebabkan rasa sakit dan meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil
Selama kehamilan, rahim memberi tekanan ekstra pada kandung kemih saat mengembang. Sebagian besar wanita yang mengalami inkontinensia selama kehamilan menyadari bahwa inkontinensia akan hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan.
Inkontinensia dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu, termasuk diuretik dan antidepresan.
Mengonsumsi minuman tertentu, seperti kopi dan alkohol, dapat membuat seseorang perlu buang air kecil lebih sering. Jika kamu berhenti mengonsumsi minuman ini, kebutuhan untuk sering buang air kecil pun akan menurun.
Sembelit kronis (tinja yang keras dan kering) dapat menyebabkan seseorang memiliki masalah kontrol kandung kemih.
Sementara itu, penyebab inkontinensia kronis atau jangka panjang dapat meliputi:
Ketika seseorang memiliki masalah dengan otot-otot dasar panggul, maka dapat memengaruhi fungsi organ, termasuk kandung kemih.
Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah dengan kontrol otot. Hal ini mencakup otot-otot yang mengontrol sistem kemih.
Ketika mengidap diabetes, tubuh memproduksi lebih banyak urine. Peningkatan jumlah urine dapat menyebabkan masalah kebocoran. Selain itu, neuropati perifer dapat mempengaruhi fungsi kandung kemih.
Ketika tubuh wanita mengalami perubahan kadar hormon dengan cepat, otot-otot dasar panggul juga bisa menjadi lebih lemah. Hal ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia.
Jika seseorang mengidap kondisi ini, mungkin akan mengalami kehilangan kontrol dengan kandung kemih, yang menyebabkan masalah kebocoran.
Ketika prostat lebih besar dari biasanya, dapat menyebabkan beberapa masalah kontrol kandung kemih. Kondisi ini juga disebut sebagai benign prostatic hyperplasia.
Selama operasi kanker prostat, otot sfingter terkadang dapat rusak yang menyebabkan inkontinensia stres.
Berdasarkan jenisnya, berikut adalah beberapa gejala infeksi saluran kencing yang bisa terjadi:
Urine bocor keluar di saat terjadi tekanan di kandung kemih, misalnya saat batuk, bersin, atau tertawa.
Pengidap memiliki keinginan yang kuat untuk tiba-tiba buang air kecil diikuti dengan keluarnya urine yang tidak sengaja (mengompol). Pengidap bisa buang air kecil hingga lebih dari 8 kali dalam sehari, termasuk di malam hari.
Pengidap sering mengompol dalam jumlah urine yang sedikit-sedikit karena kandung kemih tidak sepenuhnya kosong.
Inkontinensia urine di antaranya dapat dicegah dengan:
Jika gejala inkontinensia urine sudah mengganggu kehidupan sosial atau menyebabkan ketidaknyamanan (rasa sakit, demam, iritasi kulit karena air kencing), segera periksa ke dokter untuk dapat ditangani dengan tepat.
23-02-2016 06:17
Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sebagai pelindung tubuh pakaian juga dapat mempercantik penampilan pemakainya. Pakaian meliputi baju (sebagai atasan) dan celana (sebagai bawahan). Celana merupakan salah satu jenis pakaian yang berfungsi menutup pinggang sampai mata kaki atau hanya menutup hingga lutut atau paha. Seiring perkembangan zaman, dunia fashion pun juga mengalami perkembangan. Banyak model pakaian bermunculan, perkembangan model pun mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Munculnya beragam model tersebut menjadi salah satu usaha yang dilakukan oleh para desainer dalam memberikan penampilan yang semakin menarik untuk masyarakat. Beberapa pakaian pun kemudian menjadi trend dan digandrungi oleh sebagian besar masyarakat, salah satunya adalah celana ketat (legging) atau pun jins ketat. Baca juga : Apakah LGBT Itu Penyakit atau Bukan? Celana ketat (legging) adalah celana yang di desain sesuai bentuk tubuh pemakainya atau disebut dengan press body. Beberapa wanita beranggapan bahwa menggunakan celana ketat jauh lebih nyaman dibandingkan memakai rok. Bukan hanya wanita ternyata model celana ketat juga digandrungi oleh kaum lelaki. Akan tetapi, jika dilihat dengan jeli penggunaan celana ketat terutama yang berbahan jins, sebenarnya justru mempersulit penggunanya dalam mengenakan serta melepasnya. Selain itu, ternyata celana ketat juga memiliki bahaya lain bagi kesehatan. Apa saja bahayanya, mari kita simak penjelasannya di bawah ini. Bahaya Menggunakan Celana Ketat (Legging) Sirkulasi darah tidak lancar dan menimbulkan penyumbatan. Menggunakan celana ketat (legging) dapat menimbulkan sirkulasi darah jadi terhambat dan terjadi penyumbatan. Hal tersebut karena pembuluh darah kuhususnya di bagian selangkangan, paha serta organ disekitarnya mengalami penekanan. Sirkulasi yang terhambat pada bagian kaki tersebut biasanya disebut dengan varises. Akibat yang ditimbulkan antara lain, darah yang membeku serta dapat menimbulkan pembengkakan. Menjadi pemicu terjadinya kemandulan. Pada wanita, penggunaan celana ketat (legging) dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan gangguan reproduksi hingga mengalami kemandulan. Hal tersebut dapat terjadi karena tumbuhnya jamur di sekitar organ intim atau organ reproduksi yang kemudian berpengaruh pada prooduktivitas sel telur yang menyebabkan terjadinya kemandulan. Bukan hanya itu saja, pada beberapa kasus juga terjadi gatal-gatal, flek serta keputihan, hingga terjadi iritasi pada area vagina. Mengalami masalah pada saraf. Penggunaan celana ketat dalam jangka waktu yang lama atau panjang, akan menyebabkan penyakit neuritis. Penyakit neuritis tersebut berasal dari saraf pada bagian paha luar atau disebut dengan sindrom Bernhardt, tidak jarang pemakai celana ketat juga mengalami nyeri hingga kesemutan bahkan mati rasa. Beberapa ahli di bidang kesehatan telah berulang kali memberikan peringatan khususnya pada wanita mengenai bahaya pemakaian celana ketat. Karena wanita jauh lebih rentan mengalami gangguan saraf. Akan tetapi, jika peringatan tersebut diabaikan, maka hal buruk yang mungkin terjadi adalah deformasi kerusakan saraf dan tubuh. Merusak kulit. Menggunakan celana ketat yang press body tentu akan menyebabkan kulit pemakainya jadi lebih sering bergesekan dengan celana yang digunakan. Hal tersebut membuat kulit akan mengalami masalah kerusakan hingga masalah serius seperti infeksi kulit dan muncul ruam-ruam pada kulit. Biasanya infeksi tersebut muncul di sekitar paha, apalagi jika bahan celana terbuat dari bahan yang kasar. Infeksi saluran kemih. Diungkapkan oleh dr. Hilarry Jones dari TENA Brand Ambassador bahwa menggunakan celana ketat dalam jangka panjang akan menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika hal tersebut terjadi, maka kandung kemih menjadi terlalu aktif atau mengalami kelemaham. Pada pria, banyak kasus yang terjadi seperti testis yang rentan terkilir. Menimbulkan iritasi dan jamur. Penggunaan celana ketat, khususnya di Indonesia yang memiliki iklim tropis akan menimbulkan iritasi, menyebabkan kelembaban, dan muncul jamur. Keringat yang terlalu banyak tersebut menjadikan jamur lebih mudah berkembang. Hal yang biasanya akan terjadi adalah gatal-gatal pada kulit. Jamur yang biasanya muncul diantaranya, jamur kurap dengan gejala gatal serta muncul benjolan merah, jamur kandida dengan gejala gatal dan basah, serta jamur panu dengan gejala timbul bercak berwarna putih dan coklat. Meninggalkan bekas hitam. Pada awalnya mungkin pengguna celana ketat akan merasakan radang ringan. Akan tetapi, jika proses tersebut terjadi dalam jangka waktu lama, maka akan muncul bercak hitam di daerah pangkal paha. Bercak hitam tersebut akan hilang dengan sendirinya jika telah berhenti memakai celana ketat. Namun bekas hitam tersebut tidak akan mudah dihilangkan, memerlukan waktu yang cukup lama. Menurunkan produksi sperma. Untuk para pria, menggunakan celana ketat dalam jangka waktu yang panjang berakibat pada produksi sperma. Produksi sperma akan menurun, seharusnya produksi sperma pada saat-saat normal adalah sekitar 60 juta per mililiter, karena menggunakan celana ketat sehingga menurunkan produksi sperma menjadi kurang lebih 20 juta per mililiter (jika menggunakan celana ketat secara rutin dan lama). Menyebabkan penyakit paresthesia. Penyakit Paresthesia merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya merasa kesemutan dan merasa kepanasan hingga seperti merasa terbakar. Hal tersebut karena aliran darah yang tidak lancar sebagai salah satu akibat buruk dari penggunaan celana ketat. Penyakit ini biasanya menyerang bagian pinggul dan paha. Mengganggu kerja usus. Menurut seorang internis yang berasal dari Stamford Connecticut dr. Octaviano Bessa, mengungkapkan penggunaan celana ketat dapat mengganggu atau menimbulkan hambatan pada mobilitas usus. Hal tersebut menimbulkan rasa sakit pada bagian perut setelah dua hingga tiga jam setelah makan serta merasakan rasa tidak nyaman. Sesak nafas. Ternyata pemakaian celana ketat juga dapat menimbulkan sesak nafas, hal tersebut karena sirkulasi darah yang terhambat atau tidak berjalan lancar. Akibat paling parah dari sesak nafas ialah mengalami pingsan atau tidak sadarkan diri. Menyusahkan diri sendiri. Hal tersebut karena memakai dan melepas celana ketat sangat menyusahkan penggunanya. Berkeringat pada bagian paha dan sekitarnya dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pemakainya, serta menimbulkan beberapa penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas. Baca juga : Tips Keramas Benar dan Sehat Bahaya Menggunakan Jins Ketat Menurut ahli bedah Keren Boylem dari Greator Bltimore Medical Center (USA), penggunaan jins ketat dapat memicu penyakit meralgia paresthetica. Penyakit tersebut merupakan suatu kondisi dimana sesuatu (dalam hal ini celana jins ketat) mermas saraf yang melewati paha luar serta mengakibatkan rasa terbakar, kesemutan dan mati rasa. Pemakaian jins ketat tersebut diyakini oleh ahli bedah dapat menimbulkan tekanan yang konstan pada saraf. Hal tersebut disebut dengan sindrom kesemutan paha. Pada wanita penyakit tersebut lebih rentan. Pengguna celana jins ketat akan mengalami rasa geli yang tidak biasa, yang diarasakan turun naik pada sepanjang paha. Semua itu merupakan gejala kerusakan pada saraf. Tekanan pada saraf secara intens dan berulang dapat mengakibatkan kerusakan saraf permanen. Beberapa akibat di atas dapat disimpulkan bahwa pemakaian celana ketat (legging) maupun jins ketat dapat terjadi pada pria dan wanita. Setelah mengetahui beberapa akibat yang ditimbulkan karena pemakaian celana ketat (legging) atau pun celana jins ketat, apakah Anda masih ingin terus menggunakannya? Celana ketat (legging) maupun jins ketat memang salah satu jenis pakaian bagian bawah yang sedang trend serta digandrungi banyak orang. Akan tetapi, kita harus tetap memperhatikan keamanan serata kenyamanannya. Jadi, sebaiknya pilihlah pakaian yang tetap mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta kesehatan.
24-06-2014 18:36
Kandung empedu ialah organ kecil yang terdapat dibawah hati. Kandung empedu bertanggungjawab untuk membuat cairan pencernaan yang diekskresikan ke dalam usus. Terdapat beberapa unsur yang berperan pada terjadinya batu empedu, umpamanya kisah keluarga, gaya hidup, serta jenis kelamin. Menurut National Digestive Disease Information Clearinghouse, wanita mempunyai resiko 2 x semakin banyak alami batu empedu dari pria. Terdapat beberapa upaya untuk mencegah terjadinya batu empedu, umpamanya dengan melakukan pengubahan diet serta gaya hidup. Inilah 5 panduan untuk mencegah dan menjauhi terjadinya batu empedu : 1. Batasi Jumlah Konsumsi Lemak Membatasi jumlah konsumsi lemak dalam diet tiap hari bisa kurangi resiko terjadinya batu empedu. Makanan yang tinggi dengan lemak jenuh, seperti daging merah serta mentega, dapat mengakibatkan terjadinya batu empedu. Baca juga : Tips Sehat Berpuasa Ramadhan Membatasi konsumsi lemak jenuh, atau berpindah ke lemak tidak jenuh tunggal, seperti minyak zaitun atau asam lemak omega-3, bakal menurunkan resiko terkena batu empedu. 2. Menjaga Berat Tubuh Sehat Berat tubuh yang berlebihan atau obesitas bakal mempertinggi resiko terjadinya batu empedu. Olahraga dengan cara teratur serta menjaga diet sehat yang seimbang mesti jadi sisi integral dari gaya hidup sehat. Melakukan olahraga paling sedikit selama 30 menit tiap-tiap hari bisa menolong kurangi kemungkinan terjadinya batu empedu. Konsumsi semakin banyak buah serta sayuran hijau pula utama untuk menghindar terjadinya batu empedu. 3. Jauhi Diet Ketat atau Penurunan Berat Tubuh dengan Cepat Bila Anda hendak menurunkan berat tubuh, tak disarankan untuk melakukan penurunan berat tubuh dengan cepat atau melakukan diet ketat. Hal semacam ini dikarenakan lantaran kehilangan berat tubuh dengan cepat bisa mengakibatkan pembentukan batu empedu. Menurut Mayo Clinic, penurunan berat tubuh yang sehat ialah seputar 1 kg dalam satu minggu. Kehilangan berat tubuh melebihi 1 kg dalam satu minggu, kecuali tak sehat pula bisa menyebabkan kenaikan berat tubuh dengan cepat pula. Olahraga moderat seperti jalan kaki serta berenang ialah latihan yang baik untuk menurunkan berat tubuh dengan cara bertahap. Baca juga : Memaafkan Bisa Buat Tubuh Makin Sehat 4. Alkohol serta Kopi Konsumsi alkohol dalam jumlah yang moderat bisa kurangi resiko terjadinya batu empedu. Dinilai jumlah moderat, bila Anda mengkonsumsi minumam mengandung alkohol optimal 2 gelas dalam satu hari. Menurut The New York Times Health Guide, bila wanita mimum 1 oz alkohol dalam satu hari, maka bisa kurangi resiko terjadinya batu empedu sampai 20 %. Minum kopi pula bisa menurunkan resiko terjadinya batu empedu. Kafein yang terdapat dalam kopi bisa berperan pada kontraksi kandung empedu yang bisa kurangi produksi pembentukan batu empedu. Tetapi, kafein yang terdapat dalam minuman bersoda serta teh belum dapat dibuktikan dapat menolong menghindar terjadinya batu empedu. 5. Aksi Pencegahan Lainnya Diet tinggi serat bisa menghindar batu empedu. Konsumsi kacang-kacangan seperti kacang tanah, almond, serta kenari amat baik untuk menghindar tejadinya batu empedu. Aksi pencegahan batu empedu yang lain ialah dengan menurunkan konsumsi gula serta karbohidrat. Makan dengan cara teratur serta tak melupakan saat makan pun perlu dalam pencegahan batu empedu
23-05-2014 16:32
Puasa merupakan salah satu kewajiban yang dimiliki oleh umat islam saat bulan ramadhan datang. Selain itu bagi umat islam juga mengenal adanya puasa sunnah seperti puasa senin kamis dan sebagainya. Jika ditinjau dari segi agama maka puasa ini dapat diartikan sebagai sebuah cara untuk meningkatkan keimanan seseorang kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Namun jika kita meninjau lebih jauh, terutama dari segi kesehatan maka kita akan menemukan banyak hal menarik. Termasuk di antaranya adalah manfaat melakukan puasa bagi kesehatan tubuh kita. Dan karena itulah maka di sini saya merangkum berbagai macam manfaat yang dapat anda peroleh ketika menjalankan ibadah puasa, sebagai berikut : 1. Manfaat kesehatan pertama yang diperoleh oleh orang yang sedang berpuasa adalah tidak terjadinya pengasaman darah. Hal ini terjadi karena asam amino teroksidasi dengan pelan serta zat keton tidak meningkat pada orang yang sedang berpuasa. 2. Puasa ini sangat jelas berbeda dengan kelaparan. Seseorang yang kelaparan dapat berpengaruh buruk pada kesehatannya. Sedangkan puasa justru memiliki manfaat yang baik bagi tubuh karena meski menahan lapar dan haus, kebutuhan akan energi tetap dapat tercukupi saat sahur da berbuka puasa. Selain itu orang yang berpuasa juga dapat membantu proses peremajaan sel yang terdapat dalam tubuhnya. [Baca juga : Kenali Insomnia ] 3. Puasa dapat menjadi sebuah alternatif diet yang sehat pada seseorang yang mengalami kelebihan berat badan. Ya dengan berpuasa maka kadar glukosa yang terdapat di dalam tubuh akan berkurang dan salah satunya juga berdampak pada penurunan berat badan pada diri seseorang yang berpuasa dalam waktu tertentu, semisal dalam puasa ramadhan. 4. Puasa ternyata juga dapat menyebabkan jantung seseorang menjadi lebih sehat. Penurunan kadar LDL pada seseorang akan membuah jantung terasa lebih sehat. Selain itu juga pembuluh darah yang akan semakin baik. 5. Bermanfaat bagi ginjal. Orang yang berpuasa akan menahan lapar dan haus pada kurun waktu tertentu. Nah karena tidak minum dari sahur hingga buka inilah yang mengakibatkan konsentrasi urin pada diri seseorang akan semakin baik. Sehingga jika hal ini dibiasakan maka kesehatan organ ginjal seseorang pun akan semakin terjaga. 6. Penurunan pengeluaran hormon pada diri seseorang. Orang yang berpuasa akan mengalami penurunan pengeluaran hormon seperti insulin. Dan berdasarkan penelitian hal ini menyebabkan seseorang dapat hidup lebih lama karena resiko penyakit yang cenderung menurun. [Baca juga : Gejala dan Pengobatan Secara Herbal untuk Penyakit Rematik ] 7. Puasa juga berpengaruh pada pembentukan sel sperma pada seorang laki-laki. Dalam kata lain orang laki-laki yang berpuasa, memiliki produksi sperma yang relatif baik. 8. Seorang yang berpuasa akan berusaha sekuat tenaganya untuk selalu sabar. Dan hal ini secara tidak langsung telah amat berpengaruh pada kondisi psikososial diri seseorang terhadap Sang Maha Pencipta, maupun dalam hubungannya dengan manusia yang lainnya. 9. Seorang yang tengah berpuasa relatif dalam kondisi yang tenang. Sehingga hal ini mengakibatkan mereka pada keadaan Diana adrenalin relatif menurun. Hal ini sangat baik, karena secara tidak langsung telah menurunkan resiko bagi seseorang untuk terkena berbagai macam penyakit yang cukup berbahaya semisal hipertensi, stroke hingga penyakit jantung. 10. Bagi anda yang sering kali mengalami encok atau peradangan sendi maka puasa adalah salah satu hal yang baik untuk anda lakukan. Hal ini karena dalam penelitian yang dilakukan oleh para ahli telah disebutkan bahwa ada hubungan yang baik antara puasa dengan perbaikan peradangan sendi yang dialami oleh seseorang. Demikianlah apa yang dapat saya sajikan pada ulasan ini. Semoga beberapa ulasan di atas dapat memberikan banyak manfaatnya bagi anda sekalian.