Gejala Serangan Penyakit Rematik

Additional Image

Waktu Posting : 30-07-2014 02:56 | Dibaca : 3616x

Penyakit rematik bisa menyerang pria dan wanita yang umumnya telah berusia senja. Tapi tidak menutup kemungkinan rematik diderita orang yang masih muda. Serangan rematik biasanya dibarengi dengan gejala berupa rasa kaku, pegal linu atau rasa sakit. Gejala ini juga seringkali disertai dengan lemah otot, gangguan gerak tubuh dan mengalami pembengkakan persendian. Bila anda telah terdeteksi mengidap rematik, segera terapkan obat herbal yang tepat. Sehingga serangan penyakit ini bisa diatasi dengan tuntas. Tapi pastikan anda membeli produk herbal tersebut pada toko terpercaya yang jual obat herbal rematik. Agar khasiatnya sangat terasa anda rasakan dan aman tanpa efek samping negatif.

Baca juga : Cara Mencegah Serangan Stroke  

Keluhan rematik yang kronis atau menahun dapat mencetus cacar pada permukaan tubuh yang mengalami penyakit rematik. Pengobatan kimiawi biasanya hanya berfungsi untuk mengurangi gejala sakitnya saja. Sehingga sumber penyakit sebenarnya tidak bisa diatasi dengan optimal. Maka bila serangan rematik mendera maka anda akan langsung mengonsumsi obat kimia tersebut. Memang derita sakit saat itu menghilang, tapi suatu saat rasa sakitnya kembali anda rasakan. Bila pemakaian obat kimia ini berlangsung dalam waktu yang lama, maka bisa menimbulkan ketergantungan dan merusak lambung. Pada umumnya proses penyembuhan serangan rematik bisa berlangsung sangat lama. Solusi terbaik untuk mengatasi rematik adalah dengan obat herbal berkhasiat tanpa efek samping.

Baca juga : Gejala Kolesterol yang Harus Diwaspadai 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
9 Langkah Atasi Mata Kering

20-05-2016 10:24

Mata kering ialah keadaan saat mata tak dapat berikan kelembapan yang cukup untuk melindungi mata selalu terproteksi. Air mata tak mencukupi lantaran beragam penyebab, diantaranya lantaran mata tak membuahkan cukup air mata atau air mata berkwalitas rendah.  Mata yang sehat selalu ditutupi oleh susunan cairan. Susunan terluar (lipid) ialah asam lemak yang melembutkan permukaan air mata serta memperlambat penguapan dari susunan tengah (lacrimal) yang tidak tipis yang kebanyakan adalah air. Lendir membuat susunan terdalam (mucin) yang memberi kemungkinan air mata menyebar rata di permukaan mata. Mata kering berlangsung saat satu diantara dari ketiga komponen itu tak seimbang.  Gejala mata kering yang umumnya memengaruhi ke dua mata diantaranya sensasi terbakar atau gatal menyengat mata, berserabut lendir didalam atau di sekitaran mata, penambahan iritasi mata lantaran asap atau angin, mata lelah sesudah membaca sebentar saja, kepekaan pada sinar, kesusahan menggunakan lensa kontak, air mata membanjir mendadak yang menandakan mata berupaya untuk menyeimbangi kurangnya produksi air mata, pandangan kabur serta kerap memburuk pada sore atau malam hari atau sesudah konsentrasi dalam kurun waktu lama.    Baca juga : 10 Pola Hidup Sehat Agar Awet Muda   Mata kering bisa dikarenakan oleh berbagai aspek termasuk yang terkait dengan air mata kurang serta kelembapan kurang dalam mata. Penyebab lain ialah penuaan. Makin berusia, produksi air mata makin kurang produktif yang bermakna kelembapan kurang untuk mata. Air mata mungkin saja juga menguap dengan cepat.  Wanita mendekati menopause besar kemungkinan pula hadapi mata kering lantaran penambahan hormon. Aspek lain ialah penyumbatan saluran air mata atau lantaran obat yang mengakibatkan kurangnya produksi air mata. Berbagai tipe obat yang mengakibatkan mata kering diantaranya obat tekanan darah tinggi, antihistamin serta dekongestan, pil KB, berbagai antidepresan, pembasmi nyeri seperti ibuprofen serta naproxen, serta isotretinon untuk penyembuhan jerawat.  Aspek lingkungan pun bisa mengakibatkan mata jadi kering. Misalnya udara berdebu, cuaca kering atau berangin, atau asap seperti asap rokok yang dapat menguapkan air mata tambah lebih cepat atau menghalangi efektivitas produksi air mata. Hal semacam ini terlebih berlangsung pada penggunaan lensa kontak lantaran lensa menyerap pelumasan dari air mata, melihat TV, memakai laptop, atau menjahit untuk durasi yang lama bisa mengakibatkan mata kering.    Baca juga : Cara Mencegah Cedera Gigi dan Mulut   Untuk menangani mata kering, di bawah ini terdapat panduan praktis langkah menyembuhkan dan menghindari mata kering yang dapat Anda kerjakan sendiri dirumah :  Untuk masalah mata kering ringan bisa di hilangkan dengan obat tetes mata yang di jual bebas yang tak mengandung bahan untuk menangani mata merah lantaran akan jadi parah gejala. Baiknya tanyakan dahulu ke dokter obat yang pas untuk Anda.  Mengkonsumsi makanan yang kaya dengan asam lemak omega-3, yang dapat diketemukan dalam minyak ikan serta sayur seprti minayk canola, minyak kedelai, minayk biji rami, kenari, ikan salmon, tuna, ikan kembung, sarden atau telur ayam.  Jauhi udara bertiup di mata. Janganlah langsung mengarahkan mata ke pengering rambut, pemanas mobil, AC atau kipas angin.  Menggunakan kacamata pelindung ketika keadaan berangin serta waktu berenang.   Sering-sering menyempatkan diri untuk mengistirahatkan mata sesaat di tengah-tengah aktivitas padat. Bila Anda membaca atau lakukan pekerjaan lain yang membutuhkan konsentrasi visual, lakukanlah istirahat mata dengan tutup mata sekitar beberapa menit, atau berkedip berkali-kali sekitar beberapa detik untuk menolong menebarkan air mata dengan cara rata diatas mata. Posisikan monitor computer dibawah tingkat mata supaya Anda tak usah buka mata lebih lebar hingga memperlambat penguapan air mata.  Berhenti merokok serta jauhi asap. Asap bisa jadi memperburuk gejala kering mata. Janganlah terus-terusan menggosok-gosok mata. Sesekali berkediplah untuk meratakan air mata diatas mata.  Jumpai dokter bila Anda alami gejala mata kering yang berkelanjutan, termasuk juga mata merah, iritasi mata, capek atau sakit.

Featured Image
Body Mass Index

15-10-2014 01:03

  Obesitas oleh orang awam diidentikan sebagai kelebihan berat badan atau kegemukan. Namun secara medis, Obesitas didefinisikan memiliki kelebihan lemak di dalam tubuh. Obesitas meningkatkan risiko penyakit lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Dokter menggunakan BMI (body mass index) yang di dasarkan pada berat badan dan tinggi badan untuk menentukan apakah anda mengidap obesitas. Obesitas ekstrim atau obesitas parah dikeal dengan istilah obesitas morbid. Merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki BMI di atas 40 atau lebih. Bila Anda masuk dalam kategori obesitas morbid, Anda terancam mengalami gangguan jantung yang serius.   Baca juga : 3 Langkah untuk Mencegah Kanker Payudara     Rumus untuk menghitung BMI (Body Mass Index) BMI = Berat Badan / (Tinggi Badan * Tinggi Badan)   Keterangan : -Satuan Berat Badan adalah Kilogram (kg) -Satuan Tinggi Badan adalah Meter (m)   Contoh cara untuk menghitung BMI (Body Mass Index) Berat badan anda adalah 51 kg dan Tinggi Badan anda adalah 1,59 (159 cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI anda ? Baca juga : Kenali 4 Gejala Limfoma Berikut ini    BMI = 51 kg / (1,59 x 1,59) BMI = 20 → Normal     Untuk menentukan berapa nilai BMI (Body Mass Index) anda, silahkan menggunakan kalkulator BMI. Kemudian bandingkan hasilnya dengan data pada tabel di bawah ini:   BMI Status berat badan Dibawah 18,5 Kurang 18,5 – 24,9 Normal 25,5 – 29,5 Kelebihan 30,0 dan lebih tinggi Obesitas  

Featured Image
Kenali 6 Ciri-Ciri Orang yang Terkena Diabetes

07-08-2017 23:29

Kenali Ciri-Ciri Orang yang Terkena Diabetes - Di era modern yang semakin berkembang pesat ini banyak sekali bermunculan berbagai macam penyakit baru yang berbahaya bahkan mematikan. Daya tahan tubuh manusia zaman sekarang pun berbeda dengan manusia zaman dahulu. Saat ini tubuh sangat mudah terserang penyakit. Mengapa orang tua zaman dulu jarang sakit, kondisi tubuhnya lebih sehat dan kuat serta lebih panjang umur?   Pertanyaan itu sebenarnya mudah untuk di jawab. Aktifitas, pola makan dan pola hidup kita juga sebenarnya sudah sangat berbeda dengan orang tua zaman dulu. Kita lebih sering berdiam diri sibuk dengan gadget sementara mereka jarang mau berdiam diri dalam waktu yang lama. Kita lebih sering mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet maupun makanan lainnya yang tidak memiliki nutrisi sedangkan mereka lebih sering mengkonsumsi sayuran maupun buah yang ditanam sendiri.   Banyak sekali kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh manusia saat ini, terlebih dengan semakin canggihnya teknologi yang membuat kita malas bergerak. Kebiasaan buruk tersebut tidak diimbangi dengan olah raga dan alhasil timbulah berbagai macam penyakit berbahaya yang salah satunya yaitu penyakit diabetes.   Penyakit diabetes atau kencing manis dalam tubuh biasanya dipicu karena gula atau karbohidrat yang masuk dalam tubuh tidak dapat dibakar dengan baik sehingga terjadi penumpukan dalam tubuh yang menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat. Diabetes juga disebabkan karena gula atau karbohidrat yang masuk dalam tubuh lebih banyak dari pada yang dibutuhkan oleh tubuh serta tidak diimbangi dengan proses pengeluaran yang benar.   Penyakit diabetes harus segera ditangani dan memerlukan pengobatan khusus untuk proses penyembuhannya. Sudah banyak obat diabetes yang mengkalim mampu menyembuhkan penyakit ini. Bagi penderitanya dapat memilih rangkaian jenis pengobatan baik dengan obat herbal, obat kimia, maupun obat alami seperti buah mengkudu untuk menyembuhkan penyakit diabetes.   Ada beberapa ciri orang terserang penyakit diabetes, antara lain : 1. Sering Buang Air Kecil . Biasanya pada malam hari penderita diabetes sering terbangun untuk buang air kecil. Hal itu terjadi karena tubuh bereaksi terhadap kadar gula berlebih sehingga dikeluarkan lewat air seni. 2. Mudah Merasa Lapar .  Sistem metabolisme pada penderita diabetes akan terhambat sehingga tubuh tidak mudah merasa kenyang. Hal ini terjadi karena adanya penumpukan racun pada tubuh. 3. Terjadi Gangguan Pengelihatan. Gula darah berlebih dapat menyerang saraf pada mata bahkan dapat menimbulkan kebutaan.Gangguan mata akibat diabetes ini merupakan gangguan semacam glukoma. 4. Terus Merasa Haus. Tubuh akan kekurangan cairan akibat terus menerus dikeluarkan melalui buang air kecil sehingga akan selalu merasa haus. 5. Berat Badan Menurun. Semakin tinggi gula darah maka berat badan akan semakin menurun. Hal ini terjadi karena gula yang menumpuk akan bersifat racun dan menghambat penyerapan nutrisi makanan. 6. Selalu Lemas. Sistem metabolisme pada penderita diabetes akan terganggu sehingga pembakaran kalori untuk menghasilkan tenaga pun tidak maksimal. Hal inilah yang membuat tubuh akan selalu merasa lemas.  

...