Waktu Posting : 23-06-2014 13:55 | Dibaca : 2898x
19-06-2014 07:26
Banyak alasan yang dikemukakan orang-orang yang rajin begadang. Mulai dari menyelesaikan pekerjaan kantor, ronda malam, perayaan tahun baru, bahkan menonton pertandingan sepak bola di televisi. Alasan-alasan itu juga yang dijadikan biang kerok ketika esoknya bangun kesiangan. Kebiasaan begadang ini tak jarang membuat kesal orang-orang terdekat yang kerap mengingatkan. Seorang dewasa membutuhkan tidur selama 7-9 jam di malam hari. Waktu tersebut dinilai efektif untuk mengembalikan energi setelah seharian beraktivitas. Namun, bila Anda tidur lebih dari 9 jam juga kurang baik. Kelebihan durasi tidur juga akan membawa masalah kesehatan lainnya. Baca juga : Efek Gila Kerja dan Cara Mengatasinya Jam hidup manusia terbagi atas tiga tahap. Tahap pertama adalah delapan jam bekerja normal, delapan jam nerikutnya untuk kerja ringan, dan delapan jam sisanya untuk istirahat. Tidak ada yang dapat menggantikan jam biologis ini. Apabila waktu tidur di malam hari kurang dari 6 jam, maka akan meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung sekira hampir 50 persen dan stroke sebesar 15 persen. Ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa apabila waktu tidur Anda kurang dari 6 jam, sebanyak 12 persen lebih mungkin meninggal dunia sebelum usia 65 tahun dibandingkan dengan mereka yang tidur 7-8 jam. Salah satu penyebab berkurangnya waktu tidur yang efektif di malam hari, ya begedang. Mungkin Anda tak menyadari begadang dapat mempengaruhi sistem endokrin dan kardiovaskular sebagai pangatur produksi hormon. Begadang juga mengakibatkan gangguan toleransi glukosa dan berkurangnya sensitivitas terhadap insulin. Hal itu dapat menyebabkan diabetes serta tekanan darah tinggi. Dampaklain dari begadang yang paling sederhana adalah Anda akan menjadi bodoh. Saat Anda kurang tidur, maka akan sering sakit kepala, mudah lupa, dan sulit konsentrasi. Ketika kondisi itu menimpa Anda, jangan harap otak Anda akan mudah merekam kejadian lalu menyimpannya dalam bentuk memori. Selain itu, mana bisa Anda menyimpan memori bila untuk konsentrasi saja susah. Baca juga : Tips Hindari Cedera Saat Futsal Hal lainnya, kulit Anda akan tampak kusam. Wajah Anda tidak ada eloknya bila dihiasi garis-garis halus dan lingkaran hitam di bawah mata. Kurang tidur membuat Anda stres dan tubuh tidak memberi kesempatan tubuhnya memperbaiki diri. Begadang juga berakibat fatal pada jantung. Pasalnya, zat pada kolesterol yang berbentuk seperti lilin, tidak terbentuk. Padahal zat ini dibutuhkan untuk membangun dinding sel dan membuat hormon-hormon tertentu. Akibatnya, aliran darah cenderung diendapkan sehingga bisa menyumbat pembuluh darah. Ketika tumpukan ini semakin banyak di pembuluh darah koroner, maka akan menimbulkan serangan jantung. Dan saat menyumbat di otak, akan menjadi stroke. Tak ada yang melarang Anda begadang, namun Anda harus tahu risiko yang akan Anda terima. Jika dikuatkan daftar dampak buruk dari begadang, maka akan ada sebuah daftar yang panjang. Oleh karena itu, pintar-pintarlah mengatur waktu tidur di tengah kesibukan. Apakah Anda termasuk disiplin atau tidak? Coba mulai hitung, berapa jam Anda tidur dalam sehari? Jangan sampai Anda menyia-nyiakan waktu tidur berharga Anda.!
10-06-2014 00:24
Mempunyai suara yang indah serta di nikmati orang banyak tidak cuma bisa dipunyai beberapa penyanyi serta presenter terkenal. Seluruh orang juga memiliki hak untuk mendapatkannya. Dengan mencermati serta ikuti sebagian panduan di bawah ini, di pastikan Anda bisa melindungi kesehatan serta keindahan suara. Dengarkan suara Nada serak bisa jadi indikasi dari tanda-tanda simpel seperti radang tenggorokan atau serius seperti kanker laring. Bila nada serak Anda berjalan kian lebih sebagian minggu, terlebih bila Anda merokok, selekasnya periksakan ke dokter THT. Berhenti selamanya Rokok, nikotin, beberapa bahan kimia, serta inhaler bisa menyebabkan peradangan, pembengkakan serta mengakibatkan kanker pada tenggorokan, mulut, hidung, dan paru-paru. Baca juga : Makanan yang Tepat dan Sehat di Saat Flu Jauhi konsumsi alkohol Konsumsi alkohol serta kafein bisa bikin dampak dehidrasi yang dapat merenggangkan lipatan nada Anda. Perbanyaklah minum air putih tiap-tiap hari. Kurangi volume Kurangi berteriak dengan benar-benar keras serta bicara dengan volume yang besar lantaran aktivitas ini bisa merenggangkan pita nada Anda serta merusaknya. Kerjakan pemanasan Senantiasa kerjakan pemanasan sebelum saat bernyanyi, mengajar, atau mengemukakan pidato. Perenggangan leher serta bahu, humming atau bermain nada dari suara rendah ke suara tinggi dengan memakai nada vokal yang tidak sama bisa Anda kerjakan manfaat memperoleh nada yang optimal. Lip trills serta tounge trills dapat juga jadi rekomendasi pemanasan lain di saat senggang. Baca juga : Makanan Sehat yang Bikin Otak Encer Peroleh pertolongan untuk reflux Asam yang datang dari perut ke tenggorokan bisa mengakibatkan kerusakan pita nada. Sinyal tanda asam reflux bisa berbentuk biasanya mulas, rasa tak enak pada mulut pada pagi hari, kembung serta kerap bersendawa, tonjolan dibagian belakang tenggorokan, serta nada serak yang tidak kunjung sehat. Bila hal itu berlangsung, selekasnya tanyakan pada spesialis Gastrointestinal (GI) untuk menolong. Janganlah memaksa Saat serak Anda datang dari laringitis, pilek, atau flu, Anda tak butuh ambillah pusing. Jauhi bicara keras atau panjang. Tetaplah melindungi suara Anda serta juga waktu Anda bernyanyi sampai Anda terasa betul-betul tambah baik. Jauhi bersihkan tenggorokan serta batuk yang keras dan kerap saat Anda diserang postnasal drip atau pilek. Sebaliknya, coba minum air atau obat batuk. Beristirahatlah Bila Anda sudah lakukan banyak kesibukan yang memerlukan tenaga untuk bernyanyi terus-terusan serta besar, biarlah diri Anda beristirahat.
23-02-2016 06:26
Saat ini masyarakat banyak dikejutkan dengan LGBT, banyak diantaranya yang belum tau dan mengerti dengan apa itu yang dimaksud oleh LGBT sendiri. Bahkan ada pula beberapa diantaranya yang bertanya apakah LGBT itu termasuk dalam jenis penyakit LGBT atau bukan? Untuk menjawab beberapa bentuk pertanyaan tersebut, sebaiknya Anda perhatikan terlebih dahulu uraian penjelasan di bagian bawah ini : Apa itu LGBT? LGBT atau sering pula disebut sebagai GLBT adalah singkatan dari kata Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Istilah ini sebenarnya sudah digunakan sejak tahun 1990 lalu, namun untuk perkembangannya memang baru dikenal oleh masyarakat dalam beberapa waktu terakhir ini. Penggunaan istilah LGBT pada mualnya digunakan untuk mengganti frasa dari Komunitas Gay. Hal ini juga berkaitan dengan penggunaan kata yang lebih mewakili dari kelompok-kelompok orang yang sudah disebutkan pada bagian di atas itu tadi. Baca juga : Waspadai Penyakit di Musim Hujan dengan Cara Pencegahannya Selain itu penggunaan istilah ini juga digunakan untuk menekan bentuk keanekaragaman yang dilihat melalui kacamata seksualitas serta gender. Bahkan peggunaan istilah tersebut juga tidak hanya digunakan untuk menyebutkan pihak homoseksual atau pun biseksual saja. Karena tidak jarang mereka yang heteroseksual pun dimasukkan dalam istilah yang satu ini. Karena itulah penggunaan istilah LGBT sering pula ditambahkan dengan penggunaan huruf Q yang berarti mewakili kata Queer. Sehingga istilah tersebut pun berubah menjadi LGBTQ atau GLBTQ. Penggunaan istilah ini bahkan tercatat sejak tahun 1996 lalu. Pada dasarnya tidak semua orang setuju dengan penggunaan istilah dari LGBT itu sendiri. Karena ada beberapa diantaranya pendapat yang menyatakan bahwa pergerakan transgender serta transeksual tidak sama dengan apa yang disebut sebagai Lesbian, Gay serta Biseksual. Hal ini berkaitan pula dengan gagasan dari penggunaan kata transgender serta transeksual yang memang berkaitan dengan identitas gender, namun justru terlepas dari bentuk orientasi seksual. LGBT Bukanlah penyakit atau pun kelainan Setelah membicarakan mengenai istilah LGBT yang pada dasarnya sudah dikenal sejak jaman dulu. Salah seorang pakar saraf yang bernama dr. Roslan Yusni Hasan, SpBS justru mengungkapkan pendapatnya terkait dengan LGBT tersebut. Menurut beliau LGBT bukanlah jenis penyakit atau bahkan kelainan. Karena itulah tidak diperlukan adanya sistem pengobatan atau bahkan penyembuhan yang perlu dilakukan. Dokter yang akrab dengan panggilan Ryu itu bahkan menyebutkan bahwa LGBT sebagai variasi kehidupan saja. Mengepa demikian? Karena di dalam bagian biologi yang dimiliki oleh para kaum tersebut tidak terdapat hal yang tidak normal. Karena itulah hal ini dianggapnya sebagai bentuk variasi belaka. Beliau bahkan menjelaskan bakat seseorang untuk menjadi seorang lesbian, kemudian gay, biseksual atau bahkan transgender itu sendiri pada dasarnya memang sudah terbentuk ketika dirinya menjadi janin dalam kandungan ibu. Meskipun proses terbentuknya jenis kelamin, kemudian gender serta orientasi seksual adalah proses yang terjadi dengan cara terpisah, namun proses tersebut pada dasarnya memang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan ada beberapa orang yang memiliki jenis kelamin laki-laki, namun gendernya justru belum tentu maskulin. Hal ini juga turut memberikan pengaruh pada orientasi seksualnya yang juga belum tentu mengarah pada sosok perempuan. Hal ini juga lebih dijelaskan oleh sosok Ryu melalui penjabarannya yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kromosom XX belum tentu memiliki jenis kelamin sebagai perempuan, begitupun dengan kromosom XY yang juga belum tentu menjadi sosok laki-laki. fakta biologisnya, banyak sekali variasi genetik, yang pada akhirnya dapat membuat keadaan kromosom menjadi lebih banyak atau malah berkurang. Selain hal tersebut Ryu juga menjelaskan jika kaum LGBT memiliki variasi struktur otak yang berbeda antara satu dengan lainnya, sehingga sulit untuk diubah. Hal ini terkait pula dengan jumlah dari kaum LGBT yang memang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Selain itu Ryu juga menambahkan bahwa seseorang yang termasuk homoseksual pada dasarnya tidak dapat menurunkan sifat asli yang dimilikinya. Hal ini jelas berbeda dengan mereka yang heteroseksual yang mampu memiliki keturunan. Karena itulah pada akhirnya menurut Ryu semua itu kembali pada masing-masing pribadi yang memilikinya, dan bentuk kenyamanan yang dirasakan oleh seseorang. Dengan kata lain ketika seseorang menyukai permainan drum dan memiliki bakat dalam hal tersebut, kemudia ia memilih drum itu tadi dibandingkan dengan gitar, maka hal tersebut tentu saja diperbolehkan. LGBT sebagai bentuk penyakit kejiwaan yang menular Berbeda halnya dengan bentuk pendapat yang disebutkan pada bagian di atas tadi. untuk pendapat yang akan dijelaskan pada bagian di bawah ini justru menyebutkan LGBT sebagai bentuk jenis penyakit. Selain itu penyakit LGBT ini juga dimasukkan dalam kategori penyakit menular. Isu mengenai masalah LGBT saat ini memang tengah menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia. Cukup banyak diantaranya orang yang berpendapat jika LGBT ini bertentangan dengan nilai serta ajaran agama. Namun tidak jarang pula orang yang beranggapan bahwa kaum LGBT berhak untuk menyuarakan keadaannya sehingga ia tidak dikucilkan dari masyarakat di lingkungan sekitarnya. Beberapa orang yang menyatakan pendapatnya bahwa LGBT bukanlah jenis penyakit justru mulai dipatahkan oleh seorang psikiater bernama Dr. Fidiansyah. Menurut beliau mereka yang termasuk dalam kaum yang satu ini justru termasuk orang yang terkena gangguan jiwa. Karena termasuk dalam bentuk penyakit dari gangguan jiwa, maka bentuk penyakit yang satu ini pun dikategorikan sebagai penyakit yang mampu menular pada orang lainnya. Hal tersebut bahkan diterangkan olehnya dalam sebuah buku yang berjudul PedomanPenggolongan Diagnosis dari Gangguan Jiwa. Dalam bukunya tersebut, Fidiansyah menyebutkan jika homoseksual serta biseksual termasuk dalam bentuk gangguan psikologis serta perilaku yang memang berhubungan dengan perkembangan dari orientasi seksual. Dari pernyataannya tersebut Fidiansyah menyatakan bahwa apa yang sudah diungkapkan olehnya atau bahkan psikiater lain yang menyebutkan LGBT sebagai bentuk penyakit menular bukan ingin mendiskriminasi. Menurut beliau hal ini dilakukan justru untuk membantu para kaum tersebut. berkaitan dengan sebutan LGBT sebagai jenis penyakit gangguan jiwa yang menular tentu saja bentuk penularannya pun tidak dilakukan melalui kontak bakteri, virus, atau bahkan mikroba lainnya. Hal ini justru lebih mengarah pada bentuk penularan melalui perubahan sikap perilaku serta bentuk pembiasaan yang dilakukan olehnya. Baca juga : Akibat yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat bagi Kesehatan Karena itulah LGBT dikatakan dapat menular, yang dilakukan melalui penularan perilaku. Teori penularan yang satu ini diungkapkan melalui bentuk pembiasaan. Seperti halnya ketika seseorang mulai mengikuti satu pola tertentu yang pada akhirnya akan membuat dirinya menjadi satu karekter tersebut. Sehingga pada akhirnya terbentuklah kepribadian, dengan bentuk pembiasaan yang sesuai dengan gangguan dari penyakit jiwa itu tadi. Dari beberapa bentuk pendapat yang sudah dijelaskan pada bagian di atas tadi, Anda dapat melihat bahwa masih banyak pertentangan terkait dengan isu kontroversial dari LGBT itu sendiri. Apakah ia termasuk dalam jenis penyakit yang dikenal dengan sebutan Penyakit LGBT atau bukan? Namun jika hal ini sekiranya merugikan memang lebih baik untuk tidak menjadi bagian di dalamnya.