Waktu Posting : 15-08-2014 22:44 | Dibaca : 4394x
17-08-2014 10:09
Marah sesungguhnya adalah satu diantara bentuk emosi manusia yang biasanya dilukiskan terlalu berlebih serta sampai saat ini masih susah dimengerti. Kenapa susah dimengerti? Pertama, lantaran marah umumnya tak direncanakan serta adalah emosi yang spontan. Ke dua, perasaan yang pada awal mulanya lemah serta tidak berdaya, beralih jadi kuat serta terkontrol sesudah marah. Ke tiga, marah dikarenakan oleh aspek yang berbeda. Dapat dikarenakan lantaran satu aspek spesifik saja atau mungkin paduan dari berbagai aspek. Berbagai keadaan yang dapat menyebabkan reaksi marah ialah lantaran perasaan frustrasi serta stres. Tak ada keselarasan pada harapan serta fakta. Aspek kelelahan biasanya bakal lebih gampang menyebabkan reaksi marah. Berbagai jenis reaksi marah : Marah yang berteriak-teriak, mengutuk, dan di dukung oleh body language yang memperlihatkan frustrasi atau mungkin tergesa-gesa. Duduk di kursi, tak berkata sepatah kata pun serta cuma melihat orang sekeliling yang ada. Cuma marah pada beberapa orang yang dicintainya saja. Melampiaskan marah dengan jalan melupakan sebagai kemarahannya, umpamanya dengan membaca koran, dengarkan musik dan lain-lain. Bila di tanya, ia bakal menjawab : “ Saya tak tahu! Saya lupa! Saya lelah! ” Menyalahkan kebanyakan orang atas seluruh persoalan yang terjadi Dua Jenis Style Marah (Gaya Marah) Pada umumnya ada dua jenis style marah ; yang dipendam serta dilukiskan. Menurut Hankins & Hankins, memendam rasa marah ialah tak sehat. Demikian juga apabila mengekspresikannya terlalu berlebih. Marah yang dilampiaskan memanglah dapat bikin individu terasa tambah baik, tetapi untuk sesaat saja, lantaran sesudah itu senantiasa ada konsekwensi negatifnya. Sebaliknya, makin banyak kekesalan/uneg-uneg yang dipendam, makin kemungkinan besar ‘meledak’ nya amarah setiap waktu. Kemarahan yang dieskpresikan dengan cara kaku (senantiasa dipendam saja atau mungkin dieskpresikan saja) nyatanya dapat membahayakan kesehatan. Beberapa orang yang kerap melampiaskan kemarahannya dengan cara terbuka maupun memendamnya mempunyai resiko yang sama pada kesehatan jantungnya. Peneliti beberapa waktu terakhir mendapatkan bahwasanya pria tengah baya yang kaku dalam mengekspresikan amarahnya mempunyai kandungan kolestrol yang lebih tinggi dalam darahnya di banding mereka yang lebih fleksibel dalam mengekspresikan perasaan marahnya. Nyatanya cholesterol ini terhitung tipe yang ‘merusak’ (LDL cholesterol) serta terkait dengan meningkatnya kemungkinan sakit jantung. Sampai kini, orang terlampau repot memperdebatkan style marah yang lebih sehat, dipendam atau mungkin dilampiaskan. Menurut Engebretson, asisten profesor psikiatri serta psikologi State University, Ohio, AS. “Kesehatan Anda bisa terganggu bila Anda senantiasa melampiaskan atau mungkin memendam amarah Anda. Langkah paling baik ialah mempraktekkan style marah yang fleksibel, yang disebut gabungan dari keduanya. Engebretson melibatkan 116 orang pilot umur kira-kira 42 thn. Pada kaum pilot lalu dikerjakan tes cholesterol dan isi daftar pertanyaan untuk mengukur style marah, rasa permusuhan serta tingkat kecemasannya. Dalam penelitiannya, golongan individu yang suka memperlihatkan kemarahannya biasanya kerap kehilangan kendali serta mengucapkan kalimat yang menyakitkan. Sebaliknya, mereka yang memendam amarahnya, lantaran rasa ‘panasnya’ telah mendidih didalam, kerap jadi lebih marah dari yang semestinya. Mereka yang fleksibel ini mengerti bahwasanya melampiaskan marah adalah hal yang lumrah untuk berbagai kondisi, tetapi tak untuk kondisi yang lain. Mereka barangkali bakal memperlihatkan kemarahannya didepan keluarga saja, tetapi tak ditempat kerja. Kuncinya ialah memperhatikan tiap-tiap sikonnya. Engebretson mendapatkan bahwasanya mereka yang fleksibel, yang seringkali memendam marah dari pada melampiaskannya nyatanya mempunyai kandungan kolestrol yang terendah. Kaitan pada style marah dengan tingkat kolestrol ini jadi lebih kuat pada beberapa orang yang tentunya sudah mempunyai cholesterol tinggi pada awal mulanya. Riset ini pula memperhitungkan aspek lain, yakni permusuhan serta kekhawatiran yang pula beresiko negatif pada cholesterol. Memanglah benar bahwasanya kolestrol, yang dapat menambah resiko serangan jantung semakin banyak di pengaruhi oleh aspek kepribadian seorang, seperti tingkat kekhawatiran serta rasa permusuhan. Tetapi harus diingat juga bahwasanya kolestrol pun di pengaruhi oleh bagaimana seseorang individu itu mengatur rasa permusuhan serta kemarahan dalam diri pribadinya yang diwujudkan dalam style marahnya. Belajar Marah yang Sehat Lantaran tingkah laku marah adalah hasil evaluasi, yakni terbentuk dari hasil mengamati style marah orang-tua kita, maka tiap-tiap orang memiliki potensi untuk pelajari serta berlatih lakukan style marah yang sehat. Yakni, dengan jalan menggabungkan dua style marah itu dengan cara seimbang. Kuncinya ialah pandai-pandai membaca kondisi kapan amarah layak untuk dilampiaskan atau mungkin dipendam. Sudah pasti reaksi-reaksi marah condong susah dikendalikan. Kemarahan yang kecil bisa berikan motivasi Anda untuk bertindak yang positif. Kemarahan yang terlalu berlebih bakal membawa Anda ke ‘panggung pertarungan’. Harga dari satu kemarahan yang tak teratasi bakal menghindari Anda dari beberapa orang yang Anda cintai dan dapat membahayakan posisi Anda ditempat kerja. Bila telah demikian, masihkah Anda tidak ingin belajar bagaimana marah yang sehat itu?
15-05-2015 21:19
Kadar kolesterol darah Mendengarkan kata kolesterol, mungkin yang terbayang di benak Anda adalah sesuatu yang negatif. Bagaimana tidak, kebanyakan orang tentunya sudah tidak asing dengan istilah kolesterol tinggi bukan? Terlebih penyakit satu ini memang menjadi penyakit lumrah yang diderita oleh kaum urban dan masyarakat modern. Koleseterol sendiri sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun dinding sel serta memproduksi hormon. Catatan penting, kolesterol yang dibutuhkan tentunya dalam batas normal. Jika sudah melewati ambang batas, tentunya membutuhkan obat herbal untuk penyakit kolesterol. Kolesterol itu sendiri adalah senyawa yang memiliki tekstur lembek dan terletak diantara lemak dan sel tubuh. Itulah mengapa kita sering mendengar istilah kandungan kolesterol di dalam aliran darah. Setidaknya, ada 2 jenis kolesterol dalam tubuh, yaitu LDL (low density lipoprotein) atau kolesterol jahat dan HDL (high density lipoprotein) atau kolesterol baik. Baca juga : Resep untuk Merapatkan Vagina  Selain berperan aktif dalam produksi hormon, kolesterol pun adalah komponen pentin dalam pembentukan asam empedu. Tak hanya itu, kolesterol pun menjadi salah satu komponen dalam vitamin D dan produksi hormon steroid. Sayangnya, kadar kolesterol di dalam darah tetaplah tidak boleh terlalu kebanyakan. Hal tersebut akan memicu berbagai penyakit berbahaya, seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, batu empedu, stroke dan lain sebagainya. Kadar trigliserida dan kolesterol Selain kolesterol adapula trigliserida, yakni sejenis lemak di dalam aliran darah. Kadar trigliserida yang tinggi di dalam tubuh biasanya diikuti pula oleh kadar kolesterol yang tinggi. Kondisi ini berarti kadar LDL jauh lebih tinggi daripada kadar HDL di dalam aliran darah. Kolesterol seyogyanya berasal dari dalam maupun luar tubuh manusia, yaitu dari makanan yang Anda konsumsi. Biasanya makanan semacam ini berasal dari hewan, seperti telur dan daging. Baca juga : Cara Membuat Jus Buah yang Enak dan Menyegarkan  Penumpukan kolesterol pada aliran darah ternyata mampu menyempitkan pembuluh darah di dalam tubuh. Alhasil darah pun kesulitan mengalir lewat pembuluh darah yang ada di seluruh bagian tubuh Anda. Mungkin Anda tak menyadarinya dari sekrang, namun jumlah darah yang berkurang mengaliri seluruh jaringan tubuh akan berdampak tidak baik. Hal inilah yang coba dijelaskan dalam kesehatan.tips dan menyajikan obat herbal untuk penyakit kolesterol
16-04-2025 20:01
UEFA Europa Conference League (UECL) adalah kompetisi kasta ketiga antar klub di Eropa setelah Liga Champions dan Liga Europa. Dimulai sejak musim 2021/2022, kompetisi ini jadi tempat pembuktian bagi klub-klub non-elit Eropa seperti dari Polandia, Yunani, Siprus, hingga Luksemburg. Bahkan musim ini (2025), tim-tim seperti Shamrock Rovers (Irlandia) dan CeljeTurnamen ini berada di bawah UEFA Champions League dan UEFA Europa League, namun tetap berada dalam naungan resmi UEFA dengan struktur yang profesional dan kompetitif.Lalu, Apakah Klub Indonesia Bisa Ikut?Jawabannya secara aturan resmi: tidak bisa untuk saat ini.Kenapa? Karena UEFA hanya mengizinkan klub dari anggota asosiasi Eropa (55 negara) untuk ikut serta. Indonesia sebagai bagian dari AFC (Asia) secara geografis dan konfederasi, tidak memenuhi syarat.Namun bukan berarti harapan itu benar-benar tertutup.3 Skenario Andai-Andai Klub Indonesia Bisa Main di UECL :1. Pindah Konfederasi (dari AFC ke UEFA)Hal ini sangat kecil kemungkinannya, tapi secara teori memungkinkan seperti yang terjadi pada klub-klub Israel, Kazakhstan, bahkan Australia (yang kini main di AFC). Namun perpindahan konfederasi biasanya dilakukan atas alasan politik, geografis, atau pengembangan sepak bola yang luar biasa strategis.2. Mengakuisisi Klub Eropa oleh Investor IndonesiaJika ada investor atau pemilik klub Indonesia mengakuisisi klub di Eropa, secara tidak langsung Indonesia bisa ikut kompetisi UEFA melalui klub yang berbasis di Eropa. Ini sudah dilakukan oleh beberapa miliarder Asia dan Timur Tengah.Contoh :Todd Boehly (AS) memiliki ChelseaRedBird Capital (AS) memiliki AC MilanSeorang pebisnis Indonesia mengakuisisi klub dari Malta atau Luksemburg? Bukan tidak mungkin.3. Turnamen Kolaboratif UEFAAFC di Masa DepanJika suatu hari UEFA dan AFC menciptakan turnamen lintas-benua, seperti UEFA x AFC Super Cup atau Europa x Asia Cup, bisa saja klub Indonesia tampil. Saat ini belum ada sinyal ke sana, tapi dunia sepak bola modern bisa berubah cepat.Pelajaran untuk Klub IndonesiaMeskipun tidak bisa langsung main di UEFA Conference League, ada banyak pelajaran dari kompetisi ini untuk klub-klub Indonesia :Manajemen klub profesional dan lisensi UEFA jadi standar globalPentingnya pembinaan pemain muda & akademiDesain stadion, branding, dan kemasan klub yang lebih globalMemprioritaskan performa di AFC Cup atau Liga Champions Asia duluUntuk sekarang, klub Indonesia belum bisa tampil di UECL karena batasan geografis dan regulasi. Tapi mimpi tak ada yang salahbaik sebagai penggemar, pemilik klub, atau pelaku industri sepak bola. Siapa tahu, satu hari nanti lewat kolaborasi, akuisisi, atau perubahan besar di dunia bola bendera Merah Putih bisa berkibar di panggung Eropa.Jangan lewatkan update terbaru dari dunia sepak bola! Dapatkan berita bola terbaru, jadwal pertandingan, hasil laga, dan informasi penting lainnya maupun berita Liga UEFA Conference League 2025 di SBNews.co.id. Kami menyajikan berita sepak bola secara cepat, akurat, dan lengkap!