Pencegahan dan Pengobatan HIV/AIDS

Additional Image

Waktu Posting : 28-04-2014 21:50 | Dibaca : 6184x

Pencegahan dan Pengobatan HIV/AIDS  - Respon internasional terhadap penyakit HIV/AIDS ini cukup besar yang dibuktikan dengan program penurunan penyakit seksual ini dalam bentuk program kesehatan WHO yaitu MDG’S 2015 (Millenium Development Government’s 2015). Program ini secara langsung ditujukan untuk mengurangi kesakitan serta kematian akibat penyakit HIV/AIDS. Selain itu, juga diberikan pengarahan terhadap orang – orang disekitar penderita untuk tidak menjauhi serta mengucilkan penderita penyakit HIV/AIDS karena penyakit ini tidak mampu menular hanya dengan sentuhan fisik biasa. Pengarahan yang dilakukan ini tentunya menjadi poin penting para petugas kesehatan untuk mampu memberitahukan kepada masyarakat tentang penyebab penyakit HIV/AIDS, cara penularan penyakit HIV/AIDS, pencegahan penyakit HIV/AIDS serta melakukan pengobatan penyakit HIV/AIDS. Selengkapnya mengenai penyakit HIV/AIDS ini mungkin dapat anda lihat dalam ulasan berikut ini, yaitu :

Baca juga : Rahasia Sembuhkan Marasmus Anak  

Apa itu penyakit HIV/AIDS?

       Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang terjadi akibat hubungan seksual yang tidak sehat. HIV merupakan jenis virus yang menyebabkan penyakit seksual satu ini. Sedangkan untuk penyakit yang diderita oleh kalangan ODHA( orang dengan HIV/AIDS) ini dinamakan dengan AIDS ( Acquired Immune deficiency Syndrome).  Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa HIV merupakan jenis virusnya sedangkan penyakit seksual ini dinamakan dengan AIDS. Mungkin kedua pengertian ini banyak disalah artikan oleh masyarakat sehingga dengan artikel ini anda dapat memahami dengan mudah mengenai kedua kata ini yang sebenarnya memiliki definisi yang berbeda.

Apa penyebab penyakit seksual ini?

Penyakit seksual yang mematikan serta tidak dapat disembuhkan ini disebabkan oleh beberapa perilaku yang tidak sehat. Diantara beberapa perilaku yang tidak sehat ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini :

1.      Melakukan hubungan seksual yang berganti – ganti pasangan tanpa menggunakan alat pengaman seperti kondom.

2.      Melakukan hubungan seksual yang menyimpang melalui oral maupun anus.

3.      Melakukan injeksi jarum suntik secara bergantian. Hal ini sebenarnya banyak dialami para ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS ) yang melakukan konsumsi narkoba suntik. Oleh sebab itu, anda perlu berhati – hati terhadap penggunaan jarum suntik dengan memastikan terlebih dahulu sterilitas jarum suntik. 

Bagaimana cara penularan penyakit ini?

Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang biasa dikenal dengan penyakit menular seksual yang memiliki masa inkubasi paling lama. Masa inkubasi dalam rentang yang lama ini dikaitkan dengan sistem kerja virus yang memang menyerang sel CD4 yang berperan penting dalam ketahanan atau kekebalam tubuh individu, sehingga apabila virus ini sudah masuk dalam tubuh anda maka anda akan mudah terserang beberapa bibit penyakit lainnya. Untuk itu, anda perlu melakukan pencegahan penularan virus ini. Sebelum melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS maka anda perlu mengetahui terlebih dahulu cara penularan virus ini. HIV bisa menular melalui :

Baca juga : Tips Mengatasi Asam Urat dengan Aman dan Nyaman  

a.       Cairan seksual

Dalam berhubungan intim sebaiknya anda tidak melakukannya dengan banyak orang karena kesehatan organ reproduksi seseorang itu tidak bisa dipastikan secara langsung.  Jika anda melakukan hubungan seksual dengan ODHA tanpa alat pengaman maka secara langsung cairan seksual tersebut menular pada anda.

b.      Injeksi narkoba suntikan

Cairan suntikan yang digunakan secara bergantian ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit HIV/AIDS dikarenakan HIV bisa menular melalui darah sehingga ketika anda melakukan injeksi secara langsung dan bergantian maka tentunya anda akan berisiko untuk tertular penyakit satu ini.

c.       Melalui cairan darah

Cairan darah ODHA merupakan perantara yang pasti menyebabkan terjadi penyakit HIV/AIDS. Untuk itu, anda yang sedang ingin melakukan transfuse darah perlu berhati – hati dalam menggunakan darah orang lain tersebut.

Bagaimanakah cara pencegahan penyakit HIV/AIDS?

Untuk mencegah terjadinya angka kesakitan penyakit HIV/AIDS yang meningkat maka anda perlu melakukan beberapa langkah pencegahan diantaranya yaitu

1.      Pastikan anda dan pasangan anda hanya melakukan hubungan seksual dengan satu orang saja atau tidak berganti – ganti pasangan.

2.      Melakukan hubungan seksual yang wajar dengan menghindari seksual melalui oral maupun anus.

3.      Melakukan injeksi suntikan yang steril dan tidak berganti – ganti.

4.      Mendekatkan diri kepada sang khalik untuk mempertebal iman.

5.      Melakukan transfuse darah yang memang sudah di screening dari HIV.

Bagaimana cara pengobatan penyakit HIV/AIDS?

1.      Dengan melakukan VCT atau tes HIV/AIDS secara dini

2.      Melakukan konsumsi ARV untuk mengembalikan efektivitas trombosit anda

3.      Melakukan hubungan seksual yang aman dengan memakai kondom

4.      Tidak melakukan injeksi suntikan secara bergantian dengan orang lain

5.      Melakukan pengobatan serta konsultasi tentang penyakit HIV/AIDS yang teratur dengan petugas kesehatan


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Cara Mudah Jaga Kebersihan Pori-Pori Wajah agar Terhindar dari Komedo

29-08-2022 04:09

Komedo memang masalah kulit yang cukup menyebalkan. Komedo ini membuat tampilan kulit wajah tampak kasar dan membuat pori-pori wajah semakin terlihat besar. Buat sahabat fimela yang sedang struggle dengan masalah kulit wajah yang satu ini dan bertanya-tanya bagaimana cara mengatasinya, jawabanya simpel, yaitu dengan cara menjaga kebersihan pori-pori wajahmu. Menjaga kebersihan pori-pori wajah sama dengan mencegah munculnya komedo di wajah. Komedo muncul karena kotoran bercampur dengan minyak, keringat, dan juga sel-sel kulit mati di wajah yang menumpuk menjadi satu dan menyumbat pori-pori. Maka dari itu menjaga kebersihan pori-pori wajah merupakan cara efektif untuk mengatasi dan juga mencegah timbulnya komedo. Nah, bagaimana sih cara untuk menjaga kebersihan pori-pori wajah agar terhindar dari komedo? Yuk cari jawabannya di bawah ini 1. Jangan terlalu sering menyentuh wajahmu Kebiasaan sering menyentuh kulit wajah dengan tangan dapat menyebabkan munculnya komedo. Hal ini dikarenakan tangan yang kotor yang terdapat banyak kuman dan bakteri akan bercampur dengan minyak dan keringat yang ada di wajah akan menumpuk dan menyumbat pori-pori. Maka dari itu sebisa mungkin untuk tidak sering-sering menyentuh wajah ketika tangan kotor. 2. Double cleansing setiap hari. Untuk menjaga kebersihan pori-pori wajah, double cleansing wajib banget kamu lakukan setiap hari. Double cleansing adalah metode membersihkan wajah sebanyak dua kali. Sebelum kamu menggunakan facial wash kamu bisa menggunakan cleansing oil, cleansing balm, milk cleanser, ataupun micellar water untuk membersihkan wajahmu. Metode ini dilakukan agar debu, sisa makeup, minyak, dan keringat yang menempel di wajahmu dapat dibersihkan secara menyeluruh. Cara ini untuk mencegah agar debu, sisa makeup, minyak, dan keringat yang menempel di wajah tidak menyumbat pori-pori wajahmu dan menyebabkan timbulnya komedo. 3. Memakai Chemical Exfoliation Kamu bisa memasukkan chemical exfoliation ke dalam rangkaian skincaremu. Kamu bisa menggunakan exfoliating toner atau exfoliating serum. Chemichal exfoliation ini biasanya mengandung AHA, BHA, atau PHA untuk mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di kulit wajah yang dapat menyebabkan pori-pori wajahmu tersumbat. Pemakaian chemical exfoliation ini dilakukan tergantung pada jenis eksfoliator yang terkandung di dalamnya. Beberapa jenis eksfoliator jauh lebih keras dibanding jenis eksfoliator lainnya sehingga perlu menyesuaikan juga dengan kesensitifan dan kebutuhan kulitmu. 4. Melakukan deep cleansing dengan memakai clay mask Agar pori-porimu tetap bersih kamu bisa melakukan deep cleansing dengan memakai clay mask. Deep cleansing dengan menggunakan clay mask ini dapat menyerap kotoran dan minyak yang ada diwajah hingga ke dalam pori-porimu yang menyebabkan munculnya komedo. Kamu bisa memakai clay mask sebanyak 1-2 kali seminggu tergantung kebutuhan kulitmu Demkian empat cara menjaga kebersihan pori-pori wajahmu. Jangan malas untuk menjaga kebersihan pori-pori wajahmu agar wajahmu bebas komedo.

Featured Image
Pria Lebih Berisiko Kanker Hati

14-08-2014 16:22

Kanker liver atau hati merupakan salah satu penyakit umum yang banyak diderita masyarakat dunia. Saat ini penyakit tersebut menempati urutan keenam dari jenis kanker yang paling banyak diderita warga di dunia. Meskipun demikian, penyakit ini menempati urutan ketiga dari jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian. Urutan pertama ditempati kanker paru-paru kemudian diikuti oleh kanker perut. Maka dari itu banyak orang mencari Obat Kanker Hati, terutama Obat Herbal Kanker Hati yang aman dan tanpa efek samping. Menariknya, bila diklasifikasikan secara gender, kanker hati merupakan kanker kelima bagi wanita dan ketujuh bagi pria yang paling banyak diderita. Berdasarkan penemuan di lapangan, penderita kanker hati memang lebih banyak ditemukan pada pria, bahkan jumlahnya bisa mencapai dua kali lipat dari wanita. Sebenarnya belum ditemukan hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh gender dalam risiko kanker hati. Namun pria lebih berisiko terkena kanker hati. Risiko tersebut disebabkan karena gaya hidup pria pada umumnya cenderung berisiko terhadap kerusakan organ hati. Misalnya, saat ini perokok, terutama di Asia, lebih banyak didominasi kaum pria. Begitu juga dengan budaya minum, ibu rumah tangga jarang melakukannya. Oleh karena itu pakar kesehatan menyarankan batas konsumsi alkohol untuk wanita tidak melebihi satu unit per hari dan pria dua unit per hari. Takaran unit ini berbeda pada setiap jenis minuman. Misalnya saja satu gelas bir sama dengan tiga unit atau 175 ml anggur merah sama dengan dua unit. Baca juga : Pencetus Penyakit Diabetes  Faktor lainnya yang menyebabkan kanker hati adalah oleh jamur dari kacang dan jagung. Kacang yang berisiko biasanya mengandung alga dan itu tidak ditemukan di kacang kedelai meskipun difermentasi. Jadi tempe dan tahu yang kerap dikonsumsi masyarakat Indonesia tidak berisiko menyebabkan kanker hati. Risiko kanker hati akan meningkat jika seseorang menderita hepatitis B dan C. Hepatitis B tidak hanya disebabkan oleh gaya hidup tetapi juga faktor genetik. Saat ini, diperkirakan sebanyak 6% penduduk Singapura merupakan carrier (pembawa) hepatitis B. Sayangnya, belum ada data berapa banyak kasus serupa terjadi di Indonesia. Khusus untuk carrier hepatitis B disarankan untuk rutin melakukan screening untuk mengetahui kemungkinan adanya gejala awal kanker hati. Begitu juga dengan penderita hepatitis B kronis dan hepatitis C. Carrier hepatitis B disarankan sama sekali tidak boleh meminum alkohol. Sampai saat ini belum ada standar penyembuhan dari kanker hati. Penyembuhan tergantung pada kondisi masing-masing pasien. Semakin awal kanker hati terdeteksi, peluang sembuhnya semakin besar yaitu 50% sampai 70%. Pendeteksian awal kanker hati bisa dilakukan dengan screening. Proses ini dapat membantu dokter untuk menemukan dan mengobati kanker hati sedini mungkin. Jika kanker hati hanya terjadi di sel hati, maka bisa dilakukan pengangkatan atau transplantasi hati melalui proses bedah. Lain halnya jika sel kanker sudah menyebar ke organ lain seperti pembuluh darah, sudah tidak bisa lagi dilakukan transplantasi hati. Transplantasi bisa berhasil pada 70% pasien yang terjangkit kurang dari lima tahun. Baca juga : Waspadai, Minuman Keras Bisa Butakan Mata   Sementara untuk pasien kanker yang sudah menyebar bisa dilakukan perawatan kemoterapi terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk membunuh sel kanker terlebih dan mengontrol pertumbuhan sel kanker. Obat kemoterapi ada dua yaitu melalui infus atau diminum secara langsung. Sayangnya, sel kanker hati sangat pintar dan resisten terhadap obat kemoterapi. Selain itu kemoterapi sangat mahal dan tidak terlalu efektif dalam menangani kanker hati. Di sinilah kehadiran Obat Herbal Kanker Hati sangat begitu berarti bagi masyarakat yang tidak ingin mendapatkan risiko efek samping dari terapi yang berbahankan zat kimia yang umumnya terdapat pada pengobatan medis. Pencegahan terbaik tertentunya dengan membentuk pola hidup sehat. Misalnya mengkonsumsi ikan serta makanan mengandung lemak omega tiga. Jenis makanan itu dapat mengurangi risiko kanker hati sebanyak 36%. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan unuk mencegah timbulnya kanker hati : Vaksinasi pada virus hepatitis B. Jauhi konsumsi beberapa bahan yang memiliki kandungan karsinogen hati, terutama alkohol. Jauhi daging berlemak serta lemak hewani. Laksanakan screening dengan cara reguler bila terhitung dalam golongan resiko kanker hati. Konsumsi minuman kesehatan herbal, terutama Obat Herbal Kanker Hati, yang sudah teruji secara klinis dan terbukti berkhasiat seperti Ultra Mangosnteen, Ultra Noni, dan DragonNoni.

Featured Image
Waspadai Batuk Tapi Jangan Takut

02-05-2014 03:11

Waspadai Batuk Tapi Jangan Takut  - Batuk, jenis sakit yang satu ini tidak dikategorikan sebagai penyakit namun bisa jadi gejala bagi penyakit contohnya seperti TBC. Batuk yang menjadi gejala suatu penyakit adalah yang terjadi berkepanjangan setidaknya mencapai waktu dua minggu. Apabila sudah melebihi jangka waktu tersebut, maka jangan anggap batu yang Anda alami sebagai batu biasa. Anda harus segera mengambil tindakan baik itu ke dokter ataupun mengobatinya dengan obat herbal. Batuk sendiri dikategorikan ke dalam dua macam, ada batuk yang berdahak dan batuk kering. Pembeda dari kedua jenis batuk ini adalah penyebabnya. Batuk berdahak disebabkan oleh radang atau infeksi pada saluran pernafasan, polusi udara termasuk asap rokok, efek dari flu, dan peningkatan jumlah asam lambung. Sedangkan untuk batuk kering, penyebabnya adalah virus yang dibawa oleh flu karena biasanya batuk kering terjadi setelah flu reda, bisa juga karena adanya penyempitan pada saluran pernafasan, alergi terhadap sesuatu, efek dari pemakaian obat-obatan sejenis antibiotic, dan selain menjadi penyebab batuk kering yang terjadi bisa saja karena Anda mulai terserang asma. Batuk tentu akan mengganggu aktivitas Anda, bukan hanya karena capek terus-terusan tapi membuat Anda sendiri tidak nyaman jika berada di antara banyak orang. Anda malu dan orang merasa terganggu. Untuk itu, kenali jenis batuk Anda sebelum batuk semakin parah dan berdampak pada timbulnya penyakit serius seperti fangritis, asma, radang saluran pernafasan, difteri, atau mungkin saja ada benda asing yang masuk ke tenggorokan yang belum Anda terdeteksi. Itulah kenapa sebaiknya Anda harus memeriksakan jenis batuk Anda ini ke dokter agar diketahui penyebabnya. Baca juga : Jangan Biarkan Asam Urat Menjerat Anda   Namun, untuk deteksi awal sebelum pergi ke dokter bisa juga Anda lakukan sendiri yaitu dengan menghitung hari dimana Anda mulai batuk, ketika sampai di empat belas hari batuk belum sembuh maka batuk inilah yang bisa jadi serius. Kemudian, apakah batuk Anda disertai sakit lain seperti demam, mual, pembengkakan di tenggorokan dan terasa sakit, serta kepala pusing. Anda harus waspada karena bisa jadi batuk tersebut bersamaan terjadi dengan amandel yang membengkak. Selanjutnya, jika batuk tersebut berdahak, Anda harus memastikan dahaknya mulai dari kekentalan dan warnanya. Seringkali batuk berdahak yang menjadi penyebab penyakit menunjukan indikasinya dengan warna yang tidak wajar bahkan bisa sampai berdarah. Harus diperhatikan juga, waktu batuk muncul setiap harinya, apakah batuk tersebut muncul setiap saat atau hanya pada waktu tertentu seperti malam hari saja. Sebagai tindakan awal dalam pengobatan batuk berupa cara pencegahan, Anda bisa melakukan beberapa cara. Anda harus mengeluarkan dahak yang terus keluar bersama dengan batuk. Jangan sampai dahak menumpuk di tenggorokan dan saluran nafas tertututpi, Anda pun akhirnya tersengal-sengal kesulitan bernafas. Hindari polusi, jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker untuk menutupi hidung dan mulut. Suhu dingin akan membuat batuk semakin parah, jadi usahakan tubuh selalu hangat saat batuk. Begitu juga ketika mandi, sebaiknya gunakan air hangat. Minum air putih setiap hari dan jangan sampai kekurangan. Batuk tentu membuat penderitanya capek, jadi usahakan jangan sampai badan Anda kecapekan dengan bekerja juga dan membuat tubuh mengalami kelelahan. Batuk bukannya sembuh tapi malah susah sembuh. Setelah menggunakan cara tersebut sebagai pencegahan agar batuk tidak semakin parah, lakukan pula cara berikut sebagai tindakan pengobatan dengan menggunakan obat alami. Sebetulnya bisa saja secara praktis membeli obat batuk di toko obat atau di warung yang banyak dijual. Namun, pengobatan batuk secara alami lebih disarankan karena efek samping obat kimia yang tidak bagus untuk kesehatan. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping   Jeruk nipis merupakan buah yang tepat untuk meredakan batuk. Caranya cukup diperas saja dan dicampurkan dengan kecap secukupnya. Anda hanya harus rutin dalam sehari mengkonsumsinya sebagai sirup obat batu alami. Batuk pun perlahan akan mereda dan sembuh. Namun, kebanyakan orang tidak menyukai campuran rasa antara air jeruk nipis dan kecap ini. Anda pun bisa mengganti kecap sebagai campurannya dengan madu. Madu lebih disukai karena terasa lebih enak dengan rasa manisnya. Anda juga bisa mencampurkan madu pada air hangat atau teh hangat yang akan Anda minum sebagai penjaga daya tahan tubuh dikala batuk. Bahan lain yang bisa digunakan dalam pengobatan alami untuk batuk adalah daun sirih dan jahe. Ambil sari daun sirih dan dengan merebusnya dalam air. Lalu, minum airnya selagi hangat setidaknya sekali sehari. Jika Anda tidak suka rasanya, Anda bisa menambahkan madu sebagai perasa dan penambah manfaat. Jangan khawatir, walaupun rasanya manis madu tidak akan membuat batuk semakin parah karena madu bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sebetulnya, untuk Jahe Anda bisa menjadikannya sebagai penghangat alami tubuh untuk mencegah batuk semakin parah dengan tambahan bahan yaitu kencur. Anda cukup merajang atau memarut kedua bahan tersebut lalu peras airnya. Air tersebut jika diminum selain menghangatkan tenggorokan juga bisa menghangatkan suhu tubuh sehingga batuk tidak semakin parah. Selain bagi orang dewasa, cara ini juga bisa menjadi solusi bagi anak kecil yang batuk. Tapi, karena anak kecil tidak mungkin mau meminumnya, maka rajangan atau parutan jahe dan kencur bisa dioleskan pada bagian tubuhnya. Selain efek hangat diberikan lewat meminumnya, kedua bahan ini mampu menghangatkan walaupun itu hanya dioleskan pada kulit luar tubuh saja. Jadi, walaupun harus waspada terhadap batuk, dengan mengetahui cara pencegahan dan pengobatan alaminya. Anda tidak perlu takut.

...