Waktu Posting : 14-06-2014 01:07 | Dibaca : 2557x
15-10-2014 01:03
Obesitas oleh orang awam diidentikan sebagai kelebihan berat badan atau kegemukan. Namun secara medis, Obesitas didefinisikan memiliki kelebihan lemak di dalam tubuh. Obesitas meningkatkan risiko penyakit lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Dokter menggunakan BMI (body mass index) yang di dasarkan pada berat badan dan tinggi badan untuk menentukan apakah anda mengidap obesitas. Obesitas ekstrim atau obesitas parah dikeal dengan istilah obesitas morbid. Merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki BMI di atas 40 atau lebih. Bila Anda masuk dalam kategori obesitas morbid, Anda terancam mengalami gangguan jantung yang serius. Baca juga : 3 Langkah untuk Mencegah Kanker Payudara Rumus untuk menghitung BMI (Body Mass Index) BMI = Berat Badan / (Tinggi Badan * Tinggi Badan) Keterangan : -Satuan Berat Badan adalah Kilogram (kg) -Satuan Tinggi Badan adalah Meter (m) Contoh cara untuk menghitung BMI (Body Mass Index) Berat badan anda adalah 51 kg dan Tinggi Badan anda adalah 1,59 (159 cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI anda ? Baca juga : Kenali 4 Gejala Limfoma Berikut ini BMI = 51 kg / (1,59 x 1,59) BMI = 20 → Normal Untuk menentukan berapa nilai BMI (Body Mass Index) anda, silahkan menggunakan kalkulator BMI. Kemudian bandingkan hasilnya dengan data pada tabel di bawah ini: BMI Status berat badan Dibawah 18,5 Kurang 18,5 – 24,9 Normal 25,5 – 29,5 Kelebihan 30,0 dan lebih tinggi Obesitas
14-07-2014 08:26
Berbagai dekade paling akhir bila kita memperhatikan kembali persoalan kesehatan di Indonesia maka didapat pergeseran yang cukup penting dari pola penyakit infeksi jadi penyakit kronik seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, serta stroke. Pergeseran pola penyakit ini di pengaruhi oleh banyak aspek, satu diantaranya ialah gaya hidup orang-orang yang saat ini beralih. Gaya hidup yang disebut dapat dilihat dari sisi nutrisi, manajemen stres, serta kegiatan fisik. Spesial tentang kegiatan fisik, mari kita perhatikan kembali aktivitas yang kita kerjakan selama 24 jam ini, apakah kita telah memasukkan daftar olahraga di dalamnya? Baca juga : Kenalilah Gejala Batu Empedu Seberapa kerap saat kita olahraga dibanding saat untuk duduk? Resiko penyakit kronik Beberapa besar orang yang banyak menggunakan waktunya untuk duduk serta tidak sering melakukan kegiatan fisik mempunyai resiko penyakit kronik lebih tinggi di banding orang yang cukup melakukan kegiatan fisik setiap harinya. Kegiatan duduk kerap dikatakan pula sedentary behaviour ini terhitung ketika ditempat bekerja, transportasi, melihat tv, serta dirumah yang banyak dikerjakan oleh pekerja kantor serta mahasiswa. Suatu riset dari Kansas State University pada 63. 048 pria berumur 45 serta 65 tahun sempat dikerjakan untuk hal semacam ini. Kaum partisipan studi isi survey perihal keadaan kronik yang mereka punyai serta seberapa banyak mereka duduk. Pria yang duduk lebih dari 4 jam /hari mempunyai insidensi menanggung derita penyakit kronik seperti penyakit jantung, diabetes, kanker atau desakan darah tinggi semakin besar. Semakin lama saat yang di habiskan untuk duduk tiap-tiap hari, semakin tinggi resiko terserang penyakit kronik. Penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah meningkat Sedentary behaviour mempunyai pengeluaran daya yang amat rendah kira–kira 1, 5 metabolic equivalent units (METs), hingga metabolisme badan jadi lebih rendah juga. Pembakaran kalori jadi amat lambat lantaran otot–otot badan tak banyak konsumsi daya, serta berlangsung pembentukan trigliserida serta LDL (low density lipoprotein—dikenal pula semacam kolesterol jahat—adanya hal semacam ini bisa menyebabkan penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah) makin meningkat. Baca juga : Ingin Sehat, Kurangi Konsumsi Garam Pola metabolisme ini bakal mengakibatkan timbulnya beragam jenis penyakit kronik. Penyakit kronik tak berkenaan dengan indeks massa badan, hingga orang–orang yang mempunyai badan ideal maupun kurus terus berisiko terserang penyakit kronik. Sisipkan kegiatan fisik Ada berbagai jalan untuk menyisipkan kegiatan fisik di sela–sela aktivitas sedentary behaviour, yakni : Jauhi ada di depan computer bila tiada yang hal utama yang ditangani Upayakan melakukan relaksasi atau peregangan otot setiap satu jam dari duduk terus-menerus Berjalanlah waktu pergi ke tempat–tempat yang dekat dengan jarak tempuh 5-15 menit Tambah baik olahraga dengan rekan–teman diakhir minggu dibanding hang out makan atau nonton bersama Batasi saat melihat TV Berolahragalah minimum 30 menit tiap-tiap hari Memperbanyak minum air putih.
08-06-2014 00:31
Kurang tidur, kecapean stres lantaran pekerjaan sekolah adalah awal munculnya lingkaran hitam sekitar mata. Sesudah itu, faktor keturunanatau genetis, terkena polusi, asap serta debu dapat juga mengakibatkan pembuluh darah membesar. Aliran darah ini mengalir ke kulit mata serta beralih warna sedikit lebih gelap serta condong menebal. Begitupun dengan sistem pembuangan cairan badan yang kurang lancar serta lemak yang berlebihan di seputar mata. Mengakibatkan bakal timbul kantung mata. Dampak cahaya matahari serta kekurangan cairan dapat juga mengakibatkan timbulnya kerutan halus di sekitar mata. Jalan keluar Praktis Kulit di seputar mata kandungan minyaknya paling sedikit dibanding dibagian lain. So, tidak heran jika kulit di daerah mata ini jadi lebih sensitif serta mudah berkerut. Buat meminimalisir dampak kerutnya, cobalah sebagian panduan dibawah ini : 1. Facial mata Buat mengurangi persoalan di sekitar mata. Hal yang pertama kali Anda kerjakan yakni mwmbwrsihkan bekas make-up di seputar mata dengan memakai pembersih spesial, eye make-up remover setiap usai beraktivitas. Baca juga : Cara Menghilangkan Jerawat dengan Buah-buahan 2. Peeling Peeling berperan bersihkan serta menghaluskan kulit. Lantaran sel-sel kulit mati serta flek di bagian kulit mata turut terangkat oleh scrub. Paling sedikit satu minggu 2 x untuk lakukan peeling di seputar mata atas serta bawah. 3. Tapping Massage Pemijatan pada bagian mata yang ada kantung mata dengan pertolongan jari tengah dengan gerakan sesuai arah jarum jam. Mempunyai tujuan membuat lancar peredaran darah serta bikin syaraf mata jadi enjoy. 4. Gunakan Pelembab Lakukan menggunakan pelembab spesial untuk kulit mata tiap-tiap malam. Saat memoleskan eye krim, janganlah menggosok dengan kencang maupun dipijat, cukup ditepuk-tepuk saja. Kurangi juga rutinitas menguce-ngucek mata tiap-tiap hari. Baca juga : Lendir Siput Ternyata Bisa Cegah Keriput Gampang & Natural Kecuali memakai produk-produk kosmetik yang modern, Anda dapat juga memakai bahan-bahan yang gampang diperoleh, yaitu bahan-bahan dari alam, dimulai dari timun sampai labu. Coba juga, ya… 1. Timun Timun kecuali dapat dimakan, juga bermanfaat untuk kurangi lingkaran hitam di mata serta menghaluskan kulit muka. Ambillah potongan timun yang telah masuk dalam kulkas, lalu potong-potong serta tempelkan di mata dengan lama waktu 15 menit. 2. Es Batu Saat ada dibawah matahari cukup lama, mata bakal bekerja dengan cara ekstra, melebihi lazimnya. Cahaya ultraviolet, debu serta polusi ini menyebabkan iritasi pada mata. Untuk mengatasinya, Anda dapat memakai es batu. Langkahnya, ambillah es batu lalu dibungkus kain tidak tebal serta tempelkan di mata. Es batu ini dapat ngilangin noda di seputar mata disebabkan terbakar cahaya matahari. 3. Labu Hijau Labu hijau ini digunakan semacam pengganti timun untuk mengurangi lingkaran hitam dibawah kelopak mata. Dengan meminum juice labu hijau dengan cara teratur tiap-tiap hari, bikin kulit jadi lebih halus serta cerah.